Senin, 31 Oktober 2011

Real Steel, Real Family Movie

Udah ketebak dari judulnya kalo hari ini saya mau review film. Sebenernya kebetulan banget sih semalam saya mampir Ciputra World, mal baru di Surabaya yang menyandang gelar mal dengan eskalator terpanjang se-Indonesia. Niat awalnya cuman pengen muter-muter nyari angin, soalnya Surabaya beberapa minggu terakhir hawanya puanaas banget. Eh, nyasarnya ke mal juga. Yaudah, jalan-jalan ke atas ketemu XXI dan liat film, ternyata ada yang menarik saya buat nonton. Real Steel.


gambar ngambil dari sini

Sebenernya simpel aja kalo saya milih film, liat posternya, liat pemainnya, trus tanya ke bagian pemesanan tiket ini film tentang apa. Dari situ, barulah jadi memutuskan nonton apa nggaknya. Karena Real Steel ini memang dari posternya terlihat keren, pemain utamanya juga terkenal (Hugh Jackman - pemain Wolverine di X-Men,  Van Helsing, Robert Angier di The Prestige,  dan pengisi suara Memphis di Happy Feet). Makanya pilihan jatuh pada film ini dibanding dengan yang lain.

Well, ceritanya dimulai pada settingan tahun 2020 dimana robot sudah jadi bagian dari kehidupan manusia. Charlie Kenton (Hugh Jackman), dulunya adalah petinju terkenal yang terpaksa turun ring karena di jaman 2020 tinju diatas ring sudah digantikan dengan robot. Demi menyambung hidup itulah Charlie menjadi pengendali robot-robot petarung, yang mengais dolar demi dolar dari pertandingan robot diatas ring. Charlie yang egois, keras kepala, dan yang dipikirannya hanya mencari uang dan uang untuk mengupgrade robotnya supaya terus menang akhirnya hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan anaknya, Max (diperankan oleh Dakota Goyo). 

Diceritakan, mantan istri Charlie meninggal dunia dan hak asuh Max jatuh ke tangan Charlie. Namun karena karakter Charlie yang anti kemapanan, dia rela menggadaikan hak asuh Max ke Debra - Kakak mantan istrinya Charlie yang sangat menginginkan Max tinggal bersama dirinya dan suaminya yang merupakan pengusaha kaya dengan uang sejumlah 100 ribu USD. Karena Debra dan suami akan pergi berlibur, maka Max dititipkan ke Charlie untuk diasuh sementara. Disinilah semuanya berawal.

Sebenarnya jalan ceritanya cukup mudah ditebak, dan seperti tipikal film keluarga, ada konflik dan touching moment pada saat Max bersama dengan Charlie. Meskipun Max berusia 11 tahun, tapi Max lebih dewasa dibanding Charlie, ayahnya. Kombinasi ayah dan anak ini akhirnya mempertemukan mereka dengan satu kejadian dimana Max menemukan robot utuh di tempat rongsokan yang akhirnya diprogram untuk menjadi robot petarung yang dinamai Atom

Singkat cerita, pertarungan demi pertarungan dimenangkan Atom dan akhirnya pasangan ayah dan anak ini diundang dalam liga dunia pertarungan robot yang dinamakan : Real Steel. Di ajang tersebut, Atom menantang Zeus, juara dunia yang tak terkalahkan sebelumnya. Bagaimanakah hasilnya?. Apakah robot yang lahir dari rongsokan mampu menjadi juaranya?. Saya nggak mau spoiler ah.. kalo pengen nonton sendiri aja.

Real Steel ini sebenarnya diadaptasi dari cerpen yang berjudul Steel. Film karya Shawn Levy ini menurut saya patut ditonton bersama dengan keluarga. Visual efeknya tidak terlalu spektakuler, tetapi mampu membuat film ini serasa natural. Walaupun terkadang di beberapa tempat sentuhannya agak kasar. Dari 1 - 10 Real Steel saya kasih nilai 8. Jadi, bagi para penyuka Transformer, I Robot,surrogates atau semacam itu film Real Steel ini rasanya sayang untuk dilewatkan.

Kamis, 27 Oktober 2011

Ketemu Matahari Di Karebosi

"Jadi ketemu?. Saya sudah di Karebosi nih!". Begitu isi SMS saya ke Syam Matahari.
"Jadi!. Saya langsung meluncur kesana. Ketemunya pas dimananya?" Balasnya.
"Bingung. Di depan air mancur aja deh" Kata saya

Tak lama setelah saya sampai saya SMS lagi.

"Ketemu di Eat & Out aja, di tenda kuning, saya pake baju kotak-kotak putih-merah"


Nggak berapa lama, muncul juga Syam Matahari. Itu nama panggilan Syam, si pemilik Rumah Matahari. Pake baju merah, berkerudung, agak sedikit bingung mencari saya dimana. Saya lambaikan tangan ke dia, meskipun sebenarnya saya nggak terlalu yakin apakah memang wanita berkerudung merah itu Syam. Maklum, belum pernah tahu sebelumnya. Kenalan aja sebatas lewat blog dan FB.

 Ini wujud aseli pemilik Rumah Matahari

Ini kopi darat saya yang kesekian kali. Saya sudah lupa untuk menghitung berapa kali saya ketemu sama blogger lain. Sebenernya nggak ada rencana juga sebelumnya, karena kemarin pas saya mampir di Rumah Matahari, niatnya cuman membalas komentar. Ternyata setelah baca beberapa postingannya, Syam adalah blogger asli Makassar yang sekarang juga tinggal di Makassar. Kebetulan karena seminggu ini saya disini, maka saya bilang aja di kotak komentarnya : saya lagi ada di Makassar loh!. Langsung dia ngajakin buat ketemuan. Dan ketemulah kami semalam di Karebosi.

Ketemu sama Syam nggak ngerasa canggung, karena emang dasarnya anaknya asyik. Dia manggil saya Om karena dipikir saya lebih tua, ternyata malah dia yang lebih tua beberapa hari dari saya. Hobinya sama : Traveling dan Fotografi, jadi nyambung banget pas ngomongin soal traveling. Syam bikin iri saya karena hari ini dia berangkat ke Jakarta buat traveling ke Belitong pas weekend ini. Damn!! saya taunya telat. Mana  dia dapat package yang lumayan murah lagi. Alhasil, saya cuman bisa ngiler. Makanya saya pesen ke Syam buat nulisin pengalaman ke Belitong-nya weekend ini nanti selengkap mungkin buat referensi saya kalo suatu  saat nanti kesana.

Ngomong soal fotografi juga nggak kalah asyik. Sama-sama suka foto, bedanya saya lebih suka difoto sedangkan dia nggak suka difoto. Tapi, buat kopdaran tetep donk nggak seru kalo nggak foto-foto. Jadilah, dengan narsisnya kita foto-foto berdua. Teteeup.


Blogger yang udah mulai ngeblog semenjak 2006, jauh ketika saya belum kenal namanya internet ini punya mimpi buat bikin foto 99 sunrise dan sunset di 99 lokasi pengambilan yang berbeda. Well, saya akui memang kemampuan fotografinya bagus!. Nggak percaya?. Mampir aja ke blognya dia di Rumah Matahari. Dengan senang hati dia akan bales berkunjung ke blog temen-temen juga.

Tapi, selalu namanya waktu menjadi musuh ketika kopi darat. Nggak kerasa udah jam 7 malem dengan kondisi sama-sama pulang kerja, dikerubungin nyamuk karena belom mandi, dan saya ada acara sama temen saya yang lain makanya mau nggak mau kopi darat ini disudahi. Pulangnya barengan sih, make pete-pete alias angkot. Hihihi.. 


Serunya, nambah temen satu lagi.


Selasa, 25 Oktober 2011

Hadiah Yang Membayar

Buat beberapa temen yang ngikutin facebook saya mungkin pernah tahu kalo beberapa waktu lalu saya sempet memenangkan tiket gratis pergi pulang ke Kuala Lumpur karena ikut kontes. Kontesnya sih bertema Indonesia 13, dan merupakan blog contest yang diselenggarakan sama perusahaan low cost carrier AirAsia. Intinya, dikontes itu peserta diminta buat nulis tentang satu dari 13 kota yang ada di Indonesia dimana AirAsia beroperasi dari Kuala Lumpur. Jelas donk, saya nulis tentang kota saya : Yogyakarta. Semua terjadi secara cepat dan mendadak, karena saya tahu tentang kontes ini juga pas banget hari terakhir. Jam 12 malem ditutup kontesnya, jam 9 malem saya baru kirim email.


Nah, setelah diumumin kaget juga ternyata saya jadi salah satu pemenangnya. Hadiahnya, dapet satu tiket penerbangan menuju Kuala Lumpur keberangkatan dari 13 kota di Indonesia. Pulang pergi pula!. Seneng donk pastinya?. Dikonfirmasi lewat email, akhirnya saya menentukan tanggal keberangkatan akhir November. Udah booking cuti kantor juga di tanggal itu.

Ternyata, hari ini saya menerima kode booking dari AirAsia tentang tiket yang saya menangkan. Memang sih, di syarat dan ketentuan penggunaan, tiket hadiah yang saya terima hanya tiket PP saja. Sedangkan biaya-biaya seperti airport tax dan insurance serta fuel surcharge memang ditanggung pemenang. Pada waktu dikonfirmasi kemenangannya, saya sih sudah baca semua petunjuknya dan menyetujui karena toh biaya-biaya kayak gitu paling berapaan sih?. Saya survey di situs AirAsia-nya langsung juga dapet info kalo tax bandara KUL-SUB cuman 75 ribu rupiah, Asuransi 45 ribu rupiah (oneway), admin fee 10 ribu rupiah, dan fuel surcharge paling 100 ribu rupiah (one way). Kalo diitung-itung, keluar 300 - 400 ribuan lah. Masih kecover.

Dan ternyata, setelah dapet email hari ini tadi, baru tahu kalo biaya-biaya yang kudu dibayar nggak semurah yang saya bayangkan. Dari infonya sih total biaya Rp. 889.370. Beuh!!.. Gondok banget donk saya. Saya kirim email balasan, apakah biaya seperti insurance bisa dihapuskan (karena pengalaman saya, kalo booking langsung lewat internet biaya insurance itu bisa dihapuskan) termasuk tanya juga tempat untuk bayarnya kalo di Surabaya plus paling lambat kapan. Jawabannya, itu harga udah satu paket tidak bisa dikurangin lagi. Dan adminnya nggak kasih rincian biaya yang saya minta. Plus jawaban kalo saya bisa klaim tiketnya di kantor cabang AirAsia Surabaya yang ada di Tunjungan Plaza, paling lambat 2 hari setelah dapat email.

Ah sepertinya memang saya harus mengikhlaskan hadiah ini. Toh saya juga sudah pernah ke Kuala Lumpur, dengan biaya yang kurang dari separuhnya itu. Saya nggak rela keluar duit segitu banyak (yang padahal di lain waktu saya bisa dapatkan tiket yang sama dengan harga yang lebih murah all include). Lagian, dalam waktu 2 hari ini pun saya tidak akan bisa klaim tiket karena posisi saya yang lagi di luar kota.

Saya tidak bermaksud untuk menyudutkan salah satu pihak, malah saya justru berterima kasih kepada AirAsia yang udah menyelenggarakan kontes tersebut. Saya bisa membuktikan kalau kemampuan menulis (termasuk fotografi) saya layak masuk menjadi salah satu pemenang. Dari sini saya juga belajar satu hal, jika nanti ikutan lomba-lomba lagi lebih baik baca persyaratan semuanya dengan lengkap ketimbang menyesali di kemudian hari.

Jadi, cuti kantor yang sudah saya booking dikemanain donk??. Hemm.. entahlah.. any idea?

Update 28 Oktober 2011 :
Ternyata harga yang diberikan itu ada kesalahan dalam biaya administrasi, kemarin lusa sudah direvisi sehingga biaya-biaya yang dibayar hanya tinggal seperempatnya. Jadi, Alhamdulillah tiket hari ini sudah saya issued sehingga akhir November nanti jadi terbang ke Kuala Lumpur. Wish Me Luck!

Minggu, 09 Oktober 2011

Nonton Bareng THE SMURFS (3D) - Explorion Roadshow Pocari Sweat Surabaya

Ping!.
Kemain Jumat, pas ngecek email tahu-tahu dapet invitation dari admin Pocari Sweat dalam rangka promo games terbarunya Explorion. Isinya diajakin buat nonton bareng di bioskop barengan sama Pocarian Surabaya. Yeah, gak tiba-tiba dapet gitu aja sih karena lewat akun FB dan Twitternya @PocariID, bisa daftar buat yang mau dapet undangan. Dari situ, ntar baru dihubungi siapa-siapa aja yang dapet tiket gratis buat nonton.

Beruntung, saya dapet invitationnya. Cukup bawa fotokopi ID card, dan dateng ke meeting pointnya di Tunjungan Plaza 3 lantai 7, meeting room 2 Emerald Room jam setengah satu siang. Disitu, diminta ID Cardnya isi registrasi nulis email dan akun FB dan twitter yang dipake, trus dikasih Pocari Sweat 330ml sama satu bar Soyjoy plus brosur gitu. Gratis!.. hehehe, seneng donk dapet gratisan nonton plus dikasih cemilan.


Mungkin karena katroknya saya dan emang nggak pernah ikutan acara nonton barengan dalam rangka promosi produk tertentu, awalnya saya pikir nonton barengnya yaa di meeting room itu. Duduk bersila, sama ABG-ABG usia SMA gitu deh. Doh, berasa balik muda!. Tapi tenaang, perasaan paling tua itu terusir ketika ada bapak-bapak yang ikutan juga.

Ternyata, kita dikumpulin di meeting point itu buat denger penjelasan dulu sebelum akhirnya ntar tiket nonton bioskop dibagiin di akhir acaranya. Sekali lagi, gratis doonk!. Ge-Er-A-Te-I-es.. (seneng banget denger gratisan).

Namanya juga dalam rangka promosi, ada sesi presentasi yang isinya tentang produk Pocari Sweat plus penjelasan tentang games terbarunya Pocari Sweat yaitu EXPLORION - A Social Scavenger Hunt Experience. Oh ya, klik aja link itu langsung ngelink ke sitenya koq!. Gamesnya sih tentang petualangan membantu si bintang iklan Pocari yaitu Aelke nyariin sepedanya yang ilang. Ada 8 part sepeda Aelke yang tersebar di 8 tempat di penjuru dunia. Setiap part, untuk menemukan bagian sepeda yang ilang, akan ada clue-clue dan petunjuk yang harus dipecahkan. Seru sih, karena berasa jalan-jalan keliling dunia. Secara online tentunya. Saya sendiri sudah ikutan semenjak dua minggu lalu, dan setelah mengarungi Australia, Amerika Selatan, kini saya masih berada di Amerika Utara. Katanya siih, abis ini menuju Eropa, Afrika, Asia, Jepang laluuu balik ke Indonesia. Buat yang penasaran kayak apa gamesnya, klik aja dan mainkan. Ada hadiahnya juga loh!. Handphone untuk leader skor tiap minggunya, dan di akhir nanti ada yang bakal dapetin grandprize jalan-jalan ke Jepang buat 2 orang.


Sesi presentasi dan tentu aja promosi itu berlangsung sampai jam 2 an. Tentunya diselingi ice breaking sama bagi-bagi doorprize. Ada yang dapet botol minum, ada yang dapet handband (duh, moga gak salah liat) dan ada yang beruntung ngedapetin voucher belanja sebesar 100 ribu rupiah yang bisa dipake di Carrefour. Kebetulan banget, yang dapet voucher belanja itu saya.. hahaha *evil laugh*. Abisnyaa, ditanyain sama eM Cee-nya yang ngacung yang udah pada dapet hadiah sebelumnya dan gak dibolehin jawab lagi, ya udah dengan pedenya saya ngacung dan maju kedepan *banci tampil*

eMCee : "Yak, mas yang dipojok silahkan berdiri" - tumben saya dipanggil Mas, biasanya pak! (-__-")
eMCee : "Namanya siapa?"
Saya : "Gaphe mas!"
eMCee : "Siapa?" - doh, ini masnya kupingnya kudu dibersihin deh :P
Saya : -agak teriak- "Gaapheee!! Ge-A-Phe-E"
eMCee : "Yaudah, silakan maju dan jawab!"

Daan maju donk sayanya, berhubung posisi duduk dibelakang kudu permisi-permisi sama yang lagi enak-enak lesehan didepan. Akhirnya, maju dan jawab pertanyaanya.. Yes, Betul!.

eMCee : "Yak betul, selamat mas GEPEEEE!!"
#Lempar sendal!!


Yeah, whatever you say lah mas.. yang penting dapet voucher belanja 100 ribu. Hihihi, lumayaan :)

Di akhir acara, diumumin kalo tadinya film yang mau ditonton bareng yaitu Pirates of Carribean 4 bakalan diganti sama film yang lebih baru yaitu The Smurfs 3D. Yes, kebetulan belum nonton.. daan dikasih yang 3D lagi. Lumayan juga, mengingat hari minggu biasanya kalo tiket 3D untuk sekelas bioskop XXI kan mahal. 

Saya nggak mau cerita soal The Smurfs ini soalnya udah dibahas sama Arman yang udah nonton duluan di Amrik beberapa bulan yang lalu. Makluum, dianya kan di Amrik makanya dah muncul duluan filemnya. Beda sama di Indonesia laah.. #gakusahdilanjut. Yang jelas, overall saya suka filemnya!. Kalo liat pemainnya, udah akrab sama muka-mukanya sih. Patrick diperanin sama Neil Patrick Harris, trus istrinya Grace, diperanin sama Jayma Mays (yang jadi guru BK di serial Glee) dan Gargamel (penyihir) diperanin Hank Azaria. Recomended buat ditonton jadi filem keluarga, meskipun ceritanya klasik gitu deh. Yang baik diakhir cerita selalu menang.

Yeah, yang jelas hari ini im so smurvelly lucky.. Dapet gratisan nonton, dapet cemilan dan minuman gratis, dapet voucher belanja..Thanks to Pocari Sweat!

Tapi tetep aja ada yang kurang. Apa hayooo??? *wink.wink*

Sabtu, 08 Oktober 2011

Scuba Scuba Scuba!


Mau ngomongin soal scuba, tapi malah majang poto lengan kayak gitu apa maksudnya nih Phe?.

Itu sebenernya cuman mau pengen pamer stiker bukti tanda masuk pameran koq. Hari ini, atau lebih tepatnya mulai dari kemarin sampe hari minggu besok, di Gramedia Expo lagi ada pameran tentang olahraga ekstrem gitu deh. Saya nemu pameran ini juga nggak sengaja, setelah sekalian jalan-jalan ke toko bukunya buat nyari buku baru yang saya pengenin. 

Deep & Extreme Surabaya 2011 adalah judul pamerannya, kata spanduknya sih pameran ini diklaim sebagai Surabaya 1st International Diving, Adventure Travel & Water Sports Exhibition plus The 1st International EcoTourism, Outdoor Adventure & Extreme Sport Exhibitions. Wuih, panjang yah!. Kalo diterjemahin kira-kira olahraga sambil menyelam makan beling dan debus (kan Dive + Extreme) #plaak!.

Yaa kalo liat sih, untuk ukuran malem mingguan gini pamerannya rada sepi pengunjung. Mungkin kurang promosinya, atau kalah gaungnya sama Jatim Fair 2011 yang diadain di Grand City. Di Jatim Fair lebih rame, karena saya sempet nggak dapet tempat parkiran. Padahal, untuk masuk pameran Deep & Extreme ini udah digratisin dengan ngisi kuisioner registrasi loh. Tiap yang masuk, dikasih stiker di lengannya. Yaa, kayak foto diatas.

Apa aja isi pamerannya?. Sebenernya isinya kebanyakan pameran wisata selam dan olahraga air. Jadi banyak yang jual program wisata dengan embel-embel "Diving Package" di berbagai lokasi di Indonesia. Satu hal yang bikin saya tertarik adalah segala sesuatu tentang Scuba Diving. Tau donk ya, olahraga selam scuba yang make tabung gas digendong-gendong di aer itu?. Nah, gara-gara liat pameran "benda-benda" yang dipake selam gini, saya jadi latah pengen nyoba olahraga selam juga.

Keliatannya kereen gitu make wetsuit, goggles, kaki katak plus gendong-gendong peralatan scuba. Trus begitu nyemplung, blubuk-blubuk... bisa nafas didalem aer sambil liat pemandangan koral dan ikan. Boro-boro pernah nyelam, snorkeling aja saya belom pernah!. Hush, jangan diketawain lah.. Hehehe. Padahal bisa berenang loh, tapi mainnya cuman di kali depan rumah eyang doank.

Tapii... saya akhirnya tahu kenapa olahraga (atau hobby?) yang satu ini nggak banyak orang yang menekuni. Pertanyaan ini terjawab ketika lihat tempelan harga di fin, goggles, atau scuba equipment yang dipasang. Mahal bo!. Yaa emang pantes sih, karena harganya yang relatif mahal maka hobby ini sepertinya hanya cocok untuk kalangan berduit atau emang yang fanatik terhadap diving. Bayangin aja, satu set goggles untuk snorkeling minimal dibanderol tiga ratusan ribu. Belom selang buat nafasnya, yang berkisar 200an ribu. Kalo beli satu paketan 500 ribuan lah. Itu baru goggles-nya aja, belom kaki katak, belom wet suitnya. Eh.. untuk snorkeling sih kayaknya gak perlu wetsuit ya. Hemm... kalo yang scuba diving, jaket, regulator, sampe  tetek bengeknya sepaket antara 5 juta sampe 10 jutaan tergantung kelengkapan, merek, dan spesifikasi. Itu belom termasuk tabung oksigennya. Kadang, kalo diving kan juga sewa boat yang paling murah aja sejutaan per hari. Tapi bisa buat rame-rame sih, ataau bisa gratis buat yang punya sendiri, hehehe.

Kebayang donk, kalo emang hobi diving tuh belum begitu populer. Makanya, dengan pameran ini harapannya bisa banyak yang kenal. Kalo kenal, trus bisa nyoba, apalagi jatuh cinta.. hemm pasti bersyukur banget hidup di Indonesia yang katanya keanekaragaman hayati lautnya nomor satu di Dunia!.

Buat saya.. berangan-angan dulu deh, minimal berdoa semoga bisa kesampaian nyobain Scuba Diving. Gak usah jauh-jauh laah, yang penting pernah. *sambil lirik brosur Derawan Diving Package 5D/4N all in seharga 4.999.999 nett/person

Ada yang punya kenalan untuk Scuba Diving Lesson?

Kamis, 06 Oktober 2011

10 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Seusai Operasi Gigi

Di sebuah lounge hotel, sambil breakfast tadi pagi.

#laki-laki 1 : Eh Steve Jobs meninggal dunia loh.
#laki-laki 2 : Emang siapa Steve Jobs?
#laki-laki 1 : Nggak tau Steve Jobs siapa?.. hari gini masa nggak tahu sih?
#laki-laki 2 : Nggak tau.
#laki-laki 1 : Ituu yang nemuin blackberry.. perusahaan terbesar di dunia.

Saya : *keselek handphone*

Heyho.. hallo, Assalammualaikumm.. apa kabar semuanya?. Apakah Ayu Ting-Ting masih mencari alamat yang sesungguhnya?. Ataukah 7 Icon masih nggak-nggak kuat?. #ngelantur.



Nah, berawal dari ngeliat statistik blog yang makin kesini makin sedikit rasanya sedih banget deh. Beda kalo inget-inget di awal ngeblog dulu yang semangat abis. Belom ditambah kegiatan di dunia nyata yang padet abis, plus abis operasi gigi kemarin jadinya meratapi bengkak yang seminggu nggak kempes-kempes.

Maka dari itu, sembari mengisi kekosongan blog ini tanpa tulisan saya pengen sharing dikit tentang 10 hal yang harus diperhatikan setelah odontectomy (alias Operasi Gigi). 10 hal ini saya dapatkan dari dokter gigi yang memperkosa gigi saya sebelum saya menandatangani surat pernyataan bersedia dioperasi. *ribet yah, mau operasi aja harus ada pertanggungannya..

Apa aja itu?.

1. Jangan makan-makanan keras, minum panas, dan pedas.
Gara-gara ini selama seminggu saya makan bubur mulu. Bubur ayam, bubur beras pake santan, tahu yang di hancurkan, sampe bubur kacang ijo dan ketan item yang diblender. Duh, balik jadi bayi deh.. yaa maklum, ngebuka mulut aja susah bukan main, apalagi ngunyah!.

Makanan abis operasi : balik kayak bayi lagi.. semua mua diblender :P

2. Jangan berkumur terlalu keras, meludah, mengutak atik luka dengan lidah, atau sikat gigi mengenai bekas operasi.
Jelas laah.. emang mau lukanya nambah lebar?. hehehe. Gara-gara ini, saya kalo sikat gigi cuman sebelah aja. *ups*

3. Jangan beraktivitas terlalu keras, seperti olah raga, mengangkat berat, atau berlari-lari.
Soalnya bikin jantung memompa darah makin keras, tekanan ke luka makin besar jadi kemungkinan pendarahan jadi besar.

4. Apabila terjadi perdarahan, gigit kapas atau tampon 30-60 menit pada bagian luka.

5. Kompres bagian yang bengkak dengan es batu. Hal ini untuk mencegah pembesaran bengkak, dan boleh dilakukan bertahap. Setengah jam kompres, setengah jam lepas, dst

6. Tidur diganjal dengan bantal (jangan pake linggis = keras!). Maksudnya, kepala lebih tinggi dibanding badan, ini untuk mencegah pembengkakan.

7. Nggak boleh ngerokok atau minum alkohol. Jadi, satu tips buat anda yang ingin berhenti merokok atau alkohol = operasilah gigi anda.

8. Minum obat dengan teratur sesuai anjuran. Biasanya sama dokter akan dikasih obat pereda nyeri semacam parasetamol, antibiotik, dan multivitamin seusai operasi. Untuk antibiotik, minum obatnya sampe habis.

9. Jangan lupa kontrol ke dokter, minimal seminggu setelah operasi. Tujuannya untuk ngecek kondisi gigi, nyabut jahitan pasca operasi, atau membersihkan luka.

10. Jika anda sariawan, atau bibir kering dan pecah-pecah : perbanyak makan vitamin C baik dalam bentuk juice buah, atau olesi bibir anda dengan vaselin atau lip-balm.
Gara-gara si dokter nyodok-nyodoknya keterlaluan, makanya seminggu setelah operasi saya tersiksa dengan lubang sariawan yang guede-guede. Apalagi di bibir pinggir, bikin muka saya kayak Joker yang ada di Batman itu... hahaha.

Jadii, kalo kemarin ada yang bilang takut dioperasi.. sebenernya kalo dalam kondisi terkontrol dan aturan ditaati, maka resikonya dapat diminimalisir koq!.

Oke deh segitu aja postingnya, tumben ini rada serius bahasannya. Sekarang, mau sibuk lagi ah.. ehehehe

Minggu, 02 Oktober 2011

Batikkan Harimu! - Demi Batik Aku Rela

Selamat Hari Batik!

Percaya nggak kalo batik ternyata bawa banyak rejeki?. Paling nggak itu yang saya alami gara-gara saya posting tentang sesuatu yang bikin kangen sama Indonesia beberapa waktu lalu. Di salah satu postingan itu saya mengungkapkan bahwa batik adalah salah satu hal yang menurut saya paling Indonesia banget. Kalo lagi keluar negeri, batik jadi satu hal wajib yang mengingatkan seseorang tentang Indonesia. Setuju donk yaa... buktinya, gara-gara ngeposting soal batik itulah makanya saya dapet hadiah kaos dan gantungan kunci dari Hongkong.

Ngomongin soal batik, sebenernya ada banyak cerita soal batik yang saya alami. Hari ini saya pengen sharing beberapa aja. 

Narsis with batik, why not?


Tau donk yaa kalo batik tuh jadi pakaian wajib buat kondangan?. Bukan wajib sih, tapi paling nggak dimana ada kondangan, maka disitu banyak yang make batik. Apalagi kalo kondangannya itu make adat jawa, minimal pengantinnya make kain batik buat bawahan. Nggak cewek nggak cowok, sami mawon. Make semuanya. Nggak cuman pengantinnya, tapi juga pengiring pengantin alias pager bagus dan ayu juga make batik.
Kejadian ini saya alamin beberapa tahun lalu saat kakak sepupu perempuan saya nikah. Semua saudara sepupu diwajibkan make baju surjan dengan bawahan kain batik. Satu hal yang saya sebelin kalo seragaman gini biasanya ukuran kainnya disamain tanpa pandang bentuk tubuh dan berat badan. Dasarnya perawakan saya yang tinggi kurus, dan diantara sepupu-sepupu cowok sayalah yang paling tinggi maka pas hari H apa yang saya khawatirkan benar terjadi. Kainnya ukurannya sama. Dan FYI, kalo make kain bawahan a.k.a jarik itu itu kan biasanya dililit di tubuh dan diiket diatasnya. Disitu cuman dua pilihan, pertama nyisain bagian atas buat diiket dengan konsekuensi panjang jarik-nya jadi cingkrang alias se-betis saya (normalnya diatas mata kaki dikit) atau jariknya dipake model hipster dengan konsekuensi melorot pas acara. resepsi Yaudah deh, pahit semua pilihannya saya pilih yang pertama : model pager bagus lagi kebanjiran!. Relaa deeh dibilang kebanjiran, daripada melorot pas acara..

Masih soal kondangan, ternyata ada untungnya juga semua sodara saya cowok. Pas saya diundang buat kondangan sobat kuliah saya di Jogja bulan April kemarin, saya kebetulan baru balik Jogja malemnya langsung dari Makassar. Karena nggak bawa baju batik, makanya pas hari H bingung mau make baju apa. Ya itulah kenapa saya bilang beruntung sodara saya semuanya cowok, apalagi ukuran bajunya juga nggak beda-beda jauh. Jadilah saya minjem baju batik adik saya paling kecil yang masih SMA buat kondangan. Cukup loh ternyata saya pake!. Sstt.. satu rahasia yang mau saya kasih tahu, sebenernya baju yang saya pinjem itu adalah baju buat seragam ke sekolah adik tiap hari Jumat. FYI, kalo sekolahan SMP-SMA di Jogja tiap hari jumat biasanya diminta make baju batik buat ganti seragam. Daan, itulah yang saya pinjem buat kondangan!. hihihi.. terbukti, setelah foto bersama nggak keliatan koq kalo itu adalah baju  batik SMA dibandingkan dengan baju batik yang mahal-mahal. #preeet.

saya yang paling tinggi pokoknya... keliatan pake batik "mahal" kan?. Padahaal... 

Masih soal ketinggalan baju. Di kantor tempat saya bekerja, seriing banget ngadain acara meeting, konferensi atau seminar dengan dresscode baju batik. Saya inget setahun lalu ketika pas diadakannya acara konferensi klien seluruh Indonesia yang bertempat di Jakarta di akhir bulan Mei, dan kebetulan pas bulan itu saya lagi sibuk-sibuknya jadwal "manggung" ke luar kota. Jadi kejadiannya begini, pas konferensi diadain di Jakarta besok pagi siang ini saya masih berada di Makassar dalam kondisi tidak pake baju. Ups, maksudnya nggak bawa dresscode batik yang diminta buat besok. Jadilah sesiangan hari saya ngublek-ublek kota Makassar buat nyari baju batik. Beruntung, karena batik sudah jadi pakaian nasional yang keberadaannya bisa ditemuin dimana aja, akhirnya saya nemu batik solo di Karebosi Link, sebuah mall yang berada tepat dibawah stadion Karebosi - Kota Makassar. Yihaa, batik solo ada di Makassar. Tapi emang, yang namanya batik kalo nggak beli langsung di tempat asalnya maka harganya bisa jadi beberapa kali lipat!. Hiks, saya harus merogoh kocek seratus sekian puluh ribu rupiah hanya untuk batik sederhana yang kalo di  pasar Beringharjo Jogja dengan harga yang sama bisa beli tiga atau empat biji. Yaudahlah, daripada konferensi saya nggak mematuhi dress codenya. Tul nggak?.. demi pake batik deh, relaaa keluar duit segitu...


Ini dia Batik Solo yang ditemukan di Makassar, dengan harga yang sudah berubah wujud berkali lipat.

Btw, saya punya baju batik sebenernya nggak terlalu banyak. Cuman, saya punya dari berbagai model dan bahan - kecuali batik sutera. Saya punya batik tulis, batik cap, bahkan dari bahan saya punya batik tenun dan batik lurik. Soal model yang terakhir, batik lurik kayaknya emang belom se-ngetrend batik corak. Maklum, kain lurik ada yang bilang masuk model batik, ada yang nggak. Mungkin juga karena lurik itu jaman dulunya biasa dipake buat para bawahan di keraton alias abdi dalem gitu dengan pangkat yang tidak terlalu tinggi makanya kain yang satu ini identik dengan kesederhanaan. Belum terlalu ngetrend juga karena lurik jenis kainnya lebih panas dan nggak nyaman kalo nggak pake daleman, beda dengan kain batik pada umumnya.


Oh, ya soal baju batik sebenernya saya lebih prefer baju lengan pendek dibandingkan lengan panjang. Saya pernah punya batik katun yang di awal belinya lengan panjang pada akhirnya saya potong lengannya jadi pendek biar lebih keliatan "muda". Abisnya, kalo saya make batik yang satu ini keseringan saya dibilang kayak pak lurah. Bahkan, saya inget tanggal belinya 20 Juni 2008 di Malioboro, sebelum akhirnya di bulan November tahun 2010 saya eksekusi jadi batik lengan pendek. Demi terlihat lebih gaya, relaa deeh motong lengan baju batik jadi pendek.

Make Over Batik dari tahun 2008 pas di ruang ganti toko (dan masih ada labelnya) dan tahun 2011 (saat dipake di Bali)
.
Keliatan lebih casual kalo lengen pendek kan?.
Jadi, bangga donk make identitas negeri dengan batik. Apapun demi batik, rela deeeh.

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...