Rabu, 01 Agustus 2012

Lucunya Sleeper Bus


Salah satu hal yang kudu dicoba kalo pas ke Vietnam adalah ngalamin sendiri perjalanan antar wilayah antar kota pake sleeper bus. Oke, secara harafiah memang diterjemahkan sebagai bus tidur dan pada kenyataannya memang demikian. Kendaraan yang beroda enam ini di dalamnya berbeda dengan bus pada umumnya yang disetting tempat duduk. Sleeper bus adalah bus yang didalamnya berupa tempat tidur!.

Penampakan dari luar, tidak ada yang beda
Satu-satunya tempat duduk hanyalah punyanya pak sopir, itupun tempatnya di sebelah kiri karena setirnya di kiri (penegasan yang tidak perlu).
Nah, kenapa saya bilang sleeper bus layak dijajal?. 

1.       The weirdest vehicles I ever see.
Pendapat saya ini diamini setidaknya dua orang bule yang masuk ke bus bareng saya. Mereka sontak berteriak girang : “Wow, this is the weirdest thing I ever see” yang dalam bahasa jawa berarti “iki panganan opo, koq koyo ngene”.
Kenapa dibilang aneh, selain dari tempat duduknya yang berupa tiga lajur memanjang, dua tingkat, dengan masing-masing lajur berisi beberapa tempat tidur ukuran 1,8 meter x 0,6 meter juga karena sebelum masuk kita harus melepas sepatu atau sandal supaya nggak ngotorin tempat tidur yang dilapisi kulit. Udah kayak masuk musholla aja deh, ada “batas suci”-nya.
Masing-masing tempat tidur bisa ditekuk atau direbahkan. Tergantung mau tidur apa mau duduk. Enaknya adalah kita bisa selonjoran karena kaki kita dimasukkan kedalam ruangan semacam laci, yang bisa sekalian buat tempat barang bawaan dan meja kecil tempat menaruh minum atau makanan. 

Setelah masuk ke dalamnya!. Isinya tempat tidur dua tingkat :D

2. Enjoy The Journey!
Sleeper bus biasanya melayani rute antar kota antar district dan bahkan antar negara, yang biasanya ditempuh lebih dari 4 jam, di malam hari. Tapi itu tidak selalu. Jika kamu sedang beruntung maka rute pendek dalam kota pun bisa memakai sleeper bus ini. Seperti contohnya saya pas selama make bus disana selalu dapatnya sleeper bus.
Nah, karena perjalanan selama menuju satu kota ke kota yang lainnya ini dilakukan dalam waktu yang panjang, maka pemandangan selama perjalanan sayang dilewatkan. Atau lebih tepatnya, pengalaman saya melihat “pemandangan” di samping saya bule cewek pake tanktop dengan -maaf- belahan dada tersingkap yang sayang untuk dilewatkan. Gimana nggak nikmatin, bulenya cuek aja sedangkan kepala saya berada tepat diatas kepalanya dia..
Dan Tuhan menghukum saya ketika pulangnya pake sleeper bus dengan teman samping saya berupa anak gedut jelek dan kepo, yang menuh-menuhin tempat tidur.. 

3. Tempat terbaik untuk menikmati.. err.. bau kaki orang seluruh dunia!
Karena sepatu kudu dilepas untuk bisa naik ke sleeper bus, maka bisa kebayang donk bentuk kaki dan aromanya bakal gimana. Apalagi tempat tidur bertingkat, dan kudu selonjoran. Beruntung saya naik duluan dan tempat tidur saya selalu dapat di atas, sehingga kesempatan untuk melihat jempol dan kelingking yang sama besar saya lewatkan. Bayangkan jika dapat tempat duduk di belakang, di bawah, dan naiknya belakangan. Pasti akan melihat berbagai macam bentuk jempol dan bau dari orang seluruh dunia. Yeaah, tidak seluruh dunia sih, tapi paling tidak dari beberapa Negara yang se-bus dengan kita. 

4. Yang jelas, namanya sleeper bus pasti bisa tidur di bus!
Buat yang mabuk kalo naik kendaraan, yang lagi sakit, atau yang lagi capek, dengan naik sleeper bus ini bisa tidur beneran koq. Saya dengan nyenyaknya selalu tertidur setelah bus berjalan beberapa waktu. Untungnya sih, kalo perjalanan dilakukan di malam hari selain bisa menghemat biaya akomodasi, juga begitu bangun badan udah langsung berasa fresh!. 

Fresh kaan? #eh
5. Yang penting, pilih travel yang terpercaya.
Banyak kejadian sopir bus menurunkan penumpang dengan open ticket (tiket bus yang bisa dipakai kapanpun selama tanggal berlaku, dari rute manapun) di tempat-tempat yang mungkin bukan tujuannya. Saya hampir saja diturunkan di tempat yang bukan seharusnya- yang jaraknya 7km dari tujuan semula, kalau saja saya tidak menunjukkan lokasi seharusnya saya diturunkan. Memang sih, pada waktu itu sudah sampai di kota yang dituju yaitu di Phan Tiet City, dan bagi yang menuju ke Mui Ne dipersilakan turun. Dan saya adalah salah satu penumpang yang menuju ke Mui Ne dari Ho Chi Minh City. Maka turunlah saya. Ternyata, setelah bus hampir bergerak, saya teriak sepertinya saya salah diturunkan. Berhubung saya pegang alamat resortnya – yang jaraknya 7 km lagi, barulah saya diantar kesana. Jadi, selain pilih travel yang terpercaya, pastikan juga untuk bertanya!. Karena sekali lagi, orang Vietnam jarang yang bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Untuk beli tiket sleeper bus ini dapat diperoleh di berbagai tempat di HCMC. Rutenya macam-macam. Bahkan ada yang menyediakan paket-paket sekaligus akomodasi dan makan, ke seluruh tujuan wisata di Vietnam dari HCMC. Sebut saja Vung Tao, Nha Trang, Da Lat, Da Nang, Hoi An, Ha Noi, dan sebagainya. Saya sendiri memilih rute HCMC ke Mui Ne, salah satu kota pantai yang terkenal dengan fenomena alamnya : Sand Dunes atau gumuk pasir. Di Pantai Samas – Parangtritis, Kabupaten Bantul Jogja pun ada gumuk pasir yang berwarna hitam. Nah kalau di Mui Ne, gumuk pasirnya berwarna merah dan putih!.

Gimana serunya menelusuri Mui Ne? Tunggu Next post yaa…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...