Selasa, 20 Desember 2011

Last Day In Kuala Lumpur


Chapter 16

Terlambat satu jam dari jadwal, akhirnya bus Transnasional membawa saya melintasi jembatan Penang menyeberang selat Melaka untuk selanjutnya menuju ke Kuala Lumpur. Badan saya pegal-pegal dan kaki saya bengkak. Setelah tragedi kaki berdarah gara-gara kuku kaki terlepas ketika jalan di Queensbay, saatnya punggung kaki kanan saya yang bengkak karena keseleo. Sempat saya urut sejenak, namun tidak mereda. Sakitnya benar-benar terasa ketika jari-jari kaki kanan ditekuk ke belakang.



Dalam kondisi itu saya rindu rumah. Dulu ketika saya keseleo, bunda saya selalu membawa saya ke tempat urut langganan keluarga. Namanya mbah Sarto. Namun sekarang Mbah Sarto sudah tiada.

Saya kesampingkan perasaan rindu rumah itu dengan meringkuk di kursi bus yang melaju kencang. Beruntung, kali ini bus sepi penumpang. Hanya beberapa kursi saja yang terisi, sehingga saya bisa dengan bebas meletakkan kaki di kursi sebelah. Dinginnya AC benar-benar terasa menusuk tulang, mau tidak mau saya mengeluarkan handuk untuk membalut telapak kaki saya.

Tepat subuh, akhirnya bus mendarat di terminal Pudu Sentral. Terminal ini dulunya dikenal dengan terminal Puduraya, tapi berubah menjadi Pudu Sentral mengingat renovasi besar-besaran yang dilakukan semenjak tahun lalu. Sekarang terminal ini menjadi terminal terpadu, mewah, bersih dan berkelas. Saya menyempatkan diri untuk shalat subuh di lantai 4 terminal ini. 



Saya pikir, di terminal yang serba mewah ini memiliki kamar mandi bershower setidaknya seperti di Terminal Sungai Nibong – Penang. Namun setelah saya cari-cari di beberapa restroom, saya tidak menemukannya. Saya terpaksa menunda keinginan untuk membersihkan diri. Meski dengan badan yang lengket oleh sisa keringat yang mengering, saya melanjutkan perjalanan berjalan kaki saya ke arah utara menuju stasiun LRT Mesjid Jamek. Ada yang berbeda di stasiun ini dibanding dengan beberapa bulan yang lalu ketika saya ke Kuala Lumpur. Sekarang stasiunnya menjadi lebih luas, dan tiket LRT yang dibeli di mesin otomatis sekarang berupa token atau koin plastik berisi chip.



KLCC adalah tujuan saya selanjutnya. Saya tidak tahu harus kemana lagi di Kuala Lumpur ini, karena memang saya tidak merencanakan untuk pergi kemana-mana. Hanya sekedar transit menunggu siang untuk kembali ke LCCT sesaat sebelum akhirnya terbang kembali pulang. Awalnya saya merencanakan ke Putrajaya. Saya belum pernah kesana. Bahkan saya sudah memiliki alternatif pilihan transportasi dari Kuala Lumpur menuju ke Putrajaya, namun mengingat kaki saya yang masih bengkak dan badan saya yang sepertinya tidak mau berkompromi, maka saya urungkan niat saya.

Sesampainya di KLCC, ternyata tempat turun LRT berbeda dengan dulu. Dipindah beberapa blok dari KLCC. Jika dulu naik ke atas langsung berada tepat di bawah Petronas Tower, maka sekarang naik ke atas dan jalan menyeberang sekitar 300 meteran dulu baru dapat Petronas Tower-nya. Ini pertama kalinya saya menemukan Petronas Tower yang terpotong. Kabut menutupi separuh badan menara, sehingga menara kembar ini terlihat seperti menembus awan. Cahaya matahari pun belum sepenuhnya muncul, dan suasana masih dingin. Saya melihat hanya beberapa turis saja yang menyempatkan diri mengambil gambar. Sambil mendengarkan radio siaran Malaysia, saya duduk berselonjor di depan air mancur. Menikmati suasana pagi.



Pukul delapan, saya beranjak ke taman KLCC di belakang Suria KLCC. Saya melihat beberapa aktivitas di taman ini. Karena hari ini adalah national holiday, maka taman di belakang KLCC ini penuh dengan orang-orang yang berolahraga. Taman ini sejuk, hijau, terawat dan tertata rapi. Ada satu paviliun yang menarik saya karena ada keran air yang mengalir dan bisa diminum langsung dari situ. Saya mencoba minum dari keran ini, dingin dan segar!.



Beranjak siang, dan matahari mulai menyengat, saya beranjak dari tempat duduk saya menuju ke Bukit Nanas, tempat satu stasiun monorail berada. Selanjutnya saya mengambil jalur menuju bukit bintang, untuk membeli beberapa oleh-oleh. Pilihan jatuh di Mal Sungei Wang. Disinilah saya membeli beberapa jajanan, coklat, permen, dan biskuit untuk menyumpal mulut teman-teman sekantor nanti sepulang saya ke Surabaya. Kadang mereka suka protes jika ada yang bepergian tanpa oleh-oleh. Dan setelah berkutat dengan jenis oleh-oleh versus isi dompet, maka saya keluar mall ini dengan satu tambahan tas Barnes & Noble berisi penuh oleh-oleh.

Tujuan saya selanjutnya adalah KL sentral. Dari sini saya mengambil bus ke LCCT untuk pulang siang ini menuju ke Surabaya.

Lima hari empat malam di Melaka, Penang dan Kuala Lumpur. Total perjalanan saya hanya menghabiskan 1,3 juta rupiah saja. Itu sudah termasuk akomodasi 2 hari, tiket bus, oleh-oleh, makan, tiket masuk wisata, termasuk airport tax di Surabaya dan KL.

Murah memang, tetapi hal yang saya peroleh ratusan kali lipat lebih berharga daripada itu. Pengalaman menjelajah negeri orang sendirian untuk pertama kalinya, bertemu orang-orang yang akhirnya menjadi teman, pengalaman dirampok, merasakan cinta, dan yang tak kalah penting dari semuanya : menemukan sesuatu.

Its not about the destination, its about the Journey.

23 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah murah banget ya. 1,3 juta. hiks..tapi pake kuku berdarah. duh duh. hehhee..

Brigadirkopi mengatakan...

assalamu'alaikum mas gaphe ^^ gimana kabarnya ^^ berasa jalan -jalan saya kalo mampir ke blog ini ...

Cyaam mengatakan...

Ini masih ada satu chapter lagi kan? Bwat penutup... serasa gantung bgt closingnya phe kl digabung gini *menerka-nerka*

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

ya ampun sampe berdarah gitu ya kakinya. memang ga tau ya tujuan disana sampe bingung gitu :)

Bonit Notz mengatakan...

waaahhhh... lama ga mampir kesini makin menjadi2 z neh juragan jalan2... p kbr kang??? jgn lp oleh2 yaaaa... :D

tiffa mengatakan...

tips buat yg liburan yg jngn ampe lupa adlh bbrp obat penting.

Wah, bsk launching e-booknya nich yeeee #shake hands :)

Rawins mengatakan...

berdarah darah tapi kan puas om...
kapan kapan aku dijak yo..

zone mengatakan...

biasanya yg sampai berdarah-darah tu yg puas....
:P

Fiction's World mengatakan...

iya ya kadang kalau lagi sakit tuh pasti suka rindu rumah :(

aih bentar lagi mau selesai dong laporan perjalanannya, seruuu pengen gitu kayak bang Gaphe

Jang mengatakan...

memang sih, katanya, hal yang paling berharga dari sebuah perjalanan adalah menemukan.

eh, ngomong2, ini lagi backpacking ya?

seru eui.

kakaakin mengatakan...

Jalan-jalannya seru banget ya, meskipun dengan sedikit pengorbanan :)
Ckckck... kagum banget sama budgetnya, bisa termasuk oleh-oleh juga... :D

Nyitnyit mengatakan...

wahhh lama tak berkunjung kesini mz gaphe makin seru aja Jalan-jalannya...

Arman mengatakan...

wow iya 1.3 juta.. itu sih murah banget.. :D

Goiq mengatakan...

mantabs bro tripnya... :)

Ririe Khayan mengatakan...

the journey with boodly...semangat semangattt..

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

1,3 juta? ga terlalu mahal yah berarti... amaziing.....

.:diah:. mengatakan...

mantaapp Phe, quote itu betul2 dirimu realisasikan *thumbs up*

anyway, jadi ceritanya ini udah berakhir ya?

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah aku pernah ke KLCC juga, tapi gak terlalu menarik ya. biasa aja.

Lyliana Thia mengatakan...

perjalanan yang memperkaya diri ya Phe... nice.. :-)

aku suka gambar menaranya.. jadi unik gitu ya.. ^_^

andriansyah s putra mengatakan...

habis 1,3 juta ka disana? wuihhhh. 5 hari lagi yaa. aku pengin deeh jalan2 kayak begitu. tapi gak berani --" hahahaha.. lain kali mesti di coba kayaknya :D

catatan kecilku mengatakan...

Satu hal yg aku suka membaca catatan perjalananmu adalah kamu berhasil membuat reportase yg sangat lengkap, sehingga rasanya suatu saat kalau aku akan bepergian ke luar negeri, aku pasti akan cari referensi padamu. Soal naik apa, bagaimana mendapatkan tiketnya, nginep dimana, apa saja yg dikunjungi dll. Wis to, pokoke lengkap... Salut deh!

AYI mengatakan...

Wah jadi kangen k KLCC lg, sunway lagoon dan putra jaya tentunya ^_

niee mengatakan...

Waahhh akhirnya pulang juga.. ditunggu ebooknya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...