Senin, 30 Agustus 2010

Mengecap Manisnya Persahabatan di Zangrandi Surabaya

Bertemu dengan teman kantor dalam suasana yang berbeda membuka sisi pribadi masing-masing dalam indahnya persahabatan. Seperti yang terjadi semalam, selepas berbuka puasa bersama di Wapo resto (yang sebelumnya pernah saya ulas juga di sini) saya bersama tiga teman kantor yang lain memutuskan untuk melewatkan separuh malam di Zangrandi Ice Cream Surabaya. Gerai es krim yang dipercaya paling tua se kota Surabaya ini terletak di jalan Yos Sudarso no 15 Surabaya, persis di depan gedung pemuda, depan kantor walikota. Nggak cuman terkenal akan kelezatan ice cream rumahannya (home made ice cream), Zangrandi juga terkenal karena gerainya yang menyajikan suasana retro, klasik, dan mampu membawa pengunjungnya menikmati suasana tempoh doeloe apalagi pada malam hari.
Sebenarnya nama Zangrandi sendiri sejarahnya berasal dari pendirinya, seorang Italia, yang nama belakangnya diabadikan sebagai nama produk. Nggak jauh beda dengan Ragusa di Jakarta, gerai ini menjual es krim aneka rasa dan varian bentuk yang benar-benar pantas untuk dinikmati sembari mengurai asa, mimpi, dan harapan-harapan antara sahabat. Sebetulnya ada banyak macamnya, beberapa bisa dilihat di gambar di bawah..

Pilihan ice cream yang mantab!, dari atas Chocolate Twinkle, Macedonia. Bawah, Noodle Ice Cream dan Tutti Fruti

Nah, berhubung kesukaan saya terhadap ice cream, akan saya bahas satu-satu produknya. Yang di gambar pertama adalah Chocolate Twinkle.. Segelas ice cream chocolate penuh disajikan dengan topping vannila dan disiram saus chocolate yang mengeras begitu menyentuh dinginnya permukaan ice cream. Plus pemanis buah cherry, dan assorted biscuit yang menggoda selera. Rasanya, jangan ditanya!. Coklatnya mantap, terkesan di lidah.. benar-benar asli, nggak ada rasa gula atau pemanis buatan sedikitpun. Murni coklat dicampur dengan susu, mampu mengembalikan mata yang sudah beranjak mendekati peraduan *duh bahasanya*
Yang kedua, Macedonia ice cream.. ada banyak pilihan rasanya, yang diatas adalah rasa mocca. Macedonia dapat dikenali dengan bentuknya yang khas seperti mangkuk, dan ditengahnya seperti disiram dengan saus rhum. Rasa moccanya lembut, enak tapi nggak eneg. Nggak cuman mocca aja, tapi juga ada rasa stroberi dan vanilla.
Trus ice cream pilihan saya, Noddle ice cream.. mirip seperti spaghetti ice cream di Ragusa - Jakarta, berupa es krim vanila lembut yang dicetak seperti bentuk mie, ditaburi topping kacang mede goreng tumbuk dan coklat lumer. Plus hiasan es serut cocopandan, cherry, dan assorted biscuit. Sempurna banget rasanya, lembut meleleh di lidah. Harumnya vanilla bercampur rhum menyejukkan tenggorokan. Luar biasa, salah satu menu yang recomended dari saya!.
Yang terakhir adalah tutti frutti. Berbentuk seperti potongan puding dengan potongan kecil buah-buahan yang bercampur ice cream vanilla. Salah satu andalannya Zangrandi juga, dan ada berbagai pilihan rasa.. stawberry, chocolate, atau pandan (sepertinya sih soalnya ada yang warnanya ijo).


Sedikit suasana di Zangrandi, dan wajib narsis di dalamnya. >_< (foto sahabat tidak disertakan dengan alasan keselamatan)

Rata-rata harganya berkisar antara belasan ribu rupiah per porsi hingga dua puluhan ribu rupiah. Tapi itu sepadan dengan rasa dan suasana yang ditawarkan. Nggak salah banget kalo tiap malam, dari semua kisaran usia selalu memenuhi tempat ini. Bahkan oma-oma datang bersama cucu-cucunya juga datang untuk mengenang masa jayanya dulu bersama opa..

Ah, indahnya bercengkrama tertuang dalam semangkuk vanilla ice cream...
dan dalam liarnya pikiran saya terbayang lagu..

Geef mij maar nasi goreng...
met een gebakken ei.
Wat sambal en wat kroepoek..
en een goed glas bier erbij
..

*gak nyambung ama lagunya biarin*

Minggu, 29 Agustus 2010

Transport Tycoon Deluxe : Game Nostalgia Jaman SMP

Banyak yang bilang kalo yang namanya cowok itu suka banget ama game. Entah game komputer, Play Station, Game Boy, Nintendo wii, Game Online, atau game-game klasik kek ding dong atau apapun yang ada di Timezone. Coba deh diliat di rental-rentalan PS, konsumen terbesarnya adalah laki-laki segala usia.
Termasuk saya, saya juga suka banget sama game. Terutama game komputer sih, soalnya kalo Play Station, atau game konsol gitu dari jaman saya kecil sampe gede gini nggak dibolehin sama ayah bunda. Katanya sih bikin males belajar. Makdarit, saya nggak pernah punya game kayak PS atau Nintendo Wii.. walaupun sekarang sebenernya udah bisa beli sendiri pun keknya juga nggak terlalu butuh buat itu.
Tapiiii... kalo yang namanya game komputer, waduh.. jangan ditanya. Semenjak saya punya komputer pertama kalinya isinya cuman game aja. Saya selalu melting sama yang namanya game strategi, apapun bentuknya. Mulai dari Age of Empire I, II, III trus Age of Mythology, Battle Realms, Warcraft, Stronghold, dan banyak banget lainnya. Termasuk game-game Tycoon series dan Sim City. Nah, kemarin pas pulang Jogja, Adit -Adik saya ngopyin game Transport Tycoon Deluxe (TTD). Game ini pertama kali saya kenal kelas satu SMP tahun 1998. jamannya game komputer berbasis DOS masih ngetrend. Saya tahu game ini pas SMP dulu dikenalin sama temen saya namanya Irfan, jaman itu saya belon punya komputer plus yang namanya komputer itu masuk barang super mewah.. Pas dikenalin pun saya cuman bisa melongo, hebat banget Irfan mainnya, bisa bangun kota supermegah kayak gitu. Nah, giliran saya punya komputer, game ini termasuk permainan wajib dalam desktop saya. Saya bisa ngabisin waktu berjam-jam buat mainin TTD.
Gambar salah satu scene Transport Tycoon Deluxe.. ngambil dari sini

Sudah 12 tahun berlalu semenjak saya kenalan dengan game ini dan saya juga lupa kapan terakhir kali memainkannya. Namun begitu dikasih copyan game ini lagi, langsung deh.. nostalgia masa-masa jaya dulu ketika SMP - SMA main game TTD kembali berulang. Konsepnya masih sama, berbasis DOS, nggak butuh waktu lama juga buat saya beradaptasi menggunakan mouse untuk membangun kota dan transportasinya. Nah, di TTD ini, kita berperan sebagai pengusaha transportasi. Kita dikasih sejumlah modal, untuk ngebangun sarana transportasi yang bisa menghubungkan satu tempat ke tempat lain dengan berbagai macam barang yang diangkut. Mulai dari kayu glondongan (ini ngehubungin antara hutan ke sawmill), Iron Ore (ke pabrik baja), Coal (untuk power station), Valuables (antar bank ke bank), dan banyak hal termasuk menghubungkan penumpang antar kota. Ada 4 moda transportasi yang dipake, yaitu kereta, angkutan darat, kapal laut, dan pesawat terbang. Terus, ada juga 4 land mode yang bisa dipilih yaitu negara tropis, snow city, gurun pasir, atau candy land. Dengan masing-masing komoditas yang ditransport berbeda-beda pula pastinya.
Di game ini, kita dilatih bagaimana kita memanage duit supaya dapet untung. Mulai dari milih alat transportnya, ada banyak pertimbangan misal kecepatannya, kapasitasnya, masa berlakunya dan sebagainya. Semakin canggih tentu semakin mahal. Selain itu, persis seperti kondisi nyata, ada juga inflasi ekonomi, disaster, perkembangan teknologi yang tentu saja semakin pesat. Berawal dari tahun 1950, kereta-kereta yang digunakan masih berupa kereta uap, trus diesel, trus jadi elektrik.. masuk tahun 90an jadi kereta monorail..trus 2000 ke atas udah jadi kereta magnet.
Walaupun game ini game jadul.. tapi seneng banget bisa ngerasain lagi menjadi seorang pengusaha transportasi. Seneng ketika punya banyak duit, bisa bikin apapun yang kita mau. Yang jelas, bisa mengalihkan sejenak dari penatnya rutinitas bekerja. Nah, buat para pembaca yang juga mau main game TTD ini, gamenya bisa didownload juga secara gratis di sini. Ikuti petunjuk instalasinya, dan mainkan!

Sabtu, 28 Agustus 2010

Dapet Award dan Tag Lagi

Saya terharu ketika tahu ditinggal semalam saja postingan saya yang terakhir kemarin udah banyak yang kasih komentar. Maaf banget belum bisa balas satu persatu komentarnya, soalnya memang rada lagi sok sibuk dengan pekerjaan kantor. Maklum, lagi penuh-penuhnya deadline. Bersentuhan dengan internet saja juga baru bisa pas sahur ini, jadi maaf banget juga belum bisa melaksanakan kunjungan silaturahmi ke blog teman-teman. Dimaafkan yaa.. yaa.. *kedip-kedip mata sambil berlutut*
Kemarin, saya juga terharu udah dapet award dari mbak Fanny Fredlina pemilik blog Sang Cepenis Bercerita dan Sang Pelancong, dua blog yang saya ikuti. Maaf mbak, baru bisa diposting sekarang. Mbak Fanny ngasih saya award postingan ke 1000. Saya awalnya tertarik untuk follow blog ini karena di blog Sang Cerpenis Bercerita, banyak blog lain yang mencantumkannya sebagai blogroll atau daftar bacaan dan selalu berada di bagian atas. Artinya, pemilik blog ini sering banget update. Nah begitu pertama kali berkunjung ke blognya, ternyata banyak artikel-artikel ringan tapi penuh nasehat, cerpen, humor, atau kalo nggak pengalaman pribadi dari pemilik yang patut buat diikuti. Nah, setelah saya tahu kalo mbak Fanny ini juga doyan Travelling dari blognya Sang Pelancong, sekalian juga saya follow. Kalo dilihat dari profilnya, udah dari Februari 2009 Mbak Fanny ngeblog, bahkan profilnya pun udah dilihat lebih dari 19 ribu kali. Angka yang fantastis!. Bandingkan dengan profil saya yang dalam 3 bulan ini baru dilihat 400an kali. hehehe.. Pengikut beliau pun juga banyak banget di blognya, tak kurang dari 500 an lah. Makanya, banyak julukan yang diberikan kepada beliau misal Ibu Suri, Sang Pelancong, Sang Cerpenis, karena aktivitas beliau di dunia perbloggingan udah nggak diragukan lagi. Mbak Fanny ini juga sering mampir ke blog saya dan ngedrop komentar buat artikel-artikel yang saya postingkan. Saya jadi pemeran sinetron Tersanjung 1-6 nih mbak.. Dan, ini dia Award dari beliau.. Makasih buanget ya Mbak. Ini award pertama yang saya terima dari mbak Fanny.


Terus, ada juga tag yang datangnya dari Cherry lagi dalam blognya Cherryblossom. Cherry ini beberapa hari yang lalu juga ngasih award Jadilah Blogger Sejati. Nah tag yang dikasih ama Cherry ini ternyata juga diberikan oleh Riska Mbem. Berhubung isinya sama, makanya sekalian aja saya pasang dalam posting hari ini. Di tag itu, saya diminta untuk menjawab pertanyaan berikut ini

"Jika kamu bisa mengendalikan mimpi di tidur kamu, apa mimpi yang kamu inginkan untuk masa depan mu
?"

Duuh, jadi berasa pemeran Inception.. (Ngareep disamain ama Leonardo di Caprio). Hmm, sebelum menjawab, ada prolognya. Bagi saya pribadi, saya meyakini kalo mimpi itu selalu ada kaitannya dengan dunia nyata. Walaupun belum tentu semuanya selalu pernah ditemui dalam kehidupan nyata. Misal, kadang kita bermimpi sangat akrab bercengkrama dengan seseorang yang sepertinya sangat dekat dengan kita. Namun begitu kita bangun, anehnya kita nggak tahu siapa orang itu, belum pernah menemui, bahkan melupakan mimpi kita tadi.
Saya juga pernah ditanya, bagaimana mimpimu?. Apakah kamu dapat melihat bahwa mawar itu merah dan violet itu biru?, ataukah semua hanya berwarna hitam putih?. Saya nggak bisa jawab pertanyaan ini, karena saya sendiri kalau sudah bangun tidur, sering lupa apa yang saya lihat dalam mimpi. Bahkan untuk mimpi buruk sekalipun, ketika bangun dan sekilas mengingatnya.. beberapa jam kemudian sudah lupa kejadiannya.
Terkait dengan tag di atas, saya juga kagum dengan orang-orang yang bisa mengendalikan mimpi. Saya sering dengar cerita tentang orang-orang yang sebelum tidur, minta mau mimpi apa, eh ternyata saat tidur dia memimpikan apa yang tadi dia minta. Bahkan ada cerita juga ketika ada orang lupa taruh barang, saat mimpi dia jadi inget naruh barangnya tadi dimana. Nah karena keseringan kejadian bahwa mimpi itu seakan bisa jadi petunjuk, maka banyak anggapan kalo mimpi itu bisa ditafsirkan. Bahkan sampe ada buku tafsir mimpi segala..
Kalo saya bisa mengendalikan mimpi dalam tidur, apa mimpi yang saya inginkan untuk masa depan saya?. Hmm, pertanyaan ini sebenernya menjebak. Karena masa depan seseorang tidak tergantung pada mimpinya tetapi pada impiannya. Kalo saya nggak salah inget, mimpi dan impian itu beda. Impian itu terkait dengan cita-cita, tujuan akhir, yang lebih erat kaitannya dengan masa depan. Jadi, mungkin kalo pertanyaan terakhirnya adalah apa yang menjadi impian kamu di masa depan?.. jawaban saya : banyak hal!. Pertanyaan yang terlihat mudah tapi susah untuk dijawab karena memang impian saya banyak. Saya pengen ini, itu, anu, apa, begitu, begini dan banyak hal yang mungkin kalo dipostingin nggak cukup cuman satu artikel.
Kebanyakan orang menjawab dengan hal yang tidak spesifik, misal ingin bahagia, sejahtera, makmur, sentosa, beristri lima *ups*.. Tapi begitu ditanya seberapa bahagia?, apa ukuran kebahagiaan menurutmu?, apakah kamu sekarang tidak bahagia? pasti akan menemui jalan buntu atau setidaknya berpikir keras lagi untuk cari jawabannya. Jadi daripada bingung-bingung, atau malah justru saya nantinya bikin bingung yang lain, saya memilih untuk tidak meneruskan tag ini. Tapi kalo ada yang mau ngejawab, atau ngambil tag ini silakan saja loh.. hehehe..

Jumat, 27 Agustus 2010

Nyari Oleh-Oleh di Somba Opu

Sudah jalan-jalan, makan-makan, dan bersenang-senang di Makassar, saatnya kembali ke dunia nyata. Biasanya, namanya bepergian entah dalam keperluan bisnis atau leisure, kalo pulang kudu bawain oleh-oleh. Cuman kali ini saya nggak cerita tentang oleh-olehnya, tapi cerita tentang tempat wajib di Makassar yang disebut sebagai pusatnya oleh-oleh. Namanya Somba Opu. Jalanan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer ini mengadaptasi namanya dari Benteng Somba Opu yang juga terletak di Makassar, walaupun beda lokasi.
Di sepanjang Jalan Somba Opu, dapat ditemui banyak toko yang menjual berbagai cinderamata dan makanan khas Makassar. Nggak cuman itu aja, ada banyak juga restoran, toko emas, dan toko alat-alat olahraga disini. Banyak pilihannya, banyak macamnya.

Duit kuno dan Kopi Toraja

Trus, kira-kira oleh-oleh apa yang biasanya dibeli kalo ke Makassar?. Sebenernya itu tergantung selera. Beberapa produk yang khas sana misalnya Kopi Toraja. Kopi Toraja itu sebenernya termasuk kopi arabica, yang terkenal khas karena aromanya. Nah, ada banyak pilihan merek dan ukuran serta harga yang bisa dipilih disini. Selain kopi Toraja, ada juga minyak tawon khas Ujung Pandang. Minyak tawon yang asli biasanya ditandai pake stiker hologram pada kardus atau botolnya. Satu yang terkenal laris adalah minyak tawon cap tawon, kardusnya batik, ada gambar botol minyak tawonnya di depannya. Minyak tawon ini ada dua macem. Ada minyak putih, dan ada minyak merah. Yang putih lebih mahal, karena isi komposisi minyak oleum-nya nya lebih banyak. Bedanya sama minyak merah, yang putih hangatnya lebih tahan lama. Satu botol ukuran 500 ml dijual sekitar 180 ribu rupiah.


Kalo suka sama kain-kain khas daerah, di Somba Opu juga menjual beberapa kain daerah (biasanya untuk bahan baku bikin baju bodo khas Makassar. Ada berbagai macam pilihan warna, motif, dan harga. Biasanya harga ini tergantung juga sama motif dan bahan baku. Kalo kain sutra jelas lebih mahal. Beberapa kain dipasangan per set, misal kain untuk bawahan pasangannya untuk atasan dan selendang disertakan juga. Jualnya per meter, jadi tinggal minta berapa meter aja. Selain kain, ada juga yang udah jadi dalam bentuk sarung. Hmm.. kalo nggak suka kain-kain karena ribet, ada juga yang jual kaos-kaos tulisan dan motif khas Makassar. Lebih murah harganya, per kaos berkisar antara 25 - 35 ribu rupiah. Tapi jangan tanya soal kualitas, palingan sablonnya beberapa kali dipake dan dicuci udah pecah-pecah.
Nggak cuman barang jadi aja, ada beberapa makanan khas Makassar juga yang dijual. Misal, kue bagea.. kue ini berbahan dasar sagu dan dipanggang. Rasanya manis hambar dan bikin seret di lidah. Trus ada juga kue durian, mirip banget bentuknya kayak durian versi mini. Selain kue-kue kering, ada juga beberapa oleh-oleh seperti otak-otak ikan tengiri (konon katanya otak-otak Makassar terkenal enak), kacang cap Ayam, atau berbagai minuman dan makanan instan seperti Bassang (bubur jagung berwarna putih) dan Sarabba (semacam STMJ).
Jadi banyak pilihan kan?.. nah berhubung judulnya "nyari oleh-oleh", karena yang dicari nggak ketemu yaa nggak jadi beli. Lah, emang nyari apa?. Gudeg khas Jogja... hehehehe

Selasa, 24 Agustus 2010

Trans Studio Makassar : From TV to Reality

Kebetulan pas lagi di Makassar, pas juga lagi buka-buka file foto, ternyata saya nemu beberapa foto super narsis saya di Trans Studio Makassar. Walaupun pada kunjungan kali ini saya nggak kesana, tapi saya pengen cerita betapa serunya main-main di tempat yang katanya diklaim sebagai The Biggest Indoor Theme Park di dunia ini. Saking serunya, saya sendiri sudah 2 kali kesana. Saat sebulan setelah dibuka, dan terakhir pada awal tahun ini.

Semenjak dibukanya kawasan seluas 12 hektar pada tanggal 09-09-09 yang lalu, praktis Trans Studio Makassar yang didirikan atas kerjasama dari Kalla Group (punyanya Jusuf Kalla) dan Trans.corp ini menjadi tujuan wajib kalo berkunjung ke Makassar. Pasalnya, arena bermain yang sepertinya meniru tema-tema semacam Universal Studios atau Disneyland ini memang menyediakan banyak atraksi dan wahana yang menarik. Untuk lokasinya sendiri, Trans Studio Makassar terletak di kawasan Tanjung Bunga. Bisa ditempuh dengan taksi dari Anjungan Pantai Losari sekitar 10 menit saja dengan argo kurang dari 15.000 rupiah. Oh iya, ngomongin soal argo taksi di Makassar itu ada yang unik yaitu disini supir taksi tidak biasa menerima tips dari penumpang kecuali kalo kita bilang emang memberi tips. Misal, argo taksi 17 ribu rupiah, kita kasih 20 ribu kalo kita nggak bilang sisanya buat supirnya pasti ama si supir dicariin kembalian 3 ribu rupiahnya.. bahkan kalo misal argo taksi itu lebih-lebih dikit pun sama supir taksinya kadang dibuletin ke bawah, misal habis Rp 30.250 biasanya bayar 30.000 aja. Baik ya?.. setidaknya sepanjang saya naik taksi kemana-mana disini kebanyakan pada seperti itu, bahkan saking baiknya supir-supir taksi disini dulu saya pernah ketinggalan hape di jok mobil.. eh, dikembaliin ama supirnya. Saya nggak nyadar malah kalo saya keilangan hape.. bener-bener baik kan?..
Koq jadi ngelantur gini.. balik ke Trans Studio Makassar. Namanya juga theme park, maka Trans Studio ini dibagi menjadi beberapa zona dengan tema berbeda-beda. Dengan mengangkat tagline : From TV to Reality, empat zona yang ada di Trans Studio ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Misal zona Studio Central, yang langsung terasa begitu pertama kali kita masuk. Di Studio Central ini ciri khasnya adalah pada pertunjukannya. Untuk permainan sendiri cuman ada 2 yaitu Grand Esia-City View alias bianglala dan boom-boom car. Lainnya yang ada disini adalah Trans Theatre, wahana Green Screen dan Movie Magic, sama studio 4 Dimensi yang menyetel kartun Spongebob Squarepants. Di Trans Theatre, kita bisa ngeliat pertunjukan panggung yang dimainkan secara kolosal oleh pemain-pemain lokal. Konsepnya sih mirip panggung Broadway.. dan serunya disitu penonton diajak atraktif juga menyanyi. Dulu pas saya kesana, drama musikal yang dimainkan berjudul Jason Mencari Cinta. Ceritanya sih mirip-mirip kisah Cinderella versi modern, dan gampang banget ditebak. Pertunjukan selama 45 menit ini setiap harinya digelar 3 kali pada jam-jam tertentu.. kalo nggak salah inget pada jam 1 siang, 4 sore, dan 7 malem.. Sayang kalo dilewatin.


Terus, beralih dari Studio Central sebenernya kalo ngikutin jalan gedhe yang ada disana ntar bakalan ketemu sama trans Hall. Di hall ini menghubungkan antara Studio Central dengan ketiga zona lainnya yaitu The Lost City, Magic Corner, dan Cartoon City atau Kids Studio. Di Lost City, konsepnya bertemakan kota yang hilang dengan wahana unggulannya yaitu Jelajah. Ini mirip sama judul petualangan yang disiarkan sama Trans TV ya. Kalo di Dufan - Ancol, wahana Jelajah ini sebenernya sama konsepnya kayak wahana Niagara-gara, dimana penumpang naik kapal yang mengikuti aliran air trus dibawa ke air terjun dan dihempaskan ke bawah setinggi 15 meteran. Tapi kalo menurut saya lebih seruan yang di Dufan, jauh lebih tinggi soalnya.

Senin, 23 Agustus 2010

Flash Update : Award ke Empat

Nyempetin update sebentar ah, di sela-sela jam istirahat siang. Kebetulan hari ini pas lagi berada di kota Makassar untuk yang kesekian kalinya. Hmm.. perjalanan lumayan lancar, nggak ada halangan yang berarti (termasuk nggak delayed atau ban pesawat kempes). Cuman karena tadi nyampe di bandara Juanda kepagian, jam setengah delapan udah check in tapi pesawat baru berangkat jam 9.10, maka saya iseng-iseng mengamati orang-orang di bandara. Satu fakta unik yang saya temukan adalah :





75% atau lebih bapak-bapak yang naik pesawat perutnya buncit!




Fakta ini berarti 3 dari 4 orang bapak-bapak yang naik pesawat bareng saya memiliki perut yang menonjol keluar, alias nggak rata lagi. Nah, yang 25 % kemana?.. ini saya termasuk di dalamnya yaitu punya perut rata ataupun kalo nggak buncit yaa cekung ke dalam *nahan laper karena puasa*.


Hemm.. survey ini diambil dengan estimasi sampel error 100% lo yaa. Mau percaya silahkan, kalo nggak percaya saya doain perutnya buncit juga hahaha.. Darimana saya tahu kalo yang saya survey itu bapak-bapak?.. yaa dari perutnya yang buncit. Hahaha, gak ding.. dari muka aja yang udah pada keliatan tua aja masuk dalam hitungan. Apakah ke-buncit-an perut bapak-bapak ini berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran?.. apakah semakin menonjol artinya semakin kaya?.. tunggu survey selanjutnya. *halah*.

Anyway, saya dapet award dari sobat blogger saya yang lagi latihan bahasa Inggris aksen British, namanya Adi Budi Yulianto dalam blognya yang berjudul Celoteh Anak Manusia. Dan ini dia awardnyaa..

Nggak ada syarat apa-apa sih buat ngedapetin ini award, tau-tau dikasiih aja ama Adi. Hehehe.. Okelah, saya pengen juga mbagiin ke temen-temen saya yang lain award ini.. biar dipajang di rumahnya, biar rame!. Dan, ini dia temen-temen yang beruntung mendapatkan award ini..
Nggak ada kriteria spesial, karena yang diatas adalah temen-temen yang udah mampir kasih komen di postingan saya yang terakhir, dan sekiranya belum pernah dapet award-link dari saya. Kalo ada yang belum kecantum namanya, nggak papa silahkan diambil aja awardnya.. for free. hehehe.. soalnya saya juga dapetnya juga free..
Have a nice blogging! *lirik jam, udah waktunya kerja lagi*

Sabtu, 21 Agustus 2010

Apa Yang Kamu Kenang Saat SMP?

Satu hal yang paling saya ingat ketika saya SMP adalah tentang Mars-nya. Mars, alias lagu wajib yang kudu dihafal seantero penghuni SMP adalah nyanyian pertama yang saya dengar ketika menjalani masa OSPEK di SMP Negeri 5 Jogja dulu. Nggak bermaksud jumawa, tapi emang SMP ini dari dulu sampe sekarang masih menjadi SMP yang nomor satu di Kota Gudeg. Banyak yang bilang saya beruntung bisa masuk menjadi satu bagian dari eksisnya SMP favorit se propinsi DIY ini, dan dari lirik Mars-nya pula saya merasakan semangat menggelora dari anak SMP yang memiliki cita-cita dan bakti pada negeri. Begini liriknya :

MARS PAWITIKRA
Cipt : Damudoro

Berderap langkah, nan gagah perwira
Siswa SMP Negeri Lima.
Bersatu padu siap menuntut ilmu
'tuk nusa bangsa.
Patuh dan taat, pada orang tua.
Serta Gurunya.
Dengan jiwa Pancasila, tunaikan tugasnya

SMP Negeri Lima, Di Yogyakarta.
Slalu kubela.
Dengan PAWITIKRA mu, Hidup Sekolahku!

Sampai sekarang, saya masih hafal dengan nada dan liriknya. Mars PAWITIKRA ini dulu sering saya nyanyikan pada saat latihan baris-berbaris (disingkat sebagai Labasis) pas Ospek. Oh iya, Pawitikra sendiri adalah singkatan dari Panca Wiyata Bakti Karana.. atau kurang lebih artinya tempat mengabdi/berbakti dalam ruang lingkup pendidikan lima (pancasila). Trus, pawitikra ini juga dilambangkan dengan ganesha yang sedang membuka buku diatas bola dunia. Kalo dalam bahasa jawa, lambang ini bernama sengkalan "Raja Liman Ambuka Jagad". Sengkalan atau sengkolo itu adalah deretan kata bukan kalimat yang melambangkan atau menandai suatu tahun yang penting. Dalam hal ini, sengkalan Raja Liman Ambuka Jagad melambangkan angka 1951, tahun berdirinya SMP Negeri 5. Kebetulan banget, saat saya SMP saya termasuk saksi hidup atas hadirnya logo baru ini, yaitu saat SMP berulang tahun emas pada 2001, saat saya kelas 3.

Jogja Diguncang Gempa (Lagi)

Lagi asyik-asyiknya berselancar di Facebook kurang dari sejam yang lalu, langsung aja banyak status baru membanjiri newsfeed yang dikirim oleh temen-temen saya di Jogja. Sama semua statusnya. GEMPA.
Whaat?.. Gempa lagi?.
Yeph. Barusan tadi, hari ini, Sabtu tertanggal 21 Agustus 2008, terletak di 15 kilometer tenggara kota Bantul (kota kelahiran saya) DIY, dengan kedalaman 10 km, pada pukul 18.41 WIB telah terjadi gempa tektonik berkekuatan 5 Skala Richter dan tidak berpotensi tsunami. Lalu, apa kabar Ibunda dan adik-adik saya?. Alhamdulillah, beruntung salah satu status di newsfeed itu dikirim oleh adik saya, langsung saja saya tanya kepadanya : Aman Gan?. Dan dia bilang keadaan aman terkendali.
Hemm, ingatan saya melayang ke tahun 2006 silam ketika gempa juga menggoyang Jogja pada bulan Mei sekitar pukul 6 pagi. Skala 5,9 Skala Richter saja sudah cukup memporak-porandakan bangunan rumah saudara-saudara saya, dan cukup membuat keretakan dan lobang yang besar di tembok belakang rumah saya. Kali ini, beda 0,9 SR saja. Saya belum tahu pasti kondisi disana seperti apa, yang jelas dari kabar adik saya yang bilang aman-aman saja berarti setidaknya saya bisa bernafas lega.
Memang teknologi yang sekarang ada memudahkan kita untuk mengetahui kondisi yang terjadi bahkan di belahan dunia yang lain dalam waktu beberapa detik saja. Kejadian ini menginspirasi saya untuk menulis status balasan di FB yang isinya :
"Bedanya udik ama melek teknologi pas gempa adalah... yang udik teriak2 gempaa.. yang melek teknologi update status FB n Twitter"
Eh, langsung aja tante saya protes lewat komentar balesan.. soalnya dia tadi keluar rumah di Jogja sana sambil teriak-teriak gempaa. Hahaha. Yasudah tan, terima saja ndeso-nya. Setidaknya, dengan status yang ditulis, jadinya kita-kita yang jauh jadi pada tahu kondisinya seperti apa. Bersyukur, dengan nulis status itu berarti yang ngalamin masih bisa mikir dan nggak kenapa-kenapa. Sebenarnya, perasaan yang sama juga dirasakan ketika ada kabar kecelakaan. Ketika yang mengalami kecelakaaan itu bisa nelepon sendiri, bisa ngabarin sendiri, paling tidak apa yang dirasakan si penerima kabar itu masih jauh lebih lega dibandingkan bila yang nelepon itu orang lain yang ngabarin kalo ada yang kecelakaan. Loh, kenapa begitu?. Lah, coba dipikir.. semua kabar orang meninggal kan selalu dikabarin oleh orang lain kan?. Sepanjang sejarah saya hidup, saya belum pernah tahu kabar orang meninggal yang nyampein yang meninggal itu sendiri. ya kan?..
Koq jadi ngomongin orang meninggal sih.
Ya sudah, balik ke soal gempa tadi. Nah, berhubung ini gempa jatuhnya di bulan ramadhan pas abis buka mendekati sholat Isya dan tarawih... sebenernya juga nguji para peserta gempa! *duh bahasanya*. Apakah justru pada dateng ke masjid buat tarawih dan semakin mendekatkan diri kepada Nya.. atau kah justru malah nggak mau pada tarawih gara-gara takut ada gempa susulan?.

Kamis, 19 Agustus 2010

Bantal Ajaib!!

Ini bukan cerita tentang salah satu alatnya Doraemon.. Bukan pula cerita legenda putri tidur dan bantal ajaib *emang ada?*. Tapi ini cerita saya beli bantal baru!. Yihaa..
Ceritanya gini, berawal dari jebolnya bantal kapuk kepunyaan ibu kos, gara-gara hobi saya melipat-lipat bantal kalo tidur, maka selama sebulan lebih saya tidur nggak pake bantal. Kejadian jebolnya bantal itu juga nggak sengaja saya ketahui pas lagi ganti sprei kamar. Begitu sarung bantal dibuka, lha koq isi bantalnya berhamburan keluar.. Mana pas itu kipas angin saya lagi nyala, jadi kamar kosan saya penuh dengan kapuk berterbangan kemana-mana. *hatchiii!*
Setelah kejadian itu, saya kalo tidur cuman pake guling aja. Maksudnya, guling itu saya lipet jadi bantal buat tidur gitu. Nah ternyata, tidur tanpa memeluk sesuatu itu rasanya koq kurang yaa.. makanya kemaren malem pas jalan-jalan di Delta Plaza Surabaya, kebetulan nemu bantal yang lagi didiskon 50% *mata berbinar-binar*. Tanpa pikir panjang, langsung pilih-pilih kira-kira mana yang cocok dari segi ukuran dan harga.
Pilihan bantal akhirnya jatuh pada bantal dakron ukuran standar. Saya milih bantalnya pake acara dicobain segala. Ditekan-tekan, balik ke bentuk semula atau nggak, panas apa nggak, trus baru bilang ke pramuniaganya : "Mbak, saya pilih yang ini". Sambil menunjuk bantal super empuk seharga 89.000 belon diskon, berwarna putih. Trus, mbak pramuniaganya ngasih bon ke saya buat bayar di kasir dan meminta saya untuk kembali ke situ buat ngambil barangnya.
Setelah bayar di kasir, saya balik ke tempat pramuniaganya tadi. Nah, si mbak pramuniaganya malah ngasih bantal kempes, peyot, tipis dan keriput dalam kemasan plastik. Beda ama yang saya pilih tadi. Saya protes donk.. gini dialognya

Saya : "Lho, koq dikasih yang ini mbak?.. saya kan pilihnya tadi yang gede!"
Mbak : "Ini sama saja mas.. (tumben saya dipanggil mas, biasanya eyang!)"
Saya : "Sama gimana?.. jelas beda bentuknya gini koq"
Mbak : "Yang ini masih baru mas, masih disegel. Yang mas pilih tadi dulunya juga bentuknya kayak gini."
Saya : "???"
Mbak : "Ntar nyampe rumah, begitu plastiknya dibuka, bantalnya akan menggembung mas!. Ini dipacking vacuum"
Saya : "Ntar kalo di rumah nggak berubah, gimana?. Saya balikin lho ya!"
Mbak : "Iya mas, dijamin.. kalo ntar nggak berubah, balikin kesini aja. Ntar kita ganti"

Si Mbaknya njawab sambil nahan ketawa..
Ya saya jelas nggak mau rugi donk.. saya kan belinya bantal, bukan keset. Hemm.. usut punya usut, setelah sampai di kosan saya, itu bantal akhirnya saya buka. Dan bener saja, dalam hitungan detik bantal itu berubah.. *BOINKK!!* (suara didramatisir) dari bentuk super kempes jadi bentuk gendut imut-imut. Asyiik.. bantal ajaib!.

Dan emang ternyata, pengemasan dalam bentuk kempes (vacuum) itu memudahkan dalam packing atau pengiriman. Saya bisa bayangin kalo bantal gede-gede gitu nggak divacuum dalam plastik, pasti butuh ruangan yang besar buat packingnya. hehehe.. Horee, akhirnya saya punya bantal baru lagi, dan semalam saya bisa tidur dengan nyenyak. zzzzzz

Rabu, 18 Agustus 2010

Bakpia Pathok, Pilih yang 25 Atau 75?

Sedih rasanya harus kembali ke rutinitas semula. Kembali ke Surabaya, kembali meraih asa. Halah, sok puitis.. Berhubung teman-teman kantor saya pada tahu kalo saya cuti kemaren untuk pulang ke Jogja, mereka langsung pada nitip oleh-oleh. Nitip lo ya, bukan minta dibelikan. Soalnya kalo pada minta dibelikan, saya langsung ancang-ancang bilang : Belon baca blog saya ya yang tentang oleh-oleh?.
Mereka pada nitip oleh-oleh Bakpia Pathok, gara-gara pada ketagihan pas jaman dulu saya pernah bawain bakpia ke kantor. Langsung ludes. Nah, Bakpia Pathok ini emang makanan khasnya kota Jogja. Terbuat dari kacang ijo kukus yang di balut kulit dari tepung terigu, trus dipanggang. Nah, di Jogja, ada pusat pembelian oleh-oleh bakpia pathok yang cukup terkenal yaitu di jalan AIP K. S. Tubun. Deket sama RS Muhammadiyah Yogya, jalan Malioboro, atau stasiun Tugu. Kalo bingung, deketin aja tukang becak trus bilang : pak anterin ke bakpia pathok.. pasti dianter ke jalan K.S. Tubun deh.


Mengapa dinamai Bakpia Pathok, sebetulnya Pathok itu dulunya nama jalan yang sekarang sudah berganti menjadi AIP K.S. Tubun itu.

Senin, 16 Agustus 2010

Kudu Sentuh Tugu Jogja Kalo Mau Balik Lagi Ke Jogja

Judul tulisan saya kali ini sepertinya jadi semacam gugon tuhon (sesuatu yang dipercaya, dan diwariskan turun temurun, tidak diketahui asal muasalnya) di wilayah Jogja. Memang ada semacam mitos yang berkembang di Jogja, ada yang bilang kalo ada wisatawan yang berhasil menyentuh tugu Jogja ini nanti akan bisa kembali ke kota pelajar ini. Ada juga yang bilang, kalo nyentuh tulisan jawa bercat emas yang ada di tengah-tengah tugu itu bisa terkabul permintaannya. Nggak ada yang tahu pasti kebeneran cerita ini karena memang nggak bisa dibuktikan secara ilmiah. Entah karena mungkin kota Jogja dijuluki sebagai kota pelajar, dan banyak pelajar yang berasal dari luar kota Jogja, jadinya mungkin mereka-mereka ini juga yang menciptakan gugon tuhon ini. Maksudnya supaya mereka terkenang akan Jogja, dan bisa balik lagi ke sini nantinya.

Sok imut sebelum nyeberang

Minggu, 15 Agustus 2010

Merasakan Sizzling of Asia di Bee's - Galeria Mal Jogja

Puasa-puasa mau menguji kekuatan para pembaca ah.. semoga nggak pada ngiler..
Kemarin sore, saya janjian sama temen-temen kuliah dulu buat buka bersama bareng-bareng. Memang sudah menjadi semacam tradisi tidak wajib bagi kami setiap bulan puasa pasti akan ada ketemuan buat buka puasa bersama. Bagi saya pribadi, ini adalah tahun kedua bagi kami untuk berkumpul selepas selesainya kuliah. Dan terus terang juga, ketemuan ini nggak direncanakan dengan matang sebelumnya, jadi memang mendadak buber judulnya. Soalnya, yang namanya setelah lulus kuliah, banyak dari teman-teman seangkatan saya yang udah bubar kemana-mana. Ada yang ke Lampung lah, ke Palembang lah, Bogor, Jakarta, Semarang & Jateng, Malang, Kalimantan, Lombok, Papua, bahkan di luar negeri dengan kesibukan mereka masing-masing. Jadi, kalo nunggu semuanya kumpul saya yakin ini acara nggak bakalan jadi. Makanya, ya udah daripada repot-repot nungguin mendingan seadanya aja deh. Jogja dipilih sebagai tempat kumpul ya karena memang kami semua dulunya kuliah di UGM. Lagian, masih banyak juga teman-teman yang ada di kota gudeg ini.
Kami janjian bareng buat ketemuan di Mal Galeria. Letaknya pas di tengah kota, dari Tugu Jogja lurus ke arah timur lewat dua perempatan. Janjiannya sih jam 4 sore, namanya orang Indonesia mesti pada ngaret. Baru jam 5 pada ngumpul.. ya, total sih bersembilan orang. Nah, giliran udah pada ngumpul bingung mau buka dimana. Yaudah daripada nyari-nyari tempat makan keluar mal, trus ntar juga bayar parkir lagi, akhirnya diputuskan buat makan di Bee's.

Dari atas, Bulgogi dan Chicken Katsu. Yang dibawah Ebi Furay dan Tom Yum. Yummy!

Sabtu, 14 Agustus 2010

Mudik, Dana Darurat, dan Asuransi

Senang rasanya pagi ini menghirup udara segar di Jogja. Apalagi barusan, Jogja habis diguyur ujan yang cukup lebat dan merata.. Sepanjang perjalanan ke Jogja tadi, dari Jalan Solo sampai ke rumah semua aspal basah dan masih banyak genangan air. Sahur hari ini pun saya lalui dengan anggota keluarga yang kumpul lengkap, Ayah kebetulan juga pulang dari Jakarta.
Yang namanya mudik pasti diasosiasikan sebagai kegiatan pulang kembali ke kampung halaman. Bagi perantau seperti saya, mudik menjadi satu keharusan. Meskipun sekarang sebenarnya saya lebih suka menyebut "pulang ke Jogja" dibandingkan dengan menggunakan istilah "mudik". Mengapa demikian?, soalnya dalam pikiran liar saya, yang namanya mudik itu saya gambarkan sebagai orang yang menggotong-gotong karung beras, pisang setandan, dan menenteng ayam jago. hehehe, pikiran saya terlalu dangkal yak.. Lagian, Surabaya - Jogja juga cuman deket jaraknya. Nggak terlalu lama juga ditempuhnya, makanya istilah mudik bagi saya agak kurang cocok diterapkan.
Sudah hampir dua bulan sebenarnya saya nggak pulang Jogja, dan itu sudah terasa lama. Apalagi kebiasaan saya semenjak kerja dari dulu selalu menyempatkan setiap bulan sekali harus pulang ke Jogja. Terakhir kemaren pulang, saya cerita tentang makan pizza di sini. Dan karena cuti saya untuk tanggal 16 Agustus nanti dikabulkan, praktis saya jadi long weekend di Jogja. Asyiik.. karena nggak pake upacara-upacara lagi maka puas-puasin deh maen-maen di Jogjanya. Kayaknya nikmat ya?.. tapi kenikmatan ini nggak gratis laah. Harus ada pengorbanan alias harus ada duit yang keluar buat menebus ini semua. Minimal beli tiket pulang pergi Surabaya-Jogja, plus biaya transportasi lokal. Anggep deh, makan di rumah jadi nggak usah ngeluarin duit buat makan-makan kecuali pengen makan diluar.

Kamis, 12 Agustus 2010

Benar-benar Latihan Kesabaran

Cerita hari ini.. tentang tambal ban. Saya berani jamin nggak ada yang punya motor yang nggak pernah tertimpa musibah ban bocor. Cuman masalahnya, hanya pada tentang urgensi dan waktu kejadiannya. Ada yang mengalami ketika sedang dalam kondisi mendadak dan penting alias mengejar sesuatu. Ada juga yang mengalaminya ketika sedang dalam kondisi santai dan nggak dikejar-kejar waktu. Tapi dua-duanya juga saya jamin sama-sama nggak enaknya, terutama buat yang mengemudikan. Saya bilang yang mengemudikan itu tidak menutup kemungkinan yang ngalamin ban bocor tuh lagi minjem motor orang lain loh ya.. Kenapa nggak enak, jelas pertama perjalanan bakalan terganggu. Kudu tersita buat nyari tukang tambal ban dan belom lagi masalah menuntun sepeda motornya buat nyari. Ya kalo deket-deket TKP ada yang menyediakan jasa tambal ban, kalo nggak?.. ngebayangin jalanan naek, kiri kanannya hutan... nggak ada kendaraan lain lewat.. dan kejadiannya malam lagi. Hihihii amit-amit deh... Nggak enaknya yang kedua, kudu ngeluarin sepeser dua peser uang buat mbayar jasa tukang tambal ban.. masih untung kalo itu ban bisa ditambal. Kadang dalam kasus yang cukup ekstrem, itu ban dalem minta diganti sama yang nambal ban..dan tentu saja harganya jauh lebih mahal dibanding hanya tambal saja sih. Masih untung jugaa bawa duit cash, saya pernah kena bocor ban tapi nggak bawa duit sepeserpun didompet..walhasil, harus nyari ATM dulu buat ambil plus beli jajan biar duitnya jadi pecahan kecil. *dooh, hari gini tukang tambal ban nggak bisa debit!

Rabu, 11 Agustus 2010

Status : Ramadhan di Rantau

Bagi saya, bulan Ramadhan kali ini membawa pengalaman berbeda dibandingkan pengalaman pada Ramadhan sebelumnya. Bagi para pembaca mungkin tulisan ini nggak terlalu spesial, tetapi bagi saya pengalaman ramadhan kali ini dibuka dengan banyak hal baru yang saya lalui. Ini adalah Ramadahan pertama kalinya bagi saya dengan status anak rantau. Maksudnya, benar-benar jauh dari orang tua, sendiri, di kota yang cukup baru. Saya lahir sampai lulus kuliah tinggal di Jogjakarta bersama ibunda tercinta. Setelah lulus kuliah, merantau mencari sesuap nasi dan segenggam berlian di Jakarta, nyusul ayah saya. Sampai ramadhan tahun lalu, saya masih bersama ayah saya di Jakarta.
Tahun ini, pertama kalinya saya di Surabaya menjalani bulan suci ini sendiri. Jauh dari kedua orang tua. Kalo dipikir-pikir, keluarga ini merayakan Ramadhan di 3 penjuru tanah Jawa yang berbeda.. Jakarta - Jogjakarta - Surabaya. Hemm.. mengawali puasa kali ini, ada beberapa hal yang berbeda. Mulai dari tarawih semalam.. Di kebanyakan masjid di Jawa Timur, termasuk masjid depan kos saya, banyak sholat tarawih yang dilakukan sebanyak 23 rakaat. Setiap dua rakaat salam, lalu bangun lagi untuk sholat, seterusnya.. hingga ditutup dengan shalat witir tiga rakaat. Ini hal yang berbeda saya temui. Selama lebih dari dua puluh tahun di Jogja, setiap Ramadhan disana jika sholat tarawih kebanyakan sebanyak 11 rakaat tiap masjid walaupun ada beberapa masjid yang melaksanakan 23 rakaat. Trus di Jakarta, sebenernya juga 23 rakaat sih.. terutama di masjid kawasan Jagakarsa, tempat saya tinggal dulu. Cumaan, di Jakarta dulu saya selalu nyampe kos jam 8 atau 9 malam sehingga selalu telat kalo sholat tarawih.. Jadi dilakukan sendiri, pun 11 rakaat.

Senin, 09 Agustus 2010

Nonton Aang Versi non-Kartun di The Last Airbender

Sabtu kemaren, saya memenuhi hasrat terpendam buat nonton The Last Airbender. Tentang keinginan saya ini saya sudah sempet bilang pas saya nulis artikel ini. Saya sendiri juga heran kenapa sebegitu ngebetnya saya sampai mau ngebela-belain nonton ini film. Padahal, sebenernya saya tahu bahwa film ini adalah adaptasi dari film kartun yang sering ditanyangkan di Nickelodeon berjudul Avatar, The Legend Of Aang.

Minggu, 08 Agustus 2010

Nggak Pake Balapan buat Makan Lontong Balap

Mentang-mentang mendekati tujuh belasan, artikel ini bukan tentang perlombaan. Ini adalah tentang kuliner khas Surabaya yang musti dicobain kalo mampir ke kota bambu runcing ini. Namanya Lontong Balap. Dari namanya, jangan membayangkan penjualnya balapan lari sambil bawa lontong yaa.. walaupun memang konon katanya kenapa dinamakan lontong balap karena jaman dulu, makanan ini dijual pake pikulan. Nah, si penjual yang mikul dagangan ini kan ngebawa 2 kuali gedhe isinya kuah lontong balap. Berhubung berat bawaannya, jadilah si tukang lontong balap ini ngebawa pikulannya sambil berlari (kayak orang balapan) supaya cepet sampai di tujuan.

Jumat, 06 Agustus 2010

Apa yang Sudah Kamu Berikan Untuk Indonesia?

Postingan saya kali ini sepertinya agak berat, setidaknya menurut opini saya pribadi. Menjelang ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 65 ini, tentu saja banyak kegiatan yang sering diadakan buat ngerayain acara tujuhbelasan. Seperti satu hal yang sempet saya lihat kemaren, yaitu karnaval becak hias yang pesertanya adalah sebagian besar anak-anak TK. Disitu, setiap anak baik laki-laki atau perempuan didandani dengan pakaian adat propinsi di Indonesia. Trus, mereka dibawa keliling kota naik becak yang dihias warna-warni pake bendera merah putih juga. Bahkan sang penarik becak pun berdandan atau minimal pakai caping hias.

Kamis, 05 Agustus 2010

SALT = Karena Hidup Adalah Pilihan.

Ssst.. ini agak rahasia ya *rahasia koq diumbar*.. saya hari ini melarikan diri dari kerjaan bikin laporan bulanan yang deadlinenya hari ini. Aturan sih tiap tanggal 5 kudu lembur, tapi khusus hari ini hehehe, udah lembur sebentar trus cabut ke Tunjungan Plaza buat nonton. Itulah sebabnya bos saya nelponin berkali-kali nanyain saya nyimpen file rekap data di komputer saya ditaruh dimana.. hehe, maaf ya boss.
Hari ini nonton SALT, film tentang spionase yang dibintangi ama Angelina Jolie si bibir seksi. Sebetulnya, sebelum nonton film ini (agak ketinggalan siih), banyak temen-temen yang bilang di status facebooknya kalo film ini recomended buat ditonton. Saya pilih nonton film ini pun sebenernya karena ajakan teman saya, karena kalo boleh pilih saya lebih pengen nonton The Last Airbender alias The Legend of Aang.
Salt *bukan garem*, atau nama lengkapnya Evelyn Salt, adalah anggota agen rahasia CIA, namun sebenernya dia adalah produk dari proyek Rusia pada tahun 1970an untuk melaksanakan adu domba perang Nuklir antara Amerika dan Rusia. Jadi ceritanya berawal ketika Salt ditahan oleh Korea Utara, dan dipaksa untuk mengaku dia adalah mata-mata Amerika. Namun, Salt bungkam dan dengan privilege pertukaran tahanan antara Korsel (yang condong ke Amerika) dan Korut dan difasilitasi oleh suaminya, Mike seorang Ahli laba-laba, akhirnya Salt dibebaskan dan kembali ke CIA. Disitu dia ditugaskan untuk menginterogasi pembelot Amerika, yang ternyata adalah orang Rusia bernama Orlov, dan dia menceritakan sejarah panjang tentang proyek rahasia Rusia saat perang dingin dimana saat itu bayi-bayi diculik untuk ditanamkan kepada diri mereka ideologi Amerika sehingga suatu saat mereka mengemban misi untuk menghancurkan Amerika dari dalam. Salt adalah satu dari bayi itu, diungkapkan oleh Orlov. Sehingga Salt menjadi tertuduh, bahwa dirinya adalah pembelot dari CIA. Walaupun sebenernya, Salt sendiri sudah tahu tentang siapa dirinya, untuk apa dia masuk di CIA, bagaimana ia akan mengemban tugas, serta apa yang akan dia lakukan. Dan kapan tugas itu dilakukan, mereka menandainya dengan Day X, yaitu saat pemakaman wakil presiden Amerika yang tewas, Salt harus membunuh presiden Rusia yang menghadiri pemakamannya. Dengan begitu, timbul adu domba antara Rusia dan Amerika, sehingga puncaknya kedua negara tersebut disetting untuk perang nuklir. Di sepanjang misinya, Salt bertemu dengan orang-orang Rusia yang diprogram sama dengannya. Namun disinilah pada akhirnya Salt memilih untuk mengkhianati tugasnya, karena apa yang dia miliki ternyata diambil oleh orang-orang yang terlibat dalam tugas ini. Termasuk ketika ia dikhianati, Suami yang dicintainya ditembak di depan matanya.
Saya salut dengan bagaimana sang sutradara, Philip Noyce, membuat alur yang menegangkan. Mulai dari kejar-kejaran antara agen CIA dengan Salt, saat menjalankan misi membunuh presiden Rusia di Gereja yang ternyata Salt hanya melumpuhkannya dengan racun laba-laba, dan lebih cool lagi adalah kita tidak bisa menebak dengan pasti siapa yang menjadi agen CIA dan siapa yang menjadi anggota misi Rusia. Namun, satu hal yang saya tangkap dengan pasti dari film ini adalah, Salt dengan berani memilih apa yang menjadi keyakinan hatinya. Karena cintanya pada Suami, yang ternyata justru dia dibunuh oleh teman satu proyeknya, Salt rela mengkhianati tugasnya dan berusaha membersihkan namanya dari dugaan pembelotan. Bahkan hingga akhir film pun, endingnya dibuat menggantung. Saya pikir masih ada lanjutannya, ternyata sudah habis filmnya. What a movie laah..
Jika anda suka dengan film trilogi Bourne, saya yakin anda juga akan suka dengan Salt ini. Dari sepuluh skala, saya kasih nilai delapan deh.. layak untuk ditonton, aksi laganya lumayan ekstrem, cukup untuk membuat bergidik atau ikutan merasa nyeri. Apalagi kalo kakinya keinjek ama penonton sebelah. hehehe

*gambarnya ambil dari sini

Selasa, 03 Agustus 2010

Bidadara Turun (Pulau) Khayangan

Ini bukan kisah tentang dewi yang mandi di kali trus kehilangan selendangnya. Bukan pula kisah tentang arjuna yang mencari cintanya. Tapi ini adalah satu cerita tentang perjalanan saya ke Makassar kemarin yang tertinggal. Namanya bidadari pasti diasosiasiakan dengan wanita cantik atau perempuan berkulit mulus, berbadan langsing, berambut panjang, yang ada di cerita-cerita legenda. Namun, karena yang berpetualang kali ini adalah seorang lelaki, jadilah judulnya Bidadara turun (pulau) khayangan.


Ini beberapa foto Pulau Khayangan. Yang kanan atas itu foto Pulau Lae-Lae. Dari jauh bagus ya?

Minggu, 01 Agustus 2010

Adventurous Rafting at SONGA.

Sabtu kemaren, praktis menjadi salah satu weekend terkeren yang pernah saya alami. Saya mencoba satu hal baru yang belum pernah sekalipun saya lakukan yaitu rafting alias arung jeram yang "real".. karena kalau arung jeram di Dufan mah udah sering, bahkan dari kelas 6 SD. Sebelum ini, saya selalu iri sama temen-temen yang memajang foto-foto raftingnya di facebook atau ketika mendengar cerita-cerita mereka tentang betapa serunya melakukan rafting. Dan pada akhirnya, Risnu, teman semasa kuliah saya yang kebetulan bekerja dan tinggal di Gresik menghubungi saya mengajak rafting. Kesempatan itu nggak saya sia-siakan, bersama dengan 6 teman Risnu, kami berdelapan harus berangkat pagi-pagi ke Probolinggo, menuju Songa.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...