Minggu, 27 Juni 2010

Sensasi Pizza yang Nggak Biazza

Masih bareng Dian, tapi kali ini Dian ngajakin adik sepupunya bareng dia (soalnya Dian nggak bisa bawa motor :D). Namanya Indah, usianya lebih beberapa tahun, udah kerja di instansi pemerintahan di Jogja. Nah, kami bertiga berniat mencari kudapan sore yang mengenyangkan. Hingga akhirnya tercetuslah satu nama tempat yang (sepertinya) masih baru di Jogja. Nanamia Pizzeria. Sebuah kedai kecil, bercita rasa Italia, yang khusus menyajikan makanan-makanan khas negeri Gondola itu. Tempatnya memang agak nyempil di Jalan Mrican Baru, Ruko sebelah selatan. Sebelah utaranya Jogja Plaza Hotel, berseberangan dengan Jalan Moses Gatotkaca, deket ama Universitas Sanata Dharma.
Nggak cuman Pizza aja yang dijual disini, tapi segala macem Italian food ada. Dari penampang luar neon boxnya aja udah kebaca, minimal food hawker ini (*jiagh... berasa di Singapore) menyajikan Soup, Salad, aneka macam pizza dan pasta, dan Italian Coffee. Taglinenya cukup unik dan catchy menurut saya : "Traditional Pizza for Modern People". Kenapa traditional pizza?, mungkin tungku bata yang menonjol keluar dari hawker ini menunjukkan bahwa proses pembuatannya masih tradisional.


Begitu masuk ke dalam, suasana Italia berasa banget di dalam ruangan, cat tembok warna kuning tua - cokelat, lobang jendela yang berbentuk setengah lingkaran, kursi-kursi kayu, dinding dengan karya berupa foto dan secuil potongan tentang Italia, dan music yang diputar adalah dari penyanyi asli Italia. Yang jelas, nggak bakalan nemuin lagunya Didi Kempot atau Kangen band disini..


Kami memilih tempat di dekat art frame work, depan kaca super gede. Dengan alasan : Tempatnya asyik buat foto-foto. hahaha... Segera saja, mbak-mbak yang bukan asli Italia menawarkan kepada kami daftar menunya. Selembar kertas berukuran B5 dilipat dua, bolak-balik. Ada lebih dari 20 macam pizza yang ditawarkan, pasta, salad, komplit mulai dari apetizer macem roti bruscheta (bener nggak sih nulisnya?), spaghetti, sampe makanan penutup seperti ice cream. Dan kebingungan melanda -saking banyaknya pilihan malah jadi bingung mau makan apa. Akhirnya dari ke sekian puluh pilihan pizza itu, Dian nggak mau ada paprikanya.. pilihan menyusut jadi beberapa saja. Vegetarian pizza dengan jamur, pizza tuna, atau pizza daging. Ternyata Indah minta yang ada dagingnya. Fine, "Satu Carne Pizza, ukuran large, dengan topping chicken, smokedbeef, onion, and Mozzarella pizza".


Trus, menu pembukanya apa?.. Dian pengen nyobain kentang bakar, jadilah dia milih Baked Potato with Spinach and Mozzarella cheese. Untuk urusan minum, selera sendiri-sendiri laah. Dian milih Orange Squash, Saya pilih Nanateritta ice latte, alasannya karena saya pikir ini namanya paling panjang dalam daftar menu dan ada kata-kata "nana"nya jadi mungkin ini menu spesialnya Nanamia. Ternyata Indah memesan menu yang sama, dan alasanya karena belon pernah nyoba *tepokjidat... ya jelas belon pernah nyoba, orang baru pertama kali kesini.

Pesanan diambil dan kami menunggu. Tapi, asal ada kamera, namanya nunggu sudah menjadi urusan yang menyenangkan bagi kami. Pose sana, pose sini, jeprat-jepret diliatin ama pengunjung lain dan mas-mas yang jual. Biarin, namanya juga pertama kali ke Italia *gedubrak...
Bahkan sampai menu makanannya datang, kami masih asik foto-foto.


Pertama yang datang adalah minumannya. Punya saya, Ice lattenya disajikan dalam gelas sedang dan dikasih gula cair yang disiapkan dalam cangkir terpisah. Ice latte saya bentuknya terdiri dari 2 lapisan. Lapisan putih, paling bawah adalah susu segar, dan lapisan atasnya berwarna cokelat muda adalah light coffee. Di paling atas sendiri, dikasih one scoop vanilla ice cream. Ini mah kenyang duluan atuhh....


Trus datanglah itu Carne Pizza.. Piring seluas jidatnya Dian keluar (*kaboor dilempar sendal), dengan pizza bertopping chicken & smoked beef.. Lumayan gede pizzanya, dipotong 8 bagian. Tapi yang unik adalah : rotinya benar-benar tipis dan renyah. Mungkin kalo di foto keliatan tebel ya?, tapi sebenernya efek tebal itu adalah roti yang menggembung *efek udara terperangkap. Yang pasti, rotinya tipis, tapi toppingnya kurang banyak *nggakmaurugi.com. Untuk soal rasa, bener-bener mantabh. Gurihnya mozzarella, asemnya saus tomat, semua berpadu di dalam lidah saya.

Carne pizza, yang yammmeeh..... rotinya tipis dan renyah..

Kami makan dan separuh jalan baru nyadar. Ternyata menu pembuka kita belon dateng.. dan jadilah Indah dijadikan tersangka = karena dia yang nulis menu pesanan kita tadi..

Dian : "Ndah, tadi kamu tulis pesanannya kan?"
Indah : "Iya.."
Saya : "Yakin kamu kita mesen nggak cuman pizza?"
Indah : "Iya..yakin"
Dian : "Beneran loh?"
Indah : "Eh...."

Jadilah Dian yang duduknya di paling pinggir, nanyain ke mas-masnya, apa itu pesenan udah dibikin?... dan ternyata emang udah.. baru dipanggang, kentangnya belon mateng *duuuhh maaph ya ndaaah..

ini dia Baked potatoes yang lama nunggunya...

Nggak lama kemudian kentangnya dateng. Disinilah keanehan mulai terjadi diantara kami. Entah gara-gara efek kelamaan nunggu pesanan atau karena saking excite nya liat kentang panggang yang disajikan di aluminium foil dengan taburan mozzarela cheese yang meleleh, obrolan yang pun mengalir..

Dian : "Oohh, spinach tuh bayam ya?"
Saya : "Haduuh Di, baru tahu?"
Indah : " Yang kayak di popeye itu ya.. bikin kuat berarti.."
**krik-krik-krik....
(habis itu kita ketawa ngakak... nggak penting banget sih ngebahas bayem.. udah jelas dari menunya ada namanya "bayem" in english).

comotan pertama habis..
Indah : "Koq rasanya kayak kentang ya" *diucapkan dengan muka polos --> beneran nggak ngerti apa yang kami pesan tadi.
*tepokjidat, elus dada.
Sejenak saya dan Dian membeku, melihat Indah... Huahahahahaaa... Haduuh, namanya juga Potato!!. kalo orang British bilangnya : "You Say Potato, I Say Tomato".

Comotan keempat habis..
Indah : "Hmm... kentangnya rasanya beda ama yang di Siomay ya?" --> muka nggak berdosa
*GUBRAAK... ya jelas beda laaah.. Kalo di Siomay kan kentangnya direbus, dikasih bumbu kacang, dikecapin.. Lha yang kamu makan ini kaan dipanggang, dikasih cheese... masa ya mau disamain ama kentang di siomaynya Mang Udin.. jelas beda laah..

(dari sini pembaca ngerti masing-masing karakter pemeran dengan tingkat kedodolan yang berbeda)

Anyway.. Untuk harga, agak lumayan mahal buat kantong mahasiswa Jogja. Cuman berhubung Dian adalah Mahasiswa S2, dan Indah adalah Pegawai, dan saya cuman nebeng... jadinya nggak terlalu berat kalau kita bagi bertiga. Carne Pizza ukuran large kami tebus dengan IDR 49K saja. Trus Nanateritta ice latte seharga IDR 14K, Orange squash IDR 12K, dan Baked Potatoes seharga IDR 16K. Plus parkir 1 K per motor. hihihi.. Buat yang pengen nyobain pizza dengan rasa dan suasana yang nggak biazza, Nanamia Pizzeria patut masuk dalam list anda.

4 komentar:

merry go round mengatakan...

Ada tempat makan pizza enak ya di jogja. kalau kesana wajib mampir nih.

dian satya mengatakan...

ooohhhhh....mmmmaaaaaiiii.....
puas kau membunuh karakterku di blog kamuuuuu?????? *jedotin kelapa orang kelantai, kalo kepalaku kan sakit#

aku tau spinach means bayam!!!! tapi aku lupa karena masih kena efek ganteng mas Tom....
dan yang kedua, maafkan kedodolan adek saya (saya ragu beneran gak sih dia cum-laude, beneran nih dia kerja diinstansi pemerintah????)

tapi pengen kesana lagi, bukan buat makan pizza, tapi pengen di ramal pake TAROT ahahahahahaha

Call me Batz mengatakan...

wah seru banget ya... pizzanya bikin ngiler...
salam kenal n thx uda berkunjung ke blog aq..

Gaphe mengatakan...

@ Ocha.. iyaa, jangan lupa mampir yaa. sebenernya kata temen saya ada satu lagi tempat makan pizza. Namanya Kmeals. di Prawirotaman. Sayang saya belon sempet kesana..
@Dian.. Haha, yang penting seru Di, Besok kamu kesana lagi aja. yang penting TAROT itu bukan DUKUN. wkwkwk.
@Batz.. Thankks udaa mampir.. Salam kenal juga..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...