Sabtu, 31 Maret 2012

Dari Bangkok Menuju Ayutthaya

Sebenarnya, Bangkok bisa dijelajahi dalam satu hari penuh. Atau, dua hari jika mau lebih puas. Nah, karena saya punya waktu 4 hari di Bangkok, rasanya jika hanya muter-muter wilayah situ-situ aja bisa mati kebosanan. Makanya saya sempat cari-cari alternatif tempat lain yang deket-deket Bangkok, dan bisa dieksplorasi dalam waktu satu hari. Pilihan akhirnya jatuh di Ayutthaya. Setelah sebelumnya menyingkirkan opsi Pattaya karena saya tidak terlalu suka pesta-pesta.

Mejeng di Wat Mahathat - Ayutthaya
Kenapa pilih ke Ayutthaya?. Saya suka sejarah, dan Ayutthaya pernah menjadi bagian penting dalam peradaban manusia di Thailand. Dulu Ayutthaya pernah menjadi ibukota Siam sebelum akhirnya dihancurkan dan dipindahkan ke Bangkok. Satu lagi, Ayutthaya memiliki kemiripan dengan di Jogja, kota kelahiran saya. Selain pernah jadi pusat pemerintahan, ini juga karena asal mula Ayutthaya dan Jogja berasal dari asal kata yang sama : Ayodya. Sounds familiar dengan Ayodya?. Ya, Ayodya adalah nama satu negeri dalam kisah Ramayana yang ada di kitab Mahabbharata. Ayutthaya dan Jogja (Ngayogya-karta) diambil dari nama negeri Ayodya ini. Banyak sekali peninggalan sejarah yang masih terawat di Ayutthaya, dan yang terpenting : bisa dieksplorasi dalam 1 hari!.

Mulailah pencarian transportasi dimulai. Ada beberapa alternatif untuk menuju kesana, dengan menggunakan travel car, bus, atau kereta. Travel car ke Ayutthaya dapat diperoleh dengan harga yang umm.. agak mahal menurut saya. Dua ratus lima puluh baht sekali drop dari Bangkok, per orang. Ini sepertinya baru berangkat kalo minimal 6 orang. Yaa anggap saja carter mobil, 1500 THB untuk sekali pengantaran. Belum pulangnya. Travel car ini banyak tersedia di kawasan Khaosan, dan tersebar di banyak agen-agen tour. Dengan bus, maka saya harus menuju ke terminal bus paling dekat, dan menurut informasi yang saya baca menggunakan bus membutuhkan waktu yang lebih lama. Dua atau tiga jam kalau tidak macet sampai di Ayutthaya. Okelah, saya ambil perkiraan 3 jam maka pulang pergi saja sudah menghabiskan waktu 6 jam. Capek di jalan.

Maka saya pilih opsi terakhir yang paling murah meriah, ada setiap jam, dan lebih cepat : Kereta api. Kapan lagi merasakan suasana berbaur dengan masyarakat lokal menggunakan moda transportasi jenis ini?. Hebatnya lagi, lembaga perkeretaapian di Thailand juga punya situs yang menunjukkan info yang jelas (http://www.railway.co.th). Awal masuk ke situsnya, bingung total karena bahasanya semua ditulis dengan huruf cacing. Tapi setelah memilih opsi english, saya menemukan bahwa jadwal keberangkatan kereta paling pagi menuju ke Ayutthaya adalah pukul 6.40 Waktu Thailand, dari stasiun Hua Lampong. Kebetulan, kereta menuju dan dari Ayutthaya ada di setiap jam dengan jadwal keberangkatan dan jenis kereta yang berbeda-beda. Saya memperoleh brosur nama-nama kereta, dan jadwal keberangkatannya serta stasiun apa saja yang dilewati dari information centre di dekat pintu masuk stasiun Hua Lampong. Lengkap, dan mudah dipelajari!

Hall stasiun Hua Lampong
Menuju ke Stasiun Kereta Hua Lampong cukup mudah. Naik aja MRT menuju ke Stasiun Hua Lampong, dan begitu keluar langsung nyambung ke track kereta apinya. Stasiun Hua Lampong menurut saya mirip-mirip dengan stasiun Jakarta Kota dari bentuk hallnya dan tempat tunggu keretanya. Dan semua kereta menuju Bangkok, dari kelas paling murah sampai yang mahal biasanya full stopnya di stasiun ini. Untuk keberangkatan paling pagi, saya hanya mengeluarkan 20 THB (setara dengan 6000 rupiah) untuk perjalanan selama satu setengah jam ke Ayutthaya. Itu kalau tidak telat.

Tiket Kereta dari Bangkok ke Ayutthaya hanya seharga 20 THB (Rp.6000)

Dengan harga semurah itu, saya sejujurnya tidak terlalu berharap banyak. Palingan bentuk keretanya seperti kereta ekonomi Gaya Baru Malam, atau paling bagus yaa semacam Prambanan Express (Pramex). Ternyata memang setelah melihat bentuknya : Sama!. Tapi, kelebihannya adalah soal kebersihannya dan ketertibannya. Setiap tiket sebenarnya sudah ada printout tempat duduk. Karena saya memesan langsung dadakan hari itu juga, maka saya dapat tiket standee alias berdiri. Cuman, karena keberangkatan paling pagi dari Bangkok keretanya masih sepi sehingga saya bisa duduk leluasa pilih tempat dimanapun saya suka. Setelah berjalan satu jam, barulah ada orang yang mengklaim tempat yang saya duduki. Saya pindah lagi ke tempat duduk yang kosong, dan akhirnya sampai Ayutthaya dengan tetap memperoleh tempat duduk.

Di dalam kereta. Tempat duduk sama seperti kelas ekonomi di negara kita. Tapi lebih bersih

Soal ketepatan waktu, kereta api yang saya tumpangi pada saat berangkat benar-benar tepat waktu. Namun, waktu sampai di Ayutthaya-nya yang agak molor. Di tiket tertulis jadwal sampainya adalah 8.25, tetapi pada kenyataannya jam sembilan lebih baru sampai. Yaah, if you pay peanut you will get monkey laah. 


Ke Ayutthaya emang paling enak kalo pergi pagi pulang sore. Jadi bisa puas mengelilingi kota sejarah ini. Tapi, ada opsi lain juga yang punya waktu lebih banyak : menginaplah di Ayutthaya. Dari Ayutthaya sebenarnya juga dilewati oleh line kereta api yang menghubungkan ke daerah-daerah lain di Thailand. Chiang Mai misalnya?. 

Lalu, seharian saya di Ayutthaya ngapain aja?. Tunggu next post ya!

33 komentar:

Ririe Khayan mengatakan...

Oke deh, duduk manis menunggu the next post "seharian di Ayutthaya ngapain aja" di temani secangkir teh panas

s y a m mengatakan...

oke oke... hihi, photonya manaaaa... kurang ini :)

Triunt mengatakan...

Huaaa pengen...
itu kok bisa keretanya sampainya telat...
keretanya melambat gitu??

ria haya mengatakan...

Baiklah...saya tunggu the next postnya...
Padahal previous post-nya aja belum sempat saya baca wkwkwkw...dah ketinggalan jauh nich kayaknya saya ngikutin cerita liburan Gaphe di Thailand ^^

tito Heyziputra mengatakan...

kereta ekonominya mirip kereta jakrta-jogja. Klo KRL ekonomi jabotabek.. puaraaaahhhhh


Thailand padahal pattaya paling pengen di kunjungi, pengen tau seberapa heboh sihh,, hhha

Yayack Faqih mengatakan...

Lembaga perkeretaapian thailand udah ada situsnya nah kalo disini ada gak ya. Konon thailand dengan segala menu pariwisitanya itu adalah surganya dunia. Film The beach yg di bintangi oleh leonardo decaprio itu syutingnya di pantai apa ya, udah di kunjung belum tuh mas gaphe? :D

iwan mengatakan...

wah, baru tahu asal muasal kata yogyakarta...di Indonesia berangkat telat apalagi yampenya...^^

Claude C Kenni mengatakan...

Haduhhhh...makin sirik aja liat bang Gaphe jalan2...aaaaaaaaaa

rezKY p-RA-tama mengatakan...

oleh2 ya mas ntar,hahahahah
you will get monkey maksudnya opo toh?
hahahahahhahaa

f4dLy :) mengatakan...

Foto pemeran utamanya kurang nih... sekaligus pemeran pendukungnya :)

f4dLy :) mengatakan...

Foto pemeran utamanya kurang nih... sekaligus pemeran pendukungnya :)

Michael Angelo mengatakan...

duh, yg lagi jalan2...
oleh2nya ya jgn lupa..
hehe...
slm knl ya..
:D

Di Jual Rumah mengatakan...

di luar kebersihannya sangat di jaga namun di indonesia jorok

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

yang membedakan warna tepat duduk keretanya ya disini hijau

Ellious Grinsant mengatakan...

uuuuh, saya juga punya rencana untuk ke Thailand dan postingan mas Gaphe membantu sekali sebagai referensi saya nanti kalo ke thailand.

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

keduanya juga sama2 penghasil candi.... huahaaaha

@ ellious: lu kapan mau ke thailand el? :P

@ keven: ya itulah gaphe... postingannya kebanyakan bikin ngiri pembaca2nya. huahahaha.... peace, mas... :P

Goiq mengatakan...

lengkap banget Phe, mempermudah perjalanan gw kalo ke Bangkok nanti...

dhenok habibie mengatakan...

ayyuthaya, nama yang bagus untuk dijadiin tokoh fiksi tuh phe.. hahahahah :P

Andy mengatakan...

ngomong2 pas ke Thailand mampir ke Phuket kagak mas ? soalnya sayang banget tuh kalau kagak mampir soalnya keindahan bawah laut indah banget

Dihas Enrico mengatakan...

keretanya bersih dan nyaman tuh...
by the way...
sekarang masih di thailand kah...??

Adittya Regas mengatakan...

kapan2 mau dong mas dia ajak jalan2 gitu -..-"

oya ada oleh2 gak nih hhe

Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia mengatakan...

ah... bro-bro ke bangkok hehe...

katils mengatakan...

gak puna duit buat ke bangkok hehe...

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

pramex bukannya lebih mahal dari 6rb :P
stasiun disana bersih juga tp masih bagusan stasiun jogja hehehe
ditunggu ceritanyaa

Goiq mengatakan...

Gaphe, ikutan kompetisi blog yook.. Nih infonya...

Yok ikutan kompetisi blog 'Pesona Sumatera Selatan'. Ada Galaxy tab, BB juga hp android lho hadiahnya....
Info : http://wongkito.net/01-04-2012/kompetisi-blog-pesona-sumatera-selatan.htm

outbound training di malang mengatakan...

kunjungan ..
salam sukses selalu ..:)

AuL Howler mengatakan...

yang di Wat Mahathat itu keren...

*oke deh ditunggu*

octarezka mengatakan...

kak gaphe d foto mirip kayak candi ya??
hehe
*kabuur

Muhammad A Vip mengatakan...

suasana di dalam gerbong kayaknya lebih nyaman di sana daripada kereta kita, tapi sekarang kita tak lagi jual tiket berdiri lho, di sana kok masih ya? tapi saya yakin, biar berdiri, di sana pasti lebih asyik, ceweknya cakep-cakep kan?

obat herbal miom mengatakan...

ayutthaya,, keren juga, lumayan juga buat nambah wawasan
hem jadi pengen juga ke sana.

♥chika_rei♥ mengatakan...

hiksss sekali2 dateng kesini, malah bikin mupeng :D

heheheee...
maaf gaphe baru berkunjung :D

sekali2 jalan2 ajakin donk :p

Ario Antoko mengatakan...

aku ketipu kupikir KA modern, ternyata KA kayak di Indonesia

nchaga mengatakan...

Di pantai Phi Phi. Ke Phuket trus ambil full day tour, pasti diantar kesana

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...