Senin, 02 April 2012

Ayu-nya Ayutthaya

Ayutthaya. Satu kota yang pernah menjadi ibukota kerajaan Siam di masa lampau sebelum akhirnya dipindahkan ke Bangkok karena kehancurannya. Berdiri semenjak abad 13, dan mencapai masa kejayaannya pada abad 18. Konon, saat mencapai kejayaannya, Ayutthaya sempat dihuni oleh sejuta penduduk yang menjadikannya kota terbesar di dunia pada masa itu. Istana-istana dan kuil dibangun, dengan hampir semua bangunan dan patung dilapisi dengan emas.

Sayang, banyak yang iri dengan kekayaan bangsa Siam masa itu,   yang salah satunya adalah Burma. Akhir abad 18, kerajaan Siam akhirnya menyerah di tangan Burma setelah mereka berhasil membumihanguskan Ayutthaya untuk menjarah kekayaan mereka. Peristiwa ini dikenal sebagai The Burning  of Ayutthaya, dan masih membekas di benak warga Thailand.

Awal abad 19, akhirnya Raja Thaksin, penguasa saat itu memindahkan pusat pemerintahannya di Thonburi - dekat dengan sungai Chao Praya. Kini wilayah itu dikenal dengan Bangkok. Dan, di Ayutthaya yang tersisa sekarang hanyalah tinggal puing-puing dan reruntuhan masa kejayaan dua abad lalu. Peninggalan reruntuhan Ayutthaya ini akhirnya dinobatkan sebagai The World Heritage oleh UNESCO pada 1991. 

Mengelilingi bekas-bekas kemegahan Ayuthaya paling enak menggunakan sepeda sewa yang banyak ditawarkan di depan stasiun kereta. Satu sepeda disewakan hanya seharga 30-40 THB untuk pemakaian sampai jam 6 malam. Cukup menunjukkan paspor, mengisi buku tamu, membayar lunas maka kita dapat memilih sepeda sesukanya dengan bonus selembar peta Ayutthaya.

Sepedaan di Ayutthaya, Best way to explore the beauty of Ayutthaya!
Mengapa bersepeda?. Kompleks taman sejarah Ayutthaya cukup luas untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Namun, jika kocek berlebih, sewa tuk-tuk pun bisa menjadi pilihan. Atau, menyewa motor juga bisa jadi alternatif. Saya sempat ditawari tuk-tuk untuk berkeliling semua tempat di Ayutthaya ketika turun di stasiun. Namun, sepertinya saya lebih memilih untuk menghemat 500 baht untuk hal lain. Sewa sepeda motor pun juga cukup murah, 200 baht seharian. Hanya saja karena tidak punya SIM internasional, takut kena tilang jika melanggar peraturan.

Tujuan pertama saya adalah Wat Mahathat. Kompleks ini adalah bangunan asli yang replikanya dibuat di daerah Wat Pho, Grand Palace dan sekitarnya. Ya, setelah pemindahan pusat pemerintahan ke Bangkok, Raja memerintahkan untuk membangun kota Bangkok mirip dengan Ayutthaya. Tak heran, banyak sekali bangunan dan relik yang mirip antara Ayutthaya dengan  bangunan yang ada di Bangkok.


Tiket Ayutthaya Historical Park. 50 THB untuk sekali masuk.
Reruntuhan di Wat Mahathat
Lihat patung buddha berbagai posisi di sisi sebelah kiri, lalu bandingkan dengan foto dibawah ini
Yak, ini kalo masih ingat ditemui di kawasan Wat Pho. Dan ini merupakan replika dari yang ada di Ayutthaya
Mirip reruntuhan di Eropa ya?
Ini Phrang yang ada di kompleks Wat Mahathat.
Ada juga patung kepala Budhha yang seakan menyembul dari akar-akar pohon bodhi. Katanya, yang tersisa dari patung ini hanyalah kepalanya. Badannya menghilang entah kemana, dan dari bentuk kepala patungnya memperlihatkan bahwa patung ini memang merupakan ciri khas periode Ayutthaya. Saya tidak tahu persis bagian mana yang mencerminkan hal itu, info ini yang saya peroleh dari papan pengumuman di samping patung.
The Head of The Sandstone Buddha Image
Setelah di zoom
Selesai di Wat Mahathat, menyeberang ke sebelahnya yaitu Wat Ratchaburana. Wat Ratchaburana ini dibangun oleh Raja Borom Ratchathirat II (1424-1448) sebagai tempat kremasi kakak laki-lakinya. Katanya, pernah ditemukan koin-koin emas seberat 100 kilogram di kompleks ini, dan koin-koin itu saat ini masih tersimpan di museum Chao Sam Phraya

Melanjutkan perjalanan di Wat Ratchaburana
Wat Ratchaburana
Lalu meluncur lagi ke arah Wat Thamikarat. 

Wat Thammikarat
Chedi di Wat Thammikarat. Dijaga sekumpulan singa
Mengayuh lagi ke Wat Phrasisanpeth, yang letaknya di samping Grand Palace-nya Ayutthaya. Di Wat Phrasisanpeth ini dulu dipakai untuk acara-acara keluarga kerajaan dan seremonial. Dulu dibangun pada rezim Raja Ramatibodhi, dan karena dipakai untuk acara kerajaan maka tidak ada biksu-biksu yang menempatinya.

Wat Phrasisanpeth
Menyeberang sedikit, menemukan Wat Phra Ram. Dari seberang danau, wat ini terlihat cantiik sekali.
Wat Phra Ram dari seberang danau
Disini memang bagus!
Tujuan selanjutnya, lalu ke Wat Wora Pho, Wat Worachetaram, dan The Sleeping Buddha!. Ya, seperti yang sudah saya bilang di awal, bahwa semua bangunan yang ada di Bangkok sebenarnya merupakan tiruan dari yang ada di Ayutthaya. Seperti reclining Buddha yang satu ini :

Mirip reclining Buddha yang ada di Wat Pho kan?
Yeah, memang Ayutthaya benar-benar Ayu Tenan. Bukti-bukti peninggalan sejarah yang masih terawat, merupakan objek wisata yang luar biasa. Namun, sebenarnya berada di Ayutthaya tidak hanya berkeliling melihat wat-wat dan reruntuhan saja. Ada hal lain yang bisa dilakukan di sini. Apa saja? Tunggu next post ya..

27 komentar:

ria haya mengatakan...

wuah banyak juga wat2nya, bersih dan terawat pula
btw, ga ada pedagang kaki limanya ya di tempat2 tsb? :D

ok...ditunggu next postnya ^^

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

namanya Ayu seayu lokasinya :)

iwan mengatakan...

Haha...bener2 kagum akan pemandangannya, Phe..The World Heritage itu pa? sama dengan 7 keajaiban duniakah?

u n n i mengatakan...

ah bang, dirimu membuatku iri :(

nice pics smuaaa,, ditunggu cerita lanjutannya :D

Iskandar Dzulkarnain mengatakan...

wow ... menunggu postingan selanjutnya

btw, di Ayutthaya ga ada bancinya kan om? :D
kayak Pattaya aja LOL

Mila Said mengatakan...

tahun depan aaaah *dududuuu....

chici mengatakan...

Wuiiiih bagus dan terawat semua ya mas (>o<)b

*muppeng lagi

Orin mengatakan...

Huwaaa....menunggu business trip berikutnya biar bs nebeng jalan2 ke sini qiqiqiqi

ditunggu cerita berikutnya mas ;)

Tiesa mengatakan...

kok aku serem ya liat foto yang The Head of The Sandstone Buddha >,<

Yunda Hamasah mengatakan...

Sesuai dengan namanya ya :) Ayu !

Goiq mengatakan...

menyenangkan...

Ayu Welirang mengatakan...

Gaphe jalan-jalan mulu iiihh. Bikin pengen. :DDD

Anonim mengatakan...

wah mampir lgs serasa ikutan jalan jalan juga nih

Mimi sikembar mengatakan...

selalu mupeng deh kalo mampir kemari tapi dapet ilmunya juga.. *nilai plusnya hehe..

jalan-jalan teruuuuuuuuus..

Happy Blogging ^-^v..

Teguh Kurnaen mengatakan...

rencana mau trip ke Thailand juga nih nanti, kayaknya bakalan sering2 mampir ke blog ini kayanya.hehe
salam kenal

Ada event buat para blogger nih, hadiahnya Samsung Galaxy ACE dan uang tunai.

Yan Muhtadi Arba mengatakan...

Itu koin emasnya 100 kg. satu atau banyak koin? kalo satu koin 100 kg ngak bisa bayangin deh gedenya seberapa? apalagi kalo di jual, ngak bisa bayangin juga duitnya sebanyak apa #dasar mataduitan

Alwand Ahmad Urkhan mengatakan...

mas, minta list biaya perjalanannya dong

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

kayaknya asik banget berkeliling sambil menaiki sepeda :D

Yayack Faqih mengatakan...

lah itu patung gedenya pke selimut juga ya hehe thailand tempat wisata sejarahnya bagus bagus ya di samping panorama alamnya yg menarik. Ini butuh peran dari pihak pemerintahnya ssendiri guna merawat cagar budaya bangsanya. Pantas aja di bilang surganya dunia. Dan untung bgt ya mas gaphe lagi berada di surganya dunia. Semoga masuk surga beneran juga nantinya. Amiiiin :))

Nia mengatakan...

Hahh Gaphe udah nyampe di Bangkok? uangnya banyak yach...jalan2 terus....senangnya....

itu bangunannya bener2 terawat yachh...seharusnya indonesia mencontoh bangkok

rahma mengatakan...

aaaaa aku ketinggalan berita gara-gara jarang bw -,-

gambarnya bagus bagus bang, bikin pengen kesana segera sesegera mungkin :D

Anonim mengatakan...

hii,info nya keren...jadi mantap cobain naik kereta ke tempat ini.
nanya donk...kalo visit lokasi wisata pakai sepeda, ada tempat nitip sepeda ya?
hiihii...pertanyaan berikutnya...
Kira2 berapa jam buat visit semua tempat yang disebutkan? Untuk jarak disamain nyepeda di jogja untuk Malioboro ujung ke ujung 5 kali?
thanks ya....(sedang membuat itinerary untuk next month trip)

deewahjoedi mengatakan...

makanannya belum di review bang gaphe? ^^

Alvita Rd mengatakan...

sebenarnya sih, kalau dilihat-lihat nggak beda jauh sama candi-candi di indonesia ya :)

Ario Antoko mengatakan...

video klip bon jovi this aint a love song di thailand mana sih, kan latar belakangnya Candi

arqu3fiq mengatakan...

Candi-candi kunonya bagus. Enakan bersepeda ya kalau berkeliling tempat wisata.

dian-diandra mengatakan...

mas tiket masuk plus sepesaan kira2 90an bath yak...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...