Kamis, 08 Juli 2010

Maaf..

Maaf..
Mungkin itu kata paling mewakili bagi semua orang kalo ngerasa bikin salah. Kata yang satu itu gampang ditulis, sebentar diucapkan, tapi mahal di bibir.. apalagi kalo spesial pake hati. Okelah, mahal di bibir masih bisa diusahakan, tapi kalo udah menyangkut pake hati.. ini yang susah..
Ada yang bilang ke saya, kalo kata maaf itu sangat susah keluar dari mulut seorang cowok. Setelah saya pikir-pikir, bener juga sih. Cowok, pria, lelaki, atau apalah sebutannya diciptakan dengan kondisi gengsi yang tinggi, diciptakan memiliki power alias kekuatan, dan diciptakan dengan image yang nggak boleh kelihatan lemah kalo di depan cewek. Humm, itulah kenapa jika banyak cowok yang banyak ngelakuin kesalahan (apalagi ke cewek) susah ngakuin kalo emang salah dan gengsi buat ngucapin maaf.

bagi cowok,
Karena kata maaf itu menunjukkan mesti bersalah..
Karena kata maaf itu menunjukkan suatu kelemahan..
Karena cowok biasanya gengsi menunjukkan kalo dirinya salah atau lemah..

Maaf..
Bukan maksud saya mendiskreditkan gender cowok.. karena saya sendiri ngerasain emang paling susah bilang maaf. Apalagi kalo emang saya nggak salah - dan dipersalahkan. Saya akan mencari alasan untuk membela diri terlebih dahulu kalo memang saya dianggap salah. Mengapa, alasan pertama karena membela diri adalah kemampuan adaptasi turun menurun yang tercipta bagi manusia. Maksudnya gini, dari jaman nenek moyang dulu - ketika dalam keadaan terancam atau bahaya, maka insting membela diri itulah yang lebih kuat. Dan yang kedua, beralasan merupakan jalan terampuh sebelum memang kata maaf itu terucap. Terkadang jika alasan memang diterima, maaf itu nggak perlu terucap. Jadilah gengsi, power, atau apapun itu.. terselamatkan dari kejatuhan yang tidak perlu.

Maaf...
Untuk belajar mengucapkannya memang butuh waktu dan butuh moment.. Semakin banyak kita mendapatkan moment untuk mengucapkan kata maaf, maka jika dipikir-pikir sebetulnya berarti semakin banyak pula kita melakukan kesalahan. Namun dari banyak melakukan kesalahan dan mengucap kata maaf, itulah sebenarnya kita sedang belajar. Belajar bagaimana tidak mengulangi kesalahan itu, sekaligus belajar mengucap kata maaf - tulus, spesial pakai hati. Jadi, sebetulnya jika kesempatan mengucapkan kata maaf itu menjadi berkurang...artinya kita juga harus waspada.. jangan-jangan kita terlalu sombong untuk mengucap maaf, merasa tidak punya masalah atau kesalahan, atau menganggap apapun yang kita lakukan sudah benar...

Maaf..
seharusnya menjadi kata yang banyak saya ucapkan selain kata terima kasih. Karena ada yang mengatakan hal ini kepada saya, "jika kamu ingin bahagia, banyak-banyaklah mengucap kata maaf dan terima kasih". Mengapa bahagia?.. sebenarnya saat mengucapkan maaf, saya belajar menggunakan hati - tulus, meminta maaf.. tidak hanya sebagai penghias bibir..

karena bahagia itu letaknya di hati..
karena maaf yang tulus itu pakai hati..
karena sesuatu yang datangnya dari hati, hanya bisa diterima oleh hati...



Surabaya, satu hari setelah ulang tahun...
ditulis setelah menjawab 142 notification facebook dan 19 sms ucapan dan doa

2 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

emang gak mudah bilang maaf ya. tapi harus bisa bilang gitu terutama kalo buat kesalahan. itu namanya gentle

Cerita Hujan mengatakan...

betul itu!!! aku punya banyak temen cowok, ya kayak gitu..... hmmm.. tapi memang dalam persahabatan perlu adanya saling memahami, hehehehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...