Minggu, 13 Juni 2010

The Way Home, Film Korea yang Menyentuh Hati...

Gara-gara adekku, Adit, bilang "Kalo sampe liat film ini nggak nangis, berarti kamu gak punya hati". Saya jadi terprovokasi untuk liat film Korea dengan judul The Way Home ini. Sebenernya film ini udah lama saya copy dari komputernya Adit, sejak kepulangan saya ke Jogja terakhir kalinya, namun baru sempat saya tonton. Dengan judul aslinya Jibeuro, saya sepertinya ingat kalau film ini sebenernya pernah diputar di stasiun televisi beberapa tahun yang lalu. Memang, kalau saya lihat tahun produksinya, Jibeuro merupakan produksi tahun 2002. Film lama memang, hanya saja saya nggak begitu ingat judulnya saat saya nonton di televisi. Yang saya ingat, hanyalah cerita anak kecil yang nakaaall banget, yang dititipin ke neneknya. Itu saja.
Namun setelah saya melihat film ini, beneran.. pengen nangis. Gimana nggak, sepanjang Jibeuro diputar, benar-benar mengingatkan saya betapa saya mirip dengan Sang - Woo, si anak kecil yang nakal itu. Memang sih, waktu kecil saya nakal banget.. pernah ngilangin sepeda, sampai-sampai bocor kepala yang meninggalkan bekas sampai sekarang... tapi walaupun nakalnya mirip, saya tidak akan setega si Sang woo itu. :P

Jalan ceritanya gini, diawali dari Sang Woo, anak laki-laki berumur 7 tahun, yang hidup bersama ibunya. Bapak Sang Woo diceritakan meninggalkan ibunya entah kemana, dan akhirnya Ibunya harus menghidupi Sang Woo dengan mencari pekerjaan baru.. Setting pertama dimulai di dalam bis, ketika itu Ibu Sang Woo ingin menitipkannya ke nenek (dari ibu) yang bertempat tinggal di desa pelosok di pinggiran Korea, dengan maksud supaya mempermudah ibunya mendapat pekerjaan. Sang Woo dititipkan beberapa hari, dan akan dijemput jika ibunya sudah mendapat pekerjaan.

Nenek Sang Woo berusia 77 tahun dengan keadaan bisu dan tuli... sepanjang film, hanya ekspresi seorang nenek yang sabaaar menghadapi si anak bandel itu. Nah, masalah berawal ketika Sang Woo dititipkan di rumah neneknya yang tidak ada listrik, maupun air.. benar-benar dalam kondisi yang sangat sederhana.. rumah beralaskan tanah, berdinding batu dan bambu, dan mencuci di sungai. Masalah mulai dari batre mainan game watch Sang Woo yang habis, mengamuk neneknya untuk minta uang supaya dibelikan batre, sampai kesasar saat mencari penjual batre.

Ketika lapar, neneknya menawarkan makanan.. dan Sang Woo minta ayam goreng kentucky, sambil menunjukkan gambarnya. Sang nenek, kemudian menjual simpanan hartanya untuk membeli seekor ayam hidup, kemudian memasakkannya menjadi ayam rebus (sang nenek salah persepsi, lagian si nenek gak punya minyak goreng).. Namun Sang Woo tidak mau makan, menangis dan mengamuk... *ini yang nonton sampe mrinding...

Banyak bagian di film The Way Home ini, yang menunjukkan Sang Woo berkali-kali menunjukkan keusilannya. Termasuk, saat dia bertemu dengan anak gadis, tetangganya, dia meminta neneknya untuk memotong rambutnya supaya keren. kemudian memakai baju paling bagus, dan membawa hadiah. Namun, apa yang terjadi adalah... sang nenek memotong rambut kependekan, Sang Woo ngamuk lagi.. *bagian ini, saya ngakak abis liat bentuk potongan rambutnya...

Kalo ditanya, saat nonton The Way Home, apa yang kamu rasakan?... campur-campur. ada sedihnya, ada ngakaknya, ada marahnya... termasuk ketika Sang Woo dikejar sapi gila, jatuh gara-gara menaiki trolleynya di bukit, sampai ketika meminta biskuit coklat pada neneknya ketika ia diajak pergi ke pasar untuk jualan...

Keusilan Sang Woo akhirnya tersadarkan ketika neneknya sakit, Dia sadar selama ini sudah merepotkan dan menjahati neneknya. Dengan gaya khas anak kecil 7 tahun, Sang Woo merawat neneknya. Dan di akhir cerita, saat Sang Woo dijemput oleh ibunya kembali, Sang Woo meminta maaf dengan bahasa isyarat, membuatkan kartu pos yang digambarnya sendiri dan ditulis alamatnya sehingga bila Neneknya sakit, atau Neneknya kangen bisa mengirimkan kartu pos itu ke Sang Woo..

Film berdurasi 85 menit ini bener-bener layak banget ditonton deh, pemilihan tokoh yang pas dengan karakternya semakin memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Si nenek yang bungkuk, berjalan dengan lambat, cocok dengan karakternya yang penyabar. Bagi para penikmat film Korea yang lepas dari cinta-cintaan, The Way Home (Jibeuro) ini layak menjadi alternatif pilihan. Terakhir, mengutip pernyataan Adit (yang nggak mau lagi nonton ini film), "Kalo sampe gak nangis, berarti gak punya hati"..

*yang terakhir, jangan diambil hati laah

17 komentar:

Anonim mengatakan...

Ohhhh ini toh judulnya....
Makasih yog...
kamu posting INI.....
aku pernah nonton di METRO TV


dan aku bener-bener NANGIS.....
waktu itu aku bilangs sama diriku sendiri
ini film yang AMAT SANGAT BAGUS
FAVORITE, tp ga tau judulnya apa....


Merci BCP

MeTa

Gaphe mengatakan...

kalo dulu di televisi, aku lupa di stasiun mana.. metro juga kali yah.. soalnya metro sering nayangin film bagus2 sih (kek august rush.. etc).
iyo ik.. touching banget filemnya

Anonim mengatakan...

Meta


apaan tuh august rush??
bagus juga kah???
secara ada august nya jadi pengen tahu juga......

pokoknya pelem korea yang ntuh....
keren banget...
pengen ketemu neneknya....
jadi inget mbahku T.T



nangis ga yog??
bener loh kata adit, kl ga nangis, ga punya hati...

Gaphe mengatakan...

film juga.. tentang anak kecil yang sejak lahir, dia dipisahkan dari kedua orang tuanya.. namun mereka akhirnya ketemu kembali karena musik yang menyatukan mereka.. bagus banget filmnya. nonton deh!.. yang maen Jonathan Rhys Meyer

Art Galery Photography by Endies mengatakan...

Hmmm...........
jadi pnasaran pengen nonton nie film
~siap2 pinjam bahu sama persediaan tissu yang banyak :p

Gaphe mengatakan...

setujuu... nyari filmnya dulu Nyai, di rentalan..wkwkwk
trus setok tisue, haha.. gak juga dink.. soalnya nangisnya nggak banyak2. :P

mon2 orang nias mengatakan...

ohhh....in yaaa slah stu postingan tntang korea...
wah...ternyata ad moviex yg sedih gini?

sipplah...ntar nyoba download filmx..

:D

bietafilo's mengatakan...

hhhmmmmm ak udah berkali2 nonton ni film tp tetep nangis aj..hehe...tp kl boleh koreksi dikit,kaya e neneknya tu g tuli,cuma bisu aj,soalnya neneknya bisa denger kok..
Btw ttg august rush lebih menyentuh film the way home ini :)

Hana Nuraini mengatakan...

serius, penasaran banget sama film ini...udah dua blogger yang review tentang film ini, jadi pengen liaaat..


oia, salam kenal bang :)

Anonim mengatakan...

ikutan komen,,
benar banget ini film bagus banget,,ga nyangka tnyata dikorea ada juga pedesaan yg terkesan terbelakang,,tokoh si nenek keren banget,,walau dengan keterbatasan ttpi berusaha sll mmbahagiakan cucunya bahkan kepada org lain,,apalagi pas adegan tetangga yg sakit pas nengokin sambil bawakan minuman untuk lansia ituu so sweet,,
jadi kangen uti kuu :)

Blogger Gundul mengatakan...

Lattar dan setting filmnya juga pas sekali dan menyentuh, memunculkan sebuah perpaduan fenomena yang menarik empati..

agus setiawan mengatakan...

SUMPAH nie film keren abiss!!!

acting yoo seung ho muda sangat bagus, dan akting neneknya sangat menyentuh!!!!

ampun dah, kalo nnton nie film g namgis!!! pasti orangnya gpunya perasaan.. heheheheh

super duper spesial avorit keren abiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssss:-)

agus setiawan mengatakan...

Acting dari YOO SEUNG HO muda sangat keren!!!
ditambah lagi dengan acting sang Nenek begitu meyakinkan. sehingga membuat yang menonton akan menangis..hehehehe:-)

Meskipun Film tahun 2002, dan saya baru tahu ni film hari ini. (itu saja dikasih temen) tapi kualitasnya masih bagus banget!!!

sederhana tapi pesannya dapet bangett!!

sepajang alur dibikin galau sama tingkahnya seungho muda..:-(

4 jempol dah buatfilm nie..

heppisundae mengatakan...

Mohon infonya drmana buat dapetin film ini... ini film lama dah 10 th yg lalu jd agak susah nyarinya.
email ke : heppisundae@gmail.com
makasih byk

Anonim mengatakan...

betul banget,,ane dah nonton pilm ini pas hari ke 49 nenek ku meninggal...sedih bener...jadi ingat knakalan masa lalu ku sma almarhumah...asli bikin nangis bombay ini film...salut buat pemeran neneknya...total banget...

Anonim mengatakan...

Love bgt film ini, like it like it . Thanks infonya. Sekian lama dicari, akhirnya tau deh judul nya :)

Anonim mengatakan...

Like this movie dan sangat bermakna tapi ibunya sang woo knp g bwa nenek sang woo buat tinggal bersama pas di endingnya kasian kan neneknya udah tua renta g bsa ngmng trus sebatang kara tapi tetep keren filmnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...