Kamis, 31 Maret 2011

Exotic Escapades : Air Terjun Bantimurung


Bisa dibilang sebagai sebuah kebetulan kalau pas saya ke Makassar kemarin berbarengan dengan adek sepupu saya (anak dari adiknya ayah) yang juga sedang berada di kota yang sama. Berawal dari telepon Bunda yang ngabarin kalo ternyata adek saya itu berada di tempat saudaranya yang ada di Makassar, maka sayapun mengontak dia. Beruntung, pas hari Minggu saya janjian ketemuan di tempat saudaranya itu (yang berarti juga saudara jauh saya) di Poros Malino, deket Gowa. Lumayan jauh dari pusat kota Makassar tempat saya berada, sekitaran setengah jam dengan menggunakan taksi.

Sebelumnya mungkin saya agak skeptis dengan kata "lucky", karena saya berprinsip bahwa keberuntungan itu hanya akan memihak pada orang yang bekerja keras dan mau berusaha. Tapi setidaknya, skeptisme saya memudar ketika banyak keberuntungan yang mengikuti hari minggu saya kemarin itu. Pertama, jarang perjalanan yang saya lakukan dalam rangka dinas di luar kota itu bertepatan dengan sekalian hari libur (yang memang tidak diwajibkan untuk bekerja). Kedua, pada waktu saya ke tempat sepupu saya itu ada kendaraan nganggur. Whichis, itu bisa dipake buat jalan-jalan kesana kemari. Karena saya nanya sepupu saya, udah kemana aja di Makassar dan dia bilang belom pernah kemana-mana, maka sense of adventure saya langsung muncul. Saya ajak dia ke Bantimurung!.

Yak, inilah keberuntungan ketiga. Bantimurung adalah sebuah keberuntungan buat saya, karena hampir lebih dari setahun saya bolak-balik Makassar baru kali ini saya bisa menyempatkan diri untuk pergi kesana. Selain tempatnya jauh, dan tanpa kendaraan pribadi akan susah untuk menempuh perjalanan ke sana. Maka memiliki waktu libur plus ada kendaraan nganggur nggak akan saya sia-siakan begitu saja. Dulu pernah punya keinginan mencarter mobil untuk pergi ke sana, tapi urung mengingat untuk sewa mobil di Makassar membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Sekurangnya setengah juta untuk seharian sewa mobil plus tips driver dan makan.

Alasan terbesar saya ingin mengeksplore Bantimurung sederhana saja, saya penasaran sama julukan The Kingdom Of Butterfly yang disematkan ke kawasan ini oleh Alfred Russel Wallace, seorang Zoolog asal British. Tahu garis imajiner Wallacea yang membagi Indonesia menjadi beberapa bagian berdasarkan jenis spesies faunanya?. Itu yang nyiptain ya Alfred Wallace ini. Dalam bukunya yang bertajuk Indonesian Archipelago, Wallace menyebutkan detail tentang kupu-kupu dengan kata-kata yang indah (setidaknya bagi biolog seperti saya). Beliau menggambarkan sekerumunan kupu-kupu Tachyris zarinda memamerkan warna kemerah-merahan dan jingga terang sayapnya. Membentuk gerombolan seperti awan, menari-nari di udara.

Untuk mencapai keindahan yang digambarkan itu butuh perjuangan yang nggak mudah. Bantimurung terletak di kabupaten Maros - Sulawesi Selatan. Jarak berdasarkan spedometer motor pinjaman kami dari pusat kota Makassar adalah 45 kilometer ke arah utara. Kalau dari bandara Sultan Hasanuddin, masih sekitar 25 kilometer ke arah kanan sekeluar dari pintu gerbangnya. Ini ditempuh selama satu setengah jam. Naik motor dari Gowa sukses membuat pantat panas, dan kepala pegal karena menyangga helm standar. Perjalanan ini pun diwarnai dengan kemacetan di beberapa titik terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan dan beberapa jalanan berlubang di Jalan Poros Maros. Tapi itu nggak menyurutkan niat saya dan adek sepupu saya buat kesana. Judulnya nekat, karena kami berdua sama-sama tidak punya petunjuk sama sekali tentang keberadaan Bantimurung ini. Apalagi sampai masuk kabupaten Maros, yang notabene jauh dari wilayah jelajahan saya.

Beruntung, jalan besar cukup mudah diikuti dan beberapa petunjuk jalan berukuran besar memandu kami. Karena memang niat yang besar atau memang Tuhan menunjukkan jalannya, nggak pakai nyasar akhirnya kami sampai di perbukitan karst di Kecamatan Bantimurung. Melihat di sebelah kiri, tertempel plat nama besar di sisi bukit karst : Taman Nasional Bantimurung -Bulusaraung atau disingkat TNBB, kami merasa berada pada jalur yang tepat. Mencari pintu gerbang TNBB cukup mudah, ada gambar kupu-kupu besar hitam bercorak biru kuning menyambut. Begitu masuk, langsung disambut juga dengan patung kera raksasa berwarna putih. Ada sejarah dibalik nama Bantimurung dan patung kera putih ini.

Konon, katanya Bantimurung berasal dari kata benti dan merrung. Dalam bahasa Bugis (semoga saya tidak salah) Benti berarti air, dan merrung berarti bergemuruh. Semakin kesini, Bantimurung diplesetkan menjadi Banting-Murung, tempat untuk membanting kemurungan. Yah, nggak heran karena udaranya sejuk dan banyak pemandangan bukit kapur yang dipenuhi vegetasi hijau, maka tempat ini layak untuk membuang rasa murung. Lalu tentang patung kera raksasa itu, sejarahnya dahulu kawasan ini dijaga oleh sekawanan kera. Ada satu kera berwarna putih, yang merupakan pimpinan semua kera disini dan dipercaya memiliki kesaktian. Tidak dijelaskan kesaktian apa yang dimiliki, yang jelas banyak mitos yang berkembang disini seputar kera putih ini.

Setelah bayar parkir Rp. 1000 dan biaya penitipan helm sepasang Rp. 5000, kami menuju loket pembelian tiket masuk. Untuk orang dewasa Rp 10.000, anak Rp 5.000 dan turis manca Rp 20.000. Bahkan sebelum masuk lokasi air terjun, sepertinya nama Kingdom Of Butterfly layak disematkan disini. Kenapa?.. karena kita disambut oleh ribuan kupu-kupu dari berbagai macam spesies, dalam bentuk awetan tapi. Huh, sebel juga mengingat banyak suvenir kupu-kupu yang dikeringkan dan dipigura. Sayang banget, karena ulah manusia yang seperti inilah yang menyebabkan keindahan alam menjadi rusak.

Satu tujuan utama di TNBB adalah air terjunnya. Air terjun setinggi 15 meter dengan ceruk melebar dan debit air yang sangat deras (karena musim hujan) memberikan pesona kesegaran yang nggak ada duanya. Keren, berasa di waterboom versi ciptaan Tuhan. Selain itu, suasana waterboom emang kerasa banget mengingat di sepanjang aliran sungai memang sengaja dibuat kolam-kolam untuk mandi. Versi ekstrem jelas terdapat pada air terjun yang mengalir deras itu, tetapi untuk yang dangkal juga ada. Yah, namanya juga alami.. warna airnya juga mengikuti alam : Warna tanah.. alias coklat kehijau-hijauan. Yucks...



Ada persewaan ban disana, yang bisa digunakan sepuasnya setelah membayar beberapa ribu rupiah. Biasanya, yang bernyali besar akan naik ke sisi atas air terjun kemudian dengan menggunakan ban akan meluncur ke bawah mengikuti derasnya aliran air. Tapi ini cukup berbahaya. Selain karena nggak ada lifeguard, semua resiko kecelakaan ditanggung sendiri. Batuan kali yang tersapu air tentu saja akan licin, apalagi dengan debit air yang deras akan mempertinggi resiko terjadinya kecelakaan. Nggak heran, di air terjun ini sering memakan korban. Terakhir berita di televisi, banjir tiba-tiba dari arah atas menenggelamkan beberapa pengunjung. Struktur air terjun dan batuan yang dilalui airnya disini termasuk sulit ditebak, konon katanya ada satu lubang di tengah air terjun, yang untuk mencapainya harus naik ke atas dan menyelam. Sehingga ketika muncul, bisa duduk diantara tirai air terjun tersebut. Saya nggak nyoba satupun atraksi itu, selain nggak bawa baju ganti saya juga masih sayang sama nyawa saya.



Sebenernya selain air terjun, masih ada juga tempat yang bisa jadi pilihan kunjungan. Ada dua gua yang terkenal disini yaitu Gua Batu dan Gua Mimpi. Dua gua ini terletak agak terpisah, dan berjarak sekitar 800 meter dari air terjun Bantimurung. Ada penunjuk jalan, dan jalan setapak cukup mudah diikuti. Hati-hati licin, dan berlumpur jadi tidak disarankan menggunakan high heels untuk menuju ke gua. Di mulut gua, banyak yang menawarkan jasa guiding dan sewa senter 5000 rupiah saja. Saya hanya menikmati bagian luar saja, karena toh saya tidak tertarik dengan gua. Udah gelap, liatnya harus memicingkan mata, belom suasananya lembab dan kita nggak tau ada apa didalemnya. Nggak seru aja ngebayangin tiba-tiba kejatuhan tai kelelawar atau kaki digeremeti sama kaki seribu. Jadi, berfoto di dalam pintu masuk bisa menjadi satu pilihan.


Keberuntungan saya yang selanjutnya adalah hari itu cuaca sangat cerah. Sebelumnya sempat pesimis karena mengingat dua tiga hari sebelumnya Makassar selalu diguyur hujan berangin di siang sampai malam hari. Jadi, lumayan puas berkeliling di kawasan Bantimurung meskipun tidak menemukan satupun kupu-kupu hidup yang terbang. Maklum, karena bukan musim kupu-kupu (biasanya antara bulan Mei-Juni), dan populasi kupu-kupu di Bantimurung sudah berkurang jauh semenjak difungsikannya TNBB sebagai tempat wisata.

Total biaya yang dikeluarkan untuk kesini nggak mahal koq. Paling modal isi bensin Rp 20.000 pp, tiket masuk 10.000, parkir dan nitip helm 6000. Kalo laper, di dalem banyak yang jualan nasi kuning sepuluh ribuan per porsi. Jadi, Ayo Visit Makassar 2011!

PS : Selain make kendaraan pribadi, ada juga angkot (pete-pete) yang mengarah ke Bantimurung dari kota Makassar. Dari terminal sentral (deket MTC-Karebosi) menuju Daya, ambil angkot dari Daya menuju terminal Maros. Dari terminal Maros nyari yang ke arah Bantimurung. Agak jarang sih, tapi disarankan dengan kendaraan pribadi atau carter.

100 komentar:

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

o, foto2 itu di Makasar tho...kirain masih di Malaysia
#nggak nyambung



kupu-kupu yang diawetin ihh, sayang banget....yang masih idup nggak ada kah Phe?

Blogger Cerita Dewasa mengatakan...

Bingung mw komenint bagian mananya, yang jelas tulisannya keren, suka saya.

Rose mengatakan...

wah beruntung pagi2 uda bisa nagkring di posisi 5 besar komentar d blog Gaphe..huhu..

Biolog toh ternyata..

lagi2 gambar2nya membuat saya pengen jalan juga hohoho..tp sayang bgt g basah2an,,,

monda mengatakan...

Kupu2 awetan itu dari alam atau hasil penangkaran?

Eks mengatakan...

Hhhh, kapan kerjanya loe Phe? jalan jalan mulu :D

andriansyah s putra mengatakan...

sedikit aneh ya kak. itu kan kawasan kupu-kupu yang dilindungin. masa' depan gerbangnya di jual kupu-kupu berbagai macam jenis yang diawetkan -___- pasti kan kupu-kupunya diambil di daerah sekitar juga.

heheheheh. saya penasaran sama lubang yang di balik air terjun. pasti keren deh di dalemnya :D

kak gaphe, kakak dapet award yaa dari blog saya. silahkan diambil :)

Jasmine mengatakan...

ihh kenapa kupu kupunya harus diawetin? kan kasian. meski siklus hidup kupu kupu cm sebentar tp kalo diawetinnya pas dia masih idup kan kasian -.-'
aku padahal nunggu2 foto kupu2 yg masih idup loh. heehhehe nggak ada yah? :D

aku selalu suka sama objek wisata alam. Subhanallah :)

Rubiyanto Sutrisno mengatakan...

mantap nih, tempat-tempatnya eksotis banget, air terjunnya keren mas ....

Ina mengatakan...

aku pernah liat tempat wisata ini di TV bagus banget, ada taman kupu-kupunya gitu.Konon disitu ditemukan kupu-kupu raja yg terkenal itu kan?

dv mengatakan...

waaa dimakasar banyak tempat2 keren jg yaah >.<

air terjun nya itu loohh..memang ciptaan Tuhan yg paling perfect!

btw itu si kera melambaikan tangan manggil dirimu ya phe :D

lidya mengatakan...

saya pikir kupu2nya beterbangan gitu. baru tau ada nama bantimurung nih.
makanan khas makasar nya mana nih?

Rika Willy mengatakan...

keren banget Phe, tp emang gak ada lagi kupu2 hidup beterbangan di sana?

btw, bahasa lo agak ke malaysia-malaysiaan. hihihihi...

".... Dalam bukunya yang bertajuk Indonesian Archipelago..." (kabur takut dilempar sendal...wekekekeke)

Hariyanti Sukma mengatakan...

woww.... begitu lihat fotonya aja kau udah kebayang deh ini pasti bangus banget, blm baca keseluruhannya nih.
Duh .. aku suka kupu2 mau donk .. Phe !!!

Nova Miladyarti mengatakan...

di aceh ada juga air terjun begini mas, namanya LHOONG, bagus banget tempatnya.*ah, ya...jadi promosi:D

hayya, kenapa ongkos nitip helm lebih mahal dari ongkos parkir ya???

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Air terjun & goa batunya keren brade.... mas gaphe ini bener2 si BOLANG ...hehehehe semangat terus brade,,,,

rabest mengatakan...

beeeuuhhh..cakep banget aer terjunnya!!1 kayaknya seger tuh maen aer disana..heheh :D

ash mengatakan...

ah jadi inget..
saya sempat tinggal di dulawesi selama lima tahun. manado-palu-makasar.
Ke bantimurung dua kali dan selalu dapet kenangan yang menyenangkan :)

Nyitnyit mengatakan...

setelah dulu denger cerita bu reni soal bantimurung..sekarang ditambah postingan mz gaphe makin bikin aku penasaran pengen kesana....hiks...

Adi Chimenk mengatakan...

poto lu yang di pesbuk yang sempet jadi trending itu kok gak ditampilin sih Phe.. yang posenya mirip salah satu patung di Bantimurung..:p

Yoga mengatakan...

untungnya sampeyan ga nyobain atraksinya yah. kal ga, kta ga bakalan liat lagi bahasan kuliner dan travelling dari sampeyan. hehehhe

btw sama kayak nova, kenapa harga helmnya lebih mahal yah ketimbang sewa parkirnya? :(

Yoga mengatakan...

btw salam kenal yah!!!! ditunggu kunjungannya di blog saya. hahahha

dee mengatakan...

baca tulisan orang biologi asyik juga, semua dijelaskan secara rinci.
si kaki seribu? takut ya? mungkin bukan takut tapi geli, hihi...

sda mengatakan...

sayang sekali, kupu2 tinggal kenangan.
di awetkan, dipigura, dipajang, anak2 penerus kita melihat kupu2 yg masih hidup dimana?

narti mengatakan...

photonya bagus, tempatnya menyenangkan.
kapan bisa kesana ya?

ReBorn mengatakan...

foto lu yang banyak komen itu mana phe? kok ga dipajang? ghehehehe...

itu ada yang sampoan? ah, bodoh sekali orang orang itu! memangnya ga ada yang ngelarang phe?

Toko Buku mengatakan...

dah lama ga ngerasain guyuran air terjun..byurr...

mantaf sitenya :)

todi mengatakan...

dah lama ga ngerasain guyuran air terjun..byurr...

mantaf sitenya :)

Daris Firzan mengatakan...

wow, air terjun nya deras banget ya..

kayak tsumani gitu, ckckck :)

atikah mengatakan...

Subhanallah, air terjunnya besar bener. Indah sekali. Tapi agak miris pas baca rentan gkupu2 yan gdiawetkan, padahal kalo bis alihatnya dala keadaan hidup pasti jauh lebih indah.

Tulisannya jadi bikin pengin ke makasar nih.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, kupu2..mau dong ke sana...hiks..kapan ya..

riesta mengatakan...

aku juga uda pernah ke sana lho...hehehe

Isti mengatakan...

Lumayan tuh waterboom nya gratisan..ati2 lo arusnya deras bgt..

hoedz mengatakan...

foto yg kamu sama patung kera nya kok gak di pasang lho Phe .. ?
hehehe ..

makssar .. kapan ya saya kesana nya ..
mau tanya Phe ..
PP dari Surabaya ke makassar berapa ya ?

tiwi mengatakan...

segerrr lihat pictnya, well kl dr makassar boleh juga tuh oleh2 otak2 ikan tengiri..hehhehe*ngarep.com

Adryan Nurdien mengatakan...

wah, enak banget ya mas, bisa sering jalan2..

Pramudita Puspita mengatakan...

wiiw..gaphe seneng deh jln2 teruss =)

asyiknya menulis mengatakan...

senang yach jalan2...kapan yach aku bisa kesana hehehe

AkaneD'SiLa mengatakan...

wih asiknya yang bisa jalan²... seru bangetz air terjun nya.. huhu...

Muhammad A Vip mengatakan...

kamu emang beruntung Pe, di Makasar kaya di kampung sendiri, nggak ada yang ngganggu. Baik-baik ya, o iya...kamu sempet kenalan sama monyet nggak. Darwin teorinya dari Wallace tuh.

Geafry Necolsen mengatakan...

nah ini..
hhe, lagi2 aku ga sirik (tumben)
aku juga pernah ke bantimurung..

turunya enak, tapi naiknya ngos2an.
tapi semua terbayar sama kesegaran airnya.

traveling terusssssss

melly mengatakan...

waaaahh asik bgt jalan2nya
pemandanganya jg keren2
ya ampuun kapan bisa kesana yah.
aku suka liat airnya itu loh

Irly mengatakan...

Fiuhhh...merasa rugi itungan "deket" gini ga bis maen ksana...Luckyy!!

wiwikwae mengatakan...

wuiiihh...... bagus bener tempatnya :)

tito Heyziputra mengatakan...

Gaphe curang....!!!!

photo lw sma kembaran lo, ga d upload, yang kata si Ata menjadi dasar teori darwin.. Hhahaha

mila mengatakan...

Aaaaarrrgh... gw pengen banget nih kemari dari 4 thn yg lalu blm kesampean.... *histeris

catatan kecilku mengatakan...

Bantimurung... aku juga sempat kesana waktu ke makasar dulu. cuma sayangnya gak ada kupu sama sekali! padahal pengen juga lihat ribuan kupu2 disana...

jejak langkahku mengatakan...

aku dulu dapat oleh2 kaos dan gantungan kunci dari mama waktu mama ke bantimurung.

miwwa mengatakan...

Asik banget jalan-jalannya.. #iri
btw, itu kamu ngintip bidadari mandi ya?? pake ngambil foto mereka lagi keramasan.. ntar mereka gabisa balik ke khayangan lho.. *salah arus*

cho mengatakan...

tiket pesawatnya ga kamu itung, phe? :p ..

sayang banget kalo kupu2nya diawatin kayak gitu. apa pemerintah daerahnya sendiri ga ngelarang ya? seharusnya itu kan bisa jadi daerah penangkaran. kalo pengen kupu2nya abadi, bukan kayak gitu caranya.

Aulawi Ahmad mengatakan...

belum pernah menginjak tanah sulawesi sama sekali, moga ada ksmptn bisa kesana :)cara barcaritanya yg menarik hehe hingga buat pembaca jadi ikut terbawa kesana :)

Huda Tula mengatakan...

kerennn..

karena kamu anak biologi, kenapa jalan-jalannya ga sering-sering ke alam aja gaphe--sekalian bagi-bagi pengetahuan (kaya kupu2 Tachyris zarinda tadi). Bikin postingan kaya national georgaphic gitulah (pan jadi nambah ilmu juga).

daripada nyiksa pembaca dengan foto-foto makanan T_T.....

cuman masukan aja si^^

Henny Yarica mengatakan...

kupu-kupunya gede banget itu ya? trus kelihatannya seperti asli (padahal mana ada kupu-kupu asli yang segede itu)

joe mengatakan...

bantimurung terkenal banget dengan kupu-kupunya, semoga saja kupu-kupu itu tidak akan punah dari sana

Rahman Raden mengatakan...

kira2 kpn y bisa mendarat ke bandara hasanudin biar tau makasar

Celotehan mengatakan...

padahal kupu2 nya bagusan terbang yah daripada di kasih pigura gitu

Ami mengatakan...

Tadi mau komen tertunda bentar udah banyak yang komen, ckckckc...

d3vy mengatakan...

eh, dikau ngga ikutan keramas?
*meng-endap2*

YeN mengatakan...

oh?sampeyan biolog??
perlu diperhatikan itu, jumlah kupu2 yang berkurang jauh..jangan cuma memperhatikan pendapatan aja tapi juga harus ingat kelestarian alam..
*soknasehatin

Blogger Cerita Dewasa mengatakan...

mampir sore ajah yaaa...

Meutia Halida Khairani mengatakan...

wah, teringat dulu ke makassar sakit n ga gitu jalan2 karena hujan deras.. saya suka banget air terjunn. kesannya dingin. tapi kalo ke Goa, masih deg2an.. takut tiba2 gempa n terkubur hidup2 :-O

rita asmara mengatakan...

keindahan aneka kupu2 bantimurung pernah dijadikan tema trend kosmetik terkenal..

yanuar catur rastafara mengatakan...

Wih,,kerennnn
tp jauh bosss...

kira mengatakan...

indonesia emang cakep
makan2nya mana nih. hahaha

Putri Indah Purnama Sari mengatakan...

bagus2 yah,,,jd pgn ke sana

ita mengatakan...

udah beberapa kali ke makassar, tapi ga pernah sempat mengexplore ;(

Dwi mengatakan...

Keren-keren.., perasaan jalan2 terus... kapan aku bisa kesana ya... :D

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

yah gak ada kupu-kupunya
padahal pengen liat foto kupu2 :(

TUKANG CoLoNG mengatakan...

nasi kuning 10rebu?? disini 2500. beda porsinya kali ya..:D

ais ariani mengatakan...

tahu gak sih mas gaphe.... aku punya kaos bantimurung dari warna pink ampe warna cokelat.
dan baru tahu di sini kalau bantimurung itu ada di makassar!!
kirain ada nya di kalimantan
(deuu.. kemane ajeh si iss...)

ghost writer mengatakan...

bantimurung - tempat untuk membanting kemurungan..melemparkan segala kekusutan di air terjun nya yang gemuruh..bisa sliding sih Phe?

seperti mau ke sana juga Phe,tapi tersekat dengan waktu..aduh,bila mau libur macam dulu2..

blackdevil mengatakan...

@mas gaphe,,
keren bgt pemandangan d sna yha,.
pa gee fto" na, keren" abis lha pokoke.
:)

kpn yha bs maen" k sna,.,
ehehehehehehehe
NGAREP.com
(^^")

dunia kecil indi mengatakan...

aku takut air.. apalagi air terjun -__-'

Bayu Hidayat mengatakan...

mantap banget air terjunnya bro. deras yah. kalo berenang terus kasiin punggung ke air terjun, pasti rasa di pijit pijit asoy. wihh masuk gua ada kalelawar nya. wihhh belum pernah masuk kayak gitu. harus coba tuh

Masbro mengatakan...

Goa Batu nya kereen,,

Blogger Cerita Dewasa mengatakan...

mampir aja mas yoga..
Sukses ya

Ayi mengatakan...

aduuuhhh jadi ngences ampe banjir deh!!! pasti makasar itu tempat yang indah ya... *ngimpiadayangngajakkemakasargratis*

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

daripada banting piring, memang lebih enak banting kemurungan ya. hehee

affie9 mengatakan...

jadi pengen saya... kapan ya bisanya?? T_T

Nufri L Sang Nila mengatakan...

jalan2 di sekitaran Indonesia memang `rock!!`....cuma saya suka heran....jatuh nya jadi lebih mahal kalau dibanding dengan jalan ke negri tetanggga...apalagi kalau bawa keluarga yang ada anak kecil....terima kasih atas bagi2 pengalamannya....salam

Muhammad A Vip mengatakan...

Pe, cerita tentang gadis-gadis makasar dong. Atau nenek-nenek juga boleh lah, masa jalan-jalan yang dipoto diri sendiri dan alam sekitar saja.

IbuDzakyFai mengatakan...

Wah indah banget yach air terjunnya...Bagus2 dan indah di negeri sendiri yach.....

puteriamirillis mengatakan...

wah menyenangkan sekali di bantimurung ya,,,jauh tapi dari makasar ya,,,
tergelak dengan "keramas"...lumayan kan airnya gratis phe,,,

yayack mengatakan...

kalo pas saya lagi ada di makssar bisa di ajak jalan jalan ga ya? Sekalian kulinernya hehehe lucky banget kalo beneran sih ;D

Aina mengatakan...

eaaaaaa..... komen buntut.....

aih gile bagus banget arus airnya serasa tumpukan salju... jadi inget cuci mobil salju...ahahaha...gak nyambung...
ongkos masuknya juga murah thu,,,, lumayan cuma modal segitu ntar bisa menculik ratu kupu-kupu.....

disana ada kupu-kupu goreng juga gak yaaa?????

Nyach MMS mengatakan...

Wisata Bantumurung lengkap sekali dengan kupu2 yang brwarna warni bagus sekali.

Tapi sayang sekali klo dari dulu selalu banyak ang diawetkan, menurut teman di Sungguminasa , kupu2 itu semula hidup.

Saya paling suka dengan bermainmain airnya lho Phe.

Blogger Cerita Dewasa mengatakan...

Mampir siang sekalian ngasih tag persahabatan, tapi kalo berkenan ya, kalo ndak ya nggak papa.. di http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/04/tugas-dari-bang-iwan-kumis-fatamorgana.html

r10 mengatakan...

bahaya tuh, main air terjun tanpa diawasi lifeguard... pemerintah bagaimana? kok potensi wisata tanpa sarana keselamatan pengunjung yg memadai?

putri mengatakan...

Jalan jalan melulu ih, bikin ngiriii ..........
untung potonya banyak, jadi anggep saja aku diajak ;))

Abi Sabila mengatakan...

Alhamdulillah, meski tidak tahu apakah bisa berkunjung di Makassar atau tidak, paling tidak ada referensi tempat-tempat eksotis seperti ini.

sikucingbi mengatakan...

Belon pernah ke makasar,
kapan yah ke sana, berhubung saya juga punya seorang teman yang tinggal di sana :)

TUKANG CoLoNG mengatakan...

jadi inget pas PKL di bandung deh. istilah air terjun disana kan beda. namanya curug. :D

NINDAAA mengatakan...

wah jalan2nya gaphe seruuu terus sayang ya kapan waktu kita ngga jadi ketemuan pas kumpul di sby minggu lalu haha

niee mengatakan...

wah,,, keren itu tempatnya satu tempat bisa bermacam2 wisata yang didapat... uh,, jadi pingin ke makasar deh >.<

zasachi mengatakan...

Bisa aku bayangin Pe, The Kingdom of Butterfly, seharusnya ada kerumunan kupu2 yang beraneka jenis/species di Bantimurung itu. Sayang ya, pasti populasinya udah berkurang, habis diawetin gitu... Emangnya kegiatan itu legal ya Pe?

Jd penasaran jg ama mitos "hanoman"nya :D abiz gede banget Pe patungnya. Nice adventure, Pe. Selalu bikin ngiri hehehe :D

Fiction's World mengatakan...

wah seru :3
pengen coba menyelamnya.
salam kenal Bang ^^

Dhana/戴安娜 mengatakan...

Salam sahabat
Saya juga telat mas
Jafi pingin visited mad , fotonya bahus lagi menyenangkan sekali ya oh ya untuk kontes review silahkan ikut mas cuma review blog dhana aja kok judul juga bebas

Nia mengatakan...

Gaphe...blog aku yang aktif di alqoernia.blogspot.com

wahh ini di Bantimurung yachh...suamiku juga pernah kesana waktu tugas di makassar. ada foto2nya juga lochh...disini nech http://cmrwhy.blogspot.com/ fotonya dijadikan header hehehe

Putri Indah Purnama Sari mengatakan...

Suka iri deh kalo liat postingan Mas Gaphe kalo berbau jalan2..
Saya jadi ngiler nih mau jalan2 juga

Bantimurung mengatakan...

Bukan cuma air terjunnya loh. Bantimurung juga dikenal sebagai gugusan karst terbesar kedua di dunia. Biasanya Bantimurung ramai dikunjungi pecinta alam vertical climber. Bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan.

Mama Rani mengatakan...

Mas Gaphe pernah ke Bantimurung??
Waaa saya telat BW ke blog ini..
hhahaha..
kapan2 kopdar bantimurung boleh juga tuh ;p

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...