Minggu, 19 Juni 2011

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park

Udah pernah pada tahu donk ya, tentang rencana pembangunan monumen Garuda Wisnu Kencana (yang selanjutnya disingkat GWK) di Bali?. Monumen ini direncanakan dibangun udah sejak lama, tapi sampai kini belom jadi-jadi. Biasa laah, terkendala masalah dana. Kebetulan, hari terakhir saya di Bali dihabiskan buat mengunjungi GWK Cultural Park yang berlokasi di Kabupaten Badung, Bali Selatan. Setelah sebelumnya, saya mengajak temen-temen buat kesini eh ternyata hanya 2 orang aja yang mau, yang lain pada milih belanja ke Joger atau ke Krisna (lagi).

Sebenernya, saya sudah pernah ke GWK ketika saya SMA dulu. Tapi dulu nggak puas, secara ikut travel agent dan hanya diberi waktu sebentar untuk keliling-keliling. Padahal, Area GWK tuh lumayan luas loh. Makanya selesai konferensi, yang kebetulan ada jeda waktu sebelum akhirnya flight pulang ke Surabaya, saya nyoba ngajakin temen buat melancong ke GWK. Tapi, ketika saya ngajak temen pada nggak mau alasannya sih area ini susah dicapai dan susah dapet taksinya. Takut nggak bisa pulang katanya. Tapi, akhirnya ada juga yang berhasil saya pengaruhi buat ikutan kesana barengan. hohoho.

Dengan diantar oleh satu temen kantor yang emang ngantornya di Bali, ber enam akhirnya berangkat ke GWK. Lewat kampusnya Svkrawan Madi, di Universitas Udayana. Lewat Rusunnya juga, tapi nggak sempet mampir (termasuk SMS) karena jalannya ngebut plus belum tentu Svkra bisa ketemuan.. kan lagi sibuk seminar sama skripsi to?. *halah*

Nyampe disana, sebelum masuk GWK beli tiket dulu di luar sekalian bayar parkir. Takut nggak masuk tapi disuruh bayar, dua temen saya yang nggak niat ke GWK akhirnya turun di jalan ntar dijemput lagi. Padahal sampe parkiran doank mah nggak bayar euy, mereka aja yang udah takut duluan. Yup, tiga tiket pun kami tebus dengan masing-masing seharga 25.000 rupiah plus parkir 5000 permobil. Mahal juga yah, tapi masih beruntung karena itu cuman separuh harga turis manca. Nyampe parkiran, saya di drop sama temen saya sekaligus bawa koper segede gambreng. Niatnya sih dititipin di loker atau tempat penitipan barang. Eh ternyata disana nggak ada. Jadilah, dari parkiran menuju ke pintu masuk kita menyeret koper dengan dihujani tatapan mata sengak seolah berkata "Mas, bawa bekal buat jaga malem ya?". Beruntung, ada information centre, sebuah joglo berukuran 2x2 meter di depan pintu masuk. Disitu ada mbak-mbak cantik berkucir berlogat khas Bali yang menolong kami. Terbebaslah sudah dari derita seret koper sampe ke dalem.

Tiket mahal-mahal buat disobek. Wealaah, Indonesiaa.. Indonesiaa...

Tiket yang isinya barcode doank itu disentuhkan buat ngebuka palang buat masuk. Nyampe didalem, langsung deh menuju ke areal cicilan GWK. Kenapa saya sebut cicilan, karena cuman sepotong-sepotong. Patung Wisnu, cuman badan ke atas doank. Trus patung Garuda, cuman kepalanya doank. Tangan juga cuman lengan doank. Dan ternyata, potongan-potongan ini ada di area tertentu yang dinamakan sesuai dengan tempat potongan berada.

Plaza Wisnu
Area ini merupakan tempat dimana patung setengah badan Wisnu berada. Potongan patung dari udel ke kepala diletakkan diatas tatakan saji siap untuk dinikmati *plaak*. Emang bener loh, itu tatakan sajinya ada air mancurnya. Honestly, bukan air mancur sih secara airnya cuman mengalir gitu aja. CMIIW, Plaza wisnu ini adalah titik tertinggi di GWK yang berada pada ketinggian 263 meter diatas permukaan laut. Dari Plaza Wisnu, kita bisa melihat panorama Bali dan Pantainya. Bisa keliatan bandara Ngurah Rai, Pantai Kuta juga dari atas sini. Ada satu bagian penting juga di Plaza Wisnu yaitu parahyangan somaka giri. Nggak tau maksudnya apaan, tapi oleh orang-orang sekitar tempat ini dikeramatkan dan dianggap suci karena ada hubungannya dengan sumur yang tak pernah kering meskipun musim kemarau. Padahal sumur ini letaknya di ketinggian, dan semuanya bukit kapur loh!. Susah ngebayanginnya, liat aja fotonya ya.

Potongan badan udel ke atas Wisnu diatas tatakan, siap dinikmati.. *ditonton maksudnya

parahyangan somaka giri, katanya air disini berkhasiat menyembuhkan

Lotus Pond
Bagian ini yang paling saya suka. Ini adalah areal terbuka, dengan luas 4000 meter persegi yang mampu memuat hingga 7000 orang. Disini, kita seakan berada ditengah-tengah kotak kapur yang ketika melihat kiri kanan depan belakang semuanya tebing kapur. Yang menjadi center of attentionnya adalah patung kepala Garuda di ujung sedang menengok ke arah kanan. Sebenernya, area terbuka ini dimanfaatkan oleh banyak pihak buat bikin atraksi rekreatif. Contohnya ATV, Segway (tau segway kan?. Semacam otopet beroda besar, yang naikinnya tinggal dorong tuasnya), dan flying fox. Nama Lotus sendiri diambilkan dari simbol teratai yang dipegang oleh Wisnu pada bentuk patung utuh GWK. Lotus, atau teratai melambangkan keindahan, kemakmuran, dan kesuburan. Meskipun lotus hidup di air kotor, tetapi bunganya tetap indah.

ini potongan kepala Garuda, centre point di Lotus Pond


Bingung juga, lapangan segede gini koq dinamain lotus pond?. Ternyata pond-nya ada disebelah.

Tirta Agung
Sebenernya nggak perlu masuk ke area GWK karena Tirta Agung ini terletak diluar parkiran. Merupakan areal terbuka sebagai tempat mengadakan konser kelas menengah, dengan satu penanda disitu adalah potongan tangan Wisnu. Kata supir taksi yang nganterin kita pulang, kalo konser dari produk rokok misalnya, seringnya make buat jejingkrakan di Tirta Agung. Lebih murah sewanya. *halah*



Street Theatre
Merupakan jalanan yang menghubungkan antara pintu masuk menuju ke Plaza Wisnu atau Lotus Pond. Jadi, kalo masuk atau mau keluar pasti lewat sini. Disini banyak banget yang jualan souvenir khas GWK entah kaos, gantungan kunci, patung dan segala macamnya. Ada juga tukang jual makanan, minuman, eskrim. Di street theatre ini juga bisa ditemukan berbagai macam atraksi gratis. Kadang, kalo beruntung bisa menyaksikan pertunjukan barongsai, tari bali atau semacamnya. Ada jadwal harian sebenernya bisa diliat di information centre. Termasuk, nonton tari kecak gratisan di amphiteatre *yang pada waktu itu kami lewatkan karena bertepatan dengan flight. Beruntung, ada ogoh-ogoh yang bisa diajakin buat foto bareng.

Selain yang saya sebut diatas, masih ada lagi tempat di GWK yaitu Indraloka Garden. Sebuah lapangan atau kalo boleh saya sebut meeting point, yang biasanya dipakai untuk dinner party, barbecue, atau acara skala kecil dan ekslusif.

Oh ya, ada yang tahu nggak cerita di balik Garuda Wisnu Kencana ini?. Sebenernya ceritanya panjang, diambil dari kitab Mahabharata. Bahkan, kisah mengapa Garuda menjadi tunggangan Wisnu hanyalah secuil kisah dari bab pertama kitab Mahabharata yaitu Adiparwa. Oke, sebenernya kalo saya ceritakan secara mendetail, mungkin pembaca hanya akan tenggelam oleh nama-nama tokoh atau babak yang kesemuanya dalam bahasa sansekerta, yang pada akhirnya nggak ngerti ceritanya apaan. Tapi, let me make it simple. Jadi, Garuda ini memiliki Ibu yang bernama Winata, yang diperbudak oleh Kadru karena kalah taruhan menebak ekor kuda Uccaihsrawa. Garuda ingin membebaskan ibunya dari perbudakan Kadru dan anak-anak Kadru yang berujud naga sejumlah 1000 ekor. Syarat yang diajukan oleh naga-naga Kadru adalah, Garuda harus membawa tirta amerta (tirta = air, amerta =keabadian, kehidupan yang kekal) ke hadapan mereka. Singkat cerita, Garuda terbang ke tempat Dewa-Dewa untuk meminta tirta amerta, dan Dewa memberikannya asal syaratnya harus dipenuhi. Garuda harus menjadi tunggangan Dewa Wisnu. Maka, demi menolong ibunya, Garuda bersedia. Nah, siapa itu Winata, siapa itu Kadru, apa itu kuda uccaihsrawa, bagaimana perjalanan selengkapnya Garuda mendapat Tirta Amerta untuk membebaskan ibunya?. Semua kisah itu bisa dibaca di kitab Mahabharata bab Adiparwa disini.

Akhir cerita, Garuda menjadi tunggangan Wisnu yang merupakan inspirasi dari monumen GWK ini

Well, memang selalu menyenangkan mendengar cerita-cerita epik masa lalu. Tapi yang pasti, sore itu beranjak dan kami harus meninggalkan Bali. Ternyata kekhawatiran kami sebelumnya terbukti, memang susah memperoleh taksi disini karena umumnya pengunjung datang membawa kendaraan pribadi atau ikut travel agent. Mana kondisi di perbukitan itu nggak ada sinyal di telepon saya lagi. Sigh, beruntung kami make provider yang beda-beda jadi ada satu temen yang dapet sinyal meski cuman dua strip. Dari situ nelepon taksi, dan nunggu cukup lama akhirnya kemudian taksi itu dateng. Sambil menunggu, eh ada temen saya yang ngebuka oleh-oleh yang dikasih sama salah satu klien di Bali berupa... tadaaaaa.....


Ah, enaknya kalo punya kenalan banyak.

PS : Dengan berakhirnya kisah perjalanan saya di Bali, berakhir pula Giveaway bertajuk From Bali With Giveaway hari ini. Jam 12.00 siang ini akan saya tutup untuk selanjutnya dilakukan pengundian. Pengumuman tanggal 21 Juni 2011, malem hari yak! so stay tune. Secara resmi, banner From Bali with Giveaway akan saya copot nanti sore kalau-kalau ada yang udah posting tapi belom daftar. Buat yang udah ikutan, terima kasih banyak. Buat yang belum saya kunjungi, mohon maaf karena ada beberapa kotak komentar yang nggak bisa keluar, ada juga yang eror melulu ketika saya kudu mengisi captcha. Intinya, setiap link yang masuk sudah aman ikut dalam pengundian.


59 komentar:

Nurul Imam mengatakan...

Waduh kok mau masuk aja tiketnya kayaknya ribet bener dah...

Brigadir Kopi mengatakan...

pagi pagi minggu suntuk gini lihat postingan mas gaphe serasa liburan hwwhhahaha padahal ngarep bisa ke sana juga ... Pie susunya bikin ngiler mas

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

Phe, emang kalau di luar negeri kupon tiketnya nggak disobek ya?

ahhhhh, jangan ditutup dulu, aku mau ikutan. sapa tau kali ini ketiban rezeqi >.<

Inda Bunda Farrel mengatakan...

Jalan-jalan mas gaphe yg selalu mengasyikkan. Mau dunk pie susuny... :)

Ardian Bumi mengatakan...

waduh...

Asal Jangan tembok gedungnya aja yang sepotong..gkgk.

Djangan Pakies mengatakan...

saya malah belum pernah ke sana Kang.
Pie susu asli ?
yang asli apanya?

Siti Nurul Falah mengatakan...

di Bali ada ondel-oned juga ya? ;p hehehehe

Yudi Darmawan mengatakan...

gak kebayang mas, kalo patung setengah badannya wisnu itu full body, mungkin ngalahin liberty kali yak..

satu lagi, itu fotonya ogoh-ogohnya yang mana, mas yoga nya yang mana? hehe..

Audrey R. Subrata mengatakan...

Seru amat si bang Gaphe di Bali, jadi pengen ke GWK *mupeng*

tiwi mengatakan...

hmmm terakhir ak ke situ nonton pagelaran seninya tari kecak gitu deh sekitar jam 5an sore ama anak2 n misua...^_^, pengen ke bali lg nee ^_^

Ami mengatakan...

Aku pernah baca Mahabharata. Tau gak, abis nyindir kamu nulis translater di blognya Yenny, eh ada yang bisikin translator. Sampe buka kamus. Soal GWK, aku pernah ngobrolin juga sama temen indigo, kisah Mahabharata di jaman dulu. Memang banyak misteri...

John Terro mengatakan...

woh ... memang sih besar banget dananya :P

Lyliana Thia mengatakan...

wah bagus yah.... yg Lotus Pond aku kirain ada danau besar yg berisi tumbuhan Lotus...

Pie Susu itu... aku jg pernah nyobain dikasih orang,... waaa enak bangeeet... :-D

sda mengatakan...

cerita seri di Bali selesai, padahal orangnya mah udah kemana...

narti mengatakan...

itu bawa koper krn langsung ke airport?
soal makanan halal di Bali ada artikelnya belum ya? coz banyak yg kelewat, cepet banget update :)

I-one mengatakan...

aduh,phe..kapan i-one bisa kesana...

ammie mengatakan...

hm..kapan y aku bsa k bali,,hihihihihi...

Mama Calvin mengatakan...

Tiketnya ga bisa dijadiin koleksi ya Pe :)

Mama Calvin mengatakan...

Tiketnya ga bisa dijadiin koleksi ya Pe :)

Fairysha mengatakan...

walaaah, gaphe kok gandengannya sama ogoh2 yang cowok????? :D :D
*kabooorrrrr

niee mengatakan...

wew, panjang yak postingan tentang balinya Phe, jadi pingin postingan begini panjang kalau jalan2. Biasanya aku cuma buat 1 postingan selesai, coz udah gak ngerti mau nulis apaan >.<

riestabacil mengatakan...

itu tiket yg disobek diselotip lagi aja,,,trus dilaminating....hehehehehe

cho mengatakan...

waks, belum jadi?? jgn2 yg bikin udah ngga mood, trus dibiarin kayak gitu aja. dipikirnya udah bagus.

ogoh2 ternyata mirip ondel2 y. *pertama kali liat ogoh2* hehe
btw, ogoh2 yg cewek kok ga digandeng juga? bukan muhrim y? ;)

Aina mengatakan...

jieh, yang itu telunjuk tangan patungnya tingginya sama ama tinggi badanmu yo....gede amat gitu....
ohya Phe, ada tag, kalo berkenan kerjain ya...trims http://iin-aina.blogspot.com/2011/06/10-aina-undercover.html

fonega mengatakan...

sekarang udah beda, dulu waktu kesana 3 tahun lalu buat tour ga pake karcis karcisan, tapi kemarin waktu tour udah pake karcis karcisan. taun kemari januari juga belum tuh pake karcis karcisan :)

Dwi mengatakan...

Keren bisa ke monumen kepala Garuda eh monumen GWK, pastinya banyak hal-hal yang bikin terkesan.. :D

TUKANG CoLoNG mengatakan...

sayang banget pembangunannya ga dirampungin. seandainya saya berduit yaaaa

ria haya mengatakan...

aq suka ma lotus pond-nya....luaaasss and ada bukit2nya itu kykx bagus buat poto2 :)
aq kesana klo dah rampung aja ah...GWKnya ^^

Sofyan mengatakan...

apa yang bikin aq tertrikkk,,foto²nya tuh menarik banget,,apalgi Lotus Poundnya bagus banget tuh buat background

Kamal Hayat mengatakan...

Dana pembagunannya di korupsi pa, kok gak jadi-jadi hehe

tito Heyziputra mengatakan...

Kapan ya patung GWk mw diselesaiin,, jadi utuh jadi satu patung gede, katanya bisa ngalahin patung liberty,, hhe

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

wow gede2 banget patungnya @___@ liat patung aja bayar 25rb lumayan jg ya hehe
btw koq kamu berani si phe foto bareng ogoh2, aku liatnya aja udah merinding :P

Fiction's World mengatakan...

weksss mahal amir ya tiketnya :O
itu Wisnu yang ditatakan kasihan badannya doyong kedepan bisa-bisa sakit punggung dia *ngayal hhahha*

tiffa mengatakan...

Saya rasa itu bkn ogoh2, Phe tp sprti ogoh2. Krn ogoh2 didlmnya tdk ada manusia tp digiring manusia, biasanya dibuat 1 bln sblm Nyepi lalu dibakar ogoh2nya, kadang 1 ogoh2 biayanya bs ampe 10jt tp itu hrs dibakar krn klo ga slh inget ogoh2 itu sprti perwujudan setan.

Nyach MMS mengatakan...

dari awal sampai akhir saya ikuti postingan Gaphe, serasa ikut ke GWK Bali

Putrie mengatakan...

Beuh, ini tempat yang eksotos and Putri nidem idemin dari dulu,
apa daya, Mas Gaphe duluan yang mampir,
:D

pie susu nya tuh, bikin ngiler aku.
:D

Riska mbem mengatakan...

Ternyata patung setengah badannya dari taon 2007 ampe skrg masih blom di lanjutin.. aku juga pernah kesono loh. *pamer! pamer!*

CBI mengatakan...

mas GWK emang sangat bagus dan panoramanya sangat unik dan langkah.. saya masih teringat ketika masih menjadi pelajar, dan untuk pertama dan terkhir kalinya. kapan ya bisa ke sana lagi..

Ellious Grinsant mengatakan...

hahahha, kakak saya tinggal di bali, jadi kalo liburan tuh orang-orang pada pergi ke bali, dia malah pergi ke jakarta, hahaha...

choirul mengatakan...

wow.... pengen banget kesana, apalagi di lotus pond nya itu..... luas banet buat lari-lari mantap tuh

kenia huwada mengatakan...

kayaknya kalo bawa anak kecil kesana seneng banget ya,...bisa lari2 sepuasnya terus main petak umpet di balik patung,...pfuiiiiih...psti melelahkan..:)

pututik mengatakan...

beberapa kali ke bali belum pernah ke GWK, ternyata kok ya guedhe banget ya

Tri Setyo Wijanarko mengatakan...

dari pertama kali ke GWK tahun 2006 kemudian dateng lagi bulan juni 2010 dan yang terakhir dateng bulan november 2010, kondisinya sama aja. nggak ada perubahan sama sekali.... katanya dananya seret jadi belum dilanjutin lagi..


sebenernya rugi juga loh kalo dateng ke GWK yang tiketnya 25.000 itu tapi nggak ikut nonton tari kecak yang diadakan setiap sore jam 5. jadi sebaiknya kalo mau ke GWK mending agak sore-sorean aja sekitar jam 3 atau 4 nanti sekalian liat tari kecaknya..

Bang Pendi mengatakan...

memang disayangkan, GWK itu ga jadi2 sampe sekarang. tpi saya salut akan perjuangan I Nyoman Nuarta sebagai penggagas/pemahatnya. dari berita yg saya dengar, beliau telah membuat daerah yang dulunya gersang berkapur, kini jadi lebih baik...

Tarry KittyHolic mengatakan...

Infonya tak amankan, buat persiapan hanymun ntar bulan desember. Biar ga bingung nyampe kesana mau ngapain
\xixixiixixixi

@nonaedda mengatakan...

sumpah,, jd makin ngebet pengen ke Bali,,hiksss :(

ghost writer mengatakan...

masih kuat barangkali kepercayaan sama kisah watak hidu di bali...ia jadi satu mitos yang menghidupkan lagenda bali..

Rifka Nida Novalia mengatakan...

hiks.........aku ga nyampe sana waktu ke bali.

Huda Tula mengatakan...

wiih, kalau yang ini saya beneran ngiler pengen liat. saya jadi tahu taman ini cuman pas baca biogrphy singkatnya si nyoman nuarta. belum lihat langsung...

sayang banget emang, pembangunannya kepentok dana.

IbuDini mengatakan...

Cerita yang lengkap dan perjalanan yang menyenangkan.

Mia Herminingtyas mengatakan...

senangnya andaikan bisa kayak sampeyan mas..*malu malu aku malu* kalo aku cuma keliling kota aja kalo sampeyan keliling indonesia bahkan luar negeri,uuhhhh pengen!!

the others... mengatakan...

kirain tadi yg baju putih itu patung juga... soalnya banyak bener sih hahaha

mely mengatakan...

GOOD infonya my friend,
visit me too...
http://dollardarineobuxcomtanpareferal.blogspot.com
http://dollardarineobuxcomtanpareferal.blogspot.com

KoskakiUngu mengatakan...

komen ah, walopun telat.. :p
dih,saya koq takut ma barongsai ya? mungkin karena giginya ginsu *eh? mngulang kata gigi*

nice inpo,saya kayak lagi baca majalah awesome travel (saingannya majalah times) :D

Nia mengatakan...

Phe, ogoh ogohnya ngga dibawa pulang ehehhe......anakku pasti pada nangis tuh kalo liat ogoh-ogoh...wong liat ondel2 aja pada ngumpet hihihih.....

asyik yach jalan2 ke Balinya...jadi pengen.....

nita mengatakan...

sluurp pie susune mesti enak kui mas :) he'em seru kalo denger crt/dongeng spt gwk ini.

Mama kinan mengatakan...

GWK, sering lihat dan dengar...tapi belom pernah kesana, thanks for sharing GWKnya phe berguna dan bisa jadi referensi kalo pas ke BALI
nice travel story...:) jadi mupeng banget pingin kesana bersama keluarga nieh phe..

daily soccer news mengatakan...

good job sob... lannjjuttkaannn

ucie mengatakan...

tks infonya ntar sore otw kesana ...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...