Selasa, 08 Juni 2010

The Dazzling Singapore (Part 3), City Sight Seeing in a Glance

Sekeluar dari Changi International Airport, kami disambut dengan satu bis besar (kalau di Indonesia bisnya mirip bis antar kota- antar pulau kelas Eksekutif). Bisnya berwarna hitam. Sebetulnya muat untuk sekitar 40 - 50 orang. Nah, berhubung terjadi tragedi terhambat di bagian imigrasi yang sudah saya ceritakan di part 2, akhirnya bis ini khusus dipesan untuk mengantarkan kami. Ya, berasa VVIP banget. Bisa dibayangkan laah, bis segede itu cuman diisi 7 orang, rombongan kami berenam dan pak supir. Mewahnya, bis ini dilengkapi dengan LCD TV ukuran 32 Inch. Namun sayang, tidak dihidupkan... lagian kami juga lebih tertarik melihat pemandangan sekitar dibandingkan dengan melihat televisi.

Suasana parkiran di Changi


Melewati sepanjang jalanan menuju Swissotel The Stamford, yang terletak menyatu dengan Raffles City Shopping Centre, kami melihat banyak sekali fenomena yang spektakuler, fantastis, bombastis.. (berasa Tukul). Sebelum masuk ke "kota"nya, kami melewati banyak sekali tower-tower semacam apartment tetapi satu tingkat lebih di sederhana dibandingkan dengan apartment yang sesungguhnya. Saya pikir semacam rumah susun, tetapi lebih mewah. Dan tower-tower itu tersebar banyak di pinggir jalan yang kita lewati. Saya berkesimpulan, mungkin ini kawasan pemukiman penduduk, yang memang tinggal di pinggir kota. Saya menyadari mengapa pemukiman penduduk di sini dalam bentuk seperti rumah susun, ini mungkin karena negara Singapura adalah negara yang kecil sehingga tanah disini sangat mahal. Rumah tanah (sebutan untuk rumah yang dibangun di atas tanah - bukan apartemen), mungkin lebih tepat ditujukan sebagai lambang status. Jika punya rumah tanah di kawasan elit, pasti orang tersebut sangat kaya. Saya bersyukur, berarti banyak orang Indonesia yang sangat kaya ya, dimata orang Singapura. Karena banyak yang punya rumah tanah.

Selepas dari melihat kawasan pemukiman penduduk, kami mulai masuk ke kotanya. Disini kami disuguhi wahana Singapore Flier yang dinobatkan sebagai "The New Icon" of Singapore, dalam jarak yang sangat dekat. Ini kami lihat ketika kami lewat jalan sebelum memasuki Suntec City, Mall yang ada di belahan timur, dengan "Fountain of Wealth"nya yang terkenal. Berhenti sejenak di jalan "apanamanyasayalupa", saya menyadari satu hal.. Di Singapore, lebih banyak mobil dibandingkan dengan motor roda dua. Dan mobil-mobil disini semuanya terlihat baru dan bermerek. Mercedes E-Class atau S-Class yang merupakan barang mewah di Indonesia, sangat mudah ditemui di sini. Mobil-mobil Mazda keluaran terbaru -yang belum pernah saya lihat di Indonesia- Juga banyak. Maklumlah, pemerintah Singapore melarang penggunaan mobil yang usianya lebih dari 10 tahun dari masa produksi. Pantaslah kalau di Singapore, jarang sekali melihat mobil batuk-batuk, atau ditemui asap knalpot tebal. Satu hal yang unik juga, motor disini jarang (kata teman saya yang sok tahu, pajak motor lebih besar daripada mobil). Kalaupun ada, Motor itu juga unik seperti saya temui ketika berhenti di traffic light (lihat foto). Atau motor-motor gede dan bermerek mahal.



Singapore Flier dan jalan menuju Suntec City, tempat Fountain of Wealth.



Ini dia Motor yang lucu itu.. kagak ditemuin di Indonesia kan?

Singapore National Library Building.. katanya bisa dapet buku-buku murah disini.. mewah lagi

Gak butuh waktu lama ternyata untuk nyampai di Swissotel The Stamford. Total gak lebih dari 30 menit dari Changi ke Stamford Road. Lokasi hotel ini menurut saya super sangat strategis. mengapa?. Alasan pertama, karena ini di pusat kota dan kemana-mana dekat. Kedua, banyak tempat untuk jalan-jalan dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Di timur hotel -tinggal nyebrang, ada War Memorial Monument yang bentuknya mirip-mirip tugu tinggi. Trus jalan 10 menit udah nyampe Esplanade dan Merlion Park, plus ke One Fullerton di depan Fullerton Hotel. Satu setengah kilo dari situ, ada Singapore Flier. Trus ke bawah, ada stasiun MRT City Hall, ama City Link - Mall yang berada di bawah tanah yang menghubungkan banyak tempat. pokoknya WOW deh.. Cerita bagaimana petualangan saya berjalan ke tempat-tempat tersebut, akan ditulis pada bagian selanjutnya..





Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...