Rabu, 14 Maret 2012

Bangkok, I Touch You!!

AirAsia QZ 7682 yang membawa saya dari Surabaya menuju ke Suvarnabhumi (baca : Su-wan-na-pum) akhirnya mendarat juga dengan sedikit hentakan. Perjalanan selama kurang lebih empat jam dari Surabaya membawa saya menyentuh kota Bangkok untuk pertama kalinya. Langit sudah menjelang malam, dan jam saya menunjukkan pukul 19.40. Tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia Barat dan Bangkok, Thailand.

Beranjak menuruni garbarata untuk keluar menuju ke imigrasi cukup membuat saya terkagum-kagum. Bandara Suvarnabhumi adalah bandara terbagus kedua yang saya datangi setelah Changi Airport, setidaknya itu menurut pendapat saya. Bersih, modern, dan papan petunjuk dimana-mana membuat siapapun yang melangkahkan kaki disana akan merasa percaya diri karena tidak takut kesasar. Bangkok, I touch you!!.

Mejeng dulu sekeluar dari pesawat
Salah satu sudut Suvarnabhumi Airport
Sudut lain di Suvarnabhumi Airport
Tapi sayang, begitu sampai di bagian imigrasi, semua kekaguman saya buyar. Antrian mengular sangat panjang hanya untuk memperoleh stempel masuk ke negeri gajah putih ini. Sebetulnya loket imigrasi sudah tersedia cukup banyak, ada belasan atau bahkan lebih. Namun semuanya sama sama mengantri!. Butuh waktu setengah jam sendiri sampai akhirnya saya berhasil memperoleh stempel masuk. Itupun menjadi lebih cepat setelah saya memilih antrian paling kiri, karena paling pendek dan petugas imigrasinya terlihat cukup cepat dalam memberikan ijin masuk.

Antrian di loket imigrasi, menyemut!
Tidak ada visa on arrival bagi warga Asia Tenggara yang masuk ke Thailand. Jadi, tidak ada biaya-biaya yang saya bayar begitu tiba disana.

Segera saja saya mengejar Airport Rail Link (ARL), semacam kereta yang menuju ke pusat kota Bangkok. Beruntung, bandara Suwarnabhumi terintegrasi dengan sistem transportasi yang ciamik. Sehingga untuk mencapai kota hanya butuh waktu sebentar saja. Tidak lebih dari setengah jam menggunakan ARL dengan mengambil Makkasan Express Line dengan hanya membayar 25 THB.  Bayangkan, hanya 7500 rupiah dari bandara ke pusat kota!. Saya turun di stasiun Makkasan, untuk berganti dengan MRT menuju ke Lumphini, tempat saya menginap.

Sebetulnya ada banyak sistem transportasi yang terintegrasi dengan baik. Ada MRT, BTS, ARL, BRT, dan Chao Phraya Express. Saya akan bahas nanti. Yang jelas, saya iri dengan Bangkok. Negara tetangga kita saja sudah punya sistem transportasi yang baik dan menyeluruh, tetapi mengapa di negara kita belum.

Jangan lupa untuk mengambil tourist map gratis yang banyak disediakan di sudut-sudut airport atau di stasiun MRT. Saya bahkan mengambil dua macam peta dari terbitan yang berbeda, dan untunglah dua-duanya kepakai karena informasinya cukup lengkap.

Sesampainya di stasiun Makkasan, saya menyeberang dari bawah jembatan layang menuju ke stasiun MRT Petchahburi, membeli tiket menuju ke Lumphini. Turun dari stasiun Lumphini, sudah cukup dekat dengan tempat saya menginap. Hanya saja karena saya sempat salah pilih pintu keluar, jadi saya harus berjalan memutar dan menyeberang hanya untuk menemukan tempat penginapan saya.

Stasiun MRT Lumphini. Dengan senyum dipaksakan, ngantuk boo!!
Kenapa memilih wilayah Lumphini untuk bermalam?. Sebenarnya saya memperoleh rekomendasi dari teman saya yang sudah beberapa kali ke Bangkok. Di Bangkok, sebetulnya ada beberapa tempat sekelas backpacker untuk menginap. Paling populer adalah di kawasan Khaosan. Tapi jika pengen suasana yang lebih tenang, Sukhumvit dan Lumphini bisa jadi pilihan. Kebetulan melalui hostelbookers.com saya memperoleh hotel dengan desain simpel minimalis, dengan harga yang sangat murah, dan berada di Lumphini. 

Living room ETZzz Hostel. Itu bule korea yang sekamar saya, matching bajunya ama dekornya.
Nama hotelnya adalah ETZzz hotel. Jadi satu dengan ETC travel. Saya memilih kamar dormitory, dengan harga permalam hanya 200 THB. Sekitar 60 ribu semalam saja. Untuk tiga hari, saya membayar 540 karena yang 60 THB sudah dibayar lewat Hostelbookers. Memang sih fasilitas yang diterima tidak banyak, hanya Bed and Bathroom. Tidak ada sarapan, tidak ada handuk, tidak ada air minum. Hanya selembar selimut yang dipinjamkan, setelah menaruh deposit 200 THB untuk 2 orang yang dapat ditarik kembali ketika nanti pulang. Untuk reservasi, bisa melalui situsnya di http://www.etzhostel.com/. Saya dilayani oleh staff cantik asal Thailand, namanya Theii (entahlah bagaimana tulisannya, karena itu nama yang dia sebutkan saat berkenalan dengan saya).

Kamar dormitory. Kuning ngejreng, isi 12 bunk bed seharga 200 THB/nite/person
Ternyata hotel ini cukup populer di hostelbookers, mengingat banyak sekali bule-bule (eh, saya juga termasuk bule kalo di Thailand ya?) yang nginep disini. Malam pertama saja kamar berkapasitas 12 bunk bed itu dipenuhi oleh bule. Ada yang dari korea, eropa, dan ethiopia (eh itu saya..).

Saya senang memilih hostelbookers sebagai situs untuk pesan hostel di luar negeri. Selain karena hanya membayar 10% dari harga hotel, free cancellation sampai dua hari sebelum hari pemesanan, hostelbokers juga menyediakan informasi cukup lengkap tentang bagaimana cara termudah untuk mencapai tempat tersebut dengan berbagai pilihan. Review dari visitornya pun juga cukup membantu menentukan pilihan. Beberapa kali memakai hostelbookers, saya rasa apa yang ditawarkan sepadan dengan apa yang dibayarkan.

Dan karena sudah cukup malam ketika saya sampai di hostel, belum makan, maka saya mampir ke seven eleven dekat hostel untuk membeli air mineral dan makanan instan. Beli sabun cair dan shampo juga karena pas di X-Ray Indonesia, botol shampoo saya terpaksa disita mengingat ukurannya yang lebih dari 100 ml. Pada awalnya saya pikir nggak apa-apa asal isinya nggak lebih dari 100 ml, ternyata ukuran botol juga berpengaruh.

Hari pertama di Thailand ditutup dengan beristirahat. Capek bo!

41 komentar:

arqu3fiq mengatakan...

Wah...keren juga nih sekarang liburan di Thailand. Next post pasti lebih seru.

alaika abdullah mengatakan...

wah sudah di Bangkok...... asyiknya... ditunggu kisah selanjutnya yaa.....

Tiesa mengatakan...

wahh hebat udah sampai Bangkok :D
Mas Gaphe, keretanya itu ber-AC ngga, ada gangguan sinyal ngga di tengah jalannya? murahan commuter line yah tapinya cuma 6,000 *dikeplak* :P

Istighfarin.com mengatakan...

gape kerjanya jalan2 terus nih :D

Dihas Enrico mengatakan...

wah udah nyampe bangkok aja ni mas gaphe...
:)
kata teman saya di bangkok ceweknya cantik2...
bener ga tu mas...??
:P

Siti Nurul Falah mengatakan...

cieee yang jadi bule wkwkwk,
btw sepertinya dekorasi hoetelnya lucu ya, penuh warna!

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

weiih, asyik kak gaphe yaaa, ada di bangkok, pengen juga nih!, oh iya makasih insformasi mengenai hostelbokers,,, kurasa akan bermanfaat juga buat ku!

the others... mengatakan...

Gaaa..., postinganmu selalu sukses bikin iri deh... :)
Asyik banget sih kamu, jalan2 melulu. Padahal akhir tahun kemarin baru ke lombok, sekarang udah balik dari Thailand. :)

catatan kecilku mengatakan...

Makanya... maem yg bnyak Ga.. biar gak disangkain orang Ethiopia hehehe

Iskandar Dzulkarnain mengatakan...

jadi inget lagunya "Touch My Heart"

YeN mengatakan...

Masphe makin melebarkan sayap aja nih :)
Btw itu kamarnya campur2 sama orang ga dikenal ya? Keren juga wkwkwk :p

ria haya mengatakan...

iya, kpn ya Jkt punya sistem transportasi canggih & murah?
klo antrian imigrasinya ruame kek gitu, brarti laris donk negaranya ^^

iwan mengatakan...

menurut saya wajar jika thailand lebih maju karena setahu saya, thailand adalah negara yang tidak pernah dijajah negara lain...itu cuma pendapat saya loh..oh, ya...dalam rangka apa kethailand?

naspard mengatakan...

ciehhhh ke gajah putih asia nih...
pingin. ketemu khu nam di film little thing crazy love , bintang thailand tercantik itu loh bang gaphe. kalau ketemu salamin yak :D

sama entar jangan lupa poto poto menakjubkan dari sana yah
wiw awesome

Ratnawati Utami mengatakan...

ke Kroya kapan... eh Korea, katanya pengen banget

Arman mengatakan...

masalah ukuran dan isi botol, itu tergantung petugasnya.
kita pernah tuh bawa botol yang isinya gak sampe 100 ml (tapi botolnya ukurannay gede), dikasih lewat. tapi trus pas disuruh pintah terminal dan diperiksa lagi (oleh petugas lain) eh gak dikasih lewat, harus dibuang. :P

Mila Said mengatakan...

ya terang aja di sita, lu bawa sampo 100 mL pke botol jerigen 5 liter wkwkwkwk....

Niar Sri Sadono Ningrum mengatakan...

wah wah capek bo!! wakkakaka...bikin ngakak mas baca nya, keren2 panduan traveling backpaker nya, lagi lagi :D

Niar Sri Sadono Ningrum mengatakan...

wah wah capek bo!! wakkakaka...bikin ngakak mas baca nya, keren2 panduan traveling backpaker nya, lagi lagi :D

Ita mengatakan...

Wah akhirnya ke bangkok juga om :)
Ga sabar nunggu cerita selanjutnya. Mudah2an tetep menyenangkan meski feelnya ga dapet :p

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

semalem 60rb murah atuh ya walau gak lengkap tp paling cm dipake buat tdur aja :P
eits ukuran botol ngaruh juga ya :D

u n n i mengatakan...

jalaaan2 terus niihh,

sangat bermanfaat :D
ditunggu next posts nya :D ....

Orin mengatakan...

Wuihh...murah bgt hotelnya, boljug nih kalo kesono pake duit sendiri ya hohoho

Yunda Hamasah mengatakan...

senyum ngantuknya kelihatan :-)

Ditunggu cerita berikutnya...

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

airportnya keren ya

Meutia Halida Khairani mengatakan...

sebenarnya melihat kota/negara yg maju itu memang dari transportasi yg menunjang.. sayang sekali jkt ngga jadi ada monorail nya..

btw, bisa nih dicatat dormitory nya murah :D

andriansyah s putra mengatakan...

wuihhhhh, kak gaphe udah abis dari bangkok aja. heheheheh.
di tunggu ya kaaak lanjutan ceritanya. dormnya lucu yaa kuningnya :D

Inda Bunda Farrel mengatakan...

Pengeeeeeeeeeeeeennn.. Pengen juga kesana.. Kapan y... *mikir..

Ditunggu cerita selanjutnya..

Yudi Darmawan mengatakan...

iiih, mas yoga,
blogger traveller gila yang bikin ngiri kalo liat postingan perjalanannya..

#ngumpulinbudgetkarenairi

haha

nicamperenique mengatakan...

udah di bangkok tapi sempet bewe Phe? Salut ih .. :D

abis dari bangkok bakal ada GA lagi gak yaaa *ngarep*

octarezka mengatakan...

jgan iri aja,
kita bkin jg yok sistm transport yg keren d indon
=D
oiy,oleh2 mana kak?giveaway dunk,hehe
=P

narti mengatakan...

waktu di Changi Airport, gak menikmati coz cuma transit, badan capek, yg ada cuma pengen cepet nyampe rumah :D
kalau Suvarnabhumi Airport belum pernah nih, ajak2 dnk :)

narti mengatakan...

Beli sabun cair dan shampo juga karena pas di X-Ray Indonesia, botol shampoo saya terpaksa disita mengingat ukurannya yang lebih dari 100 ml. Pada awalnya saya pikir nggak apa-apa asal isinya nggak lebih dari 100 ml, ternyata ukuran botol juga berpengaruh. => hasil sitaan yg ini kemana sih?

Kadang kasian juga kalau yg disita para TKW yg baru mau berangkat, dari indonesia beli yg ukuran gede (mungkin mikirnya biar di negara tujuan gak usah beli dulu), eh ternyata disita.
Tapi memang peraturannya begitu mau gimana lagi...

Pernah disita jus 1 buah, maksud hati buat si kecil karena masih nungguin lama, si petugas bilang gini: nanti kalau mau diminum ambil kesini aja Bu!
Untung si kecil gak nangis...

Ika Andayanie mengatakan...

ada cerita kena scam?

Ika Andayanie mengatakan...

ada cerita kena scam?

Goiq mengatakan...

mantaaabbbssss... mudah-mudahan tahun ini aku juga jadi mengunjungi Bangkok

R10 mengatakan...

apa ga keder sekamar sama bule?

Obat Herbal Sinusitis mengatakan...

ada yang dari korea juga ya..
asik tuh bisa nambah temen bule :D

Elsa mengatakan...

keren banget kamarnya yaaa
hehehheee

jarwadi mengatakan...

berbicara bangkok aku membayangkan yang mahal mahal, ternyata salah, transportasi lebih murah, hotel murah juga ada, wah wah wah

jadi ngiler :D

Nia mengatakan...

Gaphe..aku koq penasaran...kan Gaphe perginya sendirian yachh...tp koq itu ada foto Gaphenya sech...emang yg moto siapa? minta tolong orang atau gimana? soale hasil foto2nya bagus hehehe....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...