Salah satu hal yang kudu dicoba
kalo pas ke Vietnam adalah ngalamin sendiri perjalanan antar wilayah antar kota
pake sleeper bus. Oke, secara harafiah memang diterjemahkan sebagai bus
tidur dan pada kenyataannya memang demikian. Kendaraan yang beroda enam ini di
dalamnya berbeda dengan bus pada umumnya yang disetting tempat duduk. Sleeper
bus adalah bus yang didalamnya berupa tempat tidur!.
| Penampakan dari luar, tidak ada yang beda |
Satu-satunya tempat duduk
hanyalah punyanya pak sopir, itupun tempatnya di sebelah kiri karena setirnya
di kiri (penegasan yang tidak perlu).
Nah, kenapa saya bilang sleeper
bus layak dijajal?.
1. The weirdest vehicles I ever see.
1. The weirdest vehicles I ever see.
Pendapat saya
ini diamini setidaknya dua orang bule yang masuk ke bus bareng saya. Mereka
sontak berteriak girang : “Wow, this is
the weirdest thing I ever see” yang dalam bahasa jawa berarti “iki panganan opo, koq koyo ngene”.
Kenapa dibilang
aneh, selain dari tempat duduknya yang berupa tiga lajur memanjang, dua
tingkat, dengan masing-masing lajur berisi beberapa tempat tidur ukuran 1,8
meter x 0,6 meter juga karena sebelum masuk kita harus melepas sepatu atau sandal
supaya nggak ngotorin tempat tidur yang dilapisi kulit. Udah kayak masuk
musholla aja deh, ada “batas suci”-nya.
Masing-masing
tempat tidur bisa ditekuk atau direbahkan. Tergantung mau tidur apa mau duduk.
Enaknya adalah kita bisa selonjoran karena kaki kita dimasukkan kedalam ruangan
semacam laci, yang bisa sekalian buat tempat barang bawaan dan meja kecil
tempat menaruh minum atau makanan.
2. Enjoy The Journey!
| Setelah masuk ke dalamnya!. Isinya tempat tidur dua tingkat :D |
2. Enjoy The Journey!
Sleeper bus
biasanya melayani rute antar kota antar district dan bahkan antar negara, yang
biasanya ditempuh lebih dari 4 jam, di malam hari. Tapi itu tidak selalu. Jika
kamu sedang beruntung maka rute pendek dalam kota pun bisa memakai sleeper bus
ini. Seperti contohnya saya pas selama make bus disana selalu dapatnya sleeper
bus.
Nah, karena perjalanan
selama menuju satu kota ke kota yang lainnya ini dilakukan dalam waktu yang
panjang, maka pemandangan selama perjalanan sayang dilewatkan. Atau lebih
tepatnya, pengalaman saya melihat “pemandangan” di samping saya bule cewek pake
tanktop dengan -maaf- belahan dada tersingkap yang sayang untuk dilewatkan.
Gimana nggak nikmatin, bulenya cuek aja sedangkan kepala saya berada tepat
diatas kepalanya dia..
Dan Tuhan
menghukum saya ketika pulangnya pake sleeper bus dengan teman samping saya
berupa anak gedut jelek dan kepo, yang menuh-menuhin tempat tidur..
3. Tempat terbaik untuk menikmati.. err.. bau kaki orang seluruh dunia!
3. Tempat terbaik untuk menikmati.. err.. bau kaki orang seluruh dunia!
Karena sepatu
kudu dilepas untuk bisa naik ke sleeper bus, maka bisa kebayang donk bentuk
kaki dan aromanya bakal gimana. Apalagi tempat tidur bertingkat, dan kudu
selonjoran. Beruntung saya naik duluan dan tempat tidur saya selalu dapat di
atas, sehingga kesempatan untuk melihat jempol dan kelingking yang sama besar
saya lewatkan. Bayangkan jika dapat tempat duduk di belakang, di bawah, dan
naiknya belakangan. Pasti akan melihat berbagai macam bentuk jempol dan bau
dari orang seluruh dunia. Yeaah, tidak seluruh dunia sih, tapi paling tidak
dari beberapa Negara yang se-bus dengan kita.
4. Yang jelas, namanya sleeper bus pasti bisa tidur di bus!
4. Yang jelas, namanya sleeper bus pasti bisa tidur di bus!
Buat yang mabuk
kalo naik kendaraan, yang lagi sakit, atau yang lagi capek, dengan naik sleeper
bus ini bisa tidur beneran koq. Saya dengan nyenyaknya selalu tertidur setelah
bus berjalan beberapa waktu. Untungnya sih, kalo perjalanan dilakukan di malam
hari selain bisa menghemat biaya akomodasi, juga begitu bangun badan udah
langsung berasa fresh!.
5. Yang penting,
pilih travel yang terpercaya.
| Fresh kaan? #eh |
Banyak kejadian
sopir bus menurunkan penumpang dengan open ticket (tiket bus yang bisa dipakai
kapanpun selama tanggal berlaku, dari rute manapun) di tempat-tempat yang
mungkin bukan tujuannya. Saya hampir saja diturunkan di tempat yang bukan
seharusnya- yang jaraknya 7km dari tujuan semula, kalau saja saya tidak
menunjukkan lokasi seharusnya saya diturunkan. Memang sih, pada waktu itu sudah
sampai di kota yang dituju yaitu di Phan Tiet City, dan bagi yang menuju ke Mui
Ne dipersilakan turun. Dan saya adalah salah satu penumpang yang menuju ke Mui
Ne dari Ho Chi Minh City. Maka turunlah saya. Ternyata, setelah bus hampir bergerak,
saya teriak sepertinya saya salah diturunkan. Berhubung saya pegang alamat
resortnya – yang jaraknya 7 km lagi, barulah saya diantar kesana. Jadi, selain
pilih travel yang terpercaya, pastikan juga untuk bertanya!. Karena sekali
lagi, orang Vietnam jarang yang bisa berbahasa Inggris dengan baik.
Untuk beli tiket sleeper bus ini
dapat diperoleh di berbagai tempat di HCMC. Rutenya macam-macam. Bahkan ada
yang menyediakan paket-paket sekaligus akomodasi dan makan, ke seluruh tujuan
wisata di Vietnam dari HCMC. Sebut saja Vung Tao, Nha Trang, Da Lat, Da Nang,
Hoi An, Ha Noi, dan sebagainya. Saya sendiri memilih rute HCMC ke Mui Ne, salah
satu kota pantai yang terkenal dengan fenomena alamnya : Sand Dunes atau gumuk pasir. Di Pantai Samas – Parangtritis, Kabupaten Bantul Jogja pun ada gumuk
pasir yang berwarna hitam. Nah kalau di Mui Ne, gumuk pasirnya berwarna merah
dan putih!.
Gimana serunya menelusuri Mui Ne? Tunggu Next post yaa…
Gimana serunya menelusuri Mui Ne? Tunggu Next post yaa…


































