Jumat, 27 Agustus 2010

Nyari Oleh-Oleh di Somba Opu

Sudah jalan-jalan, makan-makan, dan bersenang-senang di Makassar, saatnya kembali ke dunia nyata. Biasanya, namanya bepergian entah dalam keperluan bisnis atau leisure, kalo pulang kudu bawain oleh-oleh. Cuman kali ini saya nggak cerita tentang oleh-olehnya, tapi cerita tentang tempat wajib di Makassar yang disebut sebagai pusatnya oleh-oleh. Namanya Somba Opu. Jalanan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer ini mengadaptasi namanya dari Benteng Somba Opu yang juga terletak di Makassar, walaupun beda lokasi.
Di sepanjang Jalan Somba Opu, dapat ditemui banyak toko yang menjual berbagai cinderamata dan makanan khas Makassar. Nggak cuman itu aja, ada banyak juga restoran, toko emas, dan toko alat-alat olahraga disini. Banyak pilihannya, banyak macamnya.

Duit kuno dan Kopi Toraja

Trus, kira-kira oleh-oleh apa yang biasanya dibeli kalo ke Makassar?. Sebenernya itu tergantung selera. Beberapa produk yang khas sana misalnya Kopi Toraja. Kopi Toraja itu sebenernya termasuk kopi arabica, yang terkenal khas karena aromanya. Nah, ada banyak pilihan merek dan ukuran serta harga yang bisa dipilih disini. Selain kopi Toraja, ada juga minyak tawon khas Ujung Pandang. Minyak tawon yang asli biasanya ditandai pake stiker hologram pada kardus atau botolnya. Satu yang terkenal laris adalah minyak tawon cap tawon, kardusnya batik, ada gambar botol minyak tawonnya di depannya. Minyak tawon ini ada dua macem. Ada minyak putih, dan ada minyak merah. Yang putih lebih mahal, karena isi komposisi minyak oleum-nya nya lebih banyak. Bedanya sama minyak merah, yang putih hangatnya lebih tahan lama. Satu botol ukuran 500 ml dijual sekitar 180 ribu rupiah.


Kalo suka sama kain-kain khas daerah, di Somba Opu juga menjual beberapa kain daerah (biasanya untuk bahan baku bikin baju bodo khas Makassar. Ada berbagai macam pilihan warna, motif, dan harga. Biasanya harga ini tergantung juga sama motif dan bahan baku. Kalo kain sutra jelas lebih mahal. Beberapa kain dipasangan per set, misal kain untuk bawahan pasangannya untuk atasan dan selendang disertakan juga. Jualnya per meter, jadi tinggal minta berapa meter aja. Selain kain, ada juga yang udah jadi dalam bentuk sarung. Hmm.. kalo nggak suka kain-kain karena ribet, ada juga yang jual kaos-kaos tulisan dan motif khas Makassar. Lebih murah harganya, per kaos berkisar antara 25 - 35 ribu rupiah. Tapi jangan tanya soal kualitas, palingan sablonnya beberapa kali dipake dan dicuci udah pecah-pecah.
Nggak cuman barang jadi aja, ada beberapa makanan khas Makassar juga yang dijual. Misal, kue bagea.. kue ini berbahan dasar sagu dan dipanggang. Rasanya manis hambar dan bikin seret di lidah. Trus ada juga kue durian, mirip banget bentuknya kayak durian versi mini. Selain kue-kue kering, ada juga beberapa oleh-oleh seperti otak-otak ikan tengiri (konon katanya otak-otak Makassar terkenal enak), kacang cap Ayam, atau berbagai minuman dan makanan instan seperti Bassang (bubur jagung berwarna putih) dan Sarabba (semacam STMJ).
Jadi banyak pilihan kan?.. nah berhubung judulnya "nyari oleh-oleh", karena yang dicari nggak ketemu yaa nggak jadi beli. Lah, emang nyari apa?. Gudeg khas Jogja... hehehehe

18 komentar:

cipu mengatakan...

Gaphe... lu udah bisa jadi duta makassar kek nya. Gua sampe bangga baca tulisan lu yang komplit plit plit.

It seems that you know Makassar more then those who live in Makassar themselves. Bravo

Eh ada satu yang kelupaan, bro. Otak otak khas makassar sama Kepiting Surya ala Makassar. Bisa jadi pilihan lain tuh


Good job, good review.....

riesta mengatakan...

Aku 2x ke makassar,,,kalo beli oleh2 juga di sumba opu...
Jadi pengen ksana lagi...

Riska mbem mengatakan...

Somba Opu ya? nama jalannya lucu. Persis di film Charlie and the Golden chocolate ticket factory [ beneran ]

mixedfresh mengatakan...

aku belum pernah ke makasar ni, tapi reviewnya yoga boleh juga jadi referensi kalo kapan2 dapet kesempatan jalan2 kesana

Mamisinga mengatakan...

gua paling sukaa sirup markissa nyaaa...!

AkaneD'SiLa mengatakan...

eneng to kak. nyari gudeg kok di makassar
hahaha

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

minyak tawon.wah utk kerokan cocok tuh.

atha andriana mengatakan...

saya belum pernah ke makasar sobat. .
hehehe
tapi kalo suatu saat saya bisa ke makasar , insya allah bakalan nyari oleh oleh khas sana sebanyak mungkin ( kalo uangnya mencukupi )
hehehe

dayoe's zone mengatakan...

blom pnah k makassar...tp kyknya tempatnya asik tuh....

FaiS mengatakan...

mantavvv memang kota Makassar,,,

Kumpulan Tips mengatakan...

memang kota makassar kota yang indah..

Riska mbem mengatakan...

sob, aku punya tag buwat sobat nih. di ambil yaa http://risskanza.blogspot.com/2010/08/mimpi-masa-depan.html

om rame mengatakan...

saya beLum pernah kesana, nanti kaLo kesana mampir deh ke sumba opu. trism yah atas informasinya jgn Lupa beLikan oLeh2 juga buat saya, hehehe...

ReBorn mengatakan...

waduh phe, masih di makasar? jalan mulu ya, ikut dong...

auliadriani mengatakan...

Wah, raja keliling2 niy... ampe afal sama kebiasaan naik taksi di sana... hehe...

anggar berkawand mengatakan...

jdi pengen,,
:D

.:diah:. mengatakan...

hmmmm hmmm, klo gk salah yg khas dari Makassar itu Markisa juga deh, gak beli itu aja Gaphe?? :D

Somba Opu, Pusat Oleh-Oleh Khas Makassar mengatakan...

wah banyak juga jenis oleh-oleh yang bisa di bawa dari Makassar. Jadi, harus ke Somba Opu ketika berkunjung ke Makassar

terima kasih buat info nya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...