Minggu, 01 Mei 2011

Dari New Zealand Menuju Bromo

Apa yang terbayang di benak kalian kalau mendengar New Zealand?. Susu sapi ? Lord Of The Ring?. Kalo saya, yang ada di benak ketika mendengar New Zealand adalah padang rumput dan bukit-bukit hijau tempat penggembalaan ternak. Walaupun sebetulnya saya belom pernah ke sana, tetapi setidaknya itulah gambaran yang saya peroleh ketika lihat brosur-brosur, cerita perjalanan, atau foto di Internet. Nah, ternyata Indonesia juga punya yang seperti itu!. Mau tau?. Lihat ini dulu.

Seperti yang saya bilang kemarin, sepulang dari Ranu Pani kami berencana ke Bromo karena jaraknya cukup dekat. Masih bersama pak Mun dan Jeep kesayangannya, yang sudah dipunyainya selama 19 tahun, kami turun dari Ranu Pani menuju Bromo. Dan ternyata, perjalanan kami menuju Bromo melewati padang rumput yang sangaat luas yang dikelilingi oleh bukit. Tapi orang sekitar menyebutnya dengan gunung. Lihat tanda panah di dalam foto?. Yep, itu satu alternatif jalan yang bisa dilalui untuk menuju Bromo dari Ranu Pani. Kami lewat jalan itu, jadi bisa dibayangkan donk yaa kalo mata disejukkan dengan pemandangan luar biasa ciptaan Yang Maha Sempurna.

Nah, iseng-iseng nanya sama pak Mun ini namanya gunung apa aja. Dijawab oleh Pak Mun, rangkaian gunung ini ada banyak banget. Ada Gunung Kursi (karena bentuknya mirip kursi), Gunung Watangan, Gunung Ider-Ider, dan Gunung Jantur. Rangkaian gunung inilah yang membentuk tekstur geologis yang mirip di New Zealand, setidaknya menurut pendapat saya. Dibalik rangkaian gunung, baru dapat kita temukan Gunung Bromo dengan Gunung Batok disebelahnya.

Sayang, cuaca lumayan berkabut padahal siang hari dengan panas terik. Namun cuaca tidak menghalangi kami untuk melanjutkan perjalanan. Dari Ranu Pani, menuju Bromo dapat ditempuh selama satu jam. Masuk ke kawasan gunung-gunung, yang kata temen saya mirip gunung di teletubbies, perasaan hijau dan lega plus bonus udara segar bener-bener membuat bibir tak berhenti mengucap Subhanallah. Menjelang sampai ke Bromo, hijaunya pemandangan digantikan dengan gradasi pasir. Kita masuk ke kawasan segara wedhi. Daerah ini isinya memang isinya hanya pasir, dan luaas banget. Mirip di gurun Sahara *plaaak.. Nama segara wedhi berasal dari dua kata yang bermakna lautan dan pasir. Beruntung saat itu jalur kendaraan tercetak jelas, jadi kami bisa ngikutin. Soalnya, kalau pas erupsi besar, rute tersebut akan tertutup oleh pasir tebal dan nggak bakalan bisa dibedakan mana yang jalannya dan mana yang bukan. Kalo udah gitu, siap-siap aja lost in the middle of nowhere!


Sebetulnya, kawasan Bromo masih ditutup untuk umum mengingat aktivitas erupsinya yang terkadang masih membahayakan. Namun, karena kami nekat yaa akhirnya nyampe juga di sini. hehehe. Sepii banget, semua aktivitas perekonomian lumpuh. Saat sampai disana hanya terlihat beberapa orang yang membawa kuda sambil menanti harapan ada yang mau menaiki kudanya. Kuda-kuda inilah yang biasa mengantarkan pengunjung dari tempat parkir menuju ke tangga untuk mendaki melihat kawah Bromo. Dengan hanya membayar beberapa puluh ribu rupiah, diantar menuju ke tempat pendakian. Rate sekitar 50-75 ribu rupiah, tergantung pinter nawarnya atau nggak. Kesimpulan : Mahal!

Boro-boro kami mau make jasa kuda tunggangan, karena kenyataannya nggak ada yang berani deket-deket kesitu. Soalnya memang kawasan ini ditutup, dan jarak aman yaa pas diparkiran itu. Dari parkiran menuju Pura Luhur Poten sekitar 1 kilo, dan pura ini biasanya jadi pusat ketika upacara Kasada. Tau kaan upacara yang mempersembahkan sesaji, ternak, ke mulut kawah Bromo sebagai rasa ungkapan syukur masyarakat Tengger ke Sang Maha Pencipta?. Kalo nggak tahu tanya dukun abad 21 yah! a.k.a mbah Google.

Apa daya, akhirnya yaa cuman foto-foto aja di sekitar Bromo. Gunung batok di sebelahnya, dan bukit Pananjakan (tempat biasa para camper menanti sunrise) di belakang kami. Baru asyik-asyiknya foto, tiba-tiba nggak ada suara nggak ada tanda-tanda, tau-tau asap tebal membumbung ke atas. Gelap. Berdebu. Yup, Bromo meletus!.

Bukannya menyingkir eeh malah pede foto-foto di depan suasana letusan itu. Dan beberapa menit kemudian kami tersadar, eh itu meletus yah?.. Glodhak!, Pantas saja suasana yang tadi rame, tiba-tiba sepi. Kuda tunggangan dan pawangnya pun tiba-tiba ilang, ngacir entah kemana. Sedetik kemudian, kami dihujani pasir dan abu vulkanik. Basah, dan nempel di baju karena turunnya pasir dan abu itu lewat kabut asap dingin. Wuaaa... berebutan masuk ke mobil, dan beruntung saya duluan masuk di depan, jadi ketutupan. Maka, berhentilah petualangan kami!. Semuanya minta Pak Mun buat menyingkir jauh-jauh dari Bromo. Pulang!.

Ahaha.. gini nih, kalo nekat. Udah tau masih ditutup kawasan wisatanya karena berbahaya, tapi malah tetep masuk dan foto-foto. Tapi kapan lagi kan nemu momen Bromo meletus. Maybe this is once in a lifetime bo!.

85 komentar:

Lyliana Setianingsih mengatakan...

Memang Indonesia keindahannya nggak kalah dengan negara lain ya... Ini baru di pulau Jawa... di pulau2 lain keindahannya jg belum banyak ter-ekspos... Kayanya negeri ini :-D

ria haya mengatakan...

Wah emang banci foto ya...gunung meletus, tetep nggaya hahaha...

Bersyukurlah...bisa menikmati keindahan alam, yang mungkin ga semua org menikmatinya :)

Bunda Loving mengatakan...

Pagi gaphe....
wah...sejuknya ngelihat keindahan yg kamu berikan di pagi minggu ini.....
Allah Maha Pencipta....dan Maha segala2nya....semua keindahan di alam bumi ini, baik New Zealand ataupun Gunung Bromo dll yg ada di Indonesia ini....Dialah yg punya....dan kita sebagai umatnya lah yg harus menjaganya ...hingga tampak semakin indah...

Tiffa mengatakan...

Sy jg prnah ke sana, naik ke puncaknya dan naik kuda jg, tp fotonya hilang semua gara2 hp ga sengaja ke reset ulang. Huwa.... Naik kuda skrg brp ya dsna???jamanku dlu 10rb

Huda Tula mengatakan...

haha, kan jarang-jarang bisa ngeliat gunung meletus dari dekat. selamaat!

kalau mau ngeliat pemandangan stepa atau padang rumput kaya gitu, ke Sumbawa aja. Ada gunung Tambora juga....

Ardian Bumi mengatakan...

alhamdulillah ya mas, bisa ngeliat betapa besar kekuasaanNya.

Lagi, review yang detail. Walau sama sekali gak pernah expose tempat2 indah dinegri ini, tapi bisa sedikit nyegerin kalo baca blog mas gaphe nh.
Makasih mas

Noeel-Loebis mengatakan...

untungnya sampeyan masih idup... huahahaha.... kalo gak, ga bakalan baca apdetan blognya.... :D

John Terro mengatakan...

sebenarnya panorama Indonesia lebih bagus dari luar negeri, cuma saja pemeliharaannya dan antusias dari pemerintah kurang :P

Dwi mengatakan...

Ternyata di Indonesia ada New Zealand nya juga,,
asik nich bisa liat gunung meletus secara langsung..

warsito mengatakan...

wah mantab pemandangannya salam kenal brow


ditunggu follow baliknya amin....

srrriii mengatakan...

wahaha keren! nekat banget foto pas lagi meletus gitu. ahaha.
rawa pane... jadi inget novel 5cm. :")
itu gunung yg bentuknya kayak kursi ada fotonya nggak?

OPI mengatakan...

buset dah..gunungnya meletus masiiihh sempetnya motrat motret..
keren yak padang hijau, mirip yang di pelm Tuan Cincin..

narti mengatakan...

Gaphe, lebih baik ceritanya dikasih tgl berapa pas kejadian, jadi bingung bacanya nih :(

sda mengatakan...

kenapa kemarin gak ngajak2 kalau mau kesana Phe? :)

dee mengatakan...

subhanallah....alamnya bagus banget....sayang cuma bisa lihat di tv dan lewat photo. Photo2nya keren!!
kapan bisa kesana ya?

Elsa mengatakan...

Bromo memang luar biasa...top markotop.

sayangnya, menurutku fasilitasnya kurang sip. dari berpuluh puluh tahun yang lampau, hingga kini... belom ada perkembangan yang berarti. fasilitasnya itu itu aja...

kris mengatakan...

wah... indonesia memang keren.. tidak kalah dengan new zealand... :D
Salam kenal....

attayaya-mading mengatakan...

woooow.... dapat momen meletus...
suatu kajadian yg tak terlupakan tuh

entik mengatakan...

Gaphe nekat. Bromo meletus, msh sempat foto2. Tp emang pemandangan Bromo te o pe be ge te, top deh..

Rahman Raden mengatakan...

wisata new zeland meledak didunia setelah sukses the lord of the ring. kern tuh new zeland

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Indonesia..... i love u full.....:) wah dari semeru lanjut kebromo..........hebat banget gak capek mas gaphe.....hehehehe keren........seru banget......:)

Insanitis mengatakan...

Foto2nya indah y mas....semakin tegaskan bahwa Indonesia itu memikat :)
Selamat berakhir pekan, Sahabat...
Izin follow y

sichandra mengatakan...

saya aja belum pernah ke selandia baru dan bromo . ckckckck

deewahjoedi mengatakan...

apa ga bahaya tuh kalo debunya kehirup?

Djangan Pakies mengatakan...

enak ya jaman sekarang dari malang ke ranu pani dan dari ranu pani ke bromo ditempuh pake kendaan jeep. Pada hal dulu saya harus jalan kaki, jadi sangat terasa sekali keakraban alam bromo-tengger-semeru dalam setiap langkahnya

Celotehan mengatakan...

ternyata ga harus jauh2 ke New Zeland, Indonesia juga punya yg kaya New Zeland :D
ampun orang mah pada takut bromonya meletus, ni malah foto2 ahiihii...

monda mengatakan...

nekatnya.. udah tau dilarang, kok masih aja ya..., untung aja Bromo cuma berdehem doang

Ellious Grinsant mengatakan...

Hahahah... kukira naik kuda itu murah, ternyata mahal... 50 rebu...

abis dari bromo kemana lagi nih mas?

Rawins mengatakan...

terakhir kesana aku nekat bawa mobil sendiri
pake avanza lewat senduro baliknya lewat bromo
wealah sampe lautan pasir kesiangan
ngesot abis. hahah...
sesuk tuku jip sek ah pe...

Ami mengatakan...

Aku juga mau posting soal gunung Phe. Dia menyampaikan pesan buat aku. Imajinatif banget yah...

AuL Howler mengatakan...

AAAARGHHH...
Sebagai penyuka bencana alam (kek tornado, gempa, puting beliung, tsunami, hujan es) asli Aul iri banget ama bang yoga.

hehe. serius lho. Aul suka banget sama bencana alam. errr... eh, gejala alam deh tepatnya.
film2 fiksi ilmiah soal bncana alam tu Aul doyan bgt tuh.

pernah punya impian berfoto di depan tornado sungguhan.

tapi kayaknya keduluan, bg yoga udah foto sama gunung batuk.


sumpah iri banget.
grrrr....

Amy mengatakan...

Keindahan alam negri kita mmg patut diacungi jempol dah :D.

ais ariani mengatakan...

mas gaphe ihh mas gaphee.. udah tahu meletus masih asik-asikan foto di situ. ihhhh... mbok menyingkir gitu loh...
huhuhuhuhu
tapi fotonya keren kok
:)

Yudi Darmawan mengatakan...

andai saya udah ke bromo dan pasir berbisik lalu memuaskan dahaga foto-foto narsis saya disana,

kemungkinan saya gak akan tertarik ke new zealand mas, hehe..!

tuh foto yang banyak pasir lengket di kaca mobil mantep kalo dijadikan lay out blog (menurut saya)..

zasachi mengatakan...

gaphe jago banget, msh bisa senyum di saat bromo meletus heheh

Tp emang bener Pe, ada beberapa tempat/daerah di Indonesia yg punya kemiripan dgn daerah di luar negeri... :)

keren dunk, udah sampe ke New Zealand lokal hehehe

Asriani Amir mengatakan...

ckkckckckkckkckk.. Gila benerr..
Dah jepret kiri, jepret kanan baru nyadar klo meletus.
Sumpah, cuma bisa geleng2. :p

Aina mengatakan...

wuaaa,,,,, nekat banget.... padahal masih mbledos2 gitu.....
tapi gak rugi juga, malah dapet hasil jepretan yang ciamik

Azhia mengatakan...

seruuuuuuuuuuuuuu.....mau donk mas gaphe ikutan >.<. subhanallah. buat shooting pideo clip bisa tuh hahahaha tempat keren ternyata ada di indonesia.

Hariyanti Sukma mengatakan...

Ya ... ampun nekad banget ya .... bromo lagi batuk2 masih aja mejeng disana.

^^KoskakiUngu^^ mengatakan...

dari berbagai ciptaan Allah yang ada didunia ini, saya dapat menyimpulkan, Allah memang ROmantis...

ghost writer mengatakan...

ya apa kurangnya pergunungan di indonesia dengan di new zealand.lagi punya kesempatan melihat bromo meletus itu suatu pengalaman yang sangat bernilai bagi aku...

ternyata kamu sangat puas ya Phe.

ouh,baru sadar kalau kamu itu asyik makai sandal aja ke mana pun kamu pergi.hihi

cho mengatakan...

indonesia emang dangerously beautiful ya. so pasti yg berani dateng ya tipe2 kayak elo phe. gila aja. udah tahu itu gunung lagi aktif, masih disamperin juga. untung lo ga kenapa-napa. kalo ga, berkurang deh orang yg mau mbayarin gw makan. hahahah.

Lily Simangunsong mengatakan...

Indahnya negeri ku... *berharap suatu saat nanti gw juga bisa kesana* hehehe

Renaldy mengatakan...

Hakakakaka... Untunglah anda masih hidup... :D

joe mengatakan...

kalau mendengar nama gunung bromo jadi ingat tentang legenda roro anteng dan joko seger yang kemudian menjadi nama suku tengger

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, gunung kursi...kalo gunun g sofa ada gak ya

lidya mengatakan...

memangnya kawasan bromo ga ditutup ya?

Desy Noer mengatakan...

wuihh ngeri juga yaa, masih bisa berfoto di area letusan gunung. ini sich nantangin. ngeyel juga sich, masih ditutup, tetep masuk juga.

-Gek- mengatakan...

Pengen banget ke situuu, sembahyang di Pura Bromo, hmmm.. one day ah, biar anakku udah gede.. hehe.

Call me Batz mengatakan...

wah menyenangkan banget ya perjalanannya..memang indonesia masih banyak objek wisata yang tidak kalah menarik dengan luar negeri..cuma sayang jarang dipublikasikan..

Pendar Bintang mengatakan...

Semakin saya Baca,...saya semakin ngiler ke Bromo (Padahal gambar2nya udah taklewatin, tapi amsih aja kelihatan)

Arman mengatakan...

dulu kita dengan pedenya jalan kaki, gak naik kuda, dan naik sampe atas kawahnya. yang ada ngos2an... hahaha

ToM kuU mengatakan...

SUMPAH NEKAT!!!! JUARA DEH!!!

HAHAHAHA..... seru banget bang!!! pasti deg-degan juga tuh!!! hahahaha....

pengalaman seumur hidup beneran itu sih... untuk gak meletuk DHUAARR DHUARRRR~~~~ ahhahaha

amit amit "tok tok tok" (ngetokin meja)

R. Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Saya suka sajian yang ditampilkan ini, penuh dengan pemandangan yang bernuansa alam pegunungan.

Hal ini mengingatkan disaat saya berkunjung ke daerah yang sama.

Sukses selalu

Salam

Ejawantah's Blog

Rubiyant|Photo mengatakan...

Jalan-jalan terus mas .....

IbuDini mengatakan...

Mungkin itu yang sreing di katakan...indonesia itu kaya akan banyak hal yang banyak kita tidak mengetahuinya dengan jelas...

Salah satu telah terbukti nich...bener2 cantik, Gaphe melihatnya dengan nyata.

Inda Bunda Farrel mengatakan...

Pengalaman asyik sekaligus bikin jantung dagdugdar. hihi..
Indonesia memang kaya akan keindahan alam, cuman kurang dimanfaatkan oleh pemerintah. Dianggurin gitu aja.. hmmn..

Eh mas,idem. Kalo ngebayangin NZ aku jg lgs ngebayangin rumut hijau dengan ternaknya, pluuus pemerah susu2nya.. :)

dey mengatakan...

Foto2nya itu lho, selalu bikin iri ..

Nekad bener sih, gunung meletus disamperin ... Tp jadi punya kenangan yg kayaknya gak bakal terulang ya .. :D

bundadontworry mengatakan...

selamat pagi, Gaphe
bromo indah sekali ya Phe, lihat foto2 disini juga baca pengalamanmu, tambah2 pingin kesana , kapan ya?
mudah2an kalau ada rezeki, bunda bisa ke Bromo dgn keluarga, doakan ya Phe :)
salam

Mas Odjie mengatakan...

saya pernah ke bromo... hmmm kebanggaan negeri kita memang perlu terus kita promosikan... mantabs bro

TUKANG CoLoNG mengatakan...

udah mirip survival aje. wkwkw

tito Heyziputra mengatakan...

ngiiiiriiii...
ngerasain sensasi, ngendarain jeep di Bromo, kayak iklan Djarum,,, Hhaha

affie9 mengatakan...

aseeekk... nekat-nekatan kayak gitu...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

emang bener2 narsis ya...masih aja foto2 di sana. hehee

moenas mengatakan...

sudah lama tak ketempat ini, apa kabar brow?.. ajak2 donksssss

Bayu Hidayat mengatakan...

sumpah parah lu broooo. gile masi poto poto. ahhhh kalo gw dak terbirit birit. kagak bisa senyum lagi di foto. ini kayak nya seneng banget ketemu gunung meletus. wahhh.

eh pawang nya malah lari. parahh

hilsya mengatakan...

pengalaman seru namanya..
once in a life time juga ga rugi
untung ga kenapa-kenapa

Nia mengatakan...

Dasar Gaphe...udah tau gunungnya meletus malah foto2...tapi emang keren sech...kapan lagi dapat moment yg seperti ini yachh......

Kakaakin mengatakan...

Subahanallah...
Indah2 banget pemandangannya...
Gapheeee... lain kali jangan menantang maut lagi ya...
Kasihan kan kalo kamu ntar tinggal nama doang...huhu...

YeN mengatakan...

untung ga telat banget nyadarnya..

tapi kok malah pengen ikutan ya..hehe

yani mengatakan...

fotonya keren !!!

perjalanan yang menantang maut ceritanya ya mas?
hehehe

Fiction's World mengatakan...

waw ... keren banget Bang Gaphe :O
itu jalannya keren banget
gempa gitu gg tuh pas meletusnya ?
manteplahh d(>_<)b

Claude C Kenni mengatakan...

Waaahhhh...Bromo. Keren banget. Someday gua juga pengen ke sana. Jadi ngiler liat foto2nya mas Gaphe =)

ciptanirmala mengatakan...

wehehhee... *jangan lupakan bali juga loh!, he... oya, lagi baas tentang j-fest di bali nih, komen yax! sankyuu...

W i e d e s i g n a r c h mengatakan...

iiiihhhhh
asihk banget jurnalnya....
aku suka bacanya...
wahh,, aku sedih juga
sampai sekarang belum berangkat ke bromo ^_^

Orin mengatakan...

Alhamdulillah udah pernah ke sana sebelum meletus. Baguuuuuss banget lhooo *pamer

r10 mengatakan...

bagaimana sih phe.. kalau meletus dasyhat ga akan ada update blog Gaphe bercerita dong :(

bundamahes mengatakan...

huhuhu.. baru dua kali kesana...
pengen lagiiiiii!
padahal cuma 1 jam dari rumah ortu :(

tiwi mengatakan...

ya ampunnn untung msh selamat, jd bs ngeblog lg...wkwkwk, kamu jg sih Phe, lawong msh ditutup kok ya nekad...weleh2...

dv mengatakan...

hohoho untung sebelum erupsi aku uda sempet kesana :D

tarif kuda 75rb itu kalo dari pura ke bawah anak tangga, kalo dari parkiran bisa kena 150rb..emang bener hrs pinter nawar dan pancing untuk jalan sampe pura, hehehe


*btw maap baru mampir lagi nih :D

Meutia Halida Khairani mengatakan...

subhanallah pheeee.. indahhhhhhhhhh!!!
tapi saya nggak akan berani naek gunung yg erupsinya tinggi. haduh, nggak akan nekad, langsung lemes lutut ini rasanya :(

Asop mengatakan...

Duuuuuh, saya belom pernah ke Bromo niiih.... :(

Desri mengatakan...

selalu dengan pict-yang indah....
bukannya khawatir atau apah gitu yah...aku malah ketawa ketiwi mbaca Gaphe futu-futu saat bromo erupsi. apalagi lihat futu narsis Gaphe dengan latar debu bromo...hihihi...

Meutia Halida Khairani mengatakan...

ternyata saya sudah komentar disini.. oke tercatat sebagai peserta

zone mengatakan...

hmmmm nekat jg ni mas gaphe orangnya....
pernah jd anak mapala kah....??
soalnya temanku yg nekat dia anak mapala....
mahasiswa pencinta alam.....
:P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...