Sabtu, 10 Juli 2010

Menjelajah Kembali Masa Kecil di Bobo Fair

Berada di arena Bobo Fair, yang berlangsung di Gramedia Expo 7 - 11 Juli 2010, membawa ingatan saya kembali ke masa lalu. Saat saya masih kecil, dari TK sampai SD, saya ingat ibu saya berlangganan majalah Bobo untuk saya dan adik-adik saya. Saya hafal betul, setiap hari Kamis sepulang dari sekolah tempat pertama yang saya tuju adalah bawah pintu. Mengapa?, karena disitulah biasanya majalah kesayangan saya diselipkan oleh loper koran. Bahkan dulu saya sempat mengalami pergantian harga berkali-kali, mulai dari harga Rp. 1000 rupiah sampai terakhir saya ingat adalah Rp 3700 rupiah. Saya nggak tahu pasti berapa harga majalah itu sekarang. Yang jelas saya tahu, tahun ini majalah tersebut sudah berusia 37 tahun, dengan Ikon majalah yang tetap bernama Bobo, kelinci bertelinga panjang berkaos merah bercelana biru dengan huruf "b" didadanya.

Bobo Fair ini merupakan event tahunan yang sudah diselenggarakan di Surabaya untuk ketiga kalinya. Saya dengar, tidak hanya di Surabaya saja, tetapi juga diselenggarakan lebih dahulu di Jakarta dan Bandung dalam waktu yang relatif tidak terlampau jauh. Disini, pengunjung yang rata-rata adalah anak-anak beserta keluarganya, akan disambut dengan berbagai macam booth yang menawarkan berbagai produk terutama untuk anak-anak. Mulai dari vitamin, suplemen, makanan kecil, minuman, bahkan sampai tabungan dan asuransi pendidikan anak. Saya sendiri iseng-iseng datang ke Bobo Fair sebenarnya pengen nyari ibu-ibu muda suasana yang berbeda, terlebih karena tempat penyelenggaraannya tidak terlalu jauh dari kosan saya. Dengan harga tiket masuk Rp 5 ribu saja, plus kesempatan dapet undian doorprize, jelas saja suasananya rame banget. Apalagi hari ini tanggal merah, alias holiday!.


Suasana khas Bobo sangat terasa di dalam ruang pameran. Dengan stage utama berbentuk rumah bobo, yang khas semenjak saya kecil nggak berubah bentuknya. Segala kegiatan dipusatkan di halaman rumah Bobo tersebut. Selain itu, ada banyak atraksi dan kegiatan menarik yang bisa dilakukan oleh anak-anak di beberapa booth. Misal, di booth salah satu produk ice cream menawarkan 3 kegiatan berupa rock climbing, foto bergaya Avatar, dan baloon tunnel dengan syarat pembelian produknya seharga 15 ribu rupiah. Atau produk teh botol, menawarkan nonton film 4 dimensi dengan harga tiket 20 ribu rupiah untuk 15 menit pertunjukan. Ada juga playing ground, games station - semacam Timezone, dan arena melukis layang-layang atau lampion. Segala macam kegiatan baik untuk anak atau orang tua yang bertujuan untuk mengasah kreativitas anak, ada disini.


Di rumah Bobo, juga sebenarnya banyak pertunjukan dari pagi sampai sore. Baik itu bentuk lomba, pertunjukan musik, foto bersama karakter-karakter di majalah Bobo. Malam ini Gisel Indonesian Idol akan tampil memeriahkan suasana. Mungkin, pembaca yang pernah membaca atau berlangganan majalah Bobo kenal dengan karakter seperti Bona gajah pink berbelalai panjang dan Rong-Rong, Oki, Nirmala dan Pipiyot (kalo jaman dulu namanya masih si Sirik), dan karakter keluarga Bobo lainnya seperti Bapak, Emak, Coreng dan Upik. Nah, dengan karakter-karakter ini pengunjung bisa berfoto bersama tanpa dipungut biaya pada waktu-waktu tertentu. Sayang, saya udah gede... jadi nggak bisa foto bareng. Hiks...
Kebetulan pas saya dateng, adalah pas jam pertunjukan operet sanggar Bobo dengan menampilkan karakter Oki dan Nirmala. Operet ini bertajuk "Menyelamatkan Mutiara Hitam". Ceritanya, Pipiyot -sang penyihir jahat, mencuri mutiara hitam dari dasar laut yang dikuasai oleh Ratu Peri Laut. Mutiara hitam ini di dasar lautan, berperan sebagai penyerap racun-racun polusi. Tujuan jahat Pipiyot mencuri mutiara hitam ini adalah untuk dijadikan salah satu ramuan yang diyakini bisa membuat wajah Pipiyot menjadi cantik. Nah, kekacauan pun terjadi ketika Ratu Peri Laut mengetahui bahwa mutiara hitam itu dicuri, dan akhirnya datanglah Nirmala dan Oki untuk menawarkan bantuan. Mereka kemudian menyusup ke tempat persembunyian Pipiyot, mencari mutiara hitam yang disembunyikannya, dan menukarnya dengan mutiara hitam palsu. Akhirnya, mutiara yang asli berhasil dikembalikan, dan mutiara hitam palsu dipakai Pipiyot untuk ramuan kecantikan. Hasilnya, muka Pipiyot hancur dan seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu - seperti sapu ijuk (ini diperagakan beneran bentuk mukanya yang ancur jadi kayak gimana looh).


Keseluruhan ceritanya sederhana banget, mudah dicerna, dan intinya adalah yang baik pasti menang. Ditampilkan dengan sederhana juga, hanya bermodalkan kostum saja (tanpa dekorasi panggung), suguhan penuh tarian dan lagu yang berdurasi 45 menit ini cukup menghibur. Terutama yang jadi Nirmala cantik siih. hehehehe.. Yang jelas, nontonnya jangan pake mikir, jangan pake logika, just enjoy the show kata Lenka. Nah, buat yang mau pada nonton.. masih ada sehari lagi (besok Minggu). Yang jelas, bawa anak bawa keluarga.. bawa temen-temen, plus jangan lupa juga foto-foto. hehehehe

5 komentar:

BaS mengatakan...

Ya, aku juga dibesarkan dengan bobo, oki, nirmala, bona, dll.......
Tapi begitu remaja, ketertarikan itu hilang begitu saja tergantikan dengan banyak hal yang buatku jauh lebih menarik......

Salute buat kamu yang nyempetin berkunjung ke satu bagian memory masa kecilmu.....

Salam kenal pak,

Gaphe mengatakan...

@BaS.. waaah dipanggil pak lagi. hahahaaaa....

sabry mengatakan...

mengenang saat usia2 sekolah SD memang mnyenangkan. ingatan saya klo majalah/bacaan anak pasti selalu mjlah BOBO. meskipun waktu kecil dulu tdk langganan cuma baca punya teman saja.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aku suka majalah bobo juga. sekarang pun masih suka. hehee

Mia Herminingtyas mengatakan...

aku seneng skali baca postingan smpeyan mas,aku jd tau mcam2 hal trmasuk ada pameran "bobo fair" mskipun taun kmarin yg bikin aku sedih krena aku tinggal di kota kecil,mana mungkin bobo mampir disini hiks2..aku ingat betul ada lagunya "bobo yg slalu riang gembira mngajak kita smua brtamasya ke alam pnuh warna lalalalala bobo teman brmain dan belajar B_O_B_O bobo

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...