Senin, 09 Agustus 2010

Nonton Aang Versi non-Kartun di The Last Airbender

Sabtu kemaren, saya memenuhi hasrat terpendam buat nonton The Last Airbender. Tentang keinginan saya ini saya sudah sempet bilang pas saya nulis artikel ini. Saya sendiri juga heran kenapa sebegitu ngebetnya saya sampai mau ngebela-belain nonton ini film. Padahal, sebenernya saya tahu bahwa film ini adalah adaptasi dari film kartun yang sering ditanyangkan di Nickelodeon berjudul Avatar, The Legend Of Aang.


Memang, secara alur cerita, tokoh-tokoh, setting dan semuanya, film ini sangat mirip ama versi kartunnya itu. Sebenernya saya sih nggak terlalu suka sama versi kartunnya, soalnya panjaaang, berseri sampe berapa gitu. Saya paling males deh nonton yang berseri-seri gitu..Ntar ujung-ujungnya kayak sinetron Cinta Fitri session sekian ratus deh. hehehe. Mungkin satu alasan mengapa saya ngebet nonton versi non-kartunnya si Aang ini adalah film ini beberapa hari jadi trending topic di twitter. Maklum lataah, jadi pengen nonton dah. hehehe.. meskipun sebelum saya nonton ini beberapa teman saya mengingatkan melalui status facebook bahwa film ini nggak terlalu bagus. Lha, berhubung udah diperingatkan dan dasarnya ngeyel.. yasudah deh. Nonton aja malahan.
Ceritanya fiksi banget, dimulai dari narasi yang menceritakan pada jaman dahulu kala, seratus tahun yang lalu, bumi ini terdiri dari empat elemen utama yang dijaga oleh masing-masing kelompok. Ada negara api, suku air, kerajaan bumi (tanah), dan pengembara angin. Masing-masing pemegang elemen ini diberi keistimewaan berupa kekuatan untuk mengendalikan elemen tersebut. Keempat elemen ini hidup secara berdampingan dengan damai karena dibawah pimpinan satu avatar yaitu orang yang bisa menguasai keempat elemen tersebut (atau istilahnya bender alias pengendali).
Ceritanya, si Aang (12 tahun) ini adalah avatar terakhir, titisan dari Roku (avatar sebelumnya). Aang ini hadir dari Pengembara Angin, dan merupakan airbender (pengendali angin). Nah, pada saat penobatan Aang menjadi avatar seratus tahun lalu, si Aang ini udah dikasih tahu resiko jadi avatar itu seperti apa. Dia nggak akan bisa ngejalanin hidupnya layaknya orang normal, nggak bisa punya keluarga, nggak punya kebebasan, karena dia menjadi pemimpin atau penjaga keseimbangan diantara keempat elemen ini. Akhirnya, karena nggak mau, si Aang kabur melarikan diri dari kuil udara selatan (tempat dia dibesarkan). Dan seratus tahun kemudian, si Aang ditemukan di Suku Air Selatan oleh Katara (seorang waterbender) dan kakaknya.
Selama seratus tahun itu banyak yang terjadi. Negara api yang terkenal ambisius ingin menguasai seluruh dunia dan menjadikan ketiga elemen lainnya tunduk dibawah satu kepemimpinannya. Jadilah, setelah ada kabar bahwa avatar menghilang, negara api kemudian menghancurkan seluruh airbender (pengendali angin) supaya avatar tidak ditemukan lagi. Dan negara api dengan leluasa menjalankan misinya.
Ketika Aang hadir (ini nggak jelas kenapa dia bisa ditemukan dalam pusaran angin dan tiba-tiba nyasar di suku air selatan), dia merasa baru pergi beberapa hari saja. Tetapi ternyata seratus tahun sudah berlalu. Saat dia menjelajahi kuil udara selatan sekarang, Aang menemukan bahwa saudara-saudara dan gurunya serta pengendali angin yang lain sudah dibumihanguskan oleh negara api. Dan dia menyesali keadaan ini, dan berjanji bahwa dia akan menjadi avatar yang diharapkan. Namun sayang, Aang saat kabur baru bisa menguasai pengendalian atas angin saja, walaupun dia berpotensi untuk mengendalikan ketiga elemen lainnya.
Alhasil, petualangan Aang untuk belajar ketiga elemen lainnya dituangkan dalam beberapa versi kalo lihat kartunnya. Namun di Film ini, hanya diceritakan dari buku #1: Air. Sehingga Aang mulai belajar penguasaan terhadap air. Nah, Aang ini belajar langsung dari guru-gurunya ketika diajak oleh Katara mengunjungi Suku Air Selatan. Namun, keberadaan Aang diketahui oleh negara api, dia lalu dijebak, dan dikurung. Bisa ditebak jalan ceritanya, dia diselamatkan, melanjutkan tugasnya, dan berhasil mengusir negara api dengan kekuatan air yang baru saja dipelajarinya.
Secara keseluruhan, saya nggak nemuin klimaks saat nonton ini. Walaupun dari segi cerita seharusnya menurut saya bisa lebih mewah pengemasannya. Ini mungkin karena terlalu banyak alur yang dipaksakan masuk ke dalam cerita sehingga saya nggak bisa menikmati secara keseluruhan, dan justru merasa didikte untuk mengetahui sejarah lengkapnya. Kalo penontonnya anak-anak sih sepertinya mengasyikkan. Walaupun begitu, dari segi digital efek dan animasi yang disuguhkan dalam film ini cukup bagus dan cukup smooth (saya bilang cukup yaa, nggak bagus-bagus banget). Selain itu, pemandangan tempat setting lokasi syutingnya juga bagus, entah kalo itu hasil efek. Kostum-kostum pemainnya juga mendukung. Hanya saja menurut saya akting aktor dan aktrisnya kurang maksimal... saya menahan ketawa pas adegan nenek Katara ngomong ke dia kalo dia adalah titisan waterbender siapaa gitu.. cara ngomongnya kayak lagi mengeja sesuatu. hahaha... truss, nggak tahu memang pemilihan pemainnya ato apa yang salah ya.. saya pikir nggak match banget. Aang di kartunnya kalo nggak salah ceritanya dari legenda Cina. Apalagi tentang elemen api, air, tanah, dan udara itu kan juga kepercayaannya orang-orang Cina.... tapi yang main koq nggak ada cina-cina nya blass.. jadi aneh, nggak cocok. heheheh
Yaa kalo penasaran... nonton aja, toh masih banyak bioskop yang muter koq. Lagian di Amerika sono noo, ini film juga masih box office koq. Tapi siap-siap kecewa yak.. kalo ternyata nggak sesuai ama ekspektasinya. hehehe

9 komentar:

ReBorn mengatakan...

hi,

the last air bender the movie memang jelek banget. asli, mending kartunnya kemana-kemana! kartunnya memang berseri, tapi menurut gw itu kartun paling bagus yang pernah gw nonton. serialnya tidak terlalu panjang, terdiri dari 4 season (4 buku). beneran deh ga nyesel nonton kartunnya *maksa dikit*, hehehe.
ohya, film ini juga asli film barat, jadi ya, cuma ngambil unsur cina nya aja sebagai pemanis. tapi tetep aja di the movie-nya menurut gw (kalo ada sekuelnya) perlu ada perombakan total dimulai dari kursi sutradara!

ohya, follow balik ya :)
cheers.

mixedfresh mengatakan...

kayanya memang seru versi kartunnya nih.. tapi ya boleh juga nonton di bioskop biar ga ketinggalan gaphe, hehehe

Gaphe mengatakan...

@reborn.. iya, agak agak nyesel sih.. tapi kalo mau liat kartunnya, kudu cari di tukang dvd deh..
@mixedfresh... mending gak usah nonton deh. hehehe

kristiyana shinta mengatakan...

belum nntn dua duanya,, hehehe

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tks infonya..sayangnya gak suka nonton hehee

om rame mengatakan...

sebagai saLah seorang yang sangat jarang sekaLi nonton, dengan membaca sinopsis yang teLah disampaikan sudah cukup jeLas bagi saya intisari dan maksud dari fiLm tersebut.
terima kasih atas review fiLmnya.

Gaphe mengatakan...

# Kristiyana Sinta.. jangan nonton deh mendingan. hehehe

#Mbak Fanny.. hem, untuk yang kali ini dimaafkan. *siapa gue?* hehehe...

#Om Rame.. Makasih juga oom, sudah berusaha memahami apa yang saya tulis :P

Indra mengatakan...

saya juga termasuk yg kecewa sama film the last air bender, apa mungkin karena sudah sering liat kartunnya ya jadi pas liat filmnya jadi aneh, kurang gereget gt...

kunjungan perdana disini, salam kenal...

r10 mengatakan...

reviewnya jelek, jelas film ini gagal melakukan adaptasi, kalo untuk anak2 jelas film ini menurut mereka bagus :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...