Selasa, 13 Desember 2011

What's On Georgetown?


Chapter 11

Ini adalah Kota Warisan Dunia kedua yang dinobatkan oleh UNESCO selain Melaka. Dua-duanya sebenarnya ditetapkan secara berbarengan menjadi World Heritage pada tanggal 7 Juli 2008. Georgetown resmi berdiri semenjak 200 tahun yang lalu, dan sama seperti Melaka kota ini memiliki banyak koleksi gedung bersejarah yang merepresentasikan kekayaan budaya di Penang yang mewakili etnis-etnis : China, India, Arab, Melayu, Aceh, Siam, Burma, dan Eropa. Kota warisan Georgetown sendiri terbagi menjadi dua zona konservasi, yaitu zona inti seluas 109 hektar dan zona penyangga seluas 150 hektar.

Zona inti dibatasi oleh selat Melaka di sebelah timur laut Pulau Penang, Love Lane – jalan tempat penginapan saya di sebelah barat laut, dan jalan Dr Lim Chwee Leong di sebelah barat daya. Lebih dari 1700 bangunan bersejarah di kawasan ini, dan ini dia beberapa diantaranya :

1. City Hall
Menginjakkan kaki di wilayah ini, sungguh sangat mirip dengan suasana Eropa. Meskipun saya belum pernah ke Eropa sebelumnya, tetapi berada di depan City Hall seakan kita berada di bangunan Inggris kuno dengan ciri khas gedung besar berwarna putih, tinggi dan memiliki pilar-pilar berukir khas Eropa. Bangunan ini dibangun pada tahun 1903, dan sekarang digunakan sebagai kantor pusat Penang Island Municipal Council atau dewan perbandaraan pulau pinang.


2. Town Hall
Terletak bersebelahan persis dengan City Hall, bentuk Town Hall mirip dengan library di Eropa. Bangunan bercat kuning gading ini  dulunya digunakan sebagai tempat berkumpulnya para elit-elit kota dan orang-orang kaya dengan status sosial tinggi pada tahun 1880an. Bentuk arsitekturnya yang klasik dan elegan ini ternyata pernah menjadi latar belakang syuting film Anna and The King



3. The Esplanade
Nggak cuman Singapore yang punya Esplanade. Setelah saya cari tahu, arti esplanade sendiri sebenarnya adalah tempat berkumpul, teras, lapangan, yang berbatasan dengan laut atau perairan. Dan di Penang, kawasan esplanade ini disebut juga dengan Padang Kota lama. Disini terdapat anjungan yang menjorok ke pantai, dan bergabung dengan lapangan terbuka yang dulu merupakan tempat biasanya diadakan festival tahunan atau event-event besar. Esplanade ini terletak diantara Fort Cornwallis dan War Memorial, monumen untuk mengenang pahlawan.



4. Fort Cornwallis
Benteng ini didirikan oleh Sir Francis Light ketika dulu pertama kali mendarat di Penang. Benteng ini dibangun sebagai pertahanan Pulau Penang, dan dilengkapi dengan banyak meriam. Didalam benteng, mirip semacam kota kecil lengkap dengan gereja, mercusuar, dan lapangan. Saya akan membahas lebih lanjut tentang benteng ini di bagian lain.



5. Queen Victoria Memorial Clock Tower
Ini adalah menara jam setinggi 60 kaki atau sekitar 18 meter yang dibangun semenjak tahun 1897 untuk memperingati Queen Victoria Diamond Jubilee. Ring a bell dengan hal ini??. Ya, karena ini ternyata juga ada kaitannya dengan Queen Victoria Fountain di The Dutch Square – Melaka. Menara setinggi 60 kaki ini dimaksudkan bahwa setiap kakinya merepresentasikan satu tahun usia Ratu.


6. Cathedral Of The Assumption
Gereja ini dibangun oleh pastor Garnault pada tahun 1861 di Jalan Gereja. Tahun 1955, barulah gereja ini memperoleh gelar cathedral.


7. Penang State Museum
Bangunan berwarna putih ini menyimpan banyak kenangan berupa artefak kuno perjalanan sejarah rakyat Penang. Dalam referensi, disebutkan bahwa bangunan ini hampir di bom pada saat perang dunia kedua.



8. St. George Church
Gereja ini dibangun antara tahun 1817 dan 1818. Berdasarkan sejarah, ini merupakan gereja Anglikan tertua di seluruh kawasan Asia Tenggara.



9. Goddes Of Mercy Temple
Bangunan yang dipakai untuk menyembah dewi Kuan Yin oleh penganut Tionghoa – China ini dibangun mulai tahun 1728 dan baru selesai tahun 1800. Dipersembahkan khusus untuk dewi kasih sayang, setiap hari penuh dengan orang-orang china yang bersembahyang. Aroma dupa menguar memenuhi udara jika melewati bangunan yang terletak di Jalan Masjid Kapitan Keling ini.



10. Mahamariamman Temple
Terletak persis di seberang Goddes Of Mercy Temple, kuil umat Hindu ini dibangun pada tahun 1883 sebagai persembahan untuk Sri Muthu Mariamman. Desain kuil yang unik ini memiliki sebanyak 38 buah pahatan kisah dewa-dewi Hindu.



11. Masjid Kapitan Keling
Dibangun oleh kapten India muslim yang mendarat disini pada tahun 1801, bangunan ini sampai sekarang juga masih difungsikan sebagai tempat ibadah muslim India dan arab yang ada di Penang. Bangunan ini memiliki ciri khas berupa arsitektur Moghul – India, dengan pilar dan menara yang menjulang serta kubah-kubah bertekstur yang unik. Sayang, hanya dibuka pada waktu-waktu shalat saja.



12. Tanjong City Marina
Bangunan ini juga lebih dikenal dengan Church Street Pier karena itu yang tertulis di depan gerbangnya. Persis terletak menjorok ke Selat Melaka, warnanya yang dominan pink ini ternyata dibangun dengan teknik rumah panggung dengan beton-beton penyangga yang ditanam ke laut. Kawasan dengan total luas 1,6 hektar ini dipakai juga sebagai restoran ekslusif serta terminal kapal ferry di Penang.


13. Cheong Fatt Tze Mansion
Lebih dikenal sebagai Blue Mansion, karena keseluruhan warna bangunannya yang biru ngejreng. Ini dulunya merupakan kediaman pengusaha milyuner Cina bernama Cheong Fatt Tze. Kawasan ini merupakan tempat yang terkenal dan sering dipakai untuk syuting film dan TV series. Pernah lihat The Amazing Race?. Entah seri berapa saya lupa, ada episode dimana petunjuk disembunyikan di mansion ini.


14. Mesjid Benggali
Mesjid ini dibangun pada tahun 1803 pada tanah yang dimiliki oleh East India Company

Ini baru empat belas tempat saja dengan secuplik sejarahnya masing-masing. Padahal keseluruhan bangunan yang ada di zona inti ada 1700-an. Bisa kebayang jika diulas satu persatu akan butuh berapa banyak lembar halaman kan?.

Dan beruntungnya, meskipun 109 hektar ini terkesan besar, tetapi semuanya bisa dikelilingi hanya dengan waktu dua jam saja!. Ada tips untuk menikmati pesona bangunan-bangunan ini, yaitu : Gunakan CAT Free Shuttle Bus.


Yup, pemerintah Pulau Penang memiliki ide cemerlang untuk memfasilitasi pariwisata di kota Geeorgetown ini dengan menyediakan tiga bus Central Area Transit (CAT) secara free yang jarak satu bus dengan yang lainnya berkisar antara 15-30 menitan. Bus ini berkeliling mulai dari The Jetty – mengitari hampir semua bangunan yang saya sebutkan di atas. Jangan terjebak dengan bus Rapid Penang karena bentuk busnya sama persis. Bedanya adalah tidak ada nomor bus diatasnya, dan terdapat tulisan FREE besar-besar di kaca depan. Di belakang pun tertulis Free CAT bus dalam bentuk digital yang bergerak-gerak. Satu lagi, bus ini hanya berhenti di pemberhentian bernomor, jadi jangan harap menyetop bus ini di tengah jalan dan bus mau berhenti untuk mengangkut kamu ya?.


Nah, karena emang ini fasilitas gratis, maka bus ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk bepergian dalam jarak dekat. Ada ibu-ibu yang mengangkut barang dagangannya ke pasar, kakek-kakek tua renta dengan kruk atau semacam alat bantu jalan, dan macam-macam bentuk orang mulai dari muka melayu sampai arab, dan cina.

Dengan bus gratisan ini, Georgetown saya khatamkan hanya dalam setengah hari.


Empat hari lagi Giveaway : Warisan Oleh-Oleh akan ditutup.. bagi yang mau ikutan, klik disini

*Semua foto yang dipakai dalam artikel ini adalah dokumentasi pribadi. dilarang mengcopy sebagian atau seluruhnya kecuali mencantumkan sumbernya.

20 komentar:

Fiction's World mengatakan...

wah iya ya beneran deh ini kayak di pelem2 Eropa :D
para bangsa Eropa seolah ingin menanamkan jejak abadi di negeri mantan jajahannya ya

ria haya mengatakan...

Wah asyik juga ya ada Free Shuttle Bus. Di negara kita ada ga sich yang kayak gini?
Di Amrik sana juga ada daerah namanya Georgetown.

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

itu bus gratisnya terawat ga?

Ninda Rahadi mengatakan...

wah banyak bangunan2 berkesan british ya bang gaphe
aaa pengen foto didepannya =3=

Yayack Faqih mengatakan...

esplanade ini kayaknya lbh menyerupai taman kota ya, enak jg buat acara nongkrong konkow sama temen atau keluarga hehe.. Kalo di indonesia sih bangunan2 spt bsa di gusur jadi mall konon rumah cantik aja katanya udah di pugar ternyata duit dan kekuasaan bsa bertindak apapun walopun harus melabrak undang2, contohnya daerah kawasan cagar budaya.

SECRETE INTERVIU mengatakan...

what a gorgeous place! kapan ya indonesia punya fasilitas gratis yang bagus dan layak pakai seperti itu..sometimes so envyy..:D

Ririe Khayan mengatakan...

semakin menyimak chapter demi chapter, semakin muncul pertanyaan: kapan bisa sampai sana? hemmm...

Mila Said mengatakan...

gw naik becak ngejreng bunga2 hihihii....

Elsa mengatakan...

suka banget bangunan warna kuning ...city hall itu... kereeennn

trus yang biru ngejreng juga bagus banget ya

.:diah:. mengatakan...

bangunan City & Town Hall nya emang mirip banget dengan white house gitu yaa Phe.. kerennn *idem ma Mbak Elsa*

asyiikk banget bisa hatam Georgetown, gratiiss pula :D

zasachi mengatakan...

jd kamu datangi tempat2 itu satu persatu Pe? *gak bs ngomong lagi, hening*

kakaakin mengatakan...

Yang mengagumkan adalah cara mereka melakukan konservasi...
Hmm... di tempat kita malah tersia-siakan... :(

Rawins mengatakan...

bangunane keren keren yo
bagaimanapun juga peninggalan penjajah tak selamanya buruk untuk kita

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

keren :D

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

keren!

Hariyanti Sukma mengatakan...

kalo cerita ttg perjalanan GAPHE emang jempol deh ... lengkap .. akurat ... dan yg blm kesana jadi banyak tau dan berakhir dengan ngiri pengen kesana...

angkut gratisnya hebat ya ... gratis aja tetap nyaman beda dgn negeri kita udah bayar mahal tapi tetap jauh dari kenyaman...

Elfira Arisanti mengatakan...

buser keren keren banget ya bangunannya

Asop mengatakan...

Wooow... itu bangunan city hall bener2 kayak bayangan saya pas mbaca novel2 berlatar belakang Inggris tahun 1800-an.... :D

Lyliana Thia mengatakan...

banyak banget ya yg bisa diliat di Georgetown... jd pengen kapan2 jln2 ke kota2 warisan dunia ini..

nopan mengatakan...

infonya lengkap banget. makasih banyak

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...