Minggu, 01 Agustus 2010

Adventurous Rafting at SONGA.

Sabtu kemaren, praktis menjadi salah satu weekend terkeren yang pernah saya alami. Saya mencoba satu hal baru yang belum pernah sekalipun saya lakukan yaitu rafting alias arung jeram yang "real".. karena kalau arung jeram di Dufan mah udah sering, bahkan dari kelas 6 SD. Sebelum ini, saya selalu iri sama temen-temen yang memajang foto-foto raftingnya di facebook atau ketika mendengar cerita-cerita mereka tentang betapa serunya melakukan rafting. Dan pada akhirnya, Risnu, teman semasa kuliah saya yang kebetulan bekerja dan tinggal di Gresik menghubungi saya mengajak rafting. Kesempatan itu nggak saya sia-siakan, bersama dengan 6 teman Risnu, kami berdelapan harus berangkat pagi-pagi ke Probolinggo, menuju Songa.


Perjuangan untuk mencapai Songa lumayan berat. Karena Risnu bilang kalo start berangkat dari Gresik maksimal jam 5.30 pagi, praktis saya harus bangun jam 4 pagi - mandi - dan meninggalkan Surabaya pada pukul 4.30. Beruntung, jam 5.10 saya sudah sampai ke kediaman sobat saya itu, nitipin motor, dan tak lama kemudian mobil Avanza carteran berwarna abu-abu bernomor W 666** itu muncul. Karena saya belom kenal sama 6 orang yang lain, setengah jam awal keberangkatan ke Probolinggo diisi dengan kenalan. Canggung sih, tapi 6 teman Risnu baik semua.. jadinya perjalanan 4 jam dari Surabaya - Probolinggo melewati Porong Sidoarjo - Pasuruan nggak terasa lama, meskipun sempat nyasar ke arah Malang. Sekitar setengah perjalanan, karena mayoritas belom pada sarapan, kami mampir di tempat wisata Pantai Bentar. Ya, namanya memang BENTAR, bukan berarti "tidak lama" yaa.. tetapi mungkin wilayah disitu namanya memang wilayah Bentar.
Setengah jam lebih mengisi perut dengan rawon, akhirnya perjalanan dilanjutkan. Jam setengah sebelas kami akhirnya masuk ke pos sungai Pekalen atas, karena kami milih paket rafting *beautiful trip*. Sesampainya di sana, kami diminta mengisi data diri dan membagi kelompok, kemudian melakukan pembayaran, menunggu. Karena pas weekend dan penuhnya pengunjung, kami kebagian perahu dan turun sekitar jam 12 siang sehabis Dzuhur. Waktu yang tersisa sebelum tuun sungai akhirnya digunakan untuk lihat-lihat souvenir di situ.
Pertama saya pikir, dari pos itu kami akan langsung turun sungai. Ternyata, dari situ, kami masih dibawa lagi ke atas sekitar 2 kilometer, menggunakan mobil pick up terbuka melewati jalan desa yang terjal dan rusak plus berbatu-batu. Jadi berasa sapi kek mau dijual....
Dari Sungai Pekalen Atas, total rute yang akan kami lalui sepanjang 12 kilometer selama 2,5 jam. Disitu, kami melewati beberapa jeram dengan grade bervariasi antara 2 sampai 3+. Selain jeram, indera penglihatan kami dipuaskan dengan hadirnya air terjun dan goa kelelawar yang super duper buaguuusss. Minimal ada 3 spot air terjun yang kami lewati sepanjang perjalanan, dan sayang seribu sayang... nggak ada yang bawa kamera saat rafting. Wajar, nggak ada yang mau menanggung kerugian kamera mati soalnya. Dan parahnya juga, kameramen dari pihak Songa sendiri juga gak ada di situ. Sedih banget nggak bisa foto-foto sepanjang perjalanan.

Foto bareng mas Slamet, Instruktur kami... hayoo, coba cari yang mana saya?

Sebenernya, sebelum kami turun sungai ada penjelasan singkat tentang tata cara bagaimana berarung jeram yang baik. Seperti bagaimana cara pegang dayung yang benar, digenggam erat dengan ibu jari dan 4 jari lainnya mencengkeram, tangan lainnya pegang batang dayung selebar bahu. Lalu tentang aba-aba, bagaimana kalo dayung maju, dayung mundur, belok kiri, dan belok kanan. Intinya harus kompak. Ada aba-aba yang mensyaratkan pindah posisi, seperti pindah kiri, pindah kanan dan BOOM. Kalo instruktur bilang "boom", berarti kami semua harus pindah duduk ke lambung tengah. Aba-aba itu dilakukan jika nanti masuk ke jeram yang berbahaya (misal kiri kanan ada tebing, dan arusnya sangat kuat).
Walaupun dijelaskan di awal, dan sebelum keberangkatan pun juga udah diulangi..dasarnya kami emang cuman pengen seneng-seneng yaa akhirnya sepanjang perjalanan kami lebih sering nyangkut di bebatuan. Kalo udah gitu, instrukturnya aja yang teriak-teriak suruh goyang-goyang perahu karet. Maksudnya goyang-goyang perahu tuh, bukan kita "dangdutan" di dalem perahunya, tapi dengan berpegangan erat pada tali di lambung, kami harus menggenjot-genjot bodi perahu menjauhi bebatuan dan mengikuti arus.
Jujur, sangat menyenangkan rame-rame rafting kayak gini. Tau gitu, kenapa nggak dari dulu-dulu yaa...*payah*. Ada beberapa tips kalo mau rafting, pertama.. bawalah temen yang banyak. Alias rame-rame. Soalnya, satu kapal kapasitasnya 5-6 orang. Kalo dateng cuman ber 3 atau berdua saja.. bisa sih, cuman harus bayar sisanya. Alias, minim satu perahu dipake ber4.. jadi kalo berdua, ya harus bayar untuk berempat biar perahunya bisa turun..Ato kalo nggak tau malu, bisa nebeng rombongan lain dengan resiko dipelototin, nggak kompak, ato malah ditengah jalan ditinggalin.. hehehe. Kami yang berdelapan aja dibagi dua grup a.k.a dua perahu. Itu pun sebenernya masih muat untuk 2 orang lagi. Tips kedua, kalo rafting pake sepatu atau sendal gladiator. Beberapa dari kami yang make sendal jepit termasuk saya, terpaksa melepas alas kaki gara-gara informasi dari teman kalo ntar pake sendal jepit bakal kena resiko putus atau hanyut. Daann melepas alas kaki alias cekeran...itu adalah kesalahan besaaar!!.. Kenapa?.. Karena turun ke sungai lewat jalan setapak yang berbatu-batu, tebingnya agak curam dan sempit, jadinya kami yang nyeker terpaksa menahan kesakitan sepanjang perjalanan. Pijat refleksi gratis bo!.. Dan terakhir, kalo ada satu anggota tim yang kecebur di sungai, relaks aja... biarkan pelampung yang menyelamatkan..Tinggal berenang gaya punggung, kaki diangkat ke atas. Jangan panik.. karena kali panik biasanya malah tambah parah.
Tentang harga, satu paket beautiful trip dari sungai Pekalen atas dibanderol IDR 219K per orang dengan minim 5-6 pack. Harga yang cukup mahal itu sepadan dengan fasilitas welcome drink, local transport, guide&instructor, asuransi, snack dan minum (yang dikasih di pertengahan perjalanan arung jeram), serta lunch. Tapi yang jelas, harga segitu nggak akan bisa membayar kegembiraan, kepuasan, dan kekaguman kami akan indahnya pemandangan alam sepanjang sungai Pekalen. Bagi yang pengen ke Songa, informasinya bisa dilihat di sini.

14 komentar:

mixedfresh mengatakan...

keren ni, memacu adrenalin

R24COM mengatakan...

pengen ikuutan!

masda mengatakan...

asyik juga kayakna, tp saya lum pernah coba, hehe..

aisah mengatakan...

asyik selalu bisa travelling....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, seru nih..

Gaphe mengatakan...

@Mixedfresh.. iyeaaahh seru abiiss..
@R24com..ayoook..
@Masda..sekali-kali nyoba dunk..
@Aisah..Alhamdulillah, mumpung udah tua :P

@Mbak Fanny..seru abis laah pokoknya

Aulawi Ahmad mengatakan...

wah lom pernah nyoba tuh, pengen suatu saat :) tq dah berbagi :)

om rame mengatakan...

saya beLum pernah tuh sob merasakan tantangan arung jeram, baca kisahnya aja deh. paLing enggak untuk persiapan kaLau-kaLau suatu saat ini bisa ikutan.

Itik Bali mengatakan...

Rafting di Bali tambah seru lho..
:D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

gak bisa tebak nih, Gaphe yg mana ya

Indahnya Kebersamaan mengatakan...

Wah mas nya ngak ngajak2 nich :)

John Terro mengatakan...

enaknyo ... kapan ajak diriku yah :D
tapi dibayari mas Gaphe :D

om rame mengatakan...

kaLau daLam satu grup bisa Lebih banyak anggotanya, berarti bisa jadi Lebih murah biayanya. Lain kaLi ajak-ajak yah sob, hehehe...

Gaphe mengatakan...

@oOM Rame .. aah, nggak juga oom. tetep aja segitu-gitu harganya. hahaa... boleh, yuk kumpul blogger buat rafting. bayar sendiri tapi. wkwkwk

@Mbak Fanny.. aah, mbak..liat aja yang paling tinggi. hehehe.. saya yang lagi angkat dayung, baju putih, pelampung biru.

@Itik Bali.. Pengeeeen.. kapan-kapan kalo kesana tunjukin tempatnya yaak..

@Mas John.. Lah, kemaren diajakin kemana? :P

@Aguestri..Ayo ikut ? :P

@Aulawi Ahmad.. iyaa harus cobaa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...