Minggu, 01 Januari 2012

Lombok, I'm Coming!

Pernahkah terbayang dalam pikiran kamu jika menabung hanya Rp. 2000 per hari saja selama satu tahun sudah bisa digunakan untuk membeli tiket pesawat PP untuk berlibur?. Saya pernah.

Memang, saya tidak benar-benar melakukannya. Tetapi, dengan nominal yang setara usaha menabung per hari selama setahun itu saya bisa memperoleh tiket PP dari Surabaya menuju Lombok. Pas liburan akhir tahun pula, yang notabenenya merupakan peak season sehingga harga-harga tiket penerbangan bakalan naik.

Saya belum pernah ke Lombok sebelumnya. Tetapi pada waktu saya secara iseng membuka-buka situs penerbangan milik Batavia Air tiga bulan yang lalu dan memasukkan rencana tujuan untuk akhir tahun 2011, maka sedikit keberuntungan berpihak kepada saya. Ketika saya melihat nominal yang tertera di situs tersebut untuk keberangkatan SUB-LOP sebesar Rp. 301.000 dan kepulangan Rp.345.000, langsung saja saya mengajak teman sebelah tempat duduk saya untuk memesan. Setelah ditambah pajak dan lain-lain, akhirnya dengan hanya 700-ribuan rupiah saja saya bisa mewujudkan impian saya menuju Lombok!. Sembilan hari, delapan malam, tiket pulang pergi, dan No Reservation

Ya, benar. Kami tidak memesan akomodasi, hotel, atau rencana tour dari travel agent. Kami hanya berencana menikmati liburan akhir tahun ini dengan apa adanya. Siapa sangka, liburan tanpa reservasi ini bakal menjadi salah satu liburan paling indah yang pernah saya alami!.

Rencana perjalanan saya dan teman sebelah saya langsung menyebar. Dua orang teman kantor ikut bergabung, dan dua teman lagi dari luar kantor juga ikut bergabung. Kami memutuskan bahwa meeting point di Surabaya, berangkat bersama-sama dari bandara Juanda Surabaya. Jadilah, enam makhluk dari Bekasi, Tasikmalaya, Batam, Jogjakarta, Sidoarjo dan Banjarmasin berkumpul di bandara Juanda untuk berangkat bersama-sama menuju Lombok.

Lima orang berangkat dengan Batavia Air, satu lagi berangkat dengan Lion Air. Namun dua orang yang memutuskan bergabung terakhir tidak memperoleh tiket promo, jadi mereka harus membayar hampir dua kali lipat yang saya bayarkan untuk tiket promo. Pantas saja karena mereka baru memesan tiga minggu sebelum keberangkatan. Tiga minggu versus tiga bulan sebelumnya, ternyata berefek banyak!. Saya benar-benar beruntung.

Pagi hari sebelum keberangkatan, Saya dan Rahman - teman sebelah meja di kantor saya berangkat pagi-pagi menuju stasiun kereta Gubeng untuk menjemput Ardi dan Upi yang berangkat dari Bandung ke Surabaya. Mereka menghemat beberapa ribu rupiah karena tiket langsung Jakarta (atau dari Bandung) ke Lombok jauh lebih mahal dibanding tiket Surabaya-Lombok. Lalu siang harinya, Fatak (yang lalu dipanggil dengan sebutan "pakde" karena dianggap paling tua) dan Wiwid bergabung setelah membeli bahan makanan dan perlengkapan kelompok yang akan dibawa. Basecamp awal perjalanan ini adalah di rumah Rahman, di wilayah Rungkut Surabaya.

Saya baru beranjak ke basecamp jam dua siang dengan menggunakan motor. Rencana, motor akan saya titipkan di rumah Rahman sehingga bisa menghemat biaya transportasi. Namun, cuaca Surabaya saat saya berangkat sangat tidak mendukung. Baru berjalan lima menit, hujan mengguyur dengan sangat deras. Betapa tololnya saya membenamkan jas hujan dan payung di dalam carrier bagian paling bawah sehingga susah diambil. Maka, kehujanan basah kuyup adalah pilihan yang saya jalani. Saya hanya menyelamatkan camera pack saja supaya tidak terkena air.

Pilihan tolol saya selanjutnya adalah menyetop taksi kosong, kemudian menaruh carrier yang sudah setengah basah, day pack, serta camera pack saya di bagasi. Lalu dengan masih kebasahan dan hujan yang semakin deras, saya meminta supir taksi mengikuti arah motor saya ke basecamp. Sementara barang di dalam taksi, sedangkan saya naik motor kebasahan. Benar-benar tolol. Ah, mungkin beberapa pembaca bertanya kenapa saya tidak naik taksi saja langsung dari rumah?. Seandainya saya tahu akhirnya akan seperti ini, maka saya lebih memilih memakai taksi untuk berangkat.

Sampai di basecamp, lima orang lainnya sudah bersiap dengan carrier masing-masing. Saya baru sadar, carrier saya paling kecil ukurannya!. Ketika disodori oleh Rahman barang bawaan  kelompok yang harus saya bawa, saya langsung mengerang. Daypack yang rencananya akan saya gunakan untuk membawa barang pribadi harus rela diisi dengan beras, telur, gula dan margarin kebutuhan kelompok.

Jangan kaget dengan isiannya, karena memang kami berencana untuk camping dan naik gunung. Ya, sembilan hari nanti akan kami habiskan untuk menaklukkan Rinjani, Gunung Berapi tertinggi kedua di Indonesia. Kalau ada sisa hari, barulah mengeksplorasi bagian Lombok lainnya.

dari Kiri : Pakde Fatak, Ardi, Upi, Rahman, dan Wiwid.


Pesawat jam 6 sore berkode Y6-345 menuju Mataram agak terlambat terbang. Hanya Wiwid yang tidak berangkat bersama dengan kami. Dia menggunakan pesawat yang lebih malam, yang ternyata delayed dan membuat kami terpaksa menunggu sampai tengah malam di Bandara Internasional Lombok sampai Wiwid datang.

Penerbangan dari Surabaya menuju Mataram, ibukota Lombok memakan waktu 50 menit. Karena perbedaan zona waktu, maka sampai di Mataram sekitar pukul sembilan malam. Kami mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) yang baru dibuka semenjak Oktober 2011 yang lalu.

BIL terletak 35 kilometer dari kota Mataram. Tepatnya di Desa Tana Awu, Kecamatan Penunjak, Kabupaten Lombok Tengah. Bandara ini benar-benar masih baru karena baru beroperasi sekitar tiga bulan setelah diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti dan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, M Zainul Majdi. BIL memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan dengan bandara lama di Selaparang - Mataram. Ini juga menjelaskan mengapa sekarang kode tujuan ke Lombok bukan lagi AMI (Ampenan) tetapi LOP.
Bandar Udara Internasional Lombok, Desa Tana Awu - Lombok Tengah

Dengan jalur landasan sepanjang 2750 meter, kini BIL mampu melayani pesawat-pesawat berbadan lebar seperti Boeing 767 atau Airbus 330 seperti yang umum dipakai oleh maskapai penerbangan internasional. Satu hal yang patut dibanggakan dari BIL adalah bandara ini dibangun atas partisipasi pihak daerah bersama swasta, dan menghabiskan hanya Rp. 665 milyar saja.

Dengan berpindahnya bandara ini, diharapkan akan menunjang perekonomian wilayah setempat terutama masyarakat Lombok Tengah. Boleh percaya boleh tidak, ini pertama kalinya saya datang di Bandara yang di luarnya dipakai banyak pedagang asongan menggelar tikar dan menjual aneka jajanan. Mirip pasar malam.

Dari bandara ini, kami menuju ke wilayah Rembiga Mataram untuk beristirahat semalam sebelum besok pagi-pagi sekali berangkat mendaki gunung. Ada bus Damri yang membawa penumpang dari BIL menuju Mataram. Pilihan lainnya adalah taksi dan car rental. Setelah menimbang dan melihat barang bawaan serta membandingkan harga, maka pilihan paling tepat bagi kami adalah menyewa mobil. Dini hari, sampailah kami di Rembiga - Selaparang, Mataram.

Selamat datang di Lombok!

47 komentar:

Awaluddin Jamal mengatakan...

2000 per-hari ? luar biasa idenya, sepertinya sangat patut untuk di coba, buat beli tiket balik ke kampung halaman. he he he..

wah belum ada cerita jalan-jalan dan mendaki gunungnya nih, jadi nggak sabar nunggu petualangannya di lombok tentu juga sama cerita2 makanannya kan yah.. :D

selamat tahun baru 2012 !

Arman mengatakan...

selamat tahun baru ya!
ditunggu cerita2 nya selama di lombok! :)

Untje van Wiebs mengatakan...

Wah asik men...
Suwenya di sana, 9 hari @_@

Tri Setyo Wijanarko mengatakan...

koreksi mas broo, IATA kode Bandara International Lombok bukan LOB tapi LOP.. hehe.. sayang banget ya bandara baru ini terlihat kotor, kumuh, dan banyak pedagang asongan menggelar tikar untung berjualan.. serba repot juga sih..

tito Heyziputra mengatakan...

bosen luar negeri saatnya k Lombok, hhaha...

sumpah ngiribet 9hari..
apa lagi bareng2 sama konco2.
mantaabhhhh

covalimawati mengatakan...

wah pengeeen.. siap2 hunting tiket murah.. hehe..

Iskandar Dzulkarnain mengatakan...

saya mah juga pengen jadi backpacker
cuma ga ada biaya dan keberanian LOL

btw. Chibi Chara itu kayak kartun yang ada di pojok kanan bawah yang bilang YARU di blog ku itu om
ikutan yuk :)

Ikrimmah mengatakan...

keren om, 2000 rupiah per hari. mau juga ah dicoba :)

Dwi mengatakan...

waduh kapan ya aku bisa ke Lombok juga, mau nabung susah euy..

Suratman Adi mengatakan...

Asik nih bisa jalan2 trus.
Kapan pergi ke Kuala lumpur,malaysia?Aku tggu di sana he..he..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aku malah belum pernah ke sana. hiks..tapi kapan2 mau deh. cuma gak bisa kayak kamu. backpacker. hehee..gak kuat deh.

armae mengatakan...

bayangin tuh carier naik taksi enak-enak sedangkan mas Gaphe kehujanan!! LOL!!!

hwihh.. lombok. ahh.. pengeennnn :D

Sarah mengatakan...

selamat bersenang-senang Mas :)

ria haya mengatakan...

saya juga mo ikutan rajin nabung ah biar bs jalan2 juga hehe
yang susah adalah nyari teman2nya...dah pada punya anak smua

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

kalau jadi backpecker keluarga bisa gak sih Phe? btw makhlum dari bekasinya yg pasti bukan aku kan hehehe

samuel mengatakan...

wuahh ide cemerlang!

2000/perhari bisa nyampe lombok, brilian!

kyanya seru banget jalan2 terus :D

samuel mengatakan...

wuahh ide cemerlang!

2000/perhari bisa nyampe lombok, brilian!

kyanya seru banget jalan2 terus :D

samuel mengatakan...

wuahh ide cemerlang!

2000/perhari bisa nyampe lombok, brilian!

kyanya seru banget jalan2 terus :D

samuel mengatakan...

wuahh ide cemerlang!

2000/perhari bisa nyampe lombok, brilian!

kyanya seru banget jalan2 terus :D

samuel mengatakan...

wuahh ide cemerlang!

2000/perhari bisa nyampe lombok, brilian!

kyanya seru banget jalan2 terus :D

puteriamirillis mengatakan...

wow mantap phe,,,murah...kapan ya saya ke lombok mikir...

Elsa mengatakan...

pasti seruuuu
soalnya no reservationnya itu lhoooo

Penghuni 60 mengatakan...

asiik tuh, kyknya km jd sering2 hobi jln2 ya sob..

:D
oya, met tahun baru ya.. ada award spesial dariku utkmu sob, mohon diterima ya...

Sofyan mengatakan...

What 2000 ??? itu kalau dari Sby-Lombok, kalau ke Bandung dari Banyuwangi harus nabung berapa perhaari hahaha,..sudah sampai Lombok nih,,,

idana mengatakan...

waahhh Lombok....bisa ketemu Idep donk yaaa hehehe

Selamat Tahun Baru 2012 yaa

Ririe Khayan mengatakan...

Ikut menyimak cerita traveler "backpacker " yg tentunya selalu seru.
9 HR DI lOMBOK? woouww, really wonderful. 2rb per hari, masuk akal deh klo bisa dpt PP...hunting tiket PP pny AA.

nuel mengatakan...

emang LOP kepanjangan dari apa phe?

monda mengatakan...

pengen lihat danau segara anak... ditunggu lanjutannya Phe

Outbound Malang mengatakan...

saya juga perna berpikir seperti itu gan
dan trust me, it works.. hehe
tapi kebetulan waktu itu bukan travelling, tapi saya ingin beli barang, dan alhasil tercapilah walopun dgn penantian panjang selama kurang lbh 5 bulan. hehe..
semoga menginspirasi sobat2 yg lain..
salam persahabatan
ditunggu kunjungan baliknya sobat
happy blogging, :)

dv mengatakan...

widiwww, mangstab bung gaphe inih. tapi klo gw dpt liburan 9 hari gt kayanya lebih milih pantai deh daripada gunung,apalagi lombok. Hemmm tapi selera sih, gw tau lo anak gunung phe..hehehe..

eniwei gw spontan ngakak pas baca bagian barang2 lo naek taksi tp lo nya keujanan :))

ketty husnia mengatakan...

berhemat2 dahulu..bersenang2 kemudian..:)

dunia kecil indi mengatakan...

wah, senangnya gaphe :) aku mau ikut, dong. tapi tolong gednongin sepanjang perjalanan, soalnya kayanya cape banget, hehehe. happy new year ya :D

Ario Antoko mengatakan...

enak bisa pergi-pergi, saya jadi pengen :)

Asbud mengatakan...

2000 per hari yang ini juga menyenangkan, Phe, udah tau belum: http://www.semogaharimumenyenangkan.com/index.html..

.:diah:. mengatakan...

ehhh bener juga yaa, mumpung masih awal tahun nih mending nabung dikit demi dikit yaa, xxoxoxox

regional office kantor saya lainnya ada di Mataram, dan teman yg di Mataram sejak awal kenal udah ngajakin kesana, aiihh jadi makin mupeng kesana juga aghh..

ehh ini masih ada lanjutan ceritanya kan?? kan 9 hari??
pokoknya ditunggu lanjutannya deh. walaupun sebenarnya saya senang dengan suasana pantai *idem ama Devi :D

niee mengatakan...

Udah pulang atau belum neh phe?

Selamat tahun baru yak :)

zasachi mengatakan...

mo naek gunung.. pasti seru bgt.. kebayang crt 5 cm, dan film Gie.. hmm, gud luck Pe..
2rb/hr?? aq musti cb keknya :-)

uci cigrey mengatakan...

gaphee, selalu jago deh jalan2 :)) itu tips dari mba tips mana :D, pengen nyobain juga euy jadinya. Kalo dari Bali kira2 ongkosnya berapa yah ke Lombok ? :D

DewiFatma mengatakan...

Mulai sekarang, Aku akan menabung 2000 sehari. :D

Semanggaaattt..!!

Nia mengatakan...

wahhh 700rb udah dapat tiket pp...asyyik banget yachh....jd pengen nabung juga nechh.....senangnya gaphe udah jalan2 lg.....nikmati masa muda yachh sblum punya anak heheh......

Fiction's World mengatakan...

2000/hari :O wow aku mau coba aaah
kereeeen mau ke Rinjani :D
next ... next ... next please :D

kakaakin mengatakan...

Hoho... Lagi-lagi, sebuah perjalanan yang mengasyiknya, meskipun hanya membacanya lewat tulisanmu :)
Coba nabung juga ah... :)

catatan kecilku mengatakan...

Nah ini dia... baru pembukaannya saja udah ketahuan bedanya "reportase" versiku dan versi-mu hehehe. Kok kamu bisa buat reportase selengkap dan sedetil itu sih Ga? #ngiri

Meutia Halida Khairani mengatakan...

sebenarnya gw batal ke lombok pas natal kemaren. jadilah tahun 2011 nggak pergi jauh karena harus pulang ke aceh 2x.

gw juga setiap menginjakkan kaki di daerah baru, pasti fotoin bandaranya. gaphee.. tau gini kita bareng yakk

KoskakiUngu mengatakan...

kalo saya berencana nabung 1000/hari buat beli kambing utk lebaran haji nanti, ehehehe (ini saran dari khatib wktu ceramah kmaren).

ada pedagang asongan di bandara? keren dong, pasti harga jualan2nya mayan murah ^0^

Lyliana Thia mengatakan...

wah Gaphe backpacker sejati nih :-D

seru banget ya berpetualan kemana2...

btw, unik baru tau disekitar Bandara yg ada pedagang asongannya.. :-D

arqu3fiq mengatakan...

Bikin Iri aja nih. Lombok yang ingin kukunjungi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...