Senin, 29 November 2010

[Movie] Babies : Ngakak Natural!

Kepenatan hari Senin ini cukup terobati setelah saya memutuskan untuk nonton film dokumenter berjudul Babies. Sebelumnya sih saya nggak terlalu berminat sama film dokumenter gitu, tapi setelah ngebaca-baca review di beberapa tempat dan banyak rekomendasi, akhirnya saya nekat beli tiket di Tunjungan XXI buat nonton babies. Beruntung, karena saya dapet tempat duduk bagus, di tengah.. trus beruntung juga karena ternyata film ini nggak diputer di semua kota alias hanya di kota-kota tertentu saja.


Babies yang judul aslinya adalah Bebes merupakan film Perancis yang mengambil tokoh 4 bayi berbeda dari 4 negara di 3 benua. Ponijao, bayi laki-laki asal Opuwo-Namibia. Bayarjargal, bayi laki-laki asal Mongolia. Mari, bayi perempuan asal Jepang, dan Hattie bayi perempuan asal San Fransisco. Awal film mengisahkan tentang ibu mereka yang sedang mengandung, kemudian melahirkan. Nggak cuman asal ngambil gambar, sang Sutradara, Thomas Balmes juga menyisipkan kebudayaan di tempat mereka berasal, seperti ritual tertentu di Namibia., kehidupan berpindah tempat a la mongolia, super teknologi di jepang, atau kehidupan modern di SF. Saat prosesi melahirkan misalnya, ibu Mari menggambar telapak kakinya dengan huruf-huruf jepang.. atau Bayarjargal yang keluar masih dengan tali pusar yang utuh. Sadis?.. enggak sama sekali.

Keempat bayi ini digambarkan dalam perjalanan cerita mulai dari mereka lahir, berekspresi, cara mereka menangis, merespon sesuatu, mengikuti, belajar berdiri, belajar berbicara sampai belajar berjalan. Semua cerita dikemas secara apik tanpa dialog, tanpa narasi, murni hanya ekspresi tingkah laku, gambar, disertai dengan alunan musik yang pas. Semua adegan disajikan nggak pake rekayasa atau akting, benar-benar natural dari tingkah laku sang bayi.


Gambar poster film Babies yang dicomot dari sini

Semua penonton ngakak abis ngeliat ekspresi Ponijao yang ngantuk sambil duduk, tiba-tiba terjaga ketika mau jatuh.. atau saat kakak Bayarjargal mengusilinya, menyuruh dia makan roti tapi yang ada malah menonjok-nonjok mukanya sampe sang adik menangis. Ketika Hattie dinaikkan ke mobil mainan, sama ayahnya diluncurkan dan akhirnya terjungkal, Atau saat Mari, ikut ke kebun binatang dan justru menangis keras saat melihat gorila. Yang bikin ngakak juga adalah ketika semua bayi itu berinteraksi dengan peliharaannya masing masing, Ponijao yang jilat-jilatan sama anjingnya, Bayarjargal yang kaget saat ada ayam naik ke tempat tidurnya dan mengepakkan sayap, Mari dan Hattie dengan kucingnya masing-masing.

Adegan jijiknya juga nggak tanggung-tanggung, penonton akan mengernyit jijik sambil bilang "eeyyeeeww" pas Ponijao eek di lutut ibunya, atau saat dia mengambil tanah, batu dan tulang disekitarnya lalu dimakan.. Saat Bayarjargal mandi, didatangi oleh ternak dan minum di air mandinya.

Atau penonton akan terpengaruh ikut marah, gemas saat Bayarjargal yang mainan ember berisi air dan menjatuhkannya lalu dimarahi sama ibunya, atau saat melihat Mari yang bosan walaupun dikelilingi dengan mainan, saat melihat Ponijao yang rebutan menyusui dengan tetangganya, dan banyak adegan lain. Dijamin ngakak, geli, jijik, marah, gemas, berteriak juga nggak tanggung-tanggung deh.

Film berdurasi 80 menit ini sejatinya ditujukan buat semua umur, dan walaupun di awal sudah dijelaskan kalo ratingnya buat semua umur.. tapi kalo menurut saya film ini khusus buat dewasa. Lah, soalnya banyak payudara ibu-ibu bergelantungan dimana-mana siih (*vulgar bahasanya). Kayak ibunya Ponijao yang kemana-mana nggak pake baju, atau pas Hattie diajakin berenang sama ibunya yang nggak pake benang selembarpun. Tapi nggak porno looh, soalnya diambil dalam angle-angle tertentu yang artistik.

Yah, secara keseluruhan film ini nggak terkesan menggurui. Nggak milih mana cara membesarkan anak paling baik, mana mendidik anak paling baik, karena balik lagi ke lingkungan dan kebudayaan setempat. Ponijao dan Bayarjargal toh juga tetap hidup dengan sehat meskipun lingkungannya kotor, jijik, dan nggak layak menurut ukuran orang normal.

23 komentar:

wawank mengatakan...

Keren abiz nich...

inge / cyber dreamer mengatakan...

Gaphe, maap ye... ndak baca lengkap postingannya karena pengen nonton... >.<

Gaphe mengatakan...

#Wawank.. iyo aaa!. baguuss

#Inge.. hehehe.. ini baru sebagian kecil nge!. Saya mencoba menuliskan narasinya.. tapi gambar berbicara lebih banyak :D

Ian De Ragazzo mengatakan...

Hm.. seru nih nampaknya :D
perasaan aku belum pernah lihat itu di 21 di batam ==a
itu film umum bkn sih.. limited edition bnget..=,=

Rubiyanto mengatakan...

Jadi pengen nonton filmnya juga ....

TUKANG CoLoNG mengatakan...

Lo bikin gue ngiri aja bro. gue udah lama pengen nonton ke bioskop, tapi gag ada duit, haha

Gaphe mengatakan...

@Ian.. itu kayaknya cuman di beberapa studio aja yan..
@Rubi.. nonton aja mas!
@Svqra.. ah, masa seorang penulis cerita di setan 911 gak ada duit?? :D

k.o.s/Komunitas Online Sragen mengatakan...

ah ikutan nonton juga ah..eh salam kenal sob...

ReBorn mengatakan...

review yang menarik phe. gue juga nih, ada banyak yang bilang klo film itu bagus. bisa dicoba deh. :)

Huda Tula mengatakan...

kaya nya bagus.... heheheh. coba ah..
kayanya di Cinemags bulan kapan gitu pernah direview singkat....

coba dah..

Ferdinand mengatakan...

Wah kemaren aku malah sebaliknya sob... mesti macet2an haha....

tapi setelah denger reviewnya kayanya keren tuh.... terakhir aku malah nonton Harry Potter... nanti deh klo Babies masih ada aku nonton hhe...bayinya aja lucu2 pasti filmnya lucu nie hhe...

Semangat n Met aktivitas Brow... :P

Todi saja mengatakan...

kudu ngajak keluarga nonton nih...

ibnumuksin mengatakan...

nice blog.follow me ok

riesta mengatakan...

bagus ya???
kapan ya bisa nonton...hehehe

Meutia Halida Khairani mengatakan...

wah, pas muncul midnight di jkt, sempat berpikir ini film isinya apa yaa..?
pas baca ringkasan Gaphe, jadi pengen nonton.. pasti lucu bgt tuh bayi2.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

maklum penulis kere

John Terro mengatakan...

nama bayi dari Mongolia namnya Bayar? kug kayaknya mata duitan beud yah :D

Ipin's cool mengatakan...

malahan saya belum pernah nonton filmnya

Noeel-Loebis mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Noeel-Loebis mengatakan...

pengen nonton aaaah....

AkaneD'SiLa mengatakan...

ih jadi pengen nonton

MeiNa Hafs mengatakan...

Hiks..Hiks...nggak pernah nonton...jd ketinggalan nech.. tp aku menikmati cerita anda saudara Gaphe...teruslah bagi2 cerita...!!

Mixed Fresh Info mengatakan...

Wah menonjok muka sih tu termasuk dalam penganiayaan anak tuh....Dari ceritamu kayanya bagus juga tapi sayangnya aku belum nonton, kira2 jogja ada ga ya???

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...