Rabu, 27 April 2011

Camping, Kedinginan, dan Cerita Mistis Seputar Ranu Kumbolo

Ketua rombongan meminta kami beristirahat sejenak setelah nyampe Ranu Kumbolo. Segera perbekalan dikeluarkan, kami mengisi tenaga dengan roti yang kami bawa dari bawah. Untuk yang cewek, mereka mempersiapkan makan malam. Sedangkan yang cowok, membuka tenda dome sewaan untuk dipake bermalam di dekat danau. Mencari lokasi yang landai tidaklah mudah, karena kebanyakan tempat yang rata sudah dipakai dulu sama campers yang datang terlebih dahulu. Tapi untungnya dapet di tengah-tengah, agak rata, dan tiga tenda pun didirikan dengan cepat.


Makan malam hari ini adalah cup noodles. Air mineral dipanaskan dalam kompor parafin, trus dituang satu-satu. Ketua rombongan berpesan, cup bekas mie instan itu jangan dibuang karena buat wadah minuman nantinya. Yah, namanya juga camping semua perbekalan harus dibawa seringkas mungkin. Jadinya makan malam pun juga cuman make mie instan aja. Lagian juga udah lumayan kenyang terisi sama roti sebungkus yang tadi dimakan duluan.

Niat awal tadinya pengen nyalain api unggun, tapi apa daya nggak ada kayunya. Kami nggak ngumpulin kayu sepanjang perjalanan, terlebih juga basah karena kehujanan. Jadinya, satu-satunya api yang ada saat itu hanyalah dari kompor parafin. Sambil menikmati jahe instan, dan ada yang ngopi-ngopi, kami ngobrol. Bagaimana dengan saya?. Saya memilih beristirahat dalam dome, sambil membalsam kaki saya yang menggigil kedinginan. Keputusan membalsam kaki untuk menghangatkan ternyata salah besar!. Balsamnya jadi sangat dingin, bukannya hangat malah tambah kedinginan. Bahkan saya memasang dua pasang kaos kaki tebal sekaligus, juga nggak ngefek. Kaki tetap kedinginan. Saat itu saya memutuskan untuk memakai semua pakaian yang saya bawa. Satu sweater lengan panjang, satu jaket, dan tiga lapis kaos. Ditambah dua celana panjang saya pakai langsung dua-duanya, plus sarung sebagai penutup kepala. Itulah kenapa badan saya terlihat "berisi" di beberapa foto.. soalnya 5 lapis baju dan 2 lapis celana sih!. hahaha..

Tapi usaha saya semuanya nggak ngefek. Jam delapan malam sempat tertidur, tetapi jam sepuluh malam terbangun karena kedinginan. Gila, prediksi saya waktu itu mungkin sekitar 4 derajat celcius. Minum air mineral, serasa minum air es langsung dari kulkas. Dan dingin pun merasuk nggak cuman sampe tulang. Tapi sumsum, karena saya nggak punya lapisan lemak. bwahahah.. Cuaca di sekitar Ranu Kumbolo juga nggak bisa diprediksi. Jam 7 masih cerah, tiba-tiba turun kabut, hujan gerimis dan membasahi dome yang membuat semua makin dingin, pukul 10 sudah cerah lagi dan tampak bintang-bintang di langit berkedap-kedip.

Pas saya terbangun sendirian, saya nyari korek untuk nyalain lilin. Menghangatkan tangan yang sudah kebas kedinginan, mati rasa. Menyentuhkan tangan pada api tak banyak membantu, karena saking dinginnya. Akhirnya, karena tahu saya ribet nyari lilin, api, dan makanan untuk bahan bakar tubuh.. ketua rombongan terbangun dan membantu. Kami akhirnya menghidupkan kompor parafin, dan membakar satu demi satu batang lilin yang ada untuk menghangatkan diri. Ternyata temen-temen cewek juga senasib dengan saya, kedinginan, nggak bisa tidur. Mereka memutuskan untuk bergabung, dan mengerubungi lilin parafin yang dibakar didepan kami.


Sampai jam dua belas malam, stok lilin abis kebakar. Badan tak kunjung menghangat, padahal saat itu suasana sudah sepi. Semua makhluk sudah tertidur pulas di kandangnya masing-masing. Masih dengan kedinginan, saya nyari siapa tau masih ada yang punya api. Ternyata, di salah satu runtuhan bangunan di dekat situ, ada sekelompok pendaki yang mengobrol di depan api unggun. Ketua rombongan mencoba mendekati untuk meminta kayu bakar, kalau-kalau ada stoknya. Ternyata sudah habis. Mereka menawarkan, kalau mau bergabung aja di tempat ini, dan memindahkan tenda. Karena teman-teman cewek (dan saya) bener-bener nggak tahan sama dinginnya, akhirnya saya dan ketua rombongan mindahin satu tenda ke deket api unggun mereka.

Akhirnya para makhluk-makhluk yang semi-hipotermia ini berkumpul di depan api unggun yang lumayan besar nyalanya. Hangat, tapi punggung masih kedinginan. Sambil ngobrol, kami ngucapin makasih sama empunya api unggun dan menceritakan kondisi kami yang baru pertama kali naik gunung dengan kurang persiapan. Dapet tips dari salah seorang pendaki dari Lumajang yang ngobrol bareng kami, sleeping bag itu adalah barang wajib bawa buat para pendaki. Kesalahan terbesar kami adalah nggak bawa sleeping bag, makanya pantas kalau kedinginan. Terus, ketika menghangatan badan nggak boleh cuman sebentar. Ketika cuma sepuluh menit - duapuluh menit didepan api, dan rasanya badan udah cukup baik.. jangan segera tidur. Karena efeknya nggak akan lama, nanti akan kedinginan lagi. Sebaiknya, spare minimal setengah sampe satu jam sampai tubuh benar-benar beradaptasi dengan hangat, kembali normal baru kemudian beristirahat. Sambil menghangatkan, ada baiknya mengisi tubuh dengan makanan untuk bahan bakar dari dalam. Kenapa?. Karena bahan bakar yang berasal dari makanan yang kita makan akan jauh lebih mudah diolah menjadi tenaga dan panas bila dibandingkan dengan tenaga yang harus diolah dari memecah cadangan lemak yang lebih lama prosesnya.

Nggak asyik malem-malem di depan api unggun in the middle of nowhere, kalo nggak ngomongin cerita mistis. Ada banyak versi cerita mistis seputar Ranu Kumbolo. Pendaki dari Lumajang itu bilang, pernah suatu ketika rombongannya bermalam di Ranu Kumbolo, ada satu orang dari mereka yang memiliki kemampuan istimewa dapat melihat yang tak kasat mata. Katanya, berdasarkan penerawangannya di Ranu Kumbolo itu sebenernya rame, banyak makhluk halusnya. Bahkan sempat satu rombongan itu melihat penampakan wanita berbaju putih berambut panjang, melayang diatas danau. Idih, kayak nggak ada model lain aja.. kenapa harus wanita berbaju putih berambut panjang siih yang selalu muncul. Coba cewek pake hotpants sama tanktop!.. pasti lebih seruu..

do you see something??

Terus pernah tahun 1998, deket-deket waktunya sama kerusuhan Mei, di Ranu Kumbolo terjadi kejadian kebakaran hutan hebat. Tapi anehnya, hanya kawasan Ranu Kumbolo yang nggak terkena. Danau ini akhirnya dipakai untuk tempat penyelamatan. Semua pendaki yang mendaki di gunung semeru turun menuju ke air, sementara sekitarnya penuh asap dan api. Kalau dilihat dari atas katanya, bentuk kebakaran itu mirip cincin. Hanya kawasan danau aja yang nggak kebakaran. Tidak diketahui apa penyebab kebakaran itu, yang jelas Ranu Kumbolo yang menyelamatkan orang-orang dari efek kebakaran hutan tersebut.

Ada satu cerita lagi tentang penduduk Ranu Pani, sepasang pengantin yang bernazar kalau sudah menikah maka mereka akan mandi di Ranu Kumbolo. Nazar itu akhirnya dilakukan, berdua saja. Pada saat mandi, pengantin wanita itu tenggelam. Pengantin pria itu kalap, dan diceritakan katanya seakan ada yang menarik dari dalam. Setelah kejadian itu, tim SAR dan Pasukan Katak menelusuri seluruh danau tetapi tidak menemukan jasadnya. Mereka menyerah. Seminggu kemudian, wanita itu ditemukan dalam keadaan terapung mengenaskan. Sampai sekarang tidak ada yang tahu berapa kedalaman Ranu Kumbolo yang sebenarnya. Maka, mandi disini pun dilarang kecuali nekat. Ada untungnya juga sih, karena jadi nggak mengotori lingkungan dengan sabun.

Itu cerita, cuman dikasih tau. Percaya atau tidak, saya kembalikan semua ke pembaca deh. Anggap aja buat pengisi waktu malam hari. Tetapi, boleh percaya atau nggak.. saya menemukan dua buah batu nisan di kawasan dekat tenda kami awalnya. Deket, cuman beberapa meter. Kami nggak nyadarin kalo di dekat situ semalem ada batu nisannya.. dan pas saya buang air malem-malem juga deket-deket situ soalnya disini nggak ada toilet. Abisnya, pas malem nggak keliatan sih!. hahahaha... Untung nggak kenapa-kenapa.

Sukses nggak tidur semalaman, sampe jam 3 pagi badan udah nggak kompromi. Tiba-tiba badan saya ambruk aja, dan nggak sadar bangun-bangun api unggunnya udah abis. Jam setengah lima, masih kondisi dingin. Lumayan, bisa tidur satu setengah jam. Beranjak shalat subuh, kemas-kemas tenda, dan siap-siap nungguin sunrise. Sunrise di Ranu Kumbolo keren katanya, bisa keliatan mataharinya muncul diantara dua bukit dan sinarnya memantul diatas danau. Tunggu besok ya, liputan sunrise di Ranu Kumbolonya!

77 komentar:

Putri Baiti Hamzah mengatakan...

pertamax

Tips dr bapak2 yg suka travelling dr gunung ke gunung klo samping bawalah makanan yg mengandung kalori.

Bapak ini,slama travelling cuma makan kismis..@bapak pendaki gunung yg tak sengaja bertemu di pangrango

Nova Miladyarti mengatakan...

iya, sleeping bag itu penting banget*halah!
dulu aku pernah ikutan kemping juga di Lembang dan sleeping bag membantu banget

Ngeliat ceritanya jadi kerasa gimana dinginnya:D

Djangan Pakies mengatakan...

lha bangunan permanen di ranu Gumbolo sudah ndak ada ya Kang. Padahal itu cukup besar dan sangat membantu pendaki dari dinginnya malam.

penampakan ? halah itu kerjaan jin

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Perjalanan nya seru semoga selamat sampai tujuan kang.... soalnya misitis nya serem mas gaph saya baca aja merinding....hehehehe

YeN mengatakan...

kita senasib mas phe, gampang kedinginan
kalo musim ujan di surabaya pun, aku bisa kedinginan, padahal hal yang laen biasa aja..

pengen liat sunrise nya nih..

Ami mengatakan...

Wahahah, Gaphe. Aku dulu kemping ngumpet di sleeping bag. Kalo kebablasen hipotermia, kaki bisa mati aliran darah.

Soal penampakan, gak usah naik gunung deh... Waktu di Bogor, rumahku horor. Hahahaha... Gak usah diterusin...

OPI mengatakan...

entah kenapa, gue bacanya langsung gak pokus pas nyampe di mistik2 nya..wahwahwah...setiap tempat sih katanya ada penunggunya..percaya gak percaya seh..
yang jelas gue nungguin poto2 sunrise nya..ayee.. :D

OPI mengatakan...

entah kenapa, gue bacanya langsung gak pokus pas nyampe di mistik2 nya..wahwahwah...setiap tempat sih katanya ada penunggunya..percaya gak percaya seh..
yang jelas gue nungguin poto2 sunrise nya..ayee.. :D

Fiction's World mengatakan...

sumpah ... makin mupeng deh.
di buku 5 cm juga diceritain kisah mistis gitu. tapi Bang Gaphe gpp tho.

Fadly Furqon mengatakan...

waduh bang gaphe pipis sembarangan.. hati-hati bang ! periksa terus si gaphe junior 3x24 jam .. takut hilang bang
hihihi

ria haya mengatakan...

kayaknya selalu ada ya cerita mistis pas naik gunung
mungkin cerita mistis itu bagian dari salah satu cara penyelamatan lingkungan.
ditunggu foto2 keren lainnya ^^

ninda~ mengatakan...

fotonya ranu kumbolo kok kayak bekgron lord of the ring atau film horor ya :O
hadeh bang yang dipasang yg siang gitu kan bagus hehe

..hwalah jangan gondok bang, ntar kayak aku kalo lg mo kedatangan bulan kakakaaa ya ngga ada yg salah sih cuma pengen ngamuk aja... bang gaphe mau mens??

pasti di approve komennya kalau aku udah sempet BW ke si pemberi komen... bersamaan dgn komentar ini komentar abang saya approve..

eh eh pengin jawab komen abang disini... sempet rohis toh... saya pikir abang cina asli,non-I juga :p hehe salah paham ..maap

ninda~ mengatakan...

saya percaya cerita itu, bisa saja kok terjadi kayak gitu... sepupuku waktu kemping juga mengalami hal yang sama... katanya yang 'diambil' perjaka kecil sama perawan... jadi mending kesononya pas udah nikah deh.. hahaha yang posting paling atas itu diary buat semangat saya aja bang... biar ngga kayak lagunya steven n the coconutreez... 'bebas merdeka'

Miss Nea Muslimovic mengatakan...

setiap tempat memang ada hal2 mistiknya..nea smpat ngalamin langsung yg sperti itu waktu camping sekolahan di gunung.. pada intinya,,mereka pun sama seperti manusia..

Nyun_nyuN mengatakan...

seumur umur aku gak pernah camping, pingin pingin pinginnnnnnn pingin pokoknya :(. mas Gaphe.. pengaruhnya buang air deket nisan kalo pas nyampe rumah looo hati hati , waspadalah hahaha...


soal cerita, semua kan ada asal usulnya ya :D

ais ariani mengatakan...

jadi inget ian di 5cm, pas liat kompleks pemakaman, terus udah gitu pas di atas dia ketimpa batu
weksss.. dari kemaren ngomongin 5cm melulu yak mas.
hehehehehehe

blackdevil mengatakan...

wha,.
ank PA nhe??
:)

kyk d novel 5 cm yha mas(?)
pgn jg k sna..
kyk na kampus ngk ngasih PA na k sna..
lagian jauh + dana na jg..
ehehehehehehehe

seru bgt mas postingan na nhe..
:)

r10 mengatakan...

sleeping bag itu wajib.... aku saja di puncak (bogor) kedinginan apalagi di semeru

desitahana mengatakan...

Wah manteppppppp keren, saya selalu bermimpi untuk mendaki gunung heu tapi gak pernah tercapai :D

M Faroz mengatakan...

petualangan pendakian gunung ranu kumbolo yang sangat menyenangkan, sayangnya cuma mendengar saja...
kebetulan teman kos saya dulu waktu kuliah ketua pecinta alam.

Asriani Amir mengatakan...

foto2nya kurang tuw. minta lgi dung. hihihi..

sekalian ma recopodo-nya ya gaph. :D
*request dak tanggung2. :D

lidya mengatakan...

dapet ilmu baru nih, ternyata sleeping ada gunanya ya,aku pikir hanya untuk tidur biasa aja

narti mengatakan...

gak kebayang dinginnya.
baca ceritanya jadi senyum2 :)

sda mengatakan...

kayaknya persiapannya kurang matang ya?
tapi jadi buat pengalaman nih.

dee mengatakan...

ku tunggu pic sunrisenya ^_^
syukur ketemu penampakan seperti yg diharapkan di tulisan atas :)

daily tips mengatakan...

pakai baju lapisan pertama yg melekat tubuh :)

Ummul Khairi mengatakan...

sebetulnya mitos-mitos itu digunakan penduduk setempat untuk menjaga kelesatrian alam dan saya yakin itu, semakin sedikit tangan-tangan manusia untuk menjamah alam, semakin terjaga juga alamnya :D

Claude C Kenni mengatakan...

Wah rame ya, gua juga seneng kemping, tapi udah lama banget ga kemping

Mas Gaphe masih pake kompor parafin? Hebat, bisa tabah. Gua suka emosi sendiri kalo masak pake parafin, hehe

Btw bagian cerita mistisnya gua skip, soalnya gua paling ga tahan ma yg kayak gitu, hehe

ToM kuU mengatakan...

seruuu ihh... hahahaha TK jadi pengen kemping gitu.. tapi TK tau kok gimana rasanya kedinginan kaya gitu.. serba salah emang.. hahahahaha

seru yah malem2 ngumpul muterin api unggun sambil cerita2 serem.. hihiihihih... kaya di pelem2... hahaha

lanjutkan bang gaphe!!!!

Rawins mengatakan...

setan indonesia raya memang ga pernah dimodernisasi. coba lain kali kenalin mereka ke internet biar rada ngerti mode. hehehe..

kalo ke semeru jolali nggowo pancing dab. daripada bengong nunggu waktu. lumayan buat tambahan lauk

Hendriawanz mengatakan...

hee? 4 derajat celsius? sulit membayangkan dinginnya,jaket pun tembus ya.

Azhia mengatakan...

Kerennnn.....seru dech..wah jadi pengen haha....di tunggu mas gapheee

Cerita Dewasa mengatakan...

Ok Mas Ditunggu Ranu Kumbolonya... heheheh

anak smp mengatakan...

Camping Terus Nuih... -)

ghost writer mengatakan...

ah,asyik dibalut dengan kedinginan dan kehangatan unggun api dalam perkhemahan yang tenang...

ngga takut ya Phe sama binatang2 buas yang pasti ada kalau di hutan tebal gitu...hihi

Masbro mengatakan...

Yang paling sering saya dengar kalo pas maen kesana ya yang tentang cerita tenggelamnya pengantin perempuan itu Mas.

Arman mengatakan...

seru juga ya...
gua sih bukan adventurer, gak pernah naik gunung, gak pernah camping. tapi ngebaca begini seru juga. hehehe.

kalo 4C, tanpa sleeping bag dan tanpa api unggun, wuiiii gile itu bisa beku yaaa... :D disini kalo suhunya di bawah 10C, di dalem rumah dengan keadaan semua jendela dan pintu tertutup rapat aja kita masih pake heater. huahaha.

yang paling seru kalo udah keluar cerita2 mistinya ya... tapi gak ada penampakan ya waktu itu? :D

Inda Bunda Farrel mengatakan...

Wiih, ngebayangin dinginnya udara waktu malam. Brrrr. Aku jg belum pernah kemping.
Kalo masalah makhluk halus, dimana-mana ada. Apalagi ditempat seperti itu.

Dwi mengatakan...

Ternyata ada cerita mistisnya juga ya, ditunggu lho liputan sunrisenya..

Mila Said mengatakan...

Kasian banget sih lu ga ada stock lemak. Klo bisa gw sumbangin deh lemak gw ke lu, gw msh pny bnyk stok hahahaaaa....

Jadi pengen kemping lagi, terakhir kemping wkt msh jaman kuliah dulu... dah lama bangeeettt *ketauan deh lahir angkatan brp*

affie9 mengatakan...

baca ceritanya jadi bisa ngebayangin dinginnya kayak mana....

arie yanie mengatakan...

asiknya ikut kamping selain buat tambah teman ya... uji nyali juga,hehhehehe

keren mas !

i like adventure :)

IbuDzakyFai mengatakan...

wah wah kesian pada kedinginan , next time harus bawa sleeping bag yach

harestya mengatakan...

Wah,,,ketemu sama traveller,.,,,lama dah gak naik gunung,,,jadi kangen ni...

Izin memasang link blognya sebagai tetangga kami ya, Mas.
Sangat berterima kasih jika berkenan blog kami juga dipasang linknya di sini…
hehe
Salam,
Keluarga Harestya

wulanmanjol mengatakan...

aku sih percaya mas kalo hal-hal yang begituan. Tuhan kan memang menciptakan makhluk halus. Yang penting jangan saling mengganggu. Dasarnya aku penakut lho mas. Baca ceritanya mas gaphe aja aku sambil tengak-tengok kanan kiri, mbok mbok...hahhaahhah

Eh, yang difoto, aku liat sesuatu mas, bulannya ngintip tuh :p
ditunggu cerita sunrisenya :)

Lyliana Setianingsih mengatakan...

Waah bahagianya jadi Gaphe... sejak nikah nggak pernah jalan2 camping lg nih... jadi mumpung masih "free" nikmatilah semua waktumu, Phe! bener deh.. hehehe...

jadi kangen bau gunung... hmmm...

anesavie mengatakan...

seperti cerita tsunami di Aceh dulu, semua bangunan hancur porak-poranda. Namun cuma mesjid yang tetap utuh dan menjadi tempat penyelamatan, SUBHANALLAH

Anonim mengatakan...

terakhir dulu camping di kawah putih, namun berhubung cuaca mendung jadi tak dapat menikmati indahnya malam :(

hoedz mengatakan...

seru .. seru .. seru ... ceriatnya seru .. kalo di film kan kira² judul filmnya apa ya .. ?

"Misteri Ranu Kumbolo"

funnie mengatakan...

sepertinya seru adventure nya nih..blm pernah kesana..jd pengen nih.. hehehe

Huda Tula mengatakan...

hmmm, serem juga ya?
#jadi kasian sama pasangan pengantin itu :(

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

prenah baca tempat ini di buku 5 cm. katanya bagus pemandangannya.

Bagaskara Putra mengatakan...

Wah serem juga ya camping... udah besok Juni/Juli aku camping lagi -_-

Freya mengatakan...

iiih seru yah camping di alam mistis begitu. Udah bagus, berbau mistis pula. Ane mau kek gitu, tapi takut ngga kuat bwakakakakak *ketahuan deh penakutnya* :D

bundamahes mengatakan...

hahaha.. iya ya, bener juga!
coba penampakannya cewek pake hotpants ma tanktop, pasti yang ngeliat ga bakal takut lagi!


*ketawa miris

NECKY mengatakan...

ayo lanjutkan ceritanya ttg sunrise ....ditunggu nih...

Ezcool World mengatakan...

waaaa.... asik bgt tu....


dkung green computing yach....
d www.greand.co.cc

Ari mengatakan...

yang dingin yang asyikk..

Muhammad A Vip mengatakan...

kalau sendirian di situ nggak kebayang deh. tapi kalau tersesat di situ berdua cewek cantik seperti di film-film pasti asyik. tidur berpelukan dan sebagainya.
dan soal cerita aneh itu saya gak percaya, itu takhayul. bukannya gak percaya adanya makhluk lain yang tak tampak mata, tapi mereka itu memang tak bisa dilihat, jadi kalau ada yang bilang bisa lihat mereka pasti bohong.

joe mengatakan...

tapi memang hampir di semua tempat pasti ada cerita mistis yang berhubungan dengan asal usulnya

miwwa mengatakan...

KEREN BANGET!! Pengen deh kemping gitu, tapiii tapiiii... *nasib jadi anak perempuan pingitan* T_T

p.s: lucu ngebayangin kakinya kedinginan karena dibalsemin hahaha.. gapapa mas, man learns from experience kan..

IbuDini mengatakan...

Kebayang dinginnya minta ampun..., udah lama gak kemping jadi pengen tapi kalau inget jalan kakinya menuju lokasi yang jauh itu jadi mikir2 lagi.

Cerita Ranu Pani agak sedikit serem gimana gituya....tapi emang biasanya di setiap lokasi bagus pasti ada cerita di baliknya.

DewiFatma mengatakan...

Enak ya Gaphe, jalan-jalan mulu..
Jadi pengen kembali ke masa-masa itu..hiks..hiks... Apa daya udah emak-emak..hiks..hiks..

dey mengatakan...

kayaknya dingin banget ya, lebih dingin daripada tempatku kali ya ...

tapi kemping emang asik kok ..

Nufri L Sang Nila mengatakan...

belum baca semua...liat gambar doang phe...kerennnn..besok pagi saya bacanya yaaa...baru pulang kantor ni...mau tidur....tapi harus komen di blog ini...wajib...heheheeee...keren phe...

salam :)

Tri Setyo Wijanarko mengatakan...

wedaaannn.. salut deh broo, naik gunung nggak bawa sleeping bag. serius deh, ini barang wajib dibawa kalo mau camping. entah itu di gunung, pantai, atau tempat lainnya. harganya nggak mahal kok..

Ellious Grinsant mengatakan...

Jiaaaah, cerita horor, saya bacanya malem-malem lagi...

berikutnya, postingan tentang sunrise... lanjuuuuttt...!!!

Mia Herminingtyas mengatakan...

waduh aku trakhir ikutan kemah pke tenda pas waktu smp,jd pngen.. tp skarang mana mungkin,udah ibu-ibu gini punya buntut lg,thx mas aku jadi tau tempat2 baru..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kalo rame dg mahluk halus mestinya gak kedinginan ya. hehhee..

Meutia Halida Khairani mengatakan...

hantu paling tenar tuh, cewek rambut panjang n tengah danau. ckckck..

btw, saya emang ngga pernah kuat di tempat2 yg terlalu dingin. dulu pernah ke gunung puntang n sleeping bag di tutup sampe seluruh tubuh baru bisa tidur. kalo kata adventurer di ITB, justru kalo terlalu dingin jgn sampe tidur. ntar organ badan jadi rileks n lanjut aja ke alam barzah. hahaha. temen saya pernah meninggal hipotermia karena ketiduran.

Bayu Hidayat mengatakan...

wahhh kebayang gw dinginnya brooo. wihhhh. ngak bawa sleeping bag. dan cuma tidur 1,5 jam. ngak ambruk di jalan tuh broo? ahhh tapi pengalaman mantap lah

cho mengatakan...

meutia: ha, serius mut? oke, nnti kalo maen k situ, ga bakal lupa bawa sleeping bag.

rinz mengatakan...

bikin ragu-ragu maw nyobain naek gunung nihhh....

Zulfadhli's Family mengatakan...

Orang Indonesia kah hobi ama yang mistis2 Say. Kaga cuma di gunung, laut, hutan, apapun daerahnya pasti ada ajah cerita mistisnya.

Huehehe, camping ko kaga bawa sleeping bag seh? Itu barang wajib Say. Dulu ajah gw bela2in minjem ke temen, secara kalo beli mah kaga mampu hahahaha

AS Budiman mengatakan...

SB emang barang wajib setelah senter & P3K bagi para pendaki, setauku sih..

Anyway, ada yang lebih mistis lagi nggak ya ceritanya, hoho..

-Kharis A Arief mengatakan...

wah kangen abis dengan suasana ranu kumbolo, pengen bisa sampai puncak. but how? tak kuat kaki melangkah

Manan Al Malik mengatakan...

mengenai Tragedi Salep ane juga pernah pas camping temen ane tumbang di tengah kebun teh, kebetulan temen ane ada yg bawa salep urut... pas mau ane olesin, senior marahin ane. katanya klo kdinginan jgn pke salep mnding pke kayu putih aja, klo pke salep mlah mkin dingin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...