Senin, 27 Februari 2012

Kenapa Harus Camping?

Kapan terakhir kali kamu camping?

Jika jawabannya belum pernah, atau bahkan sudah lupa kapan terakhir kali kemping, maka postingan ini bisa jadi provokator buat kamu untuk ngelakuin kemping lagi.


Kemping di pinggir danau Segara Anak - Lombok


Sebenernya kalo diinget-inget, pengalaman pertama saya bersentuhan dengan namanya berkemah tuh pada saat masih jamannya TK. Dulu ketika masih jamannya satu rumah sama eyang, saya dan sepupu saya sering mainan tenda-tendaan dibawah meja makan pake selimut. Jadi, tuh selimut digelar diatas meja makan, diganjal pake kaleng biskuit, trus ditarik ampe bawah. Jadilah tenda jadi-jadian, nah karena gelap maka senter lah yang jadi alat buat penerangan.

Hayo, ada yang pernah ngelakuin hal yang sama pas kecil dulu?

Kemping yang beneran kemah di alam terbuka adalah saat kelas enam SD, ketika di sekolah saya jadi tuan rumah Pesta Siaga. Itu kegiatan pramuka tingkat SD yang tiap-tiap sekolahan di kecamatan saya ngirimin wakilnya buat bertanding. Berbagai macem acara pertandingan dibikin, mulai dari tali temali - memasak - bahkan sampe dance group! dan itu dilakukan dua hari semalam. Praktis, kita berkemah di lapangan sebelah sekolahan. Meski gak menang, tapi seru-seruan sama temen-temen SD itu yang sampe sekarang bikin kangen kalo diinget-inget.

Yak, daan terakhir kemping yang saya lakukan pas akhir taun yang lalu. Pas naik gunung Rinjani, lima hari lima malam, yang memecahkan rekor berkemah di alam terbuka paling lama yang pernah saya lakukan. 

Nginep di pos 2 Rinjani
Tahun lalu saja, dua kali saya berkemah. Dan dua-duanya dalam rangka naik gunung. Sebelum ke Rinjani, beberapa bulan sebelumnya kemahnya di Ranu Kumbolo - di Taman Nasional Gunung Semeru. 

Kemping di Ranu Kumbolo - Taman Nasional Gunung Semeru
Jadi, kenapa sih kemping tuh menyenangkan? Saya akan kasih alasan kenapa kamu-kamu kudu kemping.

1. Kemping itu melatih manajemen!
Tentu aja, mulai dari persiapan mau berapa lama, bawa bekal apa aja, mau makan apa, pake baju yang mana aja, sampe bahkan mau boker dimana. #eh, yang terakhir nggak masuk sih. Bagaimana kamu akan bertahan hidup di alam terbuka ditentukan seberapa besar kemampuan manajemen kamu. Nggak cuman soal manajemen bawa barang aja, tapi manajemen emosi juga. Soalnya, yang namanya kemping kadang ada kejadian-kejadian yang nggak terduga-duga. Kayak pas di Rinjani kemarin, ketika bekal makanan dibobol ama monyet yang menyebabkan kita harus mengirit bekal supaya bisa survive.

Karena biasanya kemping tuh dilakukan rame-rame, bisa ngelatih manajemen kelompok juga. Siapa yang bertugas masak, mendirikan tenda, cari aer, daan siapa yang bagian kerokin punggung kalo ada sakit. Oke, yang terakhir skip aja. Selain itu, latihan juga bagaimana manajemen bahan makanan. Atur makanan mana aja yang kudu dimasak duluan, nggak boleh pilih-pilih makanan, plus nggak bisa korupsi makanan karena tuh semua bahan kan untuk kelompok. Bisa dibayangin donk, kalo ada yang korup makanan ujung-ujungnya ntar gak bisa bertahan sampai hari terakhir kan?. 

Hmm jadi mikir, pejabat-pejabat yang korupsi tuh pasti belom pernah ngerasain kemping deh!

2. Kemping itu mempererat persaudaraan dan menambah teman.
Oh tentu aja, karena ada yang bilang katanya jika kamu ingin mengenal seseorang dengan lebih dekat maka ada tiga perkara yang perlu kamu lakukan : bermalam bersama, meminjam uang/berdagang, dan bepergian jauh bersama. Yup, dengan kemping maka kita bisa jadi kenal lebih dekat dengan teman kita. Saya menemukan banyak teman-teman baru, bermalam bersama orang baru, ketemu orang asing dan berteman dengan mereka hanya karena ikutan kemping!. Kamu jadi tahu sifat asli temen-temen, mana yang emosian, mana yang nggak sabaran (itu saya), mana yang kepemimpinannya bagus, mana yang pintar kasih solusi, mana yang panikan (itu saya lagi) eh.. koq jadi saya yang jelek-jelek yah?. hahaha. Naah kalo kempingnya bareng temen lain kelamin, ati-ati aja kalo ujung-ujungnya bakalan jadian. Banyak looh kejadian yang akhirnya kayak gini, tapi sayangnya lah pas saya kemping terakhir maah cowok semua yang ikut.

Temen Ngemping
3. Kemping itu berdamai dengan alam
Termasuk bagaimana mengelola sampah sisa-sisa, yang kudu dibawa pulang lagi, maka kita tahu kalau kita buang sampah di alam yang terjadi adalah alam akan kehilangan keseimbangannya. Plastik, botol bekas, apapun yang tak bisa terurai kudu kita bawa balik. Kalo dibakar, bisa jadi penyebab kebakaran hutan. Tapi, kalo dikubur maka akan menghalangi air tanah saat meresap.

Bawa pulang sampah dari Ranu Kumbolo
Selain itu, yang namanya alam terbuka kan kadang nggak bisa diprediksi. Kadang ujan, kadang terang, kadang mendung, kadang cerah ceria. Apalagi kalo pas kena ujan badai, jadi lebih menghargai hidup lah.. Lebih dekat sama Yang Kuasa juga ketika kita bisa nginep di tempat-tempat yang pemandangannya bagus. Serius!

4. Kemping itu ngirit.
Oh, kalo ini jelaas.. nggak perlu keluar duit buat sewa penginapan, hotel atau pondokan kan?. karena kita menginap langsung dialam bebas. Jadi, lain kali kalo traveling mau ngirit pertimbangkan opsi satu ini.

5. Kemping itu menyehatkan.
Gimana nggak sehat, lah wong mau bikin tendanya aja udah olahraga. Trus, kemping identik dengan naik gunung yang butuh stamina buat jogging dan trekking, yang pastinya olahraga pacu jantung banget kan?. Belum lagi biasanya kalo kemping kan bangun pagi-pagi, di tempat yang bersih udaranya, jadi terlepas dari beban penatnya kota dan polusinya. Ngisi paru-paru dengan oksigen fresh, siapa yang berani bilang itu nggak sehat hayo?

Gimana nggak sehat kalo pemandangan tiap hari beginian?
Itu lima alasan kenapa kamu-kamu bisa coba kemping lagi. Buat yang belom pernah, nggak ada alasan buat nggak nyoba. Umur bukan batasan, kemampuan fisik juga bukan batasan. Saya aja yang kurus kering mampu, kenapa kamu nggak?. Semuanya kalo ada niat, pasti bisa kelaksana koq. Nggak ada yang namanya nggak bisa, yang ada cuman nggak mau coba.

Ayoo kemping!


Rabu, 22 Februari 2012

Borobudur, Korea, dan Cerita Saya

Ini adalah cerita saya di tahun 2008. Sepuluh hari setelah hari ulang tahun saya yang ke sekian, di bulan Juli, segerombolan gadis-gadis Korea berada dalam satu bis dengan saya, bernyanyi riang sambil menggelinding membelah jalanan lintas provinsi Jogja - Jateng. Selama satu setengah jam kemudian dan setelah menempuh 25 mil (40km), kami berhenti di pelataran parkir candi terbesar di Indonesia. Welcome to Borobudur!!


Siapakah gadis-gadis Korea itu?.

Mereka adalah teman-teman baru saya. Mereka hadir di Indonesia untuk belajar budaya, dalam rangka program hosting pertukaran pelajar di Universitas tempat saya menuntut ilmu. Sepuluh gadis berusia antara 20-24 tahun dari Seoul Women University, selama sepuluh hari berada di Jogjakarta, untuk belajar budaya. Kebetulan saya terpilih dari sekian banyak mahasiswa yang beruntung untuk menjadi host mereka. Dalam  agenda wisata sejarah dan budaya, maka Candi Borobudur adalah salah satu tempat yang mereka kunjungi. 

Dengan tiket masuk yang dulu masih sembilan ribu rupiah per orang untuk domestik, dan lima puluh ribu rupiah untuk turis asing akhirnya kami memasuki pintu gerbang Candi Borobudur. Sempat Jung Yoon bertanya kepada saya, mengapa harga turis lebih mahal?. Dan alasan paling tepat untuk pertanyaan itu adalah, bagi kami turis adalah devisa. Untunglah semua maklum.

Jung Yoon, teman saya, dan saya
Sekarang, tak akan mungkin lagi memperoleh tiket masuk semurah itu. Setahu saya, Borobudur sekarang sudah menaikkan harga tiketnya menjadi Rp. 25.000 per orang. Dan setiap pengunjung yang datang dipinjamkan kain penutup bawahan batik, untuk etika kesopanan karena Borobudur sebenarnya juga merupakan tempat ibadah pemeluk Budha.


Perkenalan saya dengan Candi Borobudur pertama kali adalah ketika saya berusia tiga atau empat tahun. Saya masih punya fotonya, ketika saya digendong oleh ayah, menggunakan payung berwarna pelangi, dan dipotret oleh ibu saya dengan latar belakang Candi berukuran 123 x 123 meter itu. Ah, sayang.. fotonya ada di rumah saya di Jogja.

Semenjak itu, pergi ke Borobudur bukan hal yang jarang bagi saya. Terakhir kali kesana memang bersamaan dengan program hosting Korea tersebut. Sebagai gambaran bahwa saya cukup sering kesana, bahkan sebulan sebelum program Hosting itu, tanggal 4 Juni 2008 saya juga sempat ke sana ketika bermain ke rumah teman saya di Magelang.

Ini bulan Juni 2008, sebelum ketemu temen-temen Korea.

Ya, tahun 2008 di bulan Juli itu terakhir kali saya kesana. Karena akhir tahun 2008 saya lulus kuliah, dan merantau ke Jakarta, Surabaya, Makassar, dan pada akhirnya kekangenan terhadap Borobudur hanyalah sekedar membuka-buka album lama saja.

Tidak akan pernah bosan rasanya mengunjungi Borobudur, meskipun sudah berkali-kali pergi ke sana. Candi yang terdaftar di World Heritage Site UNESCO ini pernah menjadi calon Tujuh Keajaiban Dunia berupa bangunan ciptaan manusia. Borobudur berdiri di Magelang, Jawa Tengah, dan merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia. Keunikan candi yang dibangun Raja Samaratungga ini tidak hanya terletak pada struktur bangunannya yang terdiri dari 10 tingkat, tapi juga pada relief-relief di tubuhnya yang menyimpan makna kehidupan di muka bumi. Relief itu akan terbaca secara berurutan bila kita berjalan searah jarum jam. (1)

Ada cerita di balik reliefnya. Bangunan bertipe punden berundak sepuluh tingkat ini bagaikan sebuah kitab cerita besar karena setiap lantainya menceritakan kisahnya masing-masing. Komik raksasa, begitu saya menyebutnya. Dulunya, tinggi Borobudur mencapai 42 meter. Namun karena renovasi dan restorasi, maka sekarang tingginya hanya tinggal 34,5 meter. Ini dikarenakan lantai paling bawah digunakan sebagai penahan (2)

Beberapa relief, menceritakan tentang kisah dari kitab Mahabbharata, kisah Ramayana, bahkan kondisi yang menggambarkan masyarakat pada jaman Samaratungga. Relief di Borobudur mencerminkan ajaran-ajaran Buddha, dan bangunan segi empat ini dididirikan dengan konstruksi yang mempertimbangkan tiga ranah spiritual Buddha : Kamadhatu, Rupadhatu, dan Aruphadatu. Ketiga hal ini melambangkan tiga alam yang dilalui oleh manusia. Kamadhatu, berasal dari kata kama yang artinya nafsu dunia. Melambangkan kehidupan duniawi. Rupadhatu, alam perantara, perlambang manusia yang sudah terbebas dari hawa nafsu namun masih memiliki "rupa" atau bentuk - dalam hal ini diibaratkan sebagai roh (atau alam perantara). Dan Arupadhatu, yang berarti "a rupa" atau tidak berbentuk, yang melambangkan kehidupan nirwana. Semakin keatas, bentuk semakin mengerucut ditandai dengan satu stupa besar perlambang ketiadaan wujud yang sempurna. Semua informasi ini saya peroleh dari sini. (3)


Inilah alasan mengapa Borobudur merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang patut dikunjungi versi Gaphe :


1. Lokasinya Relatif Dekat Dengan Jogjakarta.
Meskipun terletak di Magelang, 40 kilometer dari Jogja, namun banyak transportasi dari dan menuju ke Borobudur. Pilih bus dari terminal mana saja di Jogja menuju Magelang, kemudian dilanjut menggunakan bus umum yang melewati borobudur. Dengan angkutan umum, tak sampai dua jam perjalanan, dan tak sampai 50 ribu rupiah saja!. Cukup sediakan waktu satu hari untuk mengelilinginya.

2. One Stop Museum
Tidak hanya candi, tetapi ada banyak museum juga di dalam kompleks Borobudur. Dalam sekali kunjung, dapat sekaligus melihat beberapa jenis museum. Museum karmawibhangga, museum yang memuat gambar panel-panel relief yang terpahat di bagian kaki Borobudur (4). Atau Museum Samudra Raksa, memuat perjalanan bangsa Indonesia sebagai penjelajah maritim. Disamping beberapa museum yang memuat patahan-patahan arca yang belum direstorasi.

Salah satu replika kapal di museum Samudra Raksa. Saking gedenya gak bisa kepotret semuanya.
3. Pertunjukan Teater Sendratari Mahakarya Borobudur
Disajikan secara apik di pelataran Aksobya open theatre, sendratari mahakarya Borobudur ditampilkan secara kolosal pada tanggal-tanggal tertentu selama tiga atau empat kali setahun. Harus memesan dulu untuk memperoleh tiket yang satu paket dengan dinner. Sayang, saya belum pernah menyaksikan. Ya, next time ke Borobudur satu hal ini harus dicoba

4. Its Narsis Time
Buat yang maniak dengan foto diri, Borobudur merupakan tempat paling tepat untuk berekspresi. Soalnya, Borobudur menyediakan banyak tempat dan sudut untuk berfoto. Mau foto ala-ala arca, atau mengganti patung arca jadi kepala kita?. semuanya bisa dilakukan disini.

Mirip sama arcanya nggak?
Sukaaa banget sama bentuk awannya : Hati.. ini bukan editan loh!
5. Amanjiwo dan Sunrise Hunting
Pernah dengar resort Amanjiwo?. Ini adalah salah satu list yang masuk dalam buku 1000 places to see before you die terbitan Workman Publishing.co. Hotel bintang empat di Magelang ini menawarkan pemandangan langsung ke Borobudur, dan paket hunting sunrise di Borobudur dengan harga tertentu. Meskipun ada juga paket hunting sunrise dari travel agent sekitar dengan harga yang lebih murah sih. Konon katanya, Borobudur adalah salah satu tempat melihat sunrise terbaik di Indonesia loh!.

Jadi, patut berbangga donk Indonesia punya Borobudur!!


“Tulisan ini diikutkan  pada  Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin

Sumber
(1) http://www.garudamagazine.com/whatson.php?cat=travel&id=406
(2) http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/borobudur/
(3) http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
(4) http://borobudur.yogyes.com/id/see-and-do/museum/karmawibhangga/

Senin, 20 Februari 2012

Kopdar Galaxi 2012

Ceritanya emang bulan ini bulannya kopdar. Abis tanggal 9 februari kemarin ngerayain ultahnya Kang Yayat, trus di Makassar diajakin sama Mama Sedja dan kawan-kawan, naah hari Minggu kemaren Pakde Cholik ngajakin buat ngopdar lagi di singgasana beliau di Galaxi Bumi Permai.

Berhubung kerjaan masih banyak, saya SMS pakde bilang kalo saya telat sekira setengah jam. Maklum, namanya karyawan kantoran yang kerjanya nggak dikantor jadi masuk kantornya malah pas pada liburan jadi mau nggak mau weekend pun masuk kantor. #sigh.

Nyampe disana pas, ternyata juga baru pada dateng.. daan langsung deh.. kopdar dimulai. Kali ini formasi lebih lengkap, kompliiit.. Ada Inge, suami, dan Ziandra, yang masih 4 bulan dibawa serta. Kang Yayat pastinya, sama Mbak Lely, Arka, dan Aiko. Terus Pakde, Bude, Mbak Sandy, Mas Ferdy, dan nggak ketinggalan Bela. Disusul dengan kedatangan Bang Benny sekeluarga, dan yang paling bontot datengnya adalah Niar Ci Luk Ba alias Niar Ningrum sama kekasih hatinya #uhuk!

Ini Mbak Lely, istrinya Kang Yayat beserta Arka dan Aiko. Aiko punya blog looh.. coba ditengok di sini
Ini Non Inge yang punya CyberDreamBox sama Ziandra. Ini blogger termuda looh. Tengok aja disini
Ini Niar Ningrum sama ehem uhukknya.. alias kang Surya.
Jajanan pasar penyambut peserta ngopi darat.. paling enak risolesnya.. saya abis 3! #bangga
ada yang nyambi jadi babysitter.. hihihi pekerjaan sambilan yaa mbak Yun?
Dipiliih dipilih... gak mangan tak antemi koen #kataPakde..
Saya maem dua piring looh tadi #kataYuni... Huuh, isin akuu #kataMasRinaldy
Namaakuu.. Bellaaa..
Ngakaak bersama
Ssstt.. ini lagi serius diskusi
kalo biasanya fotografer gak ada difoto.. inii fotografernya lagi mejeng sendirian :D
kopdar pun diakhiri dengan foto keluarga
sekian laporan kopi darat Galaxi 2012.
apabila ada kekurangan mohon ditambahi, kalo kelebihan mohon dikembalikan..
terima kasih

#kayaksambutanpakRT

Kamis, 16 Februari 2012

Jalan-Jalan Seratus Ribuan (Part 4) : Mal Hopping & Movie Marathon


Jomblo, single, sendirian bukan jadi alasan buat nggak bisa jalan-jalan dan menikmati hari loh!. Kamu bisa milih aktivitas mal hopping dan movie marathon hanya dengan budget dibawah seratus ribuan. Mal hopping yang dimaksud adalah berjalan-jalan mengunjungi mal satu ke mal yang lain untuk jalan-jalan, windows shopping, atau makan-makan. Whatever you do, intinya nggak cuman di satu mal aja jalan-jalannya. Pagi di mal A, siang di mal B, dan malam di mal C. 

Saya pernah melakukan mal hopping ini gara-gara udah gak jelas mau ngapain lagi pas dapet waktu seharian liburan. Paling asyik lagi, aktivitas mal hopping ini kalo disertai dengan kegiatan movie marathon. Apalagi buat kamu-kamu yang movie lover. Hari gini udah gampang banget ngedapetin info-info film terbaru yang tayang dari internet. Plus, biasanya bioskop itu paling umum ditemui di mal-mal yang besar jadi komplit kan bisa sekalian mal hopping?


Movie marathon maksudnya adalah nonton film di bioskop terus-menerus dalam seharian, bisa dua atau tiga film, atau bahkan lebih dari itu kalau memang jam tayangnya memungkinkan. Jadi, berbekal informasi dari internet kamu bisa melakukan movie marathon plus mal hopping dengan budget dibawah seratus ribu aja. Itung aja, untuk bioskop yang umum sekelas 21 atau XXI harga satu tiket rata-rata 25-35 ribuan. Dari sini, anggaplah harga rata-rata 25 ribuan aja. Nonton tiga film, plus sisanya bisa buat makan siang/malem, cukuplah seratus ribuan aja. 

Caranya, cari tau judul-judul film yang pengen kamu tonton dan jam tayangnya serta bioskop mana yang ada di situs-situs web yang banyak tersedia. Abis itu, susun jadwalnya deh. Misal, nonton film A di mal X, lanjut nonton film B di mal Y, makan malam dan nonton film C di mal Z. Paling enak kalo udah punya akun M-tix, jadi bisa langsung pesen kursi di webnya langsung. Ingat, itungin juga waktu perjalanan antara satu mal ke mal lainnya. Gak lucu donk, kalo telat masuk gara-gara belom sampe di mal yang dimaksud.

Soal rasanya gimana, saya bilang : Seru!.

Serius.

Kombinasi antara dikejar-kejar waktu, nikmatin waktu nunggu sambil windows shopping, sampe kebelet pipis yang ditahan gara-gara gak mau ketinggalan babak di salah satu film.

Ada hal yang saya suka kalo dateng ke bioskop. Salah satunya adalah mengamati orang. Kalo bioskop sekelas XXI biasanya kan punya arcade yang cukup luas di tempat pemesanan tiket, dan kadang disediakan juga couch untuk nungguin pintu cinema dibuka. Iseng-iseng sambil nungguin, saya menemukan satu kesimpulan : Bioskop adalah tempat untuk mengetahu trend fashion terkini. Beragam model pakaian dan jenis dipakai sama penonton di bioskop. Cewek-cewek pake hotpants plus stilleto, jilbabers berhoodie kombinasi dengan heels, cowok casual skinny jeans dengan sneakers dan cardigan bercapuchon, om-om rapi berjas dan bercelana jeans, emak-emak pake sack dress berbelahan dada rendah, sampe bahkan opa-opa bertopi pet. Kayaknya nggak ada yang nggak dandan deh kalo pada mau nonton ke bioskop. Minimal pada pake baju laah.. *masa telanjang?*

So, ada yang berani nyoba jalan-jalan seratus ribuan dengan cara beda? 
cobain aja Mal hopping & Movie Marathon!

Selasa, 14 Februari 2012

Nungguin Kopdaran Sejam Lebih.. Emang Enak??

Beneran, baru kali ini diajakin kopi darat, saya nungguin yang ngundang sampe sejam lebih!. Ealah, mending kalo tempat nunggunya udah jelas.. ini gak jelas sama sekali. 

Jadi ceritanya, Mama Sedja yang punya nama asli Andy Hardiyanti Hastuti  (Tutut) ini ngirim message ke inbok FB saya buat kopi darat kalo-kalo saya lagi ada di Makassar. Saya bilang aja kalo minggu ini saya ada di Makassar, cuman syaratnya kalo mau ketemu yaa after office hour jam 6 keatas. Saya juga ngajakin Syam Matahari, yang dulu juga udah pernah kopdaran juga sama saya. Kebetulan sama-sama di Makassarnya jadi enak kalo mau ketemuan.

Tek-tok sama Tutut disepakati kalo hari ini kopi darat di RM Ulu Juku di Jalan Mappanyukki Makassar. Okelah, saya bilang jam setengah tujuh abis magrib aja ketemuannya. Setelah pamitan sama bos saya buat keluar, meluncurlah saya setengah tujuh ke Jalan Mappanyukki. Padahal ya saya tuh udah nelat, karena tau tempat saya nginep sama Jalan Mappanyukki tuh deket. Nah begitu sampe di jalan itu saya telusuri dari ujung ke ujung bolak-balik tidak ada yang namanya RM Ulu Juku. Crap!

Mana yang ngundang juga ditelepon bolak-balik gak diangkat lagi.. dan akhirnya saya telepon Syam. Dapet informasi kalo RM Ulu Juku itu ada di depan Rumah Sakit dekat Wisma Kalla. Oke, akhirnya saya standby di depan RS Restu, RS yang dimaksud sambil coba terus kontak Tutut. 

Tidak ada yang namanya RM Ulu Juku disitu.. Ulu Juku artinya dalam bahasa Makassar artinya kepala ikan. Memang, ada warung makan yang jual masakan kepala ikan disitu. Tapi namanya bukan ULU JUKU, tapi KAKAP MERAH!!.

Syam akhirnya dateng, dan kami berdua juga sama-sama bingung. Saya bilang ke Syam, kalo sampe jam 8 malem ini yang ditunggu gak dateng maka tempat buat kopdarnya pindah aja. 

Akhirnya setelah sejam lebih nungguin, datanglah Tutut dan Sedja, dianterin suami.. dan resmilah kopdar dimulai.

Pallu Mara.. masakan "Ulu Juku" alias "kepala ikan" kakap merah yang dimasak santan
Ini dia Sedja dan Mamanya yang bikin saya nunggu sejam lebih..
Ini blogger makassar.. ada yang kenal?
belom sah kalo kopdar gak foto-foto
Ternyata, selain saya, Syam, dan Tutut sama Sedja, juga ada blogger lain yaitu Thifah, Cakra, dan pacarnya Cakra.

Tapi yang jelas, seneng juga ketemu sama blogger cuiliik : Sedja. Masih sembilan bulan loh!!.
Ini niih blogger cuilik, masih sembilan bulan tapi udah punya blog. mampir aja!
Besok-besok, kalo kopdaran sama saya kudu ngasih tau alamat ketemuannya yang jelas yaak.. terus jangan telat, karena nungguin tuh kegiatan paling gak enak, plus kalo janjian yaa hapenya kalo lagi ditelepon itu diangkat

Ini cuman curhat aja loh!. hahahaha 
#piss yaa Tutut!

Minggu, 12 Februari 2012

Jalan-Jalan Seratus Ribuan (Part 3) : Cuisine Travel

Well, terima kasih buat KoskakiUngu yang udah kasih komentar di postingan saya yang Jalan-Jalan Seratus Ribuan (Part 2) : Dari Jogja Dengan Susu dan Cokelat. Dari situ saya langsung terinspirasi buat bikin postingan ini, tentang Cuisine Travel. Kebetulan banget saya pernah menjalani cuisine travel ini dalam dua hari di Makassar, dengan makanan yang nggak jauh-jauh beda sama yang disebutkan KoskakiUngu dalam komentarnya.

Cuisine bisa diartikan sebagai masakan khas. Sedangkan Cuisine Travel saya maksudkan sebagai petualangan menyusuri  wilayah tertentu untuk merasakan masakan yang khas disitu. Saya mengambil satu daerah yang sering jadi wilayah jelajahan saya : Makassar.

Hari pertama, saya memulai petualangan ini di malam hari dengan menyambangi Coto Makassar. Dan nggak jauh-jauh dari tempat saya menginap, saya menjajal Coto Paraikatte di jalan AP Pettarani. Seporsinya murah, cuma tujuh ribuan aja. Tambah ketupat sepuasnya karena disajikan di depan kita tinggal ambil, tapi bayar yah. Dapet air putih dingin gratis, jadi bisa ngirit untuk minumannya. 

Coto Makassar.. huum rempahnya..empuk dagingnya...
ini ketupatnyaa... cotonya mah udah diabisiin...
Soal Coto Paraikatte, saya sebenernya sudah pernah posting disini. Tentang bagaimana wujudnya, bagaimana cara makannya, semuanya ada di postingan itu. Nah, berhubung coto Makassar tuh biasanya disajikan dalam mangkuk yang kecil jadi kalo mesen satu kagak nampol, maka daripada saya pesan semangkuk lagi maka saya mending nyoba makanan khas lainnya yang deket-deket di Pettarani.

Dan pilihan akhirnya jatuh pada Mie Kering Titi. Well, jaman dulu saya juga pernah posting tentang mie titi ini disini. Tapi, yang saya coba ini di cabang yang lain dengan yang dulu pernah saya posting. Ini letaknya di boulevard panakkukang, deket sama AP Pettarani sebelum menuju ke Mal Panakukkang. Ternyata begitu saya dateng, ramenya minta ampun. Maklum, katanya belum ke Makassar kalo belum nyicip mie kering titi ini.

Mie kering titi yang disiram kuah kental.. sooo yummy!
Ada satu joke yang sering saya lontarkan ke temen-temen saya ketika mereka baru pertama kali nyoba nyicip masakan ini. Saya bertanya : "Mie Titi paling enak apanya??". Kebanyakan pada jawab, kalo nggak mienya ya kuahnya. Versi saya, Mie Titi justru paling enak ada pada "T"-nya. Coba "T"-nya diilangin, emang mau makan Mie ii?. Naah kalo mau lebih enak lagi, coba T nya tambahin!. hahaha... hush!

Seporsi Mie Titi ukuran gede dibanderol 17 ribuan rupiah aja. Udah gratis es teh tawar dingin. Lagi-lagi ngirit minum. Tapi emang kebanyakan warung makan di Makassar selalu menyediakan minuman gratis minimal air es.

Berhubung kekenyangan, petualangan kuliner dilanjut besoknya. Daan, satu tempat yang disambangi lagi adalah di jalan Lasinrang. Saya pikir disini cukup komplit tempat makannya, karena satu jalan tersebut ada banyak warung yang jual masakan khas Makassar. Pemberhentian pertama adalah di tempat yang jual Sop Ubi. Sop yang kuahnya mirip bakso dengan potongan ubi alias singkong goreng ini dibanderol dengan harga 18 ribu semangkuk. Enak rasanya, karena kalo saya pas lagi flu di Makassar bawaannya selalu pengen makan ini.

Tadaa... sop ubi.. eh, singkong.. eh, ubii.. aaaah mau singkong apa ubi yang penting enak
Selesai makan sop ubi, belom kenyang mau nyari cemilan sama makanan penutup. Maka, kami menyeberang jalan, masih di Jalan Lasinrang buat nyari otak-otak, jalangkote, dan es pisang ijo. Ada sederetan warung yang jual semua snack itu disini. Otak-otak pasti udah pada tau yaa kayak gimana bentuknya?. Nah kalo jalangkote??.. apakah itu semacam jaelangkung gitu?. Kalo di jawa jalangkote itu mirip sama pastel. Isinya sama koq, ada kentang, wortel, daging, telur, dan kadang ada mie bihunnya. Sebiji jalangkote dihargai 4 ribu rupiah, sama kayak otak-otaknya juga. 

Otak-otak, lumpia, dan jalangkote
Nah, untuk desertnya bisa milih es pisang ijo. Ada es palu butung juga sih, seporsinya 14 ribu rupiah. Agak mahal, mungkin karena porsinya juga lumayan. Makan satu piring aja juga udah lumayan kenyang. Es pisang ijo yang paling enak menurut saya kalo dimakan langsung di tempat asalnya, yaa di Makassar. Kenapa? Soalnya pisang yang dipake beda. Pisangnya itu nggak terlalu lembek atau matang dan nggak terlalu manis juga, tapi begitu disiram sirup dan dikasih bubur sum-sum dan dikasih es serut plus dituangi susu kental manis rasanya jadi wah!.

Es pisang ijo
Berhubung siang itu udah kekenyangan, maka makan besar selanjutnya dilanjut malem hari. Saat malem, saya mengunjungi kawasan Pantai Losari. Katanya, Makassar terkenal dengan makanan lautnya, jadi pilihan berikutnya adalah MAKANG IKANG!.. oh, maaf saya ketularang oran Makassar kalo ngomon beginiang.. hehehe..

Ikan bakar polos.. Justru yang beginian yang original
Makan barengan teman kantor dan bos saya.
 
Saya nggak sendiri sebenernya, karena selama culinary travel ini saya ditemani dengan beberapa teman sekantor dan bos. Kalo sendiri, mana mungkin bisa foto narsis begituan.. daan, makang ikang di Makassar paling enak kalo rame-rame. Maksudnya biar dibagi rata bayarnya gitu, secara jatuh-jatuhnya rada mahal kalo sendirian. Ntar jatohnya nggak genap seratus ribuan donk!. hahaha..

Jadi.. kalo ditotal jendral, Cuisine travel selama dua hari di Makassar per orangnya membuat kerusakan sebesar :

Coto : Rp. 7.000
Mie Titi : Rp 17.000
Sop Ubi : Rp. 18.000
Otak-otak & Jalangkote (satuan) : Rp. 4.000 x 2 = Rp. 8.000
Es pisang ijo : Rp. 14.000
Iuran makan-makan ikan : Rp. 30.000

Total 94.000. Budget 100 ribuan, masih nyisa 6.000. Yaaa buat parkir motor laaah. 

Ada yang berani nyoba Cuisine Travel?.

Sabtu, 11 Februari 2012

Tips Kurus Ala Gaphe

Sebenernya nulis ini sambil ngakak, soalnya setiap kali saya posting foto pasti komennya nggak jauh-jauh dari:

"Waaah.. Gaphe tinggi amat yak? bagi doonk tingginyaa"
atau 
"Heran, makan banyak tapi teteep aja kurus"

Kalo soal tips bagaimana menjadi lebih tinggi, dulu saya pernah posting disini. Nah, sekarang.. bagaimanakah tips menjadi lebih kurus??.

Saya sudah menemukan jawabannya : Perpanjanglah SIM anda!!

Gak percaya??

Coba deh diliat dua foto dibawah ini.


SIM lama. Foto masih gendut, culun, item, dan belah tengah!


SIM baru. Foto lebih kurus, putih, dan pastinya lebih ganteng #eh..  lebih tinggi maksudnya.


Selama lima tahun, dari semenjak SIM lama saya dibikin sampe SIM perpanjangan yang baru aja ketauan setelah mati selama 6 bulan, Saya menyadari bahwa ternyata saya mengurus dan meninggi!. 

Kalo sekarang ada yang bilang ke saya, 
"Wah, makin kurus aja nih!"

Saya temukan jawabannya : "Alhamdulillah ya, menjaga bentuk tubuh ^_^"
atau : "Wah berarti diet saya berhasil!"

Jawaban ini berlaku juga buat yang sering diolok-olok gendut, bilang aja : "Alhamdulillah ya, sukses menjaga bentuk tubuh!". Pede aja lagi!.

Kamis, 09 Februari 2012

Syukuran Ultahnya Kang Yayat

"Hai Mas, kalau pas lagi di surabaya, besok Rabu, datang ya di RM Yuk Limboek, Jl. Tunjungan No. 50 Surabaya jam 19.00."

Itu isi message di inbox Facebook saya Selasa malam dari kang Yayat. Kebeneran banget emang minggu ini lagi di Surabaya, jadi saya bilang aja diusahakan buat datang. Saya pikir tadinya cuman ketemuan biasa kayak yang udah-udah. Biasalaah, kalo ada kang Yayat biasanya juga bakalan ada komandan blogcamp Pakdhe Cholik dan Mbak Yuniari Nukti.

Ternyata, di rabu pagi ketika liat timeline FB ketauan kalo kang Yayat ultah. Makanya, langsung aja saya hubungin antara undangan makan-makan di RM Yuk Limboek ini sama syukuran ultahnya kang Yayat. Bener aja, ketika semalem jam tujuh tepat saya dateng memenuhi undangan, sudah ada kang Yayat beserta istri dan Arka, anaknya dan Mbak Yuni beserta suami. Nggak berapa lama, Pakdhe Cholik dateng dengan pasukan komplit, Bude, Mbak Sandy, Mas Ferdy, dan Bella.

Ngobrol ngalor ngidul, sampe ngulon mengetan, sambil nunggu hidangan keluar.

Komandan BlogCamp beserta anggotanya. hihihi
pakde keliatan seneng banget... #EkspresiMingguIni
Ini yang ultah.. sekaligus yang ntraktir.
Bela ikutan gaya.. tiap kali jepret selalu pasang action!
Sik..sik.. geseer... aku meh moto sate *kataMbakYuni
Begitu hidangan keluar... SERBUUU!!!!!

ayam kremes yummy
sate yang kata pakde ada rasa Indianya.. untung habis makan ini nggak nyari pohon buat goyang
Jus sirsak pesenan saya
tahu goreng penggugah selera
sop gurameh.. ada yang pernah makan?

Pokoke seneng deeh. Jadi nggak sabar nunggu-nunggu acara tanggal 19 Februari 2012 nanti. Kayaknya bakalan lebih seru nih, penasaran?? monggo nanya Pakde Cholik.. hehehehe

Makasih yaa kang Yayat. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu, plus banyak rejekinya dan bahagia senantiasa. Aamiiin #usapmuka

foto formasi komplit. Dokumentasinya kang Yayat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...