Sabtu, 07 Januari 2012

Danau Segara Anak


Setelah menghabiskan dua malam di Plawangan Sembalun, rasanya sudah saatnya bagi kami untuk turun menuju ke Danau Segara Anak. Danau ini masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Sebagai tambahan informasi, Taman Nasional Gunung Rinjani pada tahun 2004 pernah memperoleh “The World Legacy Award” untuk kategori destination stewardship atau pengelolaan tujuan wisata. Kita seharusnya patut berbangga, mengingat penghargaan bertaraf internasional ini diselenggarakan oleh Conservation International and National Geographic Society  sebuah Lembaga dan komunitas pemerhati lingkungan terkemuka di dunia

Akhirnya sampai juga di Danau Segara Anak
Bercerita tentang Danau Segara Anak, selalu berkaitan dengan legenda yang menyertainya. Nama Segara Anak diambil sebagai nama kawasan ini oleh masyarakat merujuk pada arti “lautan kecil”. Konon, Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak adalah tempat singgasana dari Dewi Anjani – Putri Penguasa wilayah ini. Cerita tentang legenda ini masih ada sampai sekarang, dan dikisahkan secara turun temurun. Dulu, tersebutlah kisah Raja Selaparang, seorang raja besar di Lombok yang menikahi makhluk halus di Gunung Rinjani demi memohon hujan untuk daerahnya yang sedang dilanda kekeringan.Entah bagaimana sejarah pastinya, ada yang menyebutkan Dewi Anjani ini adalah putri dari raja Selaparang, atau Raja Selaparangnya yang menikah sama Dewi Anjani. Ada versi pewayangan lainnya bahwa Dewi Anjani adalah putri dari Resi Gotama. Ada hubungannya juga dengan kisah dalam kitab mahabharata, tetapi saya tidak tahu pastinya.

Bagi masyarakat Hindu Darma dan Suku Sasak di Lombok, Danau Segara Anak dianggap memiliki nilai sakral. Danau seluas 1100 hektar ini dipercaya memiliki kekuatan makrokosmos bagi masyarakat Lombok. Legenda ini masih dipercaya oleh suku Sasak dan mayoritas masyarakat Hindu di Lombok, sebab masih ada tradisi Mulang Pekelem atau tradisi memohon hujan pada Dewi Anjani dengan memberikan sesajian, menyembelih tumbal, dan menenggelamkan replika hewan-hewan air yang terbuat dari emas ke dalam Danau Segara Anak. Jika mendekati waktunya upacara ini, biasanya Danau Segara Anak akan penuh dengan orang. Sayang, saat saya datang upacara tradisional ini sudah berlalu beberapa bulan yang lalu, setidaknya itu informasi dari porter kenalan yang kami temui di jalan.

Perjalanan menuju ke Danau Segara Anak dari Plawangan Sembalun relatif mudah karena jalanannya menurun. Namun begitu, track yang terjal dan berbatu-batu serta kecuraman yang tinggi membutuhkan kewaspadaan ekstra dan kehati-hatian. Beberapa kali terpeleset dan terantuk batu menjadi hal yang biasa disini. Butuh empat jam bagi kami hingga sampai ke Danau Segara Anak. Sepanjang perjalanan, meskipun siang hari namun terasa dingin mengingat kabut sering turun dan menyelimuti kami. Beberapa kali kabut juga mengurangi jarak pandang, namun itu malah menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjalan karena tidak tahu seberapa jauh lagi jarak yang harus ditempuh. Di sepanjang perjalanan, kami juga bertemu dengan banyak pelancong dari mancanegara yang beranjak menuju ke atas dari arah danau. Mereka berasal dari Jerman, Belanda, Belgia, bahkan ada yang dari Rusia.

Terus terang, memasuki areal camping ground di Danau Segara Anak, saya merasa mengalami de javu. Saya pernah mengalami hal yang sama persis dalam mimpi saya, namun ketika itu saya tidak tahu dimana. Barulah ketika kaki menginjakkan di tempat ini saya merasa saya pernah kesini sebelumnya. Dalam mimpi. Jadi tidak berlebihan jika saya bilang, menuju Danau Segara Anak adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi saya kan?.

Areal Camping Ground Danau Segara Anak

Danau yang tercipta dari letusan besar gunung Rinjani pada jaman pleistosen sekitar 1,8 juta tahun yang lalu ini memang benar-benar indah. Ini adalah mahakarya Sang Pencipta, yang luar biasa indahnya. Airnya tenang dan jernih, bahkan dalam cahaya matahari tanpa kabut airnya sanggup menciptakan refleksi deretan pegunungan di sekitarnya. Memang, karena Danau Segara Anak ibarat air didalam mangkuk dimana pinggiran mangkuk itu adalah deretan pegunungan disekitarnya. Bahkan dari tengah danau, muncul gunung baru yang masih aktif. Oleh masyarakat sekitar dinamai dengan Gunung Barujari, atau lebih dikenal dengan Gunung Baru. Gunung setinggi 2363 meter diatas permukaan laut ini memiliki dua kepundan (dapur magma) dan sempat aktif pada tahun 1994 dengan memuntahkan lahar aktif hingga asapnya mencapai ke Desa Sembalun dan sekitarnya. Pada 2009 dan 2010 pun sempat menggeliat kembali, dan beberapa waktu diantara tahun tersebut TNGR sempat ditutup dari kegiatan pendakian.

Gunung Barujari (2.363 mdpl)


Tak membutuhkan waktu yang lama bagi kami untuk memasang tenda. Kami berencana menginap semalam disini. Kata sebuah situs traveling yang pernah saya baca, belum sah menuju Taman Nasional Gunung Rinjani jika belum sampai di Danau Segara Anak. Belum tentu dalam seumur hidup, kita akan kembali lagi kesini menikmati indahnya Danau Segara Anak. Maka untuk mengesahkan keberadaan kami di Taman Nasional Gunung Rinjani, kami memutuskan untuk menginap. Namun seandainya saya tahu sesudahnya, saya memilih untuk tidak menginap. Mengapa?  malam di Danau Segara Anak adalah malam paling mengerikan yang terjadi sepanjang saya berada di Taman Nasional Gunung Rinjani. Nanti akan saya ceritakan.

Danau Segara Anak. Indaaah!

Dengan latar belakang Gunung Barujari


Menghabiskan waktu sore hari di Danau Segara Anak paling tepat adalah dengan memancing. Satu teman seperjalanan sudah menyiapkan perlengkapan untuk memancing dengan lengkap. Mulai dari kail, pelampung, senar panjang, timah pemberat, bahkan sampai umpannya. Memang serius dipersiapkan karena kami merencanakan untuk mencari ikan di Danau Segara Anak. Ternyata cukup mudah memperoleh ikan disini, asal umpannya tepat. Pertama kami menggunakan umpan instan yang dibawa dari kota, ternyata tidak ada yang nyangkut ikannya. Begitu umpan kami ganti dengan cacing tanah, tak butuh waktu lama sampai akhirnya kami banyak memperoleh ikan. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Beberapa jenis diantaranya adalah ikan mas, mujair, dan karper. Namun sepertinya kami lebih banyak menangkap ikan karper.
Mancing di Danau Segara Anak
dapet ikaan yeaaah!

Ikan-ikan air tawar hasil tangkapan kami itu kami kumpulkan dalam sebuah wadah, lalu dipotong-potong dan dibersihkan dari sisik dan organ dalam. Saya bumbui dengan jahe yang dicincang serta garam, untuk menghilangkan bau amisnya. Direndam sejenak, lalu digoreng hingga matang. Untuk siramannya, teman saya menumis bawang putih, cabe dan bawang merah yang banyak, saus pedas manis, diberi sedikit garam, gula dan lada hitam, lalu ditambahkan air dan kucuran jeruk nipis. Kuah asam manis pedas itu akhirnya disiramkan diatas ikan goreng yang sudah jadi sebelumnya. Hasilnya : Ikan Asam Pedas Manis asli Segara Anak!.

Tapi sayang seribu sayang, meskipun rasa bumbunya enak dan kuahnya juga mantap, tetapi rasa ikannya aneh. Rasanya hambar, dagingnya juga berasa aneh. Saya mencoba menelan beberapa, namun menyerah pada akhirnya, saya hanya makan nasi dengan kuahnya saja. Mungkin karena kandungan sulfur yang cukup tinggi, dan danau vulkanik biasanya mineralnya juga cukup bermacam-macam dalam kadar tinggi mampu mempengaruhi rasa daging ikan itulah yang menyebabkan rasanya menjadi aneh. Tidak cuma saya yang merasakan koq, karena hampir semua juga merasa bahwa daging ikannya tidak enak.

Malam pun beranjak. Porter kenalan kami sebelumnya bergabung dengan kami untuk mengobrol. Dan mulailah mengapa saya bilang menginap di Segara Anak adalah malam paling mengerikan selama perjalanan ini. Saya yang sudah merasakan hawa-hawa tidak enak semenjak seusai makan ikan tadi akhirnya memutuskan untuk masuk ke tenda terlebih dahulu, menggosok seluruh badan saya dengan minyak angin, dan minum obat masuk angin. Masih tidak bisa tidur, saya mendengar obrolan teman-teman saya dan porter di luar tenda. Ternyata Danau Segara Anak memang angker, banyak kejadian mistis disini, mulai dari terkadang ada kuda putih terbang di atasnya, beberapa orang tertentu diberi penglihatan orang-orang yang sudah atau akan meninggal yang lewat menyeberang diatas danau, cerita tentang orang-orang yang mencari pesugihan, kekebalan diri, sampai makhluk-makhluk gaib yang sering muncul dan mengganggu manusia. Beberapa diantaranya katanya doyan makan manusia juga.

Sunset di Segara Anak. Indah namun mistis
Ampuuun deh, merinding saya mendengarnya. Bahkan saat saya menuliskan ini, saya merasa merinding. Apalagi saat malam hari, entah saat itu pukul berapa ketika semua sudah terlelap dalam dengkurannya, badan saya yang semakin tidak enak rasanya memaksa saya tetap terjaga. Saya mendengar dua anjing melolong dengan anehnya. Saling menyahut dan berlangsung lama pula!. Biasanya kan kalau anjing melolong malam hari, anjing itu bisa melihat “sesuatu” yang entah apa itu saya tidak berani membayangkan. Tak berapa lama kemudian, saya mendengar derak langkah teratur persis di samping tenda kami. Saya pikir awalnya adalah manusia, tapi saya pikir jam segitu disaat semua terlelap masa ada manusia berjalan-jalan. Lalu bunyi “grook” terdengar cukup keras. Mampus… tenda kami didatangi babi hutan!!. Saya sudah berpikir macam-macam, itu babi hutan segede apa? Gimana bentuknya? Nanti kalau digigit gimana?. Akhirnya saya menggoyang-goyang badan teman saya yang sudah tidur, dan dengan sekali hentakan kakinya dia, babi hutan itu melesat pergi. Anehnya, suara ketika babi hutan itu pergi nggak kedengaran seperti berlari. Ah, entahlah apa itu memang babi hutan atau apa, yang jelas sampai sekarang kalau masih teringat kejadian ini. Ampuuuun, nggak lagi-lagi deh nginep di Danau Segara Anak.

59 komentar:

Fiction's World mengatakan...

hiii serem juga :O
tapi pemandangannya indaaah banget bang :D
itu foto ikannya corrupt ya

Una mengatakan...

Wah... liat yang aneh-aneh ga mas?
Oiya, Dewi Anjani ada hubungan ga sama Putri Mandalika? ^^

Goiq mengatakan...

aduuhh.. bacanya jadi ikutan merinding... hahaha

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
akhirnya bisa komentar disini habis koneksi lelet tampilan form komentar gak muncul muncul hehehe
baca postingannya sungguh mmbisu saya ingin kesana pula mas Gaphe ini hehehe

dhenok habibie mengatakan...

dhe kemaren barusan dari danau ranau phe.. dan ternyata bener, danau itu banyak aura mistisnya yaa.. hehe :D

samuel mengatakan...

salah satu tempat paling gokil buat nyari inspirasi...

gw suka ini :D

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

kalau malam rasanya seperti apa? horor ga?

cakYun mengatakan...

udah lama kagak mancing, gan..
jadi kangen nih..haha

naspard mengatakan...

Bener berarti yak emang sunset dari alam yang jauh tak terjamah emang indah, cuman ya itu mistisnya :D

RanggaGoBloG mengatakan...

mancing mania mantaaabh,,,

Syifa Azz mengatakan...

wihh cowok2 pada bisa masak ya.. aku dikalahkan. hhe

Yunda Hamasah mengatakan...

Mau sereeem atau mistis yang penting adem, sejuk dan indah yaaa...

Selalu menemukan foto2 yang aduhai disini :)

Baru tahu ada ikan yang rasanya kurang, hmmm... tahunya selama ini cuma guriiih aja, trims yak...

ria haya mengatakan...

hiiii...
justru yg serem2 dan aneh2 itu yg bikin tambah berkesan hahahaha

sYam mengatakan...

Wadduh, ngeri ah phe... pemandangan sih oke tp kalo suguhan malam hari seperti itu parno juga sih.

Ngomong2 soal dejavu sy juga dejavu sm kaos biru putih itu, sepertinya pernah liat dimanaaaaa gitu yah. foto orangnya kurus juga tapi dia di malaysia tuh, ahahahha... *hapall sampe ke kaos2nya saya*

Meutia Halida Khairani mengatakan...

buset dah phee.. ngeri bgt tu babi hutan. bukan babi hutan kayaknya, hantunya.. hehehe.. lo tidur udah shalat isya belom tuh?

sebenarnya dimana2 bumi Allah sama, nggak usah takut asal kita ga sompral. setiap lagi jalan berzikir aja, insya Allah nggak akan ada yg jahat sama kita.

terlepas dari itu, pemandangannya benar2 membuat mulut ga berhenti mengucapkan subhanallah ya..:)

Arman mengatakan...

bagus pemandangannya phe...

Nonni Shetya mengatakan...

area campingnya sumpah enak bangeeeeet ituuuu...mau kesana dong kakaaaaaaaa... :)

Ratnawati Utami mengatakan...

nunggu cerita serem, kalo yakin bahwa Allah melindungi kita gak perlu takut sebetulnya

ketty husnia mengatakan...

phe...bagus banget pemandangannya..pengeeeeen :D

Rahman Raden mengatakan...

Fotonya kern and acara mancingny sepertiny seru. oia wisata indonesia kern2 ya

Ely Meyer mengatakan...

foto fotonya WOW ... cantik sekali .. jadi pengen ke sana deh :D ... pinter yg motret

btw, anjing yg melolong malam malam apa serigala ya ?
kalau babi liar lumayan gede juga lho yg dewasa, di sini di kota kota besar itu banyak juga babi liar yg berkeliaran , ngeri soalnya montok banget badannya kalau nggak hati hati bisa diseruduk deh :)

zone mengatakan...

waaasyiiiik ni.....
kampingnya juga wow...
depannya danau....
bisa mancing....
dimasak....
waduuh....
saya jd ppengen...
(dalam hati sebenarnya ngiri)
:)

andank mengatakan...

wah indah sekali mas panoramanya

7 taman langit mengatakan...

danaunya indah banget.
jadi kepengen ke sana.

Asop mengatakan...

Gunung Barujari itu emang begitu, berlubang gitu? Bahasa suroboyoan-nya "kroak" atau "krowak" gitu... :D

narti mengatakan...

kali ini picnya kinclong deh Phe, beda ma pic di malaka dulu itu :)
asli...kerennnn....
Ikan asam pedas manis kayaknya pernah nyoba, ada di artikel lama (kalau gak salah), tapi boleh juga kapan2 dicobain.
lagi kesulitan membagi waktu nih (alesan, hi2...) jadi maaf kalau jarang berkunjung.

TFS yah :)

Saiaenno mengatakan...

wuuuaaah pemandangannya indah bgt mas.. ^_^


jadi iri pengen makan ikan tapi.. saya vegetarian.. hehe :P

aaaaakhhhh pengen kesana juga jadinyaaaaaa!!!! XD

Pendar Bintang mengatakan...

Bagus banget, cuma satu yang bikin sayang disayang akses kesananya agak susah itu saja...

Bagian mancing akan menjadi favoritku itu....jadi inget kalau ke Bedugul pasti sewa pancing ampe tangan capek dech mancing di sana :D

Ejawantah's Blog mengatakan...

Berpetualang sambil melakukan hunting memang mengasyikan. Dan kita dapat berbagi cerita dan informasi.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

.:diah:. mengatakan...

Gaphe, jiwa petualang kamu bener2 tinggi banget yaa, sampe kebawa mimpi gitu. And your dream come true yaa Phe :)

weew merindung jg ih Phe bacanya, eitss katanya sih di gunung-gunung emang kek gitu Phe, pernaah baca 5 cm kan?? pan disitu juga digambarin suasana Mahameru kek gitu, tapi mereka kan eman diciptakan dan pasti bisa ada dimana-mana.

Asbud mengatakan...

Serem, tapi menantang juga kisah mistisnya.. Babi hutannya pas pergi jalan melayang kali, jadinya ga kedengeran suaranya, hehe..

Tiesa mengatakan...

serem ihh!
menunggu cerita selanjutnya :D

NURA mengatakan...

asalamualaikum
subhanallah indah sekali danau segara anak
saya belum pernah berwisata kesini.
jadi pingin kalau lihat fotonya.

Tip Trik Facebook mengatakan...

Bagus pemandangannya

Hariyanti Sukma mengatakan...

Subhanallah ...... indah banget pemandangannya .... bersyukur banget ya penduduk disana punya keindahan alam yg luar biasa..... lama banget saya tdk menikmati cantiknya alam spt itu.... wow.... pasti betah deh berkemah disana...

makasih ya .... sdh berbagi info yang begitu lengkap.... GAPHE gitu loh ..... hehehehe...

bumbu asam manisnya OK juga ... bisa di coba nih dgn ikan yg lain.

Istighfarin mengatakan...

hmmm :(
Jadi iriiiiii,,,, enak ya kmu bisa kmana pun yg kmu mau,,,, ku pengen juga menjelajah alam!

entik mengatakan...

horor banget phe.., kalau aku paling dah nagis ketakutan dan ga bisa tidur hehehe..

oya, air danaunya dingin ga?

system of blog mengatakan...

Serem Amat ceritaX Jadi ngeri hihihihihihii

Retno Novitha S mengatakan...

fotonya keren2 bang....

Adi Chimenk mengatakan...

hahahaha, ceritanya bener banget..:) Danau Segare Kanak..

*ngiler, belom kesampain lagi ke Lombok*

Outbound Malang mengatakan...

belum bisa kesampean kesana gan.
ijin nyimak dulu ya..
ditunggu kunjungan baliknya ya gan
happy blogging :)

@yankmira mengatakan...

Kunjungan perdana, salaman dulu deh. salam kenal yaaa :)

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

tapi dengan keindahan alamnya itu, pasti gak nyesel kan ke sana lagi? :P

Ririe Khayan mengatakan...

untungnya kalau yg 'sesuatu' bikin merinding gitu, aku orangnya gak pekaan. Yg penting say Assalamu'alaikum...alhamdulillah gak ngrasain yg aneh-aneh.

Btw, jgn2 tuh suara babi ngepet kali ya? #Peace

riestabacil mengatakan...

Itu mancing beneran dapet ikan??
Apa hasil pancingan orang lain?hehehehehe

armae mengatakan...

segara anak memang semacam icon dari gunung rinjani Mas. seperti ranu kumbolo-nya semeru. :D
pas baca bagian akhir juga merinding akunyaaa.. tapi setauku, dimana saja, apalagi di alam bebas, hal-hal yang berbau mistis itu memang sering terjadi. banyak-banyak berdoa aja deh kalo udah kayak gitu..

rizkimuft mengatakan...

foto paling terakhir cantik betul! keren!

Huda Tula mengatakan...

yak, belum pernah ke sana, kakakaakak.

tapi dari semua cerita teman yang pernah nginap, katanya sih, malamnya memang seram. au'ah..

Mechta mengatakan...

wih....foto2nya uapik rek!
moga2 suatu saat bisa kesana...(tapi tanpa terlibat dg yg seram2..hehe..)

riez mengatakan...

tentu 4jam perjalanan tak ada artinya setelah melihat pemandangan begitu indahnya

Ario Antoko mengatakan...

1. bagiku dongeng itu sesuatu yg dilebih-lebihkan manusia

2. banyak danau di gunung sebenarnya merupakan kawah gunung

3. Gilee... jago mancing ternyata.. aku kira memancing/memanah secara tradisional perlu dikuasai oleh kaum muslimin

Iqoh mengatakan...

Jalan2 satu paket nich mas....

Keren plusss horrorrr....

kapan ya...bisa sampai sana....*mupeng*

uci cigrey mengatakan...

bisa dapet ikan pas mancing, wiii. Udaranya sejuk ngga sih hmm. Mending dibakar aj phe ikannya daripada di bikin jadi berkuah

Rawins mengatakan...

dah lama pengen ke rinjani belum keturutan juga
susah kalo dah punya buntut
mancing di danau gunung kaya ranu kumbolo dll kesannya emang beda banget

NECKY mengatakan...

wah...wah...pengalamannya keren juga bro. Pemandangan yang keren dicampur cerita2 mistis....jadi perpaduan yang mantap punya tuh

udin mengatakan...

Jasa Membuat back link

kakaakin mengatakan...

Subhanallah...
Indah banget pemandangannya. Foto2 itu semacam foto yang bisa dimuat di majalah National Geographic :D
Di hutan atau gunung memang banyak hal2 ghaib ya...

Lyliana Thia mengatakan...

foto2nya Gaphe dijadiin satu bisa dibuat album yg punya nilai jual nih :-D

keren2!

tapi bukannya kalau di gunung itu ya kejadiannya banyak mistis nya ya,.. pemandangan indah tapi malamnya horor.. hehehe... temenku pernah ada loh yg naik gunung daerah terjal2 gitu, sampe diatas ada orang jual mie ayam gerobak lewat depan mereka.. mereka lagi nunduk, hanya lihat gerobak dan kakinya saja.. hiiiiy

naraya narada mengatakan...

wah serm jg ceritane,.. btw pemandangannya bagus :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...