Senin, 19 Desember 2011

When Shopping Meets Dining


Chapter 15

Sepertinya selalu ada yang kurang jika ke suatu tempat tidak menyempatkan diri untuk belanja – atau setidaknya mengunjungi tempat berbelanja, dan mencoba makanan khas dari daerah tersebut. Sama seperti ketika saya di Penang, ada beberapa tempat belanja yang sempat saya kunjungi dan beberapa makanan khas Penang yang saya coba. Berikut diantaranya :

1. New World Park Penang
Tempat ini baru dibuka pada 2010 lalu, dan relatif masih baru. Bangunan rekreasi terpadu yang berisi tempat belanja, hall terbuka dan panggung hiburan, serta foodcourt yang cukup besar dengan aneka pilihan food stall dimana-mana. Terletak di Jalan Burma, di sebelah Tune Hotel. Di tempat ini saya memesan dua makanan khas yang ada di Penang. Asam Laksa dan Es Kacang Merah.

New World Park Penang. Sepi ya?


Asam Laksa yang ewwrr... kecuuut pisan euy!
Asam laksa adalah makanan berkuah, dengan isian berupa mie beras, daging, taoge, dan disiram dengan kuah berasa asam berwarna kehitaman, dan ditaburi dengan cabe merah dan kecombrang serta cacahan mentimun. Seperti laksa pada umumnya yang menggunakan seafood, Asam laksa menggunakan daging kerang yang tetapi kuahnya bukan menggunakan santan. Kuahnya berasa asam dan ada aroma udang, harum menggoda  karena ada potongan daun kemangi sebagai toppingnya. Rasa asamnya menurut saya terlalu kuat, karena menggunakan belimbing wuluh sebagai penguat rasa. Segar dan panas menggoda aromanya, tetapi saya tidak mampu menghabiskannya karena kuahnya yang terlalu berasa asam. Jadi saya hanya makan mie beras yang bentuknya gendut-gendut mirip cacing tanah kehilangan pigmen.

Ini mie beras isinya asam laksa yang gendut-gendut :P
Di New World Park ini, saya juga sempat mencicipi es kacang merah khas Penang. Dijual dalam mangkuk, dan ditaburi dengan es serut serta disiram dengan sirup merah dan diberi topping es krim mangga yang menggoda. Ini es kacang merah ter-enak yang pernah saya makan. Isiannya selain kacang merah, ada juga cincau hitam yang mirip dengan nata de coco, corn syrup berwarna kuning kental dengan butiran jagung yang empuk dan berasa asin, serta diberi kolang-kaling. Paduan rasa manis dan gurih dari sirup merah dan corn syrupnya pas. Enak banget!

Es Kacang Merah yang yumilah yumiwati abiiiss!!


2. Penang Plaza
Letaknya sebelahan dengan New World. Merupakan tempat perbelanjaan pertama yang saya singgahi di Georgetown. Mirip dengan mall pada umumnya, Penang Plaza merupakan satu bentuk department store dengan aneka macam booth penjual baju, aksesoris, dan barang elektronik. Bahkan ketika saya datang, di depan plaza sedang diadakan bazaar aneka barang elektronik yang dijual dengan harga yang murah. Bayangkan, SD card 8 GB yang biasanya di Indonesia dijual sekitar 120 ribuan, disini dapat ditebus dengan 20 RM saja atau sekitar 60ribuan. Tapi saya tidak beli, karena memang tidak sedang membutuhkan.



3. Parkson At Perangin Mall
Mal ini terletak satu kawasan dengan Komtar. Tidak terlalu besar ukurannya, tetapi terdapat beberapa bagian-bagian terpisah yang dihubungkan dengan lorong/jembatan yang dibawahnya dipakai untuk jalanan umum. Mirip mall pada umumnya, di Perangin Mall ini juga memiliki main atrium, foodcourt, toko elektronik, hypermarket, department store, dan beberapa outet-outlet kecil.



Di bawah mall ini saya menemukan warung makan arab. Namun yang dijual disini tidak melulu masakan arab. Karena di Penang makanan khas yang wajib dicoba adalah Char Kway Teow atau lebih lazim disebut sebagai Kwetiau goreng dengan udang, dan di sepanjang jalan biasanya yang jual Kway Teow ini adalah orang cina yang saya ragukan kehalalannya, maka begitu sampai di warung arab ini yang menyediakan menu Kway Teow, saya langsung mencobanya!

Char Kway Teow. Makanan khasnya Penang

Soal rasa, nggak diragukan lagi. Yang namanya Kway Teow dimakan langsung di tempat asalnya memang terasa berbeda. Banyak penjual kwetiau yang enak di Indonesia, tapi Kway Teow yang saya makan ini enaknya berbeda.

Terpesona dengan kway teow-nya, maka saya memutuskan datang kesini lagi untuk kedua kalinya setelah saya makan kway teow. Kedatangan kedua saya memilih Maggie + Ayam goreng. Katanya, kalau datang ke Malaysia, satu makanan yang dicoba adalah racikan Maggie-nya. Mie Maggie memang terkenal di Malaysia, mirip dengan Indomie di Indonesia. Namun, berbeda tempat penjualnya maka berbeda pula rasa dan olahan maggie-nya. Yaa sama seperti warung Indomie di Indonesia kan, beda yang jual beda pula masakannya.

Maggie Ayam Goreng
 
Seporsi besar maggie goreng, dengan campuran ayam goreng tepung yang dicacah lalu dimasukkan ke dalam mie membuat rasanya menjadi lebih enak. Mie yang sudah direbus lalu digoreng orak arik dengan telur, dimasukkan bumbu dan irisan tomat dan kubis. Saya bingung bagaimana mendeskripsikannya, tetapi kayaknya Indomie goreng kalo diracik dengan cara seperti ini juga nggak kalah enaknya deh!.

4. Chowrasta Market
Salah satu pasar cina yang terkenal di Georgetown, terletak di Jalan Chowrasta dekat dengan Jalan Penang. Layaknya pasar di tengah kota, terkesan kumuh dan banyak pedagang yang menjual aneka barang. Mulai dari bahan makanan, sayur-sayuran, oleh-oleh, sampai dengan mainan anak-anak yang terbuat dari plastik. Di tempat ini, juga ada penjual chestnut, minuman pinggir jalan juga ada warung-warung makan di tenda. Saya menemukan satu warung yang menjual nasi kandar. Katanya, nasi kandar adalah makanan khas Penang, maka saya memesan satu nasi kandar.

Chowrasta Market
Nasi Kandar
Ternyata nasi kandar mirip dengan nasi padang. Nasi dengan aneka macam pilihan lauk yang kita bisa pilih sendiri. Setiap lauk punya harga masing-masing, jadi semacam makan prasmanan pilih sendiri dan dibawa ke kasir untuk dihitung. Saya memilih makan dengan telur dan daging. Mirip rendang, tetapi rasanya kurang nendang. Lebih enak nasi padang di Indonesia, apalagi yang dijual di warung makan Sederhana. Ups, bukan promosi tapi saya jadi bersyukur bahwa Indonesia punya banyak makanan yang  jauh lebih layak dan enak untuk dibanggakan!

5. Queensbay Mall
Mal yang terletak di bagian barat Pulau Penang ini memiliki seashore yang dari situ kita bisa langsung melihat Penang Bridge yang menjadi salah satu icon Pulau Penang. Bentuk Penang Bridge ini mengingatkan saya dengan jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Madura dengan Surabaya. Penang Bridge merupakan jembatan penghubung antara semenanjung Malaysia dengan Pulau Pinang.

Queensbay Mall
Penang Bridge from Queensbay seashore
Kembali ke Mall Queensbay. Mall ini menurut saya adalah mall paling bagus selama saya berkunjung ke Penang. Barang-barang yang dijual lebih classy, dan banyak merek ternama memiliki gerainya disini. Padat dan ramai, karena saat saya datang pada waktu weekend. Di lantai atas, selain terdapat pawagam (bahasa melayunya untuk bioskop), juga ada arena sepatu roda yang cukup luas. Mengingatkan saya pada video klip lagu mandy moore jaman dulu banget.
Dari KOMTAR, untuk menuju ke mall ini bisa menggunakan bus Rapid Penang nomor 308 atau 307. Dan karena saya berkunjung kesini pada hari terakhir saya di Penang, maka saya langsung beranjak dari Queensbay menuju ke terminal Sungai Nibong untuk menuju ke Kuala Lumpur.

Goodbye Penang!!

27 komentar:

tito Heyziputra mengatakan...

penasaran sm mie magie sama char kway teow... kwetiau kali ya d sini..

pas banget sorry ini lagi lapar bang,wkwkwk

tito Heyziputra mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

wah, jalan-jalan lagi, makan-makan lagi. bikin ngiri terus nih gaphe :D
lain kali kalo jalan ajak-ajak dong :D
apa kabar sekarang? lama saya gak BW ke sini :)

Rubiyanto Sutrisno mengatakan...

Wah mas Gaphe jalan-jalan terus, ....

nique mengatakan...

wlo sedang batuk berat tetep loh pengen itu es kacang merah yang lebih didominasi kuning, andai saja mangkoknya warna ijo gitu kan lebih idup ya ... :D *ngurusin mangkok*

bukan penyuka kwetiau, tp klo gaphe bilang enak, jadi pengen nyobain deh

tapi masalahnya KAPAN saya ke sana ya :D

hilsya mengatakan...

gilee nih.. masih apal aja nulisnya.. abis berapa halaman kebetannya Phe?
saluuut

Ami mengatakan...

Enjoy amat ya jalan sendirian, coba sama seseorang yang dicintai, kali cuman sibuk pegangan tangan, hahaha...

lidya mengatakan...

iya tuh gaphe,nulis di notes dulu atau berdasar ingatan sih jd penasaran :)
es kacang merahnya itu pakai apa sih atasnya kaya es cream gitu ya? aku suka makan tapi beda penampakannya

Fiction's World mengatakan...

halaaah :O es kacang merahnya bikin ngileeerrrr tuh bang :D
hhihhi kan katanya Indomie tuh mie instan paling enak di dunia #entah katanya siapa sih

Inge / CyberDreamer mengatakan...

Woooooo... Om Gaphe jalan2 mulu niiiiih...

Jangan lupa oleh2 buat Baby Zi yaaaaa Oooooooom.......... :p

Fiction's World mengatakan...

eh GA-nya udah ditutup ya ? huwaaaaa ketinggalaaaan #ngucek baju

Cyaam mengatakan...

Kapan-kapan saya boleh ikut next tripnya yah om Gaphe, kemana2 itenarynya kumplit!

auliyong ♔ mengatakan...

penasaran sama mie beras isi asam laksa , ih coba gambarnya bisa diambil dari PC trus jadi nyata :D

tiffa mengatakan...

phe, itu es krimnya rasa duren ya? sayang lg ga boleh makan/minum es sm dokter.

Claude C Kenni mengatakan...

Uedannnn, makanannya bikin ngiler
Btw sori hadiah giveawaynya belom sempet gua beresin gara2 kemaren masuk RS
Minta no hp lu lewat fb ya

Nchie mengatakan...

Ahh pengen nyobain makanan nya deh..
Hmm yumillah Yumiwati
Tengah malem bikin ngiler gini..

Lyliana Thia mengatakan...

Iya dong Phe.. Masih lebih kaya rasa makanan Indonesia ini.. :-D

Btw, kenapa sih makan mie ngebayangin cacing? Please deh Gaphe.. :-P

Dan setahu aku, es kacang merah bukannya asli Sulawesi Utara ya, wlo beda penampilan..? :-D

Btw, maaf ya Gaphe.. Kmrn gak kesempatan ikut giveaway-nya.. Tapi kudukung banget utk e-book nya bahkan diterbitin dlm bntk buku jg oke.. Krn emang fun bacanya dan info2nya bermanfaat..

Sukses ya, Gaphe..

Arman mengatakan...

makanan2nya penampakannya mirip2 ya... warnanya merah2 orange gitu... ada asem2nya semua kayaknya ya... :D

ria haya mengatakan...

Wah semua mienya bikin menggoda........ slurp.....

Tiesa mengatakan...

es kacang merahnya itu lho, biking ngilerrr....

.:diah:. mengatakan...

eiittss ngences ma es kacang merahnya.
hmm kayaknya baru lagi nih nongol kalimat sakti kamu Phe :D

Sarah mengatakan...

sukses deh Mas Gaphe bikin aku ngileerrrr :D

rusydi hikmawan mengatakan...

agan ini tki yya di malaysia? kok cerita di malaysia terus. walau kerja di sana, tapi asik juga ya bisa jalan2 gitu. jadi pengen juga

Rawins mengatakan...

baru kali ini liat eskrim pake jagung pake kacang

uci cigrey mengatakan...

pengen phe, orak arik telor, tpai nasi padangnya juara punya kita kan, dia beda nama yah...

the others... mengatakan...

Aku mau es kacang merah dan maggie ayam goreng, Ga. Pengen nih... #elap iler

niee mengatakan...

Entah kenapa pertama kali makan makanan malay aku udah gak.cocok euy.. rasanya aneh gmn gt..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...