Sabtu, 24 Maret 2012

Jalan Kaki Ke Vimanmek Mansion : Jangan Ditiru!!

Karena tau dapet tiket gratisan ke Vimanmek Mansion yang terletak di sebelah utara, di kawasan Dusit Park, maka perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Mansion yang diklaim sebagai bangunan kayu jati terbesar di dunia. oh ya, gimana ceritanya bisa dapet tiket gratis?. Kalo kemarin sempet detail ngebaca postingan saya yang ini, pasti tahu deh!.


Menuju ke Vimanmek Mansion ternyata gampang-gampang susah. Sekembalinya dari Wat Arun, The Temple of Dawn, saya menggunakan Chao Phraya Express Line dari dermaga nomor 8 (Tha Tien Pier) menuju ke dermaga Thewes. Orang lokal menyebut Thewes dilafalkan menjadi Thewed (dengan huruf "e" berbunyi seperti pada bebek). Yaa kalo nggak tau, buka peta dan tunjukkan mau berhenti di mana.

Sebuah kesalahan ketika memutuskan berhenti di Thewes pier.  Ternyata jauuh banget tempatnya, meskipun di peta kelihatannya cuman lima senti, tapi kalo jalan kaki bener-bener capek minta ampun. Mana hari itu siang bolong dan matahari bersinar terik pulak!. Berhenti sejenak ketika melihat orang jualan es kelapa muda di pinggir jalan, dan beli. Nah, ini mungkin yang jadi keluhan orang Indonesia kalau ke Thailand. Kita sering dikira turis lokal, alias orang Thai. Makanya, pas beli es klamud itu saya diajak ngomong sama yang jual pake bahasa yang entah apa artinya. Berhubung saya hah huh gak bisa jawab, akhirnya itu ibu nyadar kalo saya bukan orang Thai. Keluarlah bahasa universal : bahasa tarzan!. Usut punya usut, saya beli es klamudnya yang ada dagingnya atau yang air degan aja. Woalaah.. sampe-sampe si ibu mengeluarkan contoh dagangannya buat saya pilih.

Setelah puas jalan, akhirnya nemu juga Vimanmek Mansion yang dimaksud. Sebelum masuk, potongan tiket itu dicap dan disobek di dekat pintu masuk. Lalu, segala macam barang bawaan kita diminta untuk dititipkan diruangan loker. Tidak ada tas, tidak ada hape, kamera dan alat perekam lainnya karena memang memasuki mansion ini segala macam alat dokumentasi dilarang keras dipakai. Bahkan peringatannya pun sudah ada semenjak memasuki taman di depan mansion.

Tapi bersyukur banget masuk ke dalam Vimanmek Mansion ini, soalnya adeeeemm banget. Hembusan AC yang kenceng, plus di dalem mansion gak boleh pake sepatu, enak rasanya!. Bener-bener ngobatin rasa lelah setelah berjalan di terik siang bolong. Untung boleh selonjoran kaki didalem, dan leyeh-leyeh. Hihihi.

Ada apa sih di Mansion ini? kenapa sampe nggak boleh motret atau merekam gambar segala?. Begini ceritanya...

Pada tahun 1897, Raja Rama V membeli areal di antara kanal Padung Krungkasem dan kanal Samsen untuk dibangun sebuah taman yang bernama Taman Dusit dengan menggunakan uang pribadinya. Bangunan yang pertama dibangun di taman ini adalah Vimanmek Mansion, dimulai tahun 1900 dan selesai pada bulan Maret 1901. Setelah jadi, Raja Rama V kemudian menjadikan bangunan ini sebagai tempat tinggalnya selama 5 tahun sebelum akhirnya pindah ke Amporn Residence sampai kematiannya. beberapa kali pergantian raja, Vimanmek Mansion ini juga ditinggali oleh raja-raja selanjutnya sampai pada tahun 1932, mansion ini akhirnya hanya dipakai untuk penyimpanan harta berharga kerajaan. Tahun 1982, Ratu Sirikit menjadikan bangunan ini menjadi museum untuk mengenang Raja Rama V.

Begitu masuk di mansion ini, kita akan diperiksa menggunakan metal detektor dan diraba-raba oleh petugas untuk memastikan tidak membawa apapun termasuk makan dan minum. Petugas pun banyak menggunakan sarung tangan, menunjukkan bahwa banyak yang tidak boleh disentuh sembarangan. Ya, peringatan dilarang menyentuh terdapat dimana-mana sepanjang ruangan di museum ini. Kesan saya begitu masuk, benar-benar mewah!. Semua barang-barang berharga milik raja, yang umumnya bernilai historis tinggi seperti lukisan masa kecil Raja Rama V yang besarnya hampir 2 meter, keramik, kristal, dan koleksi-koleksi benda-benda milik raja, dan bahkan ada ruangan khusus yang menunjukkan hasil-hasil buruan raja berupa gading gajah, tanduk rusa, tombak dan senapan yang dipakai. Saking besarnya mansion ini, saat masuk dan mengikuti jalur berupa karpet merah yang terbentang sepanjang ruangan, seakan tidak ada habis-habisnya. Pantas saja, karena di situs resminya dikatakan bahwa Mansion ini memiliki 31 ruangan pameran.

Ini minjem dari situsnya langsung.. berhubung nggak bisa motret didalemnya
Bangunan dengan dua sayap dengan masing-masing sayap memiliki panjang 60 meter dengan tinggi 20 meter dan tiga lantai ini seluruhnya dibuat dari kayu jati. Mewah! Saya membayangkan saja, kalau satu gelondong kayu jati yang dibangun buat lantainya aja seharga 20 juta... berapa yaa total harga seluruh mansion ini? $_$


Nah, berhubung nggak bisa motret didalemnya kayak apa. Sebenernya, ada virtual tour yang emang khusus dibikin di situsnya di www.vimanmek.com. Tapi, saya bilang lebih seru kalo liat aselinya!


Anyway, maaf yaa belum bisa blogwalking. Bener-bener belum punya waktu yang pas buat bewe. Ini aja postingan terjadwal :). Khusus untuk pengguna Wordpress, maaf saya nggak bisa komen di blog kalian, entah kenapa eror mulu minta konfirmasi email. Maaf yaa.. have a nice day all!  

44 komentar:

hoedz mengatakan...

es klamud nya brapaan di sana Phe .. ?
itung² gedhe in betis yg kerempeng Phe ..
sayang ya gak boleh foto di dalemnya

Ita mengatakan...

ckckckck mewah banget yaa

Cerita Dewasa mengatakan...

Saya nggak percaya bisa nangkring di tempat ketiga :D

Yayack Faqih mengatakan...

kaya mirip2 rumah gadang ya, tapi yg ini lbh terkonsep sbg bangunan yg kokoh nan indah... coba pas beli es klamud mas gaphe pke kumis palsu pasti dikira turis dari pakistan hehe

Cerita Dewasa mengatakan...

Oya bahasa thailand mang namanya bahasa tarzan yak

Mugniar mengatakan...

Sayang internet saya lagi lelet, gak bisa liat gambarnya.

Asyiknya ya bisa jalan2 gratis mas.. :)

Mugniar mengatakan...

Sayang internet saya lagi lelet, gak bisa liat gambarnya.

Asyiknya ya bisa jalan2 gratis mas.. :)

Mugniar mengatakan...

Sayang internet saya lagi lelet, gak bisa liat gambarnya.

Asyiknya ya bisa jalan2 gratis mas.. :)

Mugniar mengatakan...

Senangnya bisa jalan2 gratis ke luar negeri ya mas... dengan cepat di-upload pula. Semoga acaranya selama di sana lancar ...

hilsya mengatakan...

weiiits, udah duluan toh..
aku aja belum berangkat...

Iskandar Dzulkarnain mengatakan...

wekeke .. aku ga bisa bayangin bagaimana bahasa tarzan :D

hilsya mengatakan...

emang CRI deket sta Laksi... depan wat Laksi, tempat kita naik kereta biasa ke Ayuthayya *bener ga tuh nulisnya?*

tar mampir yee.. belom bosen kan? hihihi

melblogs TTM / iffa mengatakan...

ahaaa...kalo ini jalan-jan beneran alias bener-bener jalan hehe...

Wow asyik nh bisa numpang ngiyup n selonjoran di istana Raja...aduuuhh enaknya keliling terus ..
Btw tak cari narsisnya gaphe kok g ada ternyata gak boleh bawa kamera to..

iwan mengatakan...

ngakak waktu baca memang dipeta 5 cm, tapi klu jalan capek minta ampun *ya iyalah...
salut banget ama orang thailand yang menghargai peninggalan sejarah mereka^^

Fiction's World mengatakan...

huaaaa ketinggalan banyak banget ceritanya :(

wah nyongkel lantainya aja bisa jadi kaya ya :P

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

dipeta perbandingannya berapa? hehehe jelas jauh ya phe

Syifa Azz mengatakan...

5 cm di peta skalanya berapa dulu. wkwk
aku tak akan menirumu deh bang :D

Audrey Subrata mengatakan...

duh bang gaphe jalan-jalan mulu, kasitau resepnya dong biar bisa jalan-jalan mulu ke luar negeri hihi. jadi pengen ke vimanmek nih setelah baca postnya bang gaphe.

hany mengatakan...

jalan-jalan terus ni kak,..:)

naspard mengatakan...

owpw pasati muahall banget dah tuh bangunan kyaaaa
fotonya mantep mantep

Tips Menurunkan berat badan mengatakan...

Saya kok belum pernah melihat bangunan ini ya walau sudah ke bangkok 2x. Lha gak ada yang ngajak sih.

Reportasenya apik dan komplit.
Salam hangat dari Surabaya

Indra Kusuma mengatakan...

Wah kang, sudah lama gha mampir disini, serkali mampir sudah samapi di Thailand. Sedangkan saya hanya baru sampai Jawa - Bali dan Madura Sob. itu saja susah membagi waktu untuk BW nya sesama netter.

Pokonya tetap ditunggu reportase tempat lainnya Sob.

Sukses selalu
Salam
Ejawantgah's Blog

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

kan sehat phe jalan kaki :P bisa nambah betis besar hehehe
sayang ya gak bs foto dalamnya mau lihat

klo yg wordpress aku tadinya jg gtu gak bisa, tapi pas aku ganti email yg lain bisa koq

Yunda Hamasah mengatakan...

Ternyata ada kisahnya ya sehingga g boleh motret didalem :) Tapi foto2 yang lainnya aja dah bikin ngiler kok, keren2 banget ^^

Goiq mengatakan...

Resiko jadi orang Indonesia itu kalo ke Thailand suka dikira warga setempat.. hahahahaha

Agen jelly Gamat gold-g Depok mengatakan...

wah,,baca postingannya dari yangv pertama,, jadi tambah ngiler aja pengen ke sana juga

Ummul Khairi mengatakan...

saya iri banget sama mas gaphe, pengen banget bs jalan2 ke luar negeri. eh cerita jalan2 ke thailand-nya dibukukan juga mas :D

Mila Said mengatakan...

jaaaaah.. manja.
Deket gitu loh sama dermaganya, jalan kaki ga sampe 10 menit -___-"

mixedfresh mengatakan...

Lama ga mampir disini mungkin ada beberapa bulan ya sob... eh tidak tahunya temanku yang satu ini udah pergi kemana-mana. sedang aku masih tetap di pulauku yang nyaman ini....kapan ya aku bisa sepertimu ???

Asbud mengatakan...

Wah, bagian dalamnya itu mirip House of Sampoerna di Sby.. (menurutku lho :D)

Djangkies mengatakan...

waktu masuk, sampean apa yang diraba-raba juga Kang ?
Karena privasinya sangat tinggi, berarti di dalam bangunan itu penuh dengan CCTV dan alarm, soale nyentuh saja ndak boleh apalagi ngongkel

Ririe Khayan mengatakan...

Aku menirumu jalan kaki..kalau adventurenya off road saja.

Ririe Khayan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
the-netwerk mengatakan...

enak juga ya jalan2 geratis ke luar negeri :d

hajarabis mengatakan...

seru tuh liburannya :D

Sarah mengatakan...

Mas Gaphe cakep banget, gedung yg ada di belakang dirimu :D

Inda Bunda Farrel mengatakan...

Hah huh hah huh.. Bahasa tarzan. wkkk.. lucu bagian beli klamudnya.. Kl aku, terik2 gt minum es lgs sakit tenggorokan deeh..

hmnn.. benar2 tempat yang mewah deh..

Athifah Dahsyamar mengatakan...

ini jalan-jalannya dalam rangka apa ? uuuu jadi mupeng. huehueh

catatan kecilku mengatakan...

Kalau ternyata vemanmek mansion sekeren itu, rasanya impas deh Ga acara jalan2 siang di terik matahari yg telah kau jalani hehehe

dedhy irawan az mengatakan...

kayaknya aku gak bakaln pernah sampek ke tempat itu hehehehe....ongkosnya berat

dedy mengatakan...

salam persahabatan

arqu3fiq mengatakan...

Ternyata kurus ceking hoby juga jalan ya, jauh di tempu dengan jalan kaki. Hebat. Tapi pengalaman tidak bisa di beli dengan uang.

narti mengatakan...

pic paling bawah cakep... *kaburrr...*

Ario Antoko mengatakan...

lumayan olah raga di siang bolong :D

untuk wp, komen pakai fake email saja :D

atau email lain yg tak trdaftar di wp/gravatar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...