Sabtu, 10 Juli 2010

Wisata Sejarah di House Of Sampoerna Surabaya

Kalo dateng ke Surabaya, sempatkanlah untuk menikmati wisata sejarah yang pasti sayang untuk dilewatkan. Tapi, eits tunggu dulu!. Yang namanya wisata sejarah satu ini dijamin asli nggak bakalan ngebosenin. Sebab, selain nanti pengunjung akan diajak untuk flashback tentang sejarah, pengunjung juga akan dibawa langsung ke tempat-tempat kejadiannya. Wisata sejarah ini dikemas dalam satu paket wisata bernama Surabaya Heritage Track (SHT), yang bisa dinikmati dengan gratis menggunakan shuttle bus yang berangkat dari House of Sampoerna Surabaya.
SHT ini memang menjadi salah satu fasilitas wisata sejarah yang menarik yang disediakan oleh House of Sampoerna. Namun sebelum saya cerita lebih lanjut tentang SHT, saya pengen cerita dulu tentang House of Sampoerna sendiri. Mungkin pembaca pernah dengar perusahaan rokok HM Sampoerna?. Nah, House of Sampoerna ini sebetulnya anak perusahaan dari HM Sampoerna yang bergerak di bidang pariwisata, non profit oriented. Dengan menggunakan bangunan milik Liem Seeng Tee, dulunya merupakan rumah dan pabrik pertama produksi rokok Sampoerna, sekarang bangunan bergaya kolonial belanda itu disulap menjadi museum, cafe, gallery, sekaligus menyajikan tour wisata menggunakan shuttle bus yang dikemas dalam Surabaya Heritage Track.


House Of Sampoerna (HoS), aslinya dulu didirikan tahun 1864 (ini terlihat dari angka dalam huruf romawi yang terpampang di atas atap bangunan). Terdiri dari 3 bagian, satu bagian utama di tengah (rumah besar) yang digunakan untuk museum dan pabrik, dan 2 bangunan di kiri dan kanannya yang digunakan sebagai cafe dan gallery. Di museum sendiri, begitu kita masuk akan langsung disambut dengan aroma tembakau dan cengkeh -khas aroma rokok. Di bagian depan, ada kolam ikan berbentuk lingkaran berisi ikan koi, terpampang juga sejarah pemiliknya dahulu, yaitu replika warung yang dulunya digunakan untuk jualan sembako pemiliknya (di awal-awal kepindahannya), ada replika ruang tamu yang di sekitarnya juga banyak memorabilia dari Liem Seeng Tee beserta anak-anak keturunannya. Bahkan dapat dijumpai baju kebaya pernikahan anak perempuannya juga.


Masuk ke ruang tengah di Museum, kita akan menjumpai sejarah didirikannya perusahaan rokok Sampoerna, foto-foto komisaris dan jajaran direksi, foto pabrik dari awal pembangunannya sampai sekarang, dan koleksi kotak korek api. Selain itu, juga disampaikan sejarah bergabungnya HM Sampoerna dengan perusahaan tembakau dunia Phillip Moris, beserta kronologi penandatangannya.
Di ruang belakang, dapat ditemui alat-alat produksi rokok, alat cetak kotak/box rokok, dan dapat ditemui juga serangkaian alat-alat marching band yang dulunya digunakan untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi marching band di Amerika. Selain itu, juga didisplay akan banyak ditemukan produk rokok yang dihasilkan oleh HM Sampoerna, terutama untuk produk ekspor. Lucu juga, menemukan kotak Sampoerna A Mild dalam tulisan Korea, atau Arab..
Naik ke atas, bila ingin membeli souvenir segala sesuatu yang berhubungan dengan Sampoerna, pengunjung tinggal datang ke A store. Disini, dijual macam-macam sovenir seperti kaos, buku, mug, dan lain-lain. Dari lantai atas ini, jika datang bukan hari sabtu atau minggu, pengunjung dapat melihat proses pembuatan rokok oleh pekerja pabrik di balik jendela kaca besar di atas. Asli, pabrik disini masih difungsikan secara manual. Sehingga pengunjung akan bisa melihat para pekerja melinting rokok.
Kembali ke Surabaya Heritage Track, Bis yang disediakan untuk touring keliling kota Surabaya lama ini nge-tem di HoS. Jadi, mulai berangkat sampai turun nanti mulainya ya di HoS. Ada 2 rute yang biasanya ditawarkan. Rute panjang (hari Jumat - Minggu, sekitar 2 jam perjalanan), dan rute pendek (Hari Selasa - Kamis, sekitar sejam perjalanan). Hari Senin, HoS dan SHT libur. SHT mulai beroperasi pukul 9 untuk rute panjang, dan mulai jam 10 untuk rute pendek. Ada jadwal tertentu jam-jam berapa saja berangkatnya.
Nah, karena shuttle bus yang dipake cuman satu (terbatas) dan gratis, maka pengunjung yang ingin menikmati wisata sejarah Surabaya harus memesan tiket dulu. Bisa menghubungi by phone untuk pesan tempat ke : 031 353 9000 ext 41142. Selama perjalanan, kita duduk di bis berjendela kaca lebar - berpendingin udara, melewati kompleks-kompleks sejarah, bangunan tua, jalan, dan peninggalan sejarah yang ada di kota Surabaya sembari mendengarkan penjelasan dari tour guide. Di tempat tertentu (misal di Balai Kesenian Cak Durasim atau di Kantor Walikota, bus akan berhenti), di sini pengunjung akan turun untuk melihat lokasi sejarah atau melihat pentas kesenian.


Saya sih cuman berandai-andai, jika saja wisata sejarah dikelola swasta dan dalam bentuk seperti ini berlaku juga di seluruh Indonesia, pastilah museum-museum itu bakalan terawat dan nggak bakalan kekurangan pengunjung. Wisata sejarah tidak lagi akan membosankan, dan tentu saja museum-museum sepi pengunjung hanya tinggal sejarah. Andai saja..

5 komentar:

rahma mengatakan...

iiiii jadi pengen ke surabaya..
*belom pernah* haha

pelangi anak mengatakan...

BETUL MAS, SEPERTI KOMITMEN PEMERINTAH UNTUK MEMBUDAYAKAN ATAU MEMPERKENALKAN PENTINGNYA SEJARAH DAN MUSEUM MASIH KURANG MEMADAHI, SEHINGGA BELUM MUNCUL KESADARAN YANG MASSIVE...

OIYA, SALAM KENAL DAN MET BERAKHIR PEKAN MAS!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, ini toh wajah admin blog...

Gaphe mengatakan...

@rahma : ayooo ke Surabayaa... kamu lagi di Jogja kan?. Naik Kereta Sancaka ajaa.. 6 jam doank. hehehe
@Pelangi Anak : betul-betul.. seandainya pemerintah lebih peduli dikit ya?.. minimal naikin anggaran buat sejarah dan museum deh.
@mbak Fanny: Hahahahaaa. Masa belum pernah buka profil saya siih?....

Rubiyanto mengatakan...

Wah keren banget tenpatnya.....
salam kenal ....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...