Selasa, 15 Juni 2010

Ramayana Ballet - Drama Epik Kolosal yang Wajib Dilihat Kalo Ke Jogja!

Mengobati kekangenan saya terhadap Jogja, kampung halaman saya... saya membuka beberapa album foto di notebook kesayangan saya.. dan beberapa menemukan satu cerita yang rasanya sayang kalau saya simpan sendiri. Sebetulnya file foto-foto ini diambil sekitar tiga tahun yang lalu, tapi kenangannya masih melekat sampai sekarang. Melihat foto-fotonya saja, rentetan alur cerita dan kemegahan pertunjukannya kembali berputar di otak saya. Mungkin ini opini pribadi saya jika banyak yang mengakui bahwa setelah melihat pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet yang digelar di Prambanan pasti akan ingin nonton lagi.
Sendratari Ramayana ini memang merupakan salah satu daya tarik wisata Jogja dalam bentuk cultural performance atau pertunjukan budaya. Sendratari Ramayana digelar di waktu-waktu bulan kemarau (bukan musim hujan) dan dipentaskan secara kolosal (banyak pemain) di panggung terbuka Candi Prambanan. Oh ya, beberapa waktu terakhir saya juga mendengar bahwa pementasan Ramayana ballet ini juga dilaksanakan di panggung Purawisata Jogjakarta. Kalo boleh saya bilang, secara keseluruhan pertunjukan ini sangat luar biasa. Saya belum pernah melihat pertunjukan budaya yang megah, mewah, dan mempesonakan seperti Sendratari Ramayana ini.
Latar belakang candi Prambanan dengan bulan purnama saat malam hari..

Dari segi cerita, para pembaca mungkin banyak yang tahu legenda kisah percintaan Rama dan Shinta. Namun yang luar biasa disini adalah cerita tersebut dituangkan dalam kombinasi tarian, alur drama, adegan, dan diiringi dengan musik gamelan. LIVE!.. dari pemainnya, sampai gamelannya (bukan diputar lewat kaset). Benar benar mengagumkan.. Sepanjang acara, tidak akan terucap dialog satupun.. namun dari gerakan, dari cerita yang tertampil di laser background, dan dari dentuman musik, akan sangat mudah diketahui jalan ceritanya.
Kebetulan waktu saya nonton Ramayana ballet ini, saya mendapatkan full story. Artinya, dalam satu pertunjukan, kisah keseluruhan Rama Shinta itu dipertunjukkan. Sebab, di lain kesempatan, pertunjukan tiap malam hanyalah per episode saja.. dan saya baru tahu, ternyata full story itu hanya dipentaskan pada saat malam bulan purnama saja.
Ceritanya dimulai ketika Prabu Janaka mengadakan sayembara untuk menentukan pendamping Dewi Shinta, anaknya yang akhirnya dimenangkan oleh Rama Wijaya. Digambaran saat itu pada adegan pembuka yaitu saat Rama berhasil memenangkan sayembara dengan mengangkat (mencabut) busur panah sang raja.

Adegan pembuka, setting di kerajaan, menggambarkan sayembara oleh Prabu Janaka

Dilanjutkan dengan petualangan Rama, Shinta dan adik lelaki Rama yang bernama Laksmana di Hutan Dandaka. Mereka mengejar dan berburu kijang emas. Ini adalah salah satu adegan favorit saya karena saya sendiri terpesona dengan tarian si kijang emas. Lucu, kostumnya warna emas menyala, dan pemainnya mengenakan kerincing kaki. Sangat lincah, mulanya saya pikir penarinya adalah anak-anak.. namun setelah usai acara ketika saya dekati untuk foto-foto ternyata sudah ibu-ibu (penonton kecewaaaaa).
Ini si kijang emas yang ternyata aslinya adalah ibu-ibu....

Dari cerita, ternyata kijang emas itu sengaja dikirim oleh Rahwana (peran antagonis) yang menginginkan Shinta (karena dipikirnya Shinta itu jelmaan dari dewi Widowati istrinya). Terpikat oleh keanggunan kijang emas itu, maka Shinta meminta Rama untuk mengejarnya. Lama tak kembali, Laksama memutuskan untuk mencari Rama. Sementara itu, Shinta ditinggalkan oleh Laksmana dan diberi perlindungan berupa lingkaran sakti . Ia berpesan agar jangan sekali-kali Shinta keluar dari lingkaran itu. Perlindungan itu gagal ketika Shinta terbujuk oleh seorang Pertapa yang ternyata dia adalah Rahwana yang menyamar.


Ini Rahwana yang menyamar sebagai Pertapa

Karena mengetahui Shinta diculik, berbagai upaya dilakukan oleh Rama untuk menyelamatkan kembali kekasihnya. Dari mengirimkan Jatayu (Burung Garuda) untuk memata-matai dimana lokasi persembunyian Shinta, dan akhirnya Jatayu terbunuh. Kemudian meminta bantuan Hanoman (Kera putih), untuk menyelamatkan Shinta.
Adegan saat Jatayu dibunuh

Inilah dimana adegan paling spektakuler menurut saya, yaitu adegan Anoman Obong. Disini, Hanoman mengobrak-abrik kerajaannya Rahwana dan membakarnya. Ceritanya bermula ketika Hanoman tertangkap dan akan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup. oleh Rahwana Saat pelaksanaannya, ternyata Hanoman tidak terbakar tetapi malah justru menggunakan api yang tadi digunakan untuk membakarnya itu sebagai alat untuk menghancurkan kerajaan Rahwana. Mengapa spektakuler?.. sebab setting kerajaan (yang berupa rumah-rumah beratap jerami) itu benar benar dibakar luluh lantak.. panasnya api yang membakar benar-benar terasa di muka penonton. Saya berani bertaruh, tidak ada yang tidur saat adegan anoman obong ini berlangsung... luar biasa. Foto ini sedikit menggambarkan betapa bagusnya adegan itu.

Adegan anoman obong.. itu rumah bener-bener dibakar loh!.

Akhir cerita, Shinta berhasil dibawa pulang kembali oleh Anoman. Namun saat kembali pada Rama, ternyata Rama meragukan kesucian Shinta. Untuk membuktikannya, Rama menginginkan agar Shinta dibakar hidup-hidup. Ternyata terbukti, Shinta masih memegang kesuciannya. Ketika dibakar hidup-hidup, Shinta tidak terluka sedikit pun.


ini adegan saat Shinta diuji kesetiaannya..apakah masih suci atau tidak

Pertunjukan selama 2 jam lebih itu diakhiri dengan happy ending. Semua pemainnya keluar, dan emcee mempersilahkan para pengunjung untuk berfoto bersama. Pertunjukan ini berakhir sekitar pukul 21.30 dan memang dilaksanakan di malam hari. Jadi, bersiap-siap tidur siang dahulu deh.



Ini semua pemainnya keluar untuk berfoto.. saran saya : cepet-cepetan deh.

Lalu, berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk melihat pertunjukan yang luar biasa ini?.. cuman DUA RIBU RUPIAH... laaah, murah banget?.. iya, dua ribu rupiah itu untuk biaya foto (kamera masuk dikenai Rp 2000 per biji). Selebihnya gratis.. hehe.. how luckily i am.. Tapi, kalo saya lihat dari ticket booth harga paling murah sih 50 ribu rupiah untuk pelajar dan tempat duduknya posisinya nggak banget deh buat nonton. Jika pengen yang lebih ekslusif, saya dengar kita harus merogoh kocek sekitar 175 ribu rupiah dengan fasilitas dinner @Prambanan Restaurant (dengan latar belakang candi Prambanan dan atap langit, buffet), plus bertemu dengan para pemainnya dan melihat persiapan di backstage. Sekaligus mendapat tempat duduk di tengah (Paling pas banget buat nonton - latar belakang Prambanannya jelas banget). Pokoknya, kalo ke Jogja.. pertunjukan ini adalah salah satu yang wajib ditonton deh.. nggak bakalan nyesel. Dijamin!.

3 komentar:

krisna mengatakan...

wahhh...senangnya..aku punya cerita apa ya tentang jogja? hehe..

Gaphe mengatakan...

hayo.. udah ke jogja berapa kali? :P

Art Galery Photography by Endies mengatakan...

maz, bulan ini jadwalnya tanggal berapa yach???
aku pengen banged nonton nich...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...