Rabu, 14 Juli 2010

Merasakan Secuil Suasana Luar Negeri di Sultan Hasanuddin International Airport, Tapi...

Nggak kerasa, saya udah di Makassar lagi. Yep, kalau pembaca pergi ke Makassar, gerbang masuk wilayah pertama ini terutama untuk yang berasal dari luar pulau adalah bandaranya. Makassar memiliki satu bandara berskala internasional yang terletak di kabupaten Maros (ini nggak masuk di kota Makassarnya yaa) yang memiliki nama resmi Sultan Hasanuddin International Airport. Untuk menuju kotanya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan taksi.

Kemewahan arsitekturnya langsung terasa begitu kita menginjakkan kaki di bandara Sultan Hasanuddin. Betapa tidak, bangunan yang terdiri dari rangka besi dan kaca lebar dimana-mana membentuk suasana yang modern minimalis, dan elegan. Bersih, mungkin karena masih tergolong bandara baru. Untuk bangunannya sendiri sih tidak terlalu besar, kalah jauh dibandingkan bandara Soekarno Hatta. Hanya ada 6 gate saja tempat menaik turunkan penumpang.

Suasana yang modern minimalis (dan futuristik) itu membuat bandara Sultan Hasanuddin terasa seperti di luar negeri.. (norak ya saya?... biarin). Soalnya, pertama kali menginjakkan kaki ke sini tahun lalu, saya cuman bisa bilang wah-wah... walaupun setelah sering bolak balik ke Makassar, sekarang cenderung biasa saja bahkan menurun.. sering dikecewakan ama masalah layanan sih.


Peringatan : melihat foto ini dapat menyebabkan bintitan, sesak nafas, merah dan gatal-gatal karena alergi, dan kejang-kejang karena nggak tahan narsisnya. Bila sakit berlanjut, merem donk!. hahahaha


Mungkin sepertinya embel-embel Internasional agak terlalu berat disandang, okelah walaupun dari segi bangunan de el el memenuhi standar internasional, cuman pengelolaannya sepertinya selera lokal. Misal, masih banyak taksi nggak resmi - atau tumpangan yang ilegal yang sering maksa pengunjung yang keluar dari bandara. Padahal udah ada taksi resmi bandara dan bahkan bus khusus Bandara- kota. Terus, tentang pelayanan ketika boarding. Sering banget pindah pindah gate keberangkatan. Ya maklum sih, cuman 6 gate tapi pesawatnya banyak.. mana sering delayed juga lagi (kalo ini urusannya maskapainya). Terus kursi tunggunya, banyak yang kotor, bekas ketumpahan apa aja.. lembab-lembab busuk gitu. eeeeiiew.. yaikszz.. banyak ditemui deh.. Udah kursinya warnanya ijo.. ketumpahan coklat-coklat..membuat tidak nyaman. Yah, semoga ada perbaikan dari pihak pengelola deh. Sayang kan, penumpang udah bayar PJP2U tapi layanan dan fasilitasnya kayak gitu. Malu atuh ama penumpang yang dari luar negeri...

5 komentar:

siroel mengatakan...

pengelolaan selera lokal *bahasanya* :D

mixedfresh mengatakan...

tapi asik juga tu bisa jalan2 ke makasar

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, keren ya..

merry go round mengatakan...

Waduh, masih baru tapi fasilitasnya udah rusak gitu. Sayang banget.

Halaman Samping-nya Inung Gunarba mengatakan...

wah jadi inget dah setahun lalu terakhir ke Makassar. Langit-langit bandara dan arsitekturnya emang ikonik banget, pas buat latar belakang foto qe3

Salam kenal dari blogger Jogja yang kini tinggal di Jakarta :D Matur nuwun :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...