Senin, 09 Juli 2012

Ho Chi Minh City : Here I Come!


Delayed sepertinya sudah menjadi kebiasaan di maskapai penerbangan Indonesia, apapun itu wujudnya. Berawal dari iseng-iseng booking tiket murah AirAsia JKT-SGN vice versa, berarti mengharuskan juga saya booking tiket untuk pergi ke Jakarta dulu karena saya berada di Surabaya sebelumnya. 

Beruntungnya, saya memiliki sisa mileage frequent flyer yang bisa saya tukar dengan tiket gratis untuk ke Jakarta. Walau begitu, berangkat lebih pagi dari jadwal yang ditentukan tidak serta merta menjamin keberangkatan pesawat tepat waktu. Dua kali penerbangan di hari yang sama, dan dua-duanya delayed. Payah!.


Kompensasi yang saya terima?. Cuman nasi kotak dan segelas air mineral. Nggak cukup buat memenuhi rasa lapar saya seharian menunggu. Apa boleh buat, mungkin ini konsekuensi dari segala sesuatu yang murah. Air Asia QZ 7736 yang saya tumpangi selama tiga jam akhirnya mendarat juga di Tan So Nhat (baca : cansunyat) International Airport di Ho Chi Minh City pukul 9 malam lebih.

Hari itu tidak ada banyak penerbangan dari luar negeri ke Tan So Nhat Airport, sehingga saya dapat melenggang bebas ke imigrasi tanpa banyak mengantri.

Tan So Nhat airport terkesan kaku, simpel, minimalis, namun fungsional. Bahkan saking fungsionalnya, ruang boarding room pun digunakan sebagai stall untuk berjualan. Bandara ini mengingatkan saya pada Bandara Internasional Lombok dalam versi yang lebih besar. Tidak ada yang spesial disini, atau mungkin karena saya yang terlalu lelah sehingga tidak banyak mengamati.


Suasana Tan So Nhat International Airport
Setelah cap paspor saya bertambah satu lagi, hal pertama yang saya lakukan adalah menukar uang. Dalam pikiran saat itu di bandara, saya akan melakukan : 1. Tukar uang, 2. Cari peta, 3. Cari taksi/transportasi. Sebagai informasi, nilai tukar uang di bandara Tan So Nhat dari pengalaman saya adalah nilai tukar paling bagus. Saya disini menukar 100 USD dengan uang sebesar 2.085.000 Viet Nam Dong (VND). Beberapa blog dan web advisor menyarankan untuk membawa uang USD saja dari Indonesia karena kebanyakan money changer tidak menerima rupiah atau kalau tidak nilai tukarnya jadi lebih kecil. Bahkan konon katanya mencari Dong di Indonesia juga agak susah, di Surabaya saja harus pakai pesan dulu dengan ada jumlah minimalnya. Jadi, simpanan 100 USD yang saya beli dulu waktu kurs masih 9000 rupiah lah yang saya tukarkan. Kalau dihitung-hitung 1 rupiah berarti setara dengan 2,3 VND. 

Saya pikir tadinya dengan uang 2 juta VND itu tidak akan habis dalam waktu singkat. Ternyata dugaan saya salah.

Nomor dua dari rencana awal saya tiba-tiba hilang begitu melihat di sebelah money changer ada tempat membeli voucher taxi. Langsung saja tanpa pikir panjang saya pesan taksi ke pusat kota HCMC, ke District 1 tempat saya menginap. 

Sebetulnya, ada banyak transportasi dari bandara menuju ke kota disamping taxi. Bisa menggunakan bus umum bernomor 157, yang selesai beroperasi pukul 9 malam (jelas saya tidak bisa menggunakan bus ini karena sudah malam hari) atau menggunakan ojek (yang saya ragu pakai karena baca di berbagai informasi, banyak tukang ojek yang astuti – aslinya tukang tipu). Dari email hotel tempat saya menginap pun disarankan menggunakan taksi.

Saya menyadari kesalahan saya memesan voucher taxi di counter bandara pada saat kepulangan. Seharusnya, begitu sampai di pintu keluar langsung saja belok kiri mencari tulisan : Taxi Stands dan menyetop taksi pilihan dari situ. Dengan memesan voucher dari bandara, jatuhnya lebih mahal beberapa puluh ribu VND daripada menyetop taksi di luar. Percaya deh, jumlah uang segitu cukup untuk membeli segelas es kopi Vietnam di Café tengah kota.

Tempat menghadang taksi di luar pintu kedatangan

Supir taksi Vinasun (salah satu merk taksi yang direkomendasikan selain Mai Linh) yang bernama Nguyen Hong Anh, yang memperkenalkan diri dengan nama panggilan Anh (baca : Aen) membuka pembicaraan dengan menanyakan dari mana, berapa hari, mau kemana aja. Tapi dengan bahasa inggris yang super duper aneh amburadul, bahkan beberapa kali saya harus bilang : pardon?.. minta mengulangi pertanyaannya. 

Vinasun taxi, salah satu yang direkomendasikan karena pakai argometer
Si Anh ini ternyata asalnya dari Nha Trang (baca : Nye-ceng – huruf e dibaca seperti ember) salah satu kota pantai yang terkenal di Vietnam Selatan. Dia bilang kalo sempat saya harus kesana, katanya indah. Hemm.. saya tahu di Nha Trang, pantainya mirip sama kayak di Belitong atau di Pulau Bintan. Pikiran skeptis saya berkata, buat apa? Toh di Indonesia juga ada, lagian saya di HCMC mau nyari yang nggak ada di Indonesia. Entah mungkin karena melihat saya yang malas menanggapi atau si Anh sudah tidak tau mau bertanya apa lagi, akhirnya dia bilang : if tomorrow you will go to Cu Chi tunnel, call me. Dan dia memberikan nomer teleponnya. Hemm, tipikal banyak supir taksi (atau kebanyakan Vietnamese) – mencoba mengambil peluang yang ada.

Butuh waktu dua puluh lima menit untuk menuju ke pusat kota dari Tan So Nhat airport. Cuaca pun sepertinya tidak terlalu bersahabat. Hujan benar-benar mengguyur Ho Chi Minh City tanpa menyisakan tempat yang kering sedikitpun di jalan. Saya sempat hampir salah diturunkan oleh Anh karena dia tidak benar-benar tahu tempatnya. Wajar, karena hostel tempat saya menginap meskipun terletak di tengah kota dengan nomor dan nama jalan yang jelas, tetapi lokasinya masih masuk ke dalam lorong dengan petunjuk nama penginapan hanya sebesar tutup drum aspal berneon di pinggir jalan Cong Quynh. Saya hampir berteriak ketika saya menemukan tempatnya dan meminta Anh menepikan taksinya.

District 1 merupakan area pusat kota tempat banyak hotel kelas backpacker dan hotel bintang tiga kebawah berada. Kebanyakan hostel ini ditemukan di Jalan Pham Ngu Lao (baca : fam-ngulo) atau Bui Vien (baca : bi-vyen) yang memang letak jalannya paralel saling berhadapan. Hostel saya sendiri terletak di 200 Cong Quynh street, hanya semenit berjalan kaki dari ujung Bui Vien atau Pham Ngu Lao. Dari district 1, sebetulnya untuk menuju ke tempat-tempat yang terkenal hanya tinggal berjalan kaki. Ya, Ho Chi Minh City dan beberapa tempat wisata dalam kotanya memang dekat satu sama lain.

Bui Vien Street - District 1, The home of backpacker in HCMC
Saya disambut oleh resepsionis Lofi Inn Saigon tempat saya menginap. Namanya Hanh (panggil : Hen). Tipikal semua penginapan backpacker atau hostel di Vietnam adalah bentuknya yang berupa ruko meninggi. Semakin tinggi ruko bisa diasumsikan semakin banyak kamarnya. Namun, lebarnya semua sama standarnya. 4 – 6 meter di depan. Keterbatasan lahan disini memang disiasati dengan membangun space ke atas.

Lofi Inn Saigon adalah penginapan yang saya peroleh referensinya dari hostelbookers.com. Lebih tepatnya adalah ini salah satu penginapan recommended yang memiliki kamar dormitory. Saya memang lebih memilih kamar tipe dorm, karena harganya yang sangat murah meskipun berarti harus sharing dengan backpacker dari negara lain. Bagi saya, hostel hanya tempat untuk tidur saja. Jadi ngapain harus booking mahal-mahal. Kecuali kalau datang sama istri, mau ehem-ehem kan nggak enak juga kalo mesen kamar tipe dormitory.

Dormitory room
Semalam disini saya hanya dikenai 7 USD saja atau sekitar 146.000 VND menurut publish rate. Cukup murah bukan?. Fasilitasnya dapat satu bunkbed room ber AC dengan private bathroom, free wifi, handuk dan selimut, serta breakfast. Lebih dari cukup untuk kebutuhan saya.

Sedikit informasi, kebanyakan penginapan di Ho Chi Minh City mengharuskan penyewanya meninggalkan paspor sebagai jaminan karena pembayaran diselesaikan pada saat check out. Setidaknya itu yang saya temukan di beberapa tempat disini, berbeda dengan ketika dulu saya menginap di Melaka, KL, Penang, atau Bangkok yang pembayarannya diselesaikan pada saat kita datang.

Setelah mengantongi kunci saya beranjak menaiki tangga memutar yang sempit menuju ke lantai 4, kamar 4A. Saya bertemu Jeff - yang saya tebak kependekan dari Jefferson, bule asal Amerika. Dia meneriaki saya karena menaruh tas di kasur kosong yang rencananya akan saya pakai.

Jeff bilang begini : "Kalau saya jadi kamu saya tidak akan menempati kasur itu" katanya. "Why?" jawab saya. "Someone pee last night in that bed". 

"Whatt?.. whos did that?" tanya saya balik. Dia menggeleng, bilang intinya nggak mau ngasih tau karena tidak sopan menurutnya karena memberitahuan hal yang buruk pada orang lain. "Well anyway, thanks" yang diakhiri dengan saling memperkenalkan diri. Jeff mengajak saya turun mencari makan, tapi karena saya saat itu sudah lelah saya memutuskan menolak ajakannya. Malam itu pertama dan terakhir kalinya saya ketemu Jeff karena besok paginya Jeff berangkat ke Bangkok.

Saya juga bertemu dengan Josh, bule Aussie yang ternyata juga sudah sebulan di Ho Chi Minh City. Dia bilang dia akan mencari pekerjaan di Hanoi, dan akan tinggal disana dua tahun. Saya lihat perbekalannya hanya satu backpack besar, laptop, dan beberapa buku-buku. "Berani sekali orang ini di negeri asing" begitu pikir saya. 

Tapi diam-diam saya iri, karena kebebasannya menentukan pilihan-pilihan dalam hidup dengan menanggung konsekuensinya. Tidak seperti saya, yang untuk kesini dan memperoleh cuti selama 4 hari berturut-turut saja sulitnya minta ampun...

pada akhirnya saya terlelap dalam mimpi..

37 komentar:

Joni Arifin mengatakan...

wahhh..jalan2 mulu,,kasih tips2nya kalau mau traveling ya>>

Duo Panda mengatakan...

We'll waiting for the rest stories, Vietnam sounds pretty chalenging.
semoga bisa menyusul kesana (nabung duit & nabung cuti dulu..)

Iskandar Dzulkarnain mengatakan...

kalo di Indonesia emang susah cuti om :D
kalo di luar mudah, karena emang kalo kerja ga karuan :P

Niar Ci Luk Baa mengatakan...

Bahasa nya kok susah yoo mas nama2nya. Nha jadi hen, hen kayak ayam betina mas, xixixixixi :p

Ada berapa season yaa ini cerita 4 hari di sana....

Tiesa mengatakan...

Nha Trang dibaca Nye Ceng, susah bener yah mas, jauh banget itu bedanya antara penulisan dan pengucapan @_@

uci cigrey mengatakan...

lagi lagi :D
ini di vietnam taksinya kaya ngono yah phe.Mana crita makannya :"> besok yaa

applausr mengatakan...

sudah lama tidak backpacker seperti ini... dulu sebelum nikah kayak begini paling asyik... menarik... ketemu bule bule dan teman teman dari manca negara....

selamat bersenang senang ya... liput terus dong vietnamnya ya disini...

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

buat yang masih single kamar dormitory gak masalah ya

Muhammad A Vip mengatakan...

bangun Phe bangun... sudah asar tuh sebentar lagi maghrib. di situ sudah puasa belum?

Huda Tula mengatakan...

hoho, sekarang sudah di vietnam ya? saya baru ngerti ada penginapan yang tipe dorm ke' gitu. #emang ga pernah jalan-jalan soalnya.

>>iya tuh bikin sirik orang-orang yang freespirit, bebas ke mana aja tanpa rasa takut.

obat syaraf terjepit herbal mengatakan...

berbagi Kata Kata Motivasi
Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yg kamu rasa, tak setara dengan bahagia yg akan kamu dapat.
Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan, terkadang karena kita tertawa bahagia bersama sahabat terbaik kita.
semoga beramanfaat, salam kenal dan di terima :D

Nchie Hanie mengatakan...

WAddooh bacanya susah juga ya Phe..
Beda banget cara penulisan sama pengucapan, hhehe *yang ada belibet ketawa2 sendiri*..

Deeuh yang jalan2 truss..
bikin ngiri deh..

Rawins mengatakan...

vuih...
gave vis tekan vietnam varang..

BlogS of Hariyanto mengatakan...

foto Bui Vien Street..mengingatkan saya kawasan kumuh pecinan di makassar

.: diah :. mengatakan...

jadiii kapan balik Jogja nya Phe?? (loohh apa coba)

untung kamu diberi tahu ama si Jeff itu ya, klo gak kamu bakalan tidur dibekas pee orang, hiiiyy

ayooo jangan cuma iri dengan si Josh, kamu berani gak Phe kek si Josh itu? :D

YeN mengatakan...

kamar tipe dorm gitu itu dibedakan jenis kelaminnya ga?

Manusia PALING BAIK mengatakan...

Kapan ya saya bisa jalan-jalan keluar negeri juga. #MELAMUN

Eiiits, jangan-jangan mas mau ajak saya jalan-jalan gak keluar negeri? Hehe...

Salam dari Palembang...

Ami mengatakan...

wah vietnam... emang berani ambil resiko cari kerja apa saja di negara orang? itu orang pedhe banget dan yakin banget dengan skillnya

Adittya Regas mengatakan...

disana pdat juga ya bang..

uli mengatakan...

ditunggu cerita seru lainnya ya mas gaphe

pengobatan penyakit gondok mengatakan...

jalan-jalan terus nih,,
entar saya ngikutin ah jejaknya mas gaphe..

Djangan Pakies mengatakan...

apa kaar Kang ? udah lama nggak ke sini, bahkan saya perhatikan sekarang sampean jarang bewe, malah jalan-jalan terus.
ini mesti dibikin buku tersendiri nih.

Hamadzi mengatakan...

Wah udah di vietnam aja :D
Sepertinya vietnam itu menarik juga.. Cerita travellingnya seru sih.. haha ^^
Eh kalau2 ketemu personil atau ke basecamp nya St.319 kasih tau yaa.. mereka kpop cover dari vietnam yang udah terkenal banget di youtube, bahkan sampe pernah dance cover 2ne1 dilihatin langsung oleh 2ne1 di atas panggung.. Yah sekedar info ajah.. saya ngefans soalnya.. haha.. Anw, check video cover mereka yang amzing ya mas.. sapa tau jadi minat.. hehehe ^^v

Penanti Hujan mengatakan...

bahkan saat saya ganti blog pun perasaan saya nggak pernah berubah liat postingan blognya gaphe, MUPENG >.<

Dihas Enrico mengatakan...

mantabh cutinya mas gaphe...
:)

Sobat Bercahaya mengatakan...

waduh lama banget ga mampir sini... apakabar ghape?

Dari dulu sampe sekarang masih tetep bikin iri aku aja ghap, jalan2 terus euy. Oya klo aku jalan2 peta bagiku sangat penting. :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wadhu, kalo backpacker beneran tidurnya kayak gitu ya. wah wah, aku ogah deh. ngeri aja gitu. takutnya sekamar dg orang jahat. hiii....

Tebak Ini Siapa mengatakan...

Waaah hihi berarti MC Miss Universe pas di Nha Trang itu salah ngucapinnya wkwk, inget banget aku dia nyebutinnya: Nya Tran.
Ternyata pengucapan aslinya lebih aneh lagi -___-"
Eh Mas Gaphe pernah ke Hanoi gak?
Kotak search gak ada ya di blog ini?

Happy Fibi mengatakan...

Wah, enaknya jalan2 ke Vietnam :D
.
Ow, baru tau ternyata Vietnam sebegitu bencinya sma Amrik, ya --'

niee mengatakan...

waaahhh gimana tahu penyebutan yg benarnya tuh kalau tulisannya aja beda ~_~

iya pheee.. permasalahan karena tiket pesawat udah murah bukan lagi kebiaya sekarang.. tapi ijin cuti dan ijin ortu kalau aku yg gak bisa dapet.. lo masih beruntung deh *curcol*

Jelly Gamat Luxor mengatakan...

oh kaya gtu ya tempatnya...
sempit bnget ya..

Risma mengatakan...

waaaah keren banget...!
salam kenal dan semoga sukses..

Uda Koto mengatakan...

pengalaman yang menarik, moga2 tahun ini saya bisa juga jalan2 ke Vietnam
btw, thanks berbagai tips ke vietnam di postingan ini

pengobatan maag kronis mengatakan...

jalan-jalan terus... mau donk diajak

Pengobatan Penyakit Sinusitis mengatakan...

kapan ya saya ke vietnam
ngiler nich..
kaya nya asik kalo diajak
apa lagi gratis...

ichal rakot mengatakan...

maksih atas infonya
http://obatuntukpenyakitstroke.blogspot.com/2013/10/obat-untuk-penyakit-sroke.html

Obat Penyakit mengatakan...

maksih atas infoya
http://obatuntukpenyakitasma.blogspot.com/2013/11/obat-untuk-penyakit-asma.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...