Kamis, 31 Maret 2011

Exotic Escapades : Air Terjun Bantimurung


Bisa dibilang sebagai sebuah kebetulan kalau pas saya ke Makassar kemarin berbarengan dengan adek sepupu saya (anak dari adiknya ayah) yang juga sedang berada di kota yang sama. Berawal dari telepon Bunda yang ngabarin kalo ternyata adek saya itu berada di tempat saudaranya yang ada di Makassar, maka sayapun mengontak dia. Beruntung, pas hari Minggu saya janjian ketemuan di tempat saudaranya itu (yang berarti juga saudara jauh saya) di Poros Malino, deket Gowa. Lumayan jauh dari pusat kota Makassar tempat saya berada, sekitaran setengah jam dengan menggunakan taksi.

Sebelumnya mungkin saya agak skeptis dengan kata "lucky", karena saya berprinsip bahwa keberuntungan itu hanya akan memihak pada orang yang bekerja keras dan mau berusaha. Tapi setidaknya, skeptisme saya memudar ketika banyak keberuntungan yang mengikuti hari minggu saya kemarin itu. Pertama, jarang perjalanan yang saya lakukan dalam rangka dinas di luar kota itu bertepatan dengan sekalian hari libur (yang memang tidak diwajibkan untuk bekerja). Kedua, pada waktu saya ke tempat sepupu saya itu ada kendaraan nganggur. Whichis, itu bisa dipake buat jalan-jalan kesana kemari. Karena saya nanya sepupu saya, udah kemana aja di Makassar dan dia bilang belom pernah kemana-mana, maka sense of adventure saya langsung muncul. Saya ajak dia ke Bantimurung!.

Yak, inilah keberuntungan ketiga. Bantimurung adalah sebuah keberuntungan buat saya, karena hampir lebih dari setahun saya bolak-balik Makassar baru kali ini saya bisa menyempatkan diri untuk pergi kesana. Selain tempatnya jauh, dan tanpa kendaraan pribadi akan susah untuk menempuh perjalanan ke sana. Maka memiliki waktu libur plus ada kendaraan nganggur nggak akan saya sia-siakan begitu saja. Dulu pernah punya keinginan mencarter mobil untuk pergi ke sana, tapi urung mengingat untuk sewa mobil di Makassar membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Sekurangnya setengah juta untuk seharian sewa mobil plus tips driver dan makan.

Alasan terbesar saya ingin mengeksplore Bantimurung sederhana saja, saya penasaran sama julukan The Kingdom Of Butterfly yang disematkan ke kawasan ini oleh Alfred Russel Wallace, seorang Zoolog asal British. Tahu garis imajiner Wallacea yang membagi Indonesia menjadi beberapa bagian berdasarkan jenis spesies faunanya?. Itu yang nyiptain ya Alfred Wallace ini. Dalam bukunya yang bertajuk Indonesian Archipelago, Wallace menyebutkan detail tentang kupu-kupu dengan kata-kata yang indah (setidaknya bagi biolog seperti saya). Beliau menggambarkan sekerumunan kupu-kupu Tachyris zarinda memamerkan warna kemerah-merahan dan jingga terang sayapnya. Membentuk gerombolan seperti awan, menari-nari di udara.

Untuk mencapai keindahan yang digambarkan itu butuh perjuangan yang nggak mudah. Bantimurung terletak di kabupaten Maros - Sulawesi Selatan. Jarak berdasarkan spedometer motor pinjaman kami dari pusat kota Makassar adalah 45 kilometer ke arah utara. Kalau dari bandara Sultan Hasanuddin, masih sekitar 25 kilometer ke arah kanan sekeluar dari pintu gerbangnya. Ini ditempuh selama satu setengah jam. Naik motor dari Gowa sukses membuat pantat panas, dan kepala pegal karena menyangga helm standar. Perjalanan ini pun diwarnai dengan kemacetan di beberapa titik terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan dan beberapa jalanan berlubang di Jalan Poros Maros. Tapi itu nggak menyurutkan niat saya dan adek sepupu saya buat kesana. Judulnya nekat, karena kami berdua sama-sama tidak punya petunjuk sama sekali tentang keberadaan Bantimurung ini. Apalagi sampai masuk kabupaten Maros, yang notabene jauh dari wilayah jelajahan saya.

Beruntung, jalan besar cukup mudah diikuti dan beberapa petunjuk jalan berukuran besar memandu kami. Karena memang niat yang besar atau memang Tuhan menunjukkan jalannya, nggak pakai nyasar akhirnya kami sampai di perbukitan karst di Kecamatan Bantimurung. Melihat di sebelah kiri, tertempel plat nama besar di sisi bukit karst : Taman Nasional Bantimurung -Bulusaraung atau disingkat TNBB, kami merasa berada pada jalur yang tepat. Mencari pintu gerbang TNBB cukup mudah, ada gambar kupu-kupu besar hitam bercorak biru kuning menyambut. Begitu masuk, langsung disambut juga dengan patung kera raksasa berwarna putih. Ada sejarah dibalik nama Bantimurung dan patung kera putih ini.

Konon, katanya Bantimurung berasal dari kata benti dan merrung. Dalam bahasa Bugis (semoga saya tidak salah) Benti berarti air, dan merrung berarti bergemuruh. Semakin kesini, Bantimurung diplesetkan menjadi Banting-Murung, tempat untuk membanting kemurungan. Yah, nggak heran karena udaranya sejuk dan banyak pemandangan bukit kapur yang dipenuhi vegetasi hijau, maka tempat ini layak untuk membuang rasa murung. Lalu tentang patung kera raksasa itu, sejarahnya dahulu kawasan ini dijaga oleh sekawanan kera. Ada satu kera berwarna putih, yang merupakan pimpinan semua kera disini dan dipercaya memiliki kesaktian. Tidak dijelaskan kesaktian apa yang dimiliki, yang jelas banyak mitos yang berkembang disini seputar kera putih ini.

Setelah bayar parkir Rp. 1000 dan biaya penitipan helm sepasang Rp. 5000, kami menuju loket pembelian tiket masuk. Untuk orang dewasa Rp 10.000, anak Rp 5.000 dan turis manca Rp 20.000. Bahkan sebelum masuk lokasi air terjun, sepertinya nama Kingdom Of Butterfly layak disematkan disini. Kenapa?.. karena kita disambut oleh ribuan kupu-kupu dari berbagai macam spesies, dalam bentuk awetan tapi. Huh, sebel juga mengingat banyak suvenir kupu-kupu yang dikeringkan dan dipigura. Sayang banget, karena ulah manusia yang seperti inilah yang menyebabkan keindahan alam menjadi rusak.

Satu tujuan utama di TNBB adalah air terjunnya. Air terjun setinggi 15 meter dengan ceruk melebar dan debit air yang sangat deras (karena musim hujan) memberikan pesona kesegaran yang nggak ada duanya. Keren, berasa di waterboom versi ciptaan Tuhan. Selain itu, suasana waterboom emang kerasa banget mengingat di sepanjang aliran sungai memang sengaja dibuat kolam-kolam untuk mandi. Versi ekstrem jelas terdapat pada air terjun yang mengalir deras itu, tetapi untuk yang dangkal juga ada. Yah, namanya juga alami.. warna airnya juga mengikuti alam : Warna tanah.. alias coklat kehijau-hijauan. Yucks...



Ada persewaan ban disana, yang bisa digunakan sepuasnya setelah membayar beberapa ribu rupiah. Biasanya, yang bernyali besar akan naik ke sisi atas air terjun kemudian dengan menggunakan ban akan meluncur ke bawah mengikuti derasnya aliran air. Tapi ini cukup berbahaya. Selain karena nggak ada lifeguard, semua resiko kecelakaan ditanggung sendiri. Batuan kali yang tersapu air tentu saja akan licin, apalagi dengan debit air yang deras akan mempertinggi resiko terjadinya kecelakaan. Nggak heran, di air terjun ini sering memakan korban. Terakhir berita di televisi, banjir tiba-tiba dari arah atas menenggelamkan beberapa pengunjung. Struktur air terjun dan batuan yang dilalui airnya disini termasuk sulit ditebak, konon katanya ada satu lubang di tengah air terjun, yang untuk mencapainya harus naik ke atas dan menyelam. Sehingga ketika muncul, bisa duduk diantara tirai air terjun tersebut. Saya nggak nyoba satupun atraksi itu, selain nggak bawa baju ganti saya juga masih sayang sama nyawa saya.



Sebenernya selain air terjun, masih ada juga tempat yang bisa jadi pilihan kunjungan. Ada dua gua yang terkenal disini yaitu Gua Batu dan Gua Mimpi. Dua gua ini terletak agak terpisah, dan berjarak sekitar 800 meter dari air terjun Bantimurung. Ada penunjuk jalan, dan jalan setapak cukup mudah diikuti. Hati-hati licin, dan berlumpur jadi tidak disarankan menggunakan high heels untuk menuju ke gua. Di mulut gua, banyak yang menawarkan jasa guiding dan sewa senter 5000 rupiah saja. Saya hanya menikmati bagian luar saja, karena toh saya tidak tertarik dengan gua. Udah gelap, liatnya harus memicingkan mata, belom suasananya lembab dan kita nggak tau ada apa didalemnya. Nggak seru aja ngebayangin tiba-tiba kejatuhan tai kelelawar atau kaki digeremeti sama kaki seribu. Jadi, berfoto di dalam pintu masuk bisa menjadi satu pilihan.


Keberuntungan saya yang selanjutnya adalah hari itu cuaca sangat cerah. Sebelumnya sempat pesimis karena mengingat dua tiga hari sebelumnya Makassar selalu diguyur hujan berangin di siang sampai malam hari. Jadi, lumayan puas berkeliling di kawasan Bantimurung meskipun tidak menemukan satupun kupu-kupu hidup yang terbang. Maklum, karena bukan musim kupu-kupu (biasanya antara bulan Mei-Juni), dan populasi kupu-kupu di Bantimurung sudah berkurang jauh semenjak difungsikannya TNBB sebagai tempat wisata.

Total biaya yang dikeluarkan untuk kesini nggak mahal koq. Paling modal isi bensin Rp 20.000 pp, tiket masuk 10.000, parkir dan nitip helm 6000. Kalo laper, di dalem banyak yang jualan nasi kuning sepuluh ribuan per porsi. Jadi, Ayo Visit Makassar 2011!

PS : Selain make kendaraan pribadi, ada juga angkot (pete-pete) yang mengarah ke Bantimurung dari kota Makassar. Dari terminal sentral (deket MTC-Karebosi) menuju Daya, ambil angkot dari Daya menuju terminal Maros. Dari terminal Maros nyari yang ke arah Bantimurung. Agak jarang sih, tapi disarankan dengan kendaraan pribadi atau carter.

Senin, 28 Maret 2011

Gaptek

Saya pernah mengenalkan sahabat Korea saya yang bernama Kim Sung Ha disini. Banyak komentar yang bilang dia tuh cantiiik banget. Kalo penasaran gimana bentuknya, sok aja langsung klik link tersebut.

Terakhir chat lewat FB, Sung Ha udah potong rambut. Makin cantik aja itu anak. Hehehe.. tapi tenang, Tuhan itu maha adil.. walaupun cantik, pas komen-komenan sama Sung Ha.. ketauan kalo ternyata anak ini rada gaptek. No Offense deh sama Sung Ha.. semoga dia nggak marah komentarnya saya publish dimari.


PS: Postingan singkat ini tidak untuk dikomentari, makasih banyak buat yang udah nyempetin mampir. Maaf banget belon bisa kunjungan balik, soalnya seminggu ini dalam masa training. Semoga secepatnya saya bisa kembali update kegiatan jalan-jalan saya. Thanks All!

Minggu, 27 Maret 2011

Sunday Morning, Car Free Day at LOSARI

Saya pengen bagi-bagi oleh-oleh cerita minggu lalu pas saya lagi di Makassar. Hari yang sama, minggu pagi, letaknya di Pantai Losari. Sebenernya, Car Free Day sudah berlangsung sejak lama. Kalo nggak salah sih sejak Juni tahun lalu, tapi baru aja kesampaian kemarin saya mengunjungi pasar dadakan yang dibuka di kawasan Pantai Losari.


Car Free Day ini dilaksanakan dari pukul 06.00 s.d pukul 10.00 pagi. Semua jalan yang mengarah ke Pantai Losari ditutup untuk kendaraan. Jadi emang dikhususkan buat para pejalan kaki aja. Nah, karena emang event kayak gini tuh cuman ada di pagi hari di hari Minggu, banyak juga yang memanfaatkan buat promosi, jalan-jalan, melakukan hobi sampe cuman hanya sekedar jalan-jalan aja ngecengin orang.

Saya sendiri kesana emang niatnya capture moment, plus nyari sesuatu siapa tau bisa dijadiin oleh-oleh. Berhubung pas itu lagi bawa Nikon DSLR D5000, sekalian aja sih latihan jepret sana-jepret sini. Dan voilaa.. ini hasil jepretan amatir saya. enjoy!

Bim salabim.. ka arba arba.. Bukan Sulap Bukan Sihir, hanya trik biasa.


Usia senja tidak menghalangi untuk mencari nafkah, apapun caranya.

Negosiasi


Ekspresi anak-anak selalu menjadi pelipur lara

Bukan emak-emak kalo nggak belanja daster.


Semangaat bu!!.. pembeli akan segera tiba.

Sayang anak..sayang anak..

Dari balik gerobak pisang epe.

Ayo, foto mana yang paling kamu suka?.. apa alasannya.. mari berbagi yaa...

Sabtu, 26 Maret 2011

Review, Award, Jawaban Pertanyaan, Pokoknya Random!

Nggak tahu kemaren lagi ketiban Duren Monthong atau Duren Lokal, kayaknya koq banyak banget yang mampir ke blog ini. Saya mengira ini karena ada beberapa blogger yang sempat mereview blog Gaphe Bercerita seperti blognya Huda Tula dan blognya Mbak Fanny. Bahkan ada yang terang-terangan menyebut dikotak komentar bahwa dia tahu blog ini dari blognya mbak Fanny yang Sang Cerpenis Bercerita. Review blog kali ini akan saya persembahkan ke Mbak Fanny deh.


Siapa sih yang nggak kenal mbak Fanny?. Kalo boleh saya bilang, mbak Fanny adalah seorang senior dalam dunia perbloggeran. Karena punya blog nggak cuman satu, makanya julukan peternak blog tersemat pada dirinya. Sebut saja beberapa blognya : Time.Mine yang isinya berupa pencerahan, This is My Job yang isinya tentang curahan pikiran beliau tentang pekerjaannya sebagai notaris, Gudang Award yang isinya koleksi award yang pernah diperoleh, dan dua blognya yang jadi bacaan wajib saya adalah Sang Cerpenis Bercerita dan Sang Pelancong yang berisi tentang cerita inspiratif dan cerita jalan-jalan. Oh iya, ada lagi blognya yang lain yaitu graha sastra, a place of my thoughts dan miss gaptek belajar. Kalo pengen berkunjung, klik link ini untuk menemukan link-link blognya dia berikutnya.

Saya kagum, dengan punya blog banyak tetapi untuk urusan update keren banget. Selalu saja ada waktu untuk update yang baru setiap harinya. Bahkan untuk sang cerpenis bercerita, Mbak Fanny tidak pernah ketinggalan satu hari pun tanpa update. Makanya nggak heran, mbak Fanny ini punya bnyak follower. Sampe detik ini, untuk sang cerpenis bercerita sudah punya 742 follower. Padahal kalau saya baca di profil, baru ngbelog sekitar bulan Februari 2009. Berarti udah 2 tahunan gitu. Keren!. Nggak cuman itu, sebutan sebagai "penulis" resmi Mbak Fanny sandang setelah menerbitkan kumpulan cerpen berjudul "jerawat cinta". Sukses besar, karena banyak blog yang review cerpennya. Kalo mau beli kumpulan cerpen "Jerawat Cinta". Klik link disini.

Dulu, jaman awalnya saya baru buka blog ini, blog mbak Fanny lah yang pertama-tama saya follow. Dan hampir semua blog yang saya kunjungi selalu mencantumkan blog Sang Cerpenis Bercerita sebagai bacaan wajib. Mbak Fanny juga yang dari duluu banget rajin ninggalin komentar. Hampir tidak ada satu postingan saya yang nggak dikomen sama mbak Fanny. Yah, walaupun komennya kadang singkat.. tapi bukan berarti mbak Fanny nggak baca postingan kita. Sebab dulu beliau sudah pernah mengaku kalo nggak pintar komentar. Daripada nggak nyambung, atau daripada menyinggung mendingan komentarnya dikit aja. Lagian saya juga maklum dengan kesibukannya dan followernya yang buanyak abis, pastilah susah ngaturnya. Beberapa hari terakhir saya cermati, mbak Fanny ini kalo ngeblog biasanya jam-jam pagi hari sekitar subuh. Tepat banget waktunya untuk kisah-kisah inspiratif bekal untuk memulai hari. Jadi, buat yeng belom pernah berkunjung ke blognya mbak Fanny!. Berkunjunglah sekarang, dan pastikan anda menjadikan blog mbak Fanny sebagai bacaan wajib.

Oke, sekarang saya mau pasang award. Yang pertama dari Nova Miladyarti. Award Go green ini udah lama banget dikasih. Tapi baru sempat saya pasang sekarang. Ini dia :


Yang kedua dari Immanuel Lubis.. Ada dua award yang dikasih, langsung saya pasang disini.



Trus, award yang Nuel kasih ternyata ada PRnya. Maka, ini dia PR yang mau saya kerjakan :

Blognya Iman alias Nuel termasuk unik. Kenapa unik?.. karena cuman Nuel yang punya blog kayak begitu. Dulu, ada foto andalannya Nuel dipasang jadi header, tapi yang sekarang rasanya udah dicopot dan menjadi lebih simple minimalis. Ciri khas blog Immanuel Notes adalah fontnya yang unik banget. Dia make jenis font yang lucu-lucu buat jadi isi postingan, judul, atau komen. Saya menduga apakah Nuel suka warna hijau?.. karena blognya yang dulu mengandung banyak warna hijau dan yang sekarang juga ada unsur hijaunya. Well, yang unik lagi dari Nuel adalah dia selalu ngasih award ke saya dan memposisikan nama saya di nomor tujuh!. Thanks Nuel, I really appreciate it, secara angka tujuh adalah angka kesukaan saya. Awadnya juga unik, siapa sih yang bikin award pake MS. Paint kalo nggak Nuel??.

Kenapa saya berkunjung di blognya Nuel, simple aja sih.. karena cerita-cerita khasnya dia yang kadang lucu, kadang marah-marah, kadang ngeluh.. yang intinya saya suka baca online diaries, apalagi kalo kejadian itu disoroti dari sudut pandang yang kocak.

Err.. soal karakter empunya blog. I dont really know for sure. Belom pernah ketemu, palingan chat doank, atau saling komen, atau yaa cuman dari baca aja blognya aja sih. Jadi susah deskripsiinya. Kalo mau langsung tau Nuel itu kayak giman orangnya, mending meluncur aja di blognya dia.

Award ketiga dapet dari Aul di blognya Aul Home. dan berbarengan dengan ini, I-One juga ngasih award yang sama. Ini dia Awardnya


Haduh, PRnya panjang banget. Kudu ngasih ke 7 orang termasuk yang ngasih award.. jadi, daripada saya bingung milihnya. Buat yang belom punya award, seluruh follower saya silahkan ambil award ini yak!. Terus diminta menceritakan 7 hal tentang saya. Daripada posting ini kepanjangan, 7 hal singkat tentang saya akan saya berikan dalam 7 kata. Semoga bisa menangkap maksudnya : Kurus, Tinggi, Travelling, Makan, Jajan, Exploring, Curious.
Oke?.. buat yang mau masang award tersebut PRnya sama yak : Memberikan ke 7 orang blogger lain, dan Menceritakan 7 hal tentang dirimu!.

Sebenernya ada satu lagi award, tapi koq saya lupa naruhnya dimana yah. Haduh, ntar kalo ketemu saya pasang deh. Atau barangkali, si empunya award yang ngasih ke saya bisa mengingatkan lagi biar kepasang.

Then, Postingan random selanjutnya. Ada banyak pertanyaan di beberapa kotak komentar yang belom sempet saya jawab.

Dari Tito : BTW yg pegnn bnget ditnya, pas d KL kmaren, sempet ganti provider ga?? trus biaya GPRS nya gmna?? jadi kebayang klo mesti ganti provider sana.

Yup, sebenernya pas di KL kemarin kita beli satu provider layanan telepon yaitu DIGI-Cell. Kalo nggak salah Mila juga pernah cerita tentang ini. DIGI ini perdananya rada mahal, pulsa 15 RM dijual 18 RM. Masalahnya, karena kami nggak tau, sempet ketipu dengan harga 2 kali lipat. Tapi, bukan saya yang beli sih. Temen saya. Soalnya saya sendiri nggak butuh buat telepon-telepon ke rumah. Emang mau nelepon siapa?.. pacar?. belon adaa... lah kalo orang rumah, udah saya pesenin dari tanggal sekian sampe sekian jangan hubungi saya karena lagi ada di Luar Negeri. Buat tarif nelepon ke Indonesia-nya lumayan murah juga koq. 0.5 RM/menit. Untuk GPRS.. maksudnya internetan?. Kebetulan hotel Chill In tempat saya menginap sudah termasuk wifi gratis di semua sudut. Emang sih, saya nggak bawa netbook tapi hape saya kan bisa wifi.

Dari Ma_dhan : sob bagi tips donk, gimana biar bisa jalan" terus kya kamu gitu. wkwkwk

Nggak ada tips. Karena buat jalan-jalan, kamu sendiri yang menjalani. Tips yang orang lain bikin nggak mungkin persis sama kalau kamu ngelakuin sendiri. Sebenernya untuk jalan-jalan nggak butuh harus jauh, harus kemana gitu.. Banyak tempat disekitar kamu yang bisa dieksplore, jelas dengan biaya yang jauh lebih murah. Kalo mengira saya kaya, saya punya banyak duit sampe bisa makan-makan dan jalan-jalan bahkan sampe keluar negeri.. salah besar. Saya cuman anak kurus biasa yang memiliki mimpi pengen kesana-kemari aja. Kebetulan banyak acara jalan-jalan saya pun yang nggak pake ngeluarin duit pribadi baik itu urusan transportasi, nginep, atau makan-makannya. Saya bersyukur saya diberikan keberuntungan bisa menjalani hidup saya dengan indah. Jadi, cuman satu kuncinya : Punya Mimpi dan Wujudkan!

Ada pertanyaan lagi yang aneh-aneh tentang GPS itu bisa dipake di gunung atau dihutan nggak.. yang jelas, cobain aja. Karena menurut pengalaman saya ada beberapa tempat ada yang belom terinstal di GPS saya itu, jadi kemungkinan besar nggak bisa kedetect. Kecuali kalo kamu pake google earth, plus ada sinyal satelit yang bisa ditangkep.

Sama ada satu hal yang mungkin emang banyak yang belom pada tahu. Gaphe itu nama panggilan saya, nama asli saya Yoga Pratama. Yeah, nama itu pasaran emang.. coba ketik di google aja, pasti yang muncul bukan saya. Gaphe itu singkatan dari YOGA P yang bila dibaca dua kata dari belakang berbunyi GA P (dibaca "phe"). Ada yang bingung manggil saya mau Gap, Gha, Ga, Phe.. yang jelas bukan Ge A Ge A Phe... ntar nyaingin Aziz Gagap donk!. cukup panggil saya "Phe" atau "Ga". Buat yang mau manggil "Yog" juga boleh. Sebenernya kenapa nggak dipanggil "Yoga" aja sih??. Alasannya karena entah struktur rahang saya atau emang salah suara saya, setiap kali saya memperkenalkan diri dengan nama tersebut, ditangkap sama si pendengar dan ditulisnya lain. Nama saya berubah jadi "YUDHA". Itu masih mending, soalnya banyak kejadian yang nulisin nama saya jadi "YOKA" atau parahnya lagi "YUKE". Jadi, panggil saya Gaphe!

Terakhir banget, Adakah Follower saya yang saya belom sempat follow balik??. Kasih tau yak!

Oke, rasanya ini aja dulu deh postingan random saya kali ini. Capek bo! nulis panjaang. hehehe. Thanks buat semuanya yang udah nyempetin BW kesini dan ninggal komentar. Sebisa mungkin saya akan mengunjungi balik. Have A Nice Day All!!

Jumat, 25 Maret 2011

GPS dan Teman Seperjalanan

Belom sempet BW, apalagi update blog. Ceritanya begini, Rabu kemarin pas ultahnya Dija saya masih ada di Sulawesi, trus Kamis saya ada di Surabaya sampe semalem, dan ketika saya menulis ini saya udah berada di Jogja. Kebayang kan tiga provinsi dalam tiga hari sukses membuat saya SUSI SUSANTI (SUper SIbuk, SUSah dinANTI). Jadi, saya belom sempet buat berkunjung ngasih komen ke blog temen-temen. Posting aja ala kadarnya. Sekelarnya ini deh, nanti saya bakalan meluncur ke blog temen-temen.

Ngelirik blogroll disamping, koq tumben-tumbenan muncul nama saya. Karena penasaran saya klik, ternyata Huda Tula memenuhi janjinya buat ngegambarin saya. Dan ini dia gambarnya yang kereeen abis.


Yah beginilah kalo resiko jadi orang tekenal, baik hati, tidak sombong, dan ramah sama semua orang *hueeekkk. Astaghfirullahaladziim*. Makasih banyak ya Da.. hahaha walaupun mampir disana banyak komentar yang jahaat ngedoain saya kesasar di alam roh kayak gambarnya. Siaul, kirain tadinya digambarin pose seksi saya menikmati makanan, trus ada Yumilah Yumiwatinya.. eh ternyata malah dibayangin sama Huda Tula kesasar di alam roh. Bahasa Lombok tu : Puter Bake.
*pukul-pukul tembok*

Berhubung Huda dengan baiknya mereview blog saya, gantian deh saya mau review juga. Saya kenal Huda Tula emang awalnya dari jalan-jalan BW ke blognya dia, kalo nggak salah dulu pas jamannya review satu buku gitu *saya lupa judulnya*. Tau anak ini ternyata tinggal di Jogja, sekitaran bulan Februari kemaren saya ngajakin kopi darat sama Ami juga yang sama-sama tinggal di Jogja. Mengenal langsung Huda ternyata jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan sekedar chat atau lompat-lompat kotak komentar. Huda memang senang menggambar, dan beruntung dia dianugerahi sense of art yang tinggi. Saya menyadari bakat dia setelah pertama kali melihat di beberapa postingannya mencantumkan gambar-gambar coretan tangannya. Berhubung saya emang narsisnya nggak ketulungan, nggak pake malu langsung nodong Huda buat nggambarin. Tapi pas itu karena diundi, Yenny Hamida dulu yang digambarin sama Huda. Naah gara-gara ini nih, trus timbul gosip yang sempet semerbak di blog kalo ada apa-apa antara Huda sama Yen. Hihihi no offense yaa.. tapi saya tau koq, kalo sebenernya nggak ada apa-apa diantara kalian (kalo ada apa-apa juga saya turut seneng deh, secara sama-sama jomblo.. hahaha ^_^V). #ngebales.

Ngomong-ngomong soal kesasar, Di Kuala Lumpur kemaren saya cukup terbantu dengan teknologi yang bernama GPS. Nggak tau GPS?. Duh, kebangetan deeh.. hahaha.. itu makanan terbuat dari singkong isinya gula merah!. Manis rasanya.. Nah, teknologi GPS inilah yang lumayan membantu saya buat menjelajah KL dengan jalan kaki. Beruntung, Handphone Nokia 5800 touchcreen saya memiliki fasilitas real-time GPS. Sehingga pas klik : my position, langsung keliatan di jalan mana saya lagi berada dengan ditunjukkan sebagai bintik merah kedip-kedip. Teknologi ini bener-bener ngebantu pas mau jalan ke kawasan Bukit Bintang. Kami tahu bahwa jarak antara Petronas Twin Tower dan Bukit Bintang itu lumayan deket. Sebenernya juga bisa make monorail dari Bukit Nanas turun ke Bukit Bintang. Tapi karena nggak tau stesen Bukit Nanas itu dimana dan tau kalo cuman deket plus masalahnya adalah banyak persimpangan jalan di tengah kota. Maka GPS Ini bener-bener berguna.


GPS ini juga membantu kami nemuin Petaling Street. Karena daripada nyasar lagi, mendingan ngikutin jalan aja. Masalahnya, GPS saya ini kadang suka aneh. Misal kalo mau cari posisi lengkap, kan kudu diketikkan alamat atau nama tempatnya. Nah, kadang nama tempat atau posisi itu tidak sama dengan yang dimaksud. Misal nih, saya pengen ke Istana Sultan Abdul Samad. Saya ketik aja Abdul Samad, ditunjukkin di GPSnya adalah Jalan Sultan Abdul Samad. Lah, mulanya saya pikir Istana Sultan Abdul Samad itu yaa ada di Jalan Sultan Abdul Samad.. ternyata setelah nanya orang, beda jauuuh.

Meski begitu, GPS inilah yang membuat saya "menang" dibanding temen saya yang ngotot nanya-nanya orang. Pas dari Petaling Street, mau pulang ke Hotel. Temen saya menggerutu karena saya bilang : "Jalan aja, deket koq. Di GPS ini cuman tinggal beberapa blok". Dia ngotot nanyain, "Itu skalanya berapa?. Trus ini kita udah jalan lumayan jauh. Kamu bener nggak sih baca petanya?".

Mana pas itu posisinya tinggal satu blok lagi di depan belokan udah nemu hotelnya (menurut GPS), temen saya nanya sama orang Malaysia dimana letak jalan Yap Ah Loy itu. Kata orang yang ditanyain jauuh banget dari tempet kita berada. Yaudah, gantian saya nanya balik.. "Kamu udah tanya itu orang asli mana, berapa lama di Malaysia. Ya kalo kamu percaya ama orang itu silakan aja ikuti.. kamu balik lagi ke stesen LRT terdekat, trus ntar turun ke stesen masjid jamek dan silakan jalan. Kalo saya, mending saya ngecek belokan depan itu.. udah keliatan gangnya." Sambil berlalu.

Dan saya bener, belokan didepan emang jalan Yap Ah Loy tempet hotel kami berada. Karena saya nyampe duluan, dan akhirnya temen-temen ngikutin saya.. yaudah sekalian aja, biar bikin jengkel temen saya bilang : Jauuuh banget yah ternyata!. Yes!!. Disinilah saya menyadari kata Trinity dalam bukunya Naked Traveller bahwa memilih teman seperjalanan itu penting. Kenapa?.. soalnya selama perjalanan walaupun sebenernya kita udah kenal satu sama lain terkadang masih terjadi konflik juga. Jadi, saling menertawakan kalau emang pas nyasar, trus nggak boleh diambil hati, sama saling memaklumi dan memaafkan adalah kuncinya kalo jalan bareng-bareng. Yah, namanya menyatukan banyak kepala jadi satu tujuan itu nggak gampang, apalagi kalo interesetnya beda. Karena di awal kami sudah bikin kesepakatan intinya adalah : "Karena sama-sama nggak tahu, kalo salah harap dimaklumi", maka hal-hal semacam begini nggak sampe diambil hati.

Kamis, 24 Maret 2011

[Dibuang Sayang] : Iritasi Bahasa & Minta Maaf

Kemarin ultahnya Dija, saya merasa jadi Om yang paling jahat sedunia. Soalnya, saya bilang saya pengen ikutan ngerayain ultahnya Dija. Tapi kenyataannya, pas hari-H malah saya nggak bisa nulis surat ke Dija. Maaf banget ya sayang, rasanya nggak enak banget liat banyak temen-temen di blogroll yang nulis surat ucapan ultah sama Dija. Sebetulnya Om pengeen banget ikutan, tapi kegiatan om di luar pulau bener-bener menyita waktu. Apalagi kemarin adalah hari terakhir pekerjaan, dan biasanya disibukkan dengan kejar target dan kejar pesawat. Pas mau onlen, nggak fokus karena hapenya ngadat. Walhasil, di ultah Dija yang pertama Om cuman bisa nyempetin ngasih ucapan selamat dikotak komentar. Maaf banget yah sayang, semoga Dija bisa ngertiin Om-nya yang lagi sibuk.

Minta maaf yang kedua, untuk postingan kali ini saya pengen bahas tentang "iritasi bahasa" selama di Malaysia. Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan, atau chauvinis berlebihan, tetapi maksud saya bahwa bahasa adalah sebuah identitas dan budaya bangsa. Dengan mengenal bahasanya harapannya sih bisa kenal lebih dekat dengan negara tersebut. Jadi, mohon maaf sekali lagi kalo bagi WN asal Malaysia yang kebetulan mampir dan baca.. mohon dimaklumi dan jangan tersinggung yak.

To the point aja, disini ada beberapa foto [Dibuang sayang]. Lumayan bikin iritasi. seperti pas baca bahasa 4l4y. Maksudnya, geli aja lihatnya..

Ada yang mau diramal?..


Ini promosi tabungan apa promosi yang lain yaa (-_-")


tingal tambahin prok.prok.prok.. udah kayak pak Tarno..


Percuma mah nitipin motor!..


Dambaan mahasiswa semester akhir nih..


nah lo, bedanya sama DPR apaan?

Jadi, foto mana yang paling kamu suka?

Selasa, 22 Maret 2011

Pilihan Alat Transportasi buat Backpacking di Kuala Lumpur + Budget. Total

Ada yang nanya beberapa waktu lalu, jalan-jalan di Kuala Lumpurnya udahan nih?. Untuk semua tempat yang dikunjungi rasanya sudah saya posting. Tapi beberapa hal tentang Kuala Lumpur masih akan saya posting. Termasuk hari ini, saya pengen cerita tentang macem-macem pilihan alat transportasi yang bisa dipake selama di Kuala Lumpur. Baca terus sampai bawah yah, karena saya juga akan kasih tau budget saya selama di KL.

1. Light Rapid Transport (LRT)
Dioperasikan oleh Kelana Jaya, LRT ini hampir mirip dengan MRT di Singapore. Dua-duanya sebenernya rangkaian gerbong kereta. Namun bedanya, kalo MRT (Mass Rapid Transport) gerbongnya jumlahnya banyak dan muat menampung lebih banyak orang sedangkan LRT paling banter cuman ada 3 gerbong, yang muat sekitar 200 orang sekali angkut. Uniknya, LRT ini beroperasi secara otomatis tanpa ada masinis. Mereka bergerak dan tepat waktunya kapan datang. Jadi nggak perlu lama-lama nunggu, sekitar lima menit sekali udah ada LRT yang baru.



Lalu, gimana naiknya?. Beli tiket masuk yang bentuknya kartu elektronik di Automatic Ticketing Machine yang ada di setiap stesen. Layar sentuh, tinggal klik pada satu stesen tujuan, trus keluar harga yang harus dibayar. Masukkan recehan atau lembaran uang kertas, tunggu tiketnya keluar trus kalo ada kembalian, mesin ini otomatis ngeluarin. Harga bervariasi tergantung jaraknya jauh atau dekat. Paling minim, kita kudu bayar 1 RM untuk stasiun terdekat. Semakin jauh tujuan stesennya, semakin mahal. Selama saya naik LRT, tujuan terjauh adalah di Gombak (stesen terakhir) ditempuh dari KL Sentral. Tiketnya seharga 2,4 RM. Tiket ini yang nantinya dipake buat buka pintu gerbang (jalur masuk platform), dan inget-inget buat nyimpen tiketnya buat dipake di pintu keluar. Nah pas nyampe di stesen tujuan, kalo mau keluar, masukin aja tiket yang tadi.. secara otomatis tiketnya akan tertinggal sendiri di dalem. Jadi jangan ngarep memiliki tiket buat kenang-kenangan yak!. Kecuali beli sendiri tapi nggak kepake.

2. KL Monorail
Monorail ini juga semacam kereta, tetapi hanya bertumpu pada satu rel. Keretanya pendek banget, cuman dua gerbong aja. Sama kayak LRT, tanpa masinis dan serba otomatis. Ada beberapa jalur LRT dan Monorail yang sama - sama berhenti di stesen yang sama. KL Monorail melayani rute yang lebih pendek di dalam kota KL sendiri. Untuk tiket, setahu saya tidak dijual lewat ATM, tetapi lewat loket khusus. Harganya juga rangenya sama kayak LRT sekitar 1 RM - 3RM.



3. Kommuter.
Kalo di Jabotabek, kommuter itu semacam kereta listrik atau KRL. Kommuter ini melayani jurusan keluar kota. Yaa sama sih kayak KRL, ada yang dari Pasar Minggu ke Bogor, atau Bekasi. Rutenya lebih panjang, tapi harganya lebih murah. Saya sempet nyobain ini pas nyasar di Petaling. Di dalem kommuter suasananya mirip kayak KRL, kebanyakan pemakai adalah etnis melayu dan India. Pokoknya didalem itu rasanya udah kayak di India deh, dengerin orang ngomong "chupke, chupke, chappali... tumbar miri jahe". Tapi dari sini saya belajar kebiasaan orang India loh!.. Orang India tuh kalo ngomong wajib pake geleng-geleng kepala. Pertamanya sih nggak bisa bedain itu maksudnya setuju atau menolak.. ternyata kalo setuju, biasanya geleng kepalanya tuh mengedikkan ke kiri dan kekanan. Sedangkan kalo menoleh kekiri kekanan itu berarti menolak. Terus, satu lagi.. orang India kalo ngomong Inggris lucu. Semua huruf "T" terdengar dibaca "D". Semisal ngomong "Dond dell me laik dis ".



4. Bas
Maksudnya itu mungkin Bus alias Bis, tapi daripada bingung mau pake bas, bis, atau bus.. disini saya ceritanya pake "bus" aja yah. Jadi ada beberapa tipe bus di KL. Bas awam atau bus umum, Rapid KL, sama Bas Persiaran alias Bus Parwisata. Yang unik adalah, disini tidak ada angkot. Terus bus-nya semua berukuran guede, mirip sama bus antar kota antar pulau kalo di Jawa. Selama jalan, saya baru sadar nggak ada bus yang ukurannya kayak bus DAMRI atau Kopaja.. semuanya gede abis. Biasanya pintunya ada dua. Satu ditengah (dua membuka kekiri dan kanan) dan satu didepan buat kondekturnya. Ada yang spesial disini yaitu kondektur bus-nya ada yang ibu-ibu (perempuan). Manteb ih, dua kali naik bus saya ketemu sama dua kondektur perempuan.. Satunya ternyata berasal dari Indonesia, nyadar pertama kali bahasa kita si ibu itu nanyain apakah kami dari Jakarta??. Kami jawab, dari Surabaya. Eh, lha koq ibunya trus ngomong jawa ke kami dan manggilnya pake "le" alias thole. Terus.. pas nungguin MetroBus nomor 11 mau ke Batu Caves, ketemu sama abang-abang timer (tukang atur jam perjalanan) muka preman yang ternyata berasal dari Medan. Tau kami dari Indonesia, dan udah nunggu cukup lama MetroBus nomor 11 itu, sama abangnya dibantuin nelponin ke garasinya. Woow, the miracle of helping.. nggak lama bus yang ditunggu-tunggu akhirnya dateng. Nggak heran nemu banyak orang Indonesia yang bekerja disini. Secara dari hasil ngobrol sama supir kereta sewa, saya memperoleh informasi ada lebih dari 5 juta penduduk yang berasal dari Indonesia di Malaysia. Entah sudah menetap, sampai berganti kewarganegaraan, atau hanya sekedar mencari pencaharian disini.

Sempat saya bertanya-tanya, mengapa banyak orang Indonesia yang nyari pencaharian disini??.. ternyata terjawab sudah ketika saya melihat lowongan pekerjaan di satu kios kecil jual minuman ringan di salah satu stesen LRT. Gaji untuk waitress yang ditawarkan perbulan adalah 800 RM. It means, sekitar 2,4 juta rupiah untuk pekerjaan sekelas waitress kios minuman kecil!. WOOOW.. Terjawab kan, kenapa banyak yang tergiur bekerja disini?.


Oh ya, ada info lagi kalo nggak mau repot-repot keliling Kuala Lumpur terutama tempat-tempat wisatanya ada satu bus namanya KL HOHO. Bukan Maho yaa.. tapi HOHO. Singkatan dari Hop On Hop Off. Sekali naik, kita bisa turun di banyak tempat dan berkeliling sesuai rute yang dipengenin sesuka kita. Kalo udah turun di satu tempat, kita bisa jalan-jalan dulu.. nah kalo mau naik bus HOHO lagi tinggal tunggu di tempat pemberhentiannya aja. Harga tiketnya untuk adult lumayan mahal, 38 RM berlaku selama 24 jam. Jadi selama jam operasi bus HOHO ini, kita bisa naik turun sesuka kita di dalam kota KL. Tiket bisa dibeli di travel agent atau langsung didalem bisnya. Awalnya sih kami pengen make jasa bus ini. Tapi, berhubung backpack kurang duitnya.. jadi mutusin buat naik kendaraan umum aja kemana-mana.

Lalu, selama tiga hari dua malam di Kuala Lumpur.. saya ngabisin budget berapa donk??. Ini dia rinciannya yak.
tanda (*) berarti bisa dihilangkan. Kurs 1 RM = 2900, berlaku pada Bulan Maret 2011.

Flight & Accomodation
Tiket Air Asia PP Surabaya-Kuala Lumpur : Rp. 310.000
Airport tax bandara Juanda : Rp. 150.000
Airport tax LCCT (include with ticket) : Rp. 75.000
Travel insurance* : Rp. 49.000
Chill Inn hotel, private room (berdua) shared bathroom include Breakfast : RM 55 plus booking Fee total Rp. 171.000
Total flight and accomodation : Rp 755.000,-

Makan dan Jajan

Paket Nasi KFC (5,95 RM), EggTart (1,6 RM), MeatBall beef noodle (5,5 RM), Smarties Ice Cream (1 RM), Air Mineral 3 kali beli (3 RM), buffet diCurry in a Hurry-Genting (10 RM), Teh tarik 2 kali (4 RM), Green melon + dimsum di Mesjid India (2RM), Murtaba' (6RM), Nasgoryam (6RM), Susu kedelai Petaling (1,2 RM). Air es 3 kali (1,2 RM)
Total makan dan jajan : (47,5 RM) Rp. 137.750

Transportasi
Aero Bus LCCT - KL PP (16 RM). total LRT/monorail/kommuter lokal bolak balik (21 RM). Taksi to genting (20 RM). Bus to Batu Caves PP (5RM).
Total Transportasi lokal : (62 RM) Rp. 179.800

Pleasures
Skyway Genting PP + Bus (13,4 RM), Bowling (11 RM), Oleh-oleh total* (RM 63,4).
Total Pleasures : (87,8 RM) Rp. 254.620

Keliatan kaan?. Budget paling banyak keserap pada : OLEH-OLEH!.. jadi tujuan yang semula backpacking, ternyata nggak jadi backpack soalnya begitu pulang.. tas sukses beranak pinak dengan isi bawaan oleh-oleh. Tapi, kalo oleh-oleh dihapuskan.. total biaya hidup disana selama 3 hari 2 malam akomodasi (Rp. 171.000), Transportasi (Rp 179.800), Makan dan jajan (Rp.137.750), plus Pleasure (Rp. 70.760) adalah Jeng jeeeng... HANYA : Rp. 559.310!!

yak, dengan modal lima ratus ribuan aja bisa koq keliling Kuala Lumpur. Apalagi, kalo nginepnya nggak di hotel tapi di mesjid misalnya, pasti lebih irit.

Senin, 21 Maret 2011

Surprize, Surprize, And Surprize!!

Bing!

Sebuah email yang saya tunggu-tunggu akhirnya sore kemarin saya terima. Balasan jawaban dari Adit yang emang sengaja saya tunjuk buat jadi juri Gaphe Giveaways. Oke, penasaran siapa pemenangnya??.. Sabaar.. jadi gini ceritanya. Setiap foto yang masuk saya kasih nomor berdasarkan urutan masuknya postingan, tapi nggak mutlak kayak gitu banget soalnya saya prioritasin dinomorin tuh yang wanita dulu. Ladies first laah, soalnya lebih banyak yang ngikut jadi peserta. Jadi, untuk wanita fotonya semua saya nomorin mulai dari nomor 1-38 trus untuk ngebedain, yang cowok saya kasih huruf A - J (10 peserta). Terus, saya minta tolong Adit buat milih satu dari nomor 1-38, dan satu dari huruf A-J. Mungkin kalo sempet liat gambar semua peserta di postingan saya kemarin, ada gambaran urutannya kan ya?. Yaa kurang lebih kayak gitu.

Begitu email Adit masuk, langsung saya printscreen buat bukti. Dan ini dia balesannya :


Yak. Pemenang cewek adalah yang memiliki nomor urut 2, dan pemenang cowok adalah yang memiliki huruf J. Siapakah itu?.. JENG JEEENG!!!!


Selamaaat untuk Putri Baiti Hamzah dan Pakde Cholik sebagai pemenang Gaphe Giveaways. Untuk Putri Baiti Hamzah (duh, saya nggak tau manggilnya apaan.. soalnya baru kenal sih >.<) berhak untuk mendapatkan satu pashmina berwarna Gold & Black. Sedangkan untuk Pakde Cholik, berhak mendapatkan Paket berisi 3 box/bar Beryl's Chocolate.

Udah gitu aja??
NGGAAAK DOOONK!!!.. Berhubung ternyata animo peserta banyak yang ikutan, maka rasanya koq nggak enak aja cuman ngasih satu hadiah dan diperebutin banyak orang. Jadi, saya memutuskan buat nambah hadiahnya berdasarkan kategori yang saya bikin sendiri. Dan ini dia Surprizenya!!

1. The First Contestant Award.
Jatuh pada Nona Noto alias Ata, yang baru beberapa menit saya posting Giveaways udah ngasih link fotonya!. Salut, kecepatan tangannya dia buat editing foto langsung nggak pake lama.


2. The Best SEO Award.
Ngerti kaan kalimat sakti Yumilah Yumiwati?. Yak, karena memang saya ingin mempopulerkan kalimat tersebut sebagai sebutan untuk makanan yang lebih dari sekedar enak.. maka SEO berperan penting buat urusan macam begini. Begitu saya ketik Yumilah Yumiwati di Google, muncul link pertama yang paling populer :


Selamaaaat buat Mbak Reni di Blognya yang The Others. Mbak Reni berhasil menyabet gelar The Best SEO Award dari saya.

3. The Luckiest Contestant Award.
Disamping kedua award tadi, saya nyoba ngundi keseluruhan peserta untuk mendapatkan satu gelar The Luckiest Contestant. Berhubung lagi nggak ada kertas dan pena, saya memasrahkan pada situs Randomizer[dot]org. Hasilnya adalah...


Karena nomor 1-38 itu peserta cewek.. maka 39 - 48 itu peserta cowok. Jadi, setelah dikonversikan.. nomor 44 itu jatuh ke huruf F. Siapakah itu?... Huda "Hoedz" Sudiro!!. Congrats ya Hoed, kamu jadi yang paling beruntung.

Untuk ketiga kategori tersebut, masing-masing memperoleh satu bar Beryls Chocolate. Sorry, ngasihnya cuman satu bar aja. Jangan dilihat dari banyaknya, tapii dilihat dari jauhnya.. (Dari Malaysia bo!). hahaha... #hadeeh..

Untuk semua pemenang, mohon segera mengirimkan nama lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, beserta alamat lengkap dengan kodepos ke email saya : yogapratama77@gmail.com dengan subject : YUMILAH YUMIWATI. Email saya tunggu sampai hari Rabu Malam yak, setelah email saya terima nanti akan saya hubungi kalo sudah saya kirimin hadiahnya.

Udah segitu aja?.
Buat bagi-bagi hadiahnya sih itu aja... tapi, berhubung saya nggak enakan.. buat para kontestan yang enggak menang.. dan buat seluruh follower saya dimanapun anda berada #halah, berasa penyiar radio. Saya sudah kumpulkan semua foto bikin ngiler buat dijadikan Award. Sebagai persembahan terakhir Giveaway ini, saya berikan Yumilah Yumiwati Award untuk kalian semua!!..


Ini wujud terima kasih saya yang sedalam-dalamnya teruntuk semua yang sudah sering berkunjung ke gubug saya. Silahkan dipasang di blog masing-masing, dan sekali lagi saya ucakan terima kasih banyak!.

PS: Kayaknya seru banget deh bagi-bagi giveaways kayak gini, ikuti terus aja cerita jalan-jalan dan makan-makan saya aja.. Siapa tau di lain kesempatan kalo pas ada rezeki, saya bagi-bagi giveaways lagi. Thanks All!!

Minggu, 20 Maret 2011

Gaphe Giveaways Closed Dan Adek Saya

Tanpa bas bis bus lagi, langsung aja deh!. Dengan melirik clocklink biru yang ada di kanan atas blog saya, dan mengingat bahwa Gaphe Giveaways sudah berlangsung selama sepuluh hari.. maka sesuai janji saya tentang batas akhir giveaways *teroreet roreeet..jeng jeng jeeng.... Saya nyatakan GAPHE GIVEAWAYS CLOSED!. Secara resmi, banner Gaphe Giveaway akan saya copot dari persemayamannya.

Jadi buat yang udah ikutan giveaway dari saya, pertama-tama biarkan saya bernafas dengan baik dulu.. soalnya responnya nggak nyangka bakal sebanyak itu. Terharu banget banyak yang mampir ke blog Gaphe Bercerita ini, dan dari lubuk hati saya paling dalam.. saya mengucapkan terima kasih banyak!.

Sedikit laporan singkat dari saya, semenjak pertama kali giveaway ini dibuka pada tanggal 10 Maret 2011 yang lalu, sudah sebanyak 48 peserta yang sudah mengikuti giveaways ini. Total jumlah komentar yang masuk pada postingan tersebut adalah 132 komentar, tanpa satupun saya tanggapi balik. Ini rekor pertama kalinya satu postingan di blog ini memiliki komentar lebih dari 100! Dan itu tanpa ada komentar dari saya satupun. Dari sebanyak 48 peserta yang masuk, seperti saya bilang di syarat kontes bahwa hadiah akan dibedakan menjadi 2 macam untuk cowok dan untuk cewek. Masing-masing satu pemenang.


38 peserta wanita dan 10 peserta pria bersaing berebut oleh-oleh dari Malaysia

Sepertinya persaingan berat terjadi pada kubu wanita. Sebanyak 38 peserta memperebutkan satu pashmina. Sedangkan untuk peserta cowok, persaingannya lebih santai. 10 peserta memperebutkan paket Beryl's Chocolate. Saya nggak ngelink satu persatu daftar pesertanya, karena trauma blog saya jadi tertuduh malware. Jadi, sebagai tanda keikutsertaan temen-temen.. saya sudah mampir ke postingan tersebut dan meninggalkan komentar bahwa anda sudah tercatat sebagai peserta.

Lalu bagaimana pengumuman pemenangnya dan penilaiannya?. Untuk pengumuman pemenang, kemarin sudah saya bilang akan saya umumkan besok Senin, Tanggal 21 Maret 2011 malam hari. Untuk penilaian, tentu saja bukan saya yang akan menilai. Soalnya, kalo saya yang menilai bakalan subjektif banget.. Bisa jadi karena hubungan pertemanan, kenal, atau karena sering mampir dan setia. Jadi untuk menghindari unsur subjektivitas, urusan memilih satu pemenang cewek dan cowok dari total 48 peserta sepenuhnya berada di tangan : ADEK SAYA!. Dia bukan blogger dan nggak kenal sama satupun pesertanya, jadi penilaiannya objektif.


Saya adalah anak sulung dari tiga bersaudara, dan dua adek saya kebetulan cowok semua. Jadi, dalam satu keluarga, ibu saya adalah wanita tercantik di rumah!. Yang saya tunjuk buat jadi juri adalah Adit, adek saya yang pertama si anak tengah. Udah lihat gambarnya?. Sangar kan??.. Beda banget perangainya sama saya. Kadang saya sering ngiri sama dia.. walaupun umurnya beda 4 taun ama saya, whichis seumuran sama beberapa sobat blogger yang masih kuliah, dia udah banyak bisa ngambil keputusan sendiri dan mandiri. Mungkin jaman saya umur segitu, bakalan masih minta sama ortu sih #malu

Saya dan Adit

Selain itu Adit tuh hobiis abis, penyuka renang (sama kayak saya) sampe ikutan klub selam juga, Biking dan skateboarding, plus fotografi. Beda sama saya pas seumuran dia, isinya cuman belajaar..belajaar.. dan belajaar.. Kalo ditanya soal kemauan, sekali dia pengen sesuatu pasti bakal dikejar sampe dapet. Semua barang-barang hobinya dia kayak skateboard dan sepeda fixie (yang kapan hari pernah saya pinjem dan masuk di postingan) diperoleh lewat usahanya sendiri. Saya kagum sama caranya dia usaha dan tanpa ninggalin aktivitas kuliahnya. Bahkan terakhir, dia bantuin temennya jadi marketing sepeda fixed gear. Sekalian aja promosiin sih, kalo berminat nyari sepeda fixie rakit sendiri dengan spesifikasi dan budget ditentukan sendiri bisa langsung klik disini. Bilang aja ketemu Adit!.

Oke, balik ke Giveaways.. jadi, semua foto yang diposting saya minta ijin buat dicopy di notes saya buat saya kirimkan ke Adit. Sudah dikirim sebetulnya, dan saya tinggal nungguin balesan email dari dia. Ya maklum, Adit lagi di Jogja dan saya lagi di Makassar.. makanya komunikasi cuman lewat email aja. Perkara gimana penilaiannya, saya serahkan sepenuhnya sama Adit. Terakhir saya SMS tadi, dia lagi bareng sama temen-temen fotografinya.. Bisa jadi dia juga minta tolong sama temennya juga buat nilain, lagian saya juga nggak mau pusing milih banyak foto gitu sih. hahaha. Jadi ditunggu aja yak besok malem pengumumannya!

#postingan ini sekalian diikutsertakan dalam giveawaysnya Mama Cal-Vin (Pascal dan Alvin). itu foto-foto dua taun lalu pas jalan-jalan ke Dufan dan TMII.. jamannya masih culun. Kalo diminta satu foto yang dikirim, foto yang tengah deh yang saya unggulkan!

Sabtu, 19 Maret 2011

Jalan, Jajan Dan Makan di KL - Downtown!

KL Downtown, alias pusat Kota KL. Ada apa aja disini?.. Check it out!

Jalan - Jalan

1. Central Market

Pasar Sentral alias Central Market ini sudah berdiri semenjak tahun 1888. Tetapi, resmi beroperasi sebagai pusat dagang pada tahun 1936. Didalam central market, terdapat Pasar Seni yaitu pusat belanja oleh-oleh Malaysia. Walaupun namanya pasar, tetapi jauh dari kesan kumuh karena didalam serba modern. Gerai-gerai yang menjual oleh-oleh ditata sedemikian rupa sehingga terkesan menyenangkan apalagi ditambah dengan pendingin udara. Selain itu, rata-rata harga disini adalah fixed price. Nggak bisa ditawar, tapi cukup murah. Yang bikin gondok adalah, musik yang diputar disini hasil colongan lagu "Anak Kambing Saya" dari NTT-Indonesia yang diganti judulnya jadi "Jalan Marica" kalo nggak salah.


How to get there : Naik LRT turun di stesen Pasar Seni. Tinggal jalan, langsung ketemu sama Central Market

Best Found : Pashmina, Beryls Chocolate, Magnet kulkas 3 for RM10, Kaos gambar Petronas RM 10.

2. Kasturi Walk

Sebuah jalan disamping Central Market persis, tinggal loncat aja udah nyampe. Yang unik adalah gerbang masuknya yang berbentuk layang-layang khas Malaysia. Dengan mengusung tagline : A covered walkway of exciting kiosk and eateries, Kasturi Walk ini mirip di Bugis Street di Singapore. Disini, banyak kios penjual makanan, minuman dan barang-barang yang dijual pake gubug-gubug kayu beratap jerami. Unik, lucu, dan murah-murah juga. Soal makanan, banyak yang jual Indian Fruit Rojak (rujak buah), Chinese Dim Sum baik yang basah atau goreng, ada brewery juga, jual macem-macem teh dan kopi.

How to get there : LRT turun di Stesen Pasar Seni, dari Central Market tinggal loncat.

Best Found : Sendal Jepit tulisan Facebook for only 10 RM sepasang!!

3. Mesjid Jamek

Terletak di deket hotel kami menginap, mesjid ini pertama dibina (dibangun maksudnya) pada tahun 1909 di tepi pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Kelang. Termasuk dalam jajaran mesjid terlama yang masih berdiri dan difungsikan sebagai tempat ibadah. Dibangun oleh arstitek Inggris bernama A B Hubbock, mesjid Jamek ini tetap mempertahankan arsitekturnya yang bergaya melayu India. Bangunan ini memiliki tiga buah kubah masjid (satu kubah utama) dan dua menara. Ciri khas yang menonjol disini adalah arsitektur dari bata merah yang masih tetap dipertahankan. Sebenernya masjid ini biasa aja, tapi oleh pemerintah Malaysia mesjid ini dijadikan tempat wisata. Untuk masuk, harus mengenakan baju tertutup. Untuk cowok, minimal celana panjang nutupin lutut, sedangkan untuk cewek harus berkerudung. Tapi tenang, karena emang diset untuk tempat wisata disini akan dipinjami jubah, gamis, dan krudung gratis sebelum masuk.. dengan terlebih dahulu nulis di buku tamu.

How to get there : Naik LRT turun di Stesen Mesjid Jamek. Tinggal tengok kiri, udah ketemu.

Best Found : Mesjid ini hanya dibuka untuk umum pada waktu-waktu shalat saja, banyak penjual emperan kalo pas jam rame. Nemu penjual buah keliling!

4. Stesen Kereta Api Tanah Melayu (KTM)

Stesen KTM mulai dibangun 1886 dan beroperasi penuh setelah 1910, oleh arsitek yang sama dengan Masjid Jamek : AB Hubbock. Saat ini adalah stesen kereta api tertua yang masih beroperasi, dan merupakan satu tempat pemberhentian Kommuter. Di dalam stesen ber AC, karena selain sebagai stesen juga sebagai satu destinasi wisata arsitektural. Ciri khas utama stesen ini adalah gaya Maroko-nya yang terlihat pada tower dan pintu-pintu yang berbentuk kubah dengan warna dominan putih gading.

How to get there : naik Kommuter, berhenti di stesen KTM langsung. Atau, naik LRT berhenti di stesen Pasar Seni turun dan nyeberang.

Best Found : Sebelahan dengan tower mesjid negara, jadi satu kali dayung dua spot wisata arsitektur terlampaui. Mesjid negara yang khas adalah bentuk kubahnya berwarna biru & toska.

5. KL Tower

KL Tower, terletak di Bukit Nanas. Dapat ditempuh dengan Monorail, turun di Stesen Bukit Nanas. Jalan sepuluh menit, nemu tower setinggi 421 meter dan menjadi menara komunikasi tertinggi keempat di Dunia. Bisa nyoba naik ke atas, di ketinggian 335 meter diatas observation deck yang bisa berputar 360 derajat dengan pemandangan kota Kuala Lumpur. Dengan seharga 20 RM saja. Saya nggak sempet nyobain, cuman lewat aja.How to get there : Naik Monorail turun Stesen Bukit Nanas, atau naik LRT turun stesen Dang Wangi trus jalan (tapi jauh).

Best Found : Bungee jumping "The G Force X - Anti gravity" dari ketinggian 335 meter seharga 60 RM. Nggak nyoba, mahaal T_T

6. Dataran Merdeka & Abdul Samad Building

Di lapangan inilah saksi sejarah kemerdekaan Malaysia, ketika pertama kalinya bendera Inggris diturunkan. Area yang isinya cuman lapangan biasa ini dihiasi dengan Istana Sultan Abdul Samad yang biasanya muncul di banyak brosur-brosur pariwisata KL. Terdapat satu tiang bendera tertinggi di Dunia, berukuran 100 meter. Biasanya, pusat kegiatan acara peringatan kemerdekaan Malaysia diadakan di Dataran Merdeka ini. Panas kalo siang-siang, tapi walaupun cuman lapangan biasa tapi rame banyak turis-turis Asia Timur yang foto-foto disini. Maklum, pemerintah Malaysia pinter mengemas lapangan biasa jadi daya tarik pariwisata.. ckckck salutee..


How to get there : MetroBus nomor 11, atau LRT Turun di Stesen Mesjid Jamek tapi jalan lumayan jauh.

Best Found : Ada jembatan depan dataran merdeka yang asyik buat foto-foto.

Jajan-Jajan

Paling nggak bisa kalo jalan-jalan trus nemu sesuatu yang beda, bawaannya pengen nyobain. Di Jalan Mesjid India pas iseng
nyari oleh-oleh di emperan kaki lima nemu penjual minuman macem-macem hanya seharga 1 RM. Saya milih green melon, rasanya enak!. Geseran dikit, nemu tukang jual gorengan.. milih dimsum sama fried wonton.. seharga 1 RM setusuk. Enak juga!. Walaupun sekelas jajanan pinggiran, tapi rasanya nggak kalah kayak yang dijual di Genting (saya nyobain fish ball di genting 3 RM setusuk.. hiks, padahal disini cuman 1 RM). Terus, dapet minuman es teh tarik seharga 1,5 RM. Oh ya, disini nyebut sesuatu yang make es itu kudu ditambahin embel-embel "Sejuk". Misal, air es = air sejuk. Atau gampangnya sih, bilang aja "pakai ais".


Di Seven Eleven, waralaba toko serbaneka yang banyak ditemuin di surut-sudut KL saya juga nemu es krim Smarties dari Nestle. Disana, kayaknya Nestle jualan eskrim juga di ice box mirip walls atau campina disini. Tapi lebih menjamur aja sih. Dengan seharga 1 RM satu cups, esnya enak!. Kapan lagi nyoba eskrim smarties yang di Indonesia nggak ada kaan?

Makan-Makan


1. MeatBall Beef Noodle

Ini nemu di deket Chill Inn hotel, hanya seharga 5 RM untuk Big Bowl dan 4,5 untuk Small Bowl, Beef Noodle ini rada nggak cocok sama lidah. Nemunya sih gara-gara udah malem, trus kelaparan. Yang buka cuman satu toko ini sih. Yang jelas porsinya menyebalkan gedenya!. Soalnya hanya dengan RM 5, dapet 2 mangkok gede pisah : mie daging sapi (dagingnya yang item bikin nggak selera makan) plus semangkok bakso kuah isi 7 pentol. Nggak habis, karena kebanyakaan.. T_T


2. Nasi Goreng Ayam

Ohoho..jauh-jauh ke Malaysia nemunya nasi Goreng lagi?.. Eits, ini bukan sembarang nasi goreng. Soalnya aya goreng ukuran guede yang digoreng crispi (mirip di resto cepat saji) ditimbunin sama nasi goreng yang mantab. Soal rasa : lumayan cocok di lidah, soalnya yang masak kayaknya mas-mas India. Biasaa, kalo India kan banyak bumbunya.. berasa rempah. Mantab!. Nemu nasgoryam ini di restoran Yusoof dan Zakhir di Kasturi Walk hanya seharga 6 RM.


3. Chicken Curry

Di resto yang sama, nasi kare ayam dengan rempah yang kuat dihargai 5,5 RM. Mantab kuah karenya, enak banget. Mirip kuah Padang, tapi beda rasa. Ayamnya juga empuk, gede lagi.

4. Murtaba'

Sebenernya sama kayak martabak di Indonesia, yang ngebedain adalah isinya ada 3 macem (pilih) ayam, kambing, atau daging. Saya milih murtaba' daging seharga 6RM. Bentuknya bulat, dan bukan digoreng tapi dipanggang. Aseli, porsinya menyebalkan juga!. Guede banget, makan setengahnya aja udah kenyang.. Ada 3 macam kuah yang disajikan, kuah kare, kuah asam, sama kuah, asin pedas (tapi nggak pedes banget). Yang paling pas kalo dimakan sama kuah karenya. Nendaang!!

PS : Ayoo.. yang masih mau oleh-oleh gratisan dari saya, deadlinenya Besok Siang yak!. Minggu 20 Maret 2011 jam 12 teng, bakalan ditutup. Buat yang mau ikut giveaway ini, silahkan klik banner di sidebar kanan atas blog ini!. Nah, soal pengumuman pemenangnya.. akan saya umumin pas tanggal 21 Maret 2011. Ada yang ultah tanggal segitu? :P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...